
Arung pun terlelap tidur di kursi Bus bernomer 13 tersebut dan ia pun terbangun sesudah nya di dalam sebuah bilik penjara dengan kedua tangan dan kaki nya di rantai ke dinding beberapa saat kemudian.
"Dimana aku???" Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut yang bingung dengan keadaan nya saat ini.
"Greghh...... "
"Greghhh......"
"Greghhh...... " Suara saat Arung mencoba melepaskan ikatan rantai yang membelenggu lengan nya tersebut.
"Kraaakkkk..... " Suara saat pintu jeruji besi tersebut mulai terbuka.
Ratu Santet pun mulai memasuki bilik penjara tersebut sambil memegang sebuah cambuk berwarna merah darah di tangan kanan nya.
Wanita berwajah pucat dari klan vampire itu pun mulai menatap tajam ke arah Arung.
"Ratu Santet.... " Ujar Arung dengan ekspresi nya yang terkejut.
"Penderitaan mu baru saja di mulai, Bocah... " Ucap Ratu Ilmu Hitam tersebut kemudian mulai mencambuk dada Pendekar Setengah Naga tersebut tanpa belas kasih.
"Jdash........ "
"Jdash......... "
"Jdash......... " Suara cambukan yang keras.
"Akhhh......... "
"Akhhh......... "
"Akhhh......... " Teriak Arung kesakitan saat cambuk itu melukai nya berkali-kali.
Bekas cambukan di dada nya itu pun mulai mengeluarkan darah, Ratu Santet pun masih terus mencambuk Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Setiap kau tertidur aku akan mencambuk mu sampai kau mati.... " Ucap Ratu Sanbon sambil terus menyiksa Arung dengan cambuk merah darah nya.
"Akhhh.......... "
"Akhhh.......... "
"Akhhh............ " Teriak Arung kesakitan.
Waktu pun sudah menjelang sore di dalam Bus tersebut, Bus berwarna putih itu pun sudah mulai memasuki wilayah Medan.
Mitha sedikit curiga melihat keringat yang mengucur deras di dahi Tunangan nya tersebut.
"Udara di dalam Bus ini sangat dingin, tapi kenapa Arung berkeringat..... "
"Pasti ada yang ngak beres... " Gumam Jendral Es lalu mulai membangunkan paksa Tunangan nya tersebut.
"Arung..... "
"Arung..... "
"Arung..... "
"Bangun lah.... " Ucap Mitha sambil menggoyang-goyangkan tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Hah............. " Suara hembusan nafas panjang Arung yang terbangun dengan tiba-tiba.
"Ratu Santet.... " Ucap Arung lalu mulai membuka baju kemeja yang sedang di pakai nya.
Terlihat ada banyak luka bekas cambukan yang masih baru, Mitha pun terkejut menyaksikan fenomena ghaib tersebut.
"Kenapa dada mu, Sayang???" Tanya Mitha dengan penasaran.
Arung pun tampak berusaha menenangkan diri nya, dengan tenang Arung pun mulai menarik nafas panjang kemudian mulai menghembuskan nya.
"Tadi aku bermimpi di cambuk oleh Ratu Santet, aku di cambuk oleh nya entah sudah berapa lama... "
__ADS_1
"Mimpi itu begitu nyata, Mitha.... "
"Lalu tiba-tiba saja aku terbangun.... " Ucap Arung.
Ternyata waktu berlalu lebih lama di dalam dunia mimpi tersebut namun di dalam Bus waktu hanya berlalu beberapa jam.
"Fenomena ini sangat aneh.... "
"Jurus aliran sesat memang tidak bisa di tebak.... "
"Sebaik nya kita tidak tidur dulu untuk sementara waktu, Arung.... "
"Mimpi mu itu nyata, lihat bekas luka cambukan di dadamu itu... " Ucap Mitha.
Beberapa penumpang yang melihat Arung membuka kemeja nya pun mulai salah paham dan mengira mereka akan bermesraan di dalam Bus.
"Dasar pemuda edan, masih sore lagi belum malam.... "
"Udah maen buka-bukaan aja... " Gumam Penumpang Bus di kejauhan yang salah paham.
Beberapa saat kemudian Bus pun mulai berhenti di salah satu Warung di pinggiran Kota Medan, mesin Bus pun mulai di matikan oleh Supir.
"Lho....... "
"Kok berhenti, apakah kita sudah tiba di Pekanbaru???" Tanya Mitha dengan penasaran.
Arung pun mulai menoleh ke arah papan nama rumah makan tersebut dan membaca alamat yang tertera di bawah nya.
"Belum, Mitha.... "
"Kita baru saja tiba di perbatasan Medan... "
"Sepertinya Supir Bus mau beristirahat sejenak... "
"Ayo kita borong kopi, aku udah lama ngak ngopi di dunia ini... " Ucap Arung yang sudah sangat lama sekali merindukan minuman dari dunia nya tersebut.
"Kopi.....???"
Sepasang sejoli itu pun mulai bangun dari kursi bernomer sial tersebut dan mulai berjalan ke arah pintu keluar masuk yang berada di dekat sopir tersebut.
Para penumpang lain nya pun tampak ikut bangun juga dari kursinya, saat ini mereka semua sedang mengantri untuk turun dari Bus tersebut.
"Ugh........ "
"Ratu itu benar-benar keji, ia telah mencambuk ku selama seminggu tiada henti.... "
"Rasa nya sakit sekali..... "
"Jurus apa itu???" Gumam Arung yang teringat akan penyiksaan dari Ratu Sanbon beberapa waktu di dalam Dunia Mimpi tersebut.
"Arung, kenapa tidak ada satu pun Pendekar di sini???" Tanya Mitha.
Ia tidak merasakan adanya hawa kultivasi dari orang-orang yang berada di sekitar nya tersebut.
"Mungkin ini adalah dunia yang di peruntukkan bagi orang-orang yang bukan dari dunia persilatan.... " Ucap Arung.
"Ohhhh..... "
"Jadi ada tempat seperti itu ya???" Ucap Mitha dengan polos.
"Ya..... "
"Ayo kita ngopi di sana, Sayang.... " Ucap Arung dengan bersemangat sambil memegang mesra pergelangan tangan Mitha.
Wajah Gadis Cantik berambut biru itu pun mulai merona merah karena terpesona dengan cara Tunangan nya tersebut memperlakukan diri nya dengan mesra.
"So sweat...... " Gumam Jendral Love Killer tersebut.
"Pak Sate nya empat porsi ya.... " Ucap Arung kepada penjual Sate.
__ADS_1
"Baik Bang..... " Sahut Bapak Penjual Sate tersebut.
Arung dan Mitha pun duduk di kursi yang langsung memiliki pandangan ke arah jalan lintas tersebut, tampak di kejauhan matahari tampak sudah hampir tenggelam.
Tanpa mereka berdua sadari, Ratu Santet saat ini sedang duduk di salah satu kursi di dalam Warung tersebut dalam wujud yang tak kasat mata.
"Mental mu ternyata kuat juga, Bocah.... "
"Aku sudah mencambuk mu selama seminggu penuh, namun kau masih bisa tersenyum.... "
"Kita lihat nanti malam, apa kah kau sanggup menahan sabetan golok milik Hantu Burung..... " Ujar Ratu Sanbon sambil meminum secangkir kopi.
Salah satu penumpang Bus pun melihat hal tersebut, tampak cangkir kopi itu bergerak sendiri.
"Apa itu...... "
"Ternyata tidak hanya Bus itu yang berhantu, Warung ini pun berhantu.... "
"Ih...... "
"Serem..... " Gumam Penumpang Wanita tadi lalu buru-buru kembali ke dalam Bus.
Arung yang melihat wanita itu kembali ke dalam Bus hanya bisa menerka-nerka.
"Kenapa dia berjalan seperti orang yang di kejar setan yach???"
"Apa mungkin dia lagi sakit boker.... "
"Tapi seharusnya kan dia lari nya ke arah Toilet???" Gumam Arung.
Ratu Sanbon pun terus mengawasi mereka berdua dari kursi tersebut dengan wujud nya yang tak kasat mata tersebut.
Beberapa saat kemudian, Bapak Penjual Sate pun datang dan mulai menghidangkan empat buah porsi Sate matang ke atas meja mereka.
"Silahkan, Bang.... "
"Kakak Cantik, di coba Sate Medan nya..... " Ucap Penjual Sate dengan logat Batak tersebut.
"Terimakasih Pak..... " Sahut Arung.
"Dari aromanya seperti nya sedap nih..... " Gumam Jendral Es lalu mengambil satu tusuk Sate tersebut dan mencelupkan nya ke dalam bumbu kacang tersebut.
"Ehmmm..... "
"Enak ya gak kalah dengan Daging Panggang Siluman Air..... "
"Coba lah, Sayang..... " Ucap Mitha lalu mulai menyuapkan Sate tersebut kepada Tunangan nya.
"Ehmmm....... "
"Ia Sayang, lezat nya.... "
"Apa lagi kalau kamu yang suapin.... " Rayu Pendekar Don Juan tersebut.
"Ia, apalagi kalau ada cewek-cewek mu yang lain yang nyuapin pasti lebih gregetan kan.... " Ucap Mitha dengan tajam.
"Ups......... " Gumam Arung.
"Waduh...... "
"Dia teringat dengan kekasih-kekasih ku yang lain, sebaik nya aku mengalihkan topik pembicaraan,"
"Jangan sempat momen yang indah ini kacau balau akibat Wanita idaman lain nya... " Gumam Arung.
"Bentar ya sayang, aku mau cari in minuman dulu.... " Ucap Arung lalu bangun dari kursi tersebut.
"Dasar Pendekar Don Juan.... " Gumam Mitha.
To be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya