
Karena kesalah pahaman maksud dari tindakan Arung yang merobohkan langit-langit goa, Dewi Seribu Kayu pun mulai berkhayal.
Di dalam khayalan nya itu, dirinya dan juga Arung adalah sepasang Pengantin Baru.
Pada saat ini mereka berdua tengah duduk di dalam ruang tengah sambil menonton sebuah acara sinetron di televisi, tampak tangan sebelah kanan Arung sedang merangkul mesra bahu sang Dewi.
"Ma..... "
"Asik nonton sinetron melulu, kan bosen Ma... "
"Ganti saluran lah,"
"Kita nonton acara main bola, donk Ma..... " Pinta Arung dengan mesra.
Didalam khayalan sang Dewi mereka berdua saat ini selalu menggunakan panggilan sayang Papa dan Mama.
"Ehmm......... "
"Ehmm......... " Suara greheman sang Istri yang tidak setuju dengan permintaan sang suami.
"Papa love...... "
"love.... "
"Semalam kan kita udah maen bola, Papa belum puas yach nyetak gol nya sampai subuh.... "
"Sekarang giliran Mama donk, mau refresing kan otak... "
"Dengan nonton sinetron love-love.... "
"Jadi kalau papa mau maen bola lagi ntar malam stamina Mama sehat lahir dan juga batin, Papa Love..... " Ujar sang Istri yang langsung menskak mat Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Wadowww.......... "
"Gak bisa ngomong apa-apa lagi aku kalau udah begini...?? "
"Dia sampai ngungkit-ngungkit aku maen bola nya sampai subuh, " Gumam Arung yang terpaksa ikut menonton sinetron percintaan tersebut bersama istri tercintanya itu.
Keadaan pun kembali menjadi hening untuk sesaat, pada saat ini Arung sedang mengenakan celana boxer dan memakai kaos berwarna putih polos.
Sedangkan Dewi Seribu kayu sedang mengenakan daster putih yang super hot dan agak transparan
Sinetron yang sedang di tonton mereka berdua saat ini adalah sinetron percintaan dengan latar belakang zaman dahulu kala.
Tampak sang kekasih sedang di lamar oleh Pendekar Elang dari layar kaca televisi tersebut.
"Dinda....... "
"Maukah kau menikah dengan ku..... " Ucap Sang Pendekar Elang sambil memegang tangan Dinda sembari berlutut dengan menengadahkan kepala nya ke arah Dinda.
Ekspresi wajah sang Pendekar teramat tulus.
"Pendekar Elang..... "
"Sudah banyak Pendekar lain nya yang mencoba meminangku sebelum nya, aku punya satu syarat...?? "
"Apa kau bisa mengabulkan nya....??? "
"Jika kau bisa memenuhi nya, aku akan bersedia menjadi istrimu.... " Ujar Dinda sang Pendekar Wanita.
Sang Pendekar Elang pun mulai bangun, ia sudah memutuskan dengan tekat yang bulat didalam bathin nya apapun yang terjadi dia akan menikahi Dinda.
"I" m ready..... "
"Katakan apa syarat nya, Baby??? " Ucap Pendekar Elang dengan jantan dan mesra.
"Aku ingin kau membangun kan ku Seribu candi untukku..... " Ucap Dinda sang Pendekar Wanita.
Setelah menonton scene sinetron tersebut, Dewi Seribu Kayu pun mulai melirik ke arah Suaminya karena baper dan Arung pun menyadari hal tersebut.
Note : Baper kepanjangan nya bawa perasaan.
"Wadowwww....... "
"Dia pasti baper setelah nonton sinetron ini, kemarin setelah nonton film koboi yang sedang menunggangi banteng... "
"Dia malah nyuruh aku jadi banteng kemudian di tunggangi nya pulak aku.... "
"Yang gak kuat aku waktu dia bilang...... "
"Yihaaaa........... "
"Yihaaaa........... "
"Apa dia kira suaminya ini Banteng, opo....??? " Gumam Arung sambil membayangkan hal yang baru saja di Gumam kan nya tersebut.
__ADS_1
Tatapan Dewi Seribu Kayu pun semakin tajam, Arung pun makin berfirasat buruk dengan tatapan yang tak biasa itu.
"Apa dia mau nyuruh aku bangun Seribu candi...??? "
"Bisa habis seluruh harta ku.... "
"Salah-salah payah ngutang aku..." Gumam Arung.
"Pa........ " Seru Dewi Seribu Kayu.
"Ia Ma, ada apa...??? "
"Laper ya....??? " Tanya Arung mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Enggak laper kok Pa..... "
"Mama, liat wajah Papa aja udah kenyang.... " Ujar Dewi Seribu Kayu.
Rayuan gombal Dewi Seribu Kayu pun makin membuat degupan jantung Arung ketar-ketir.
"Wadowwww......... "
"Dia udah ngeluarin rayuan maut nya, terakhir kali dia ngerayu aku.... "
"Aku disuruh nyuri mangga di rumah Pak Wali... "
"Hampir aja aku lebam di gebukin sama pembantu-pembantu dan penjaga-penjaga di tempat tersebut.... " Gumam Arung sambil membayangkan kejadian dulu saat dia mencuri mangga di rumah Pak Wali.
"Jadi apa Ma.....??? "
"Kepingin mangga, lagi....??? " Tanya Arung.
"Lho....... "
"Kok mangga lagi, bukan loh, Pa.... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
Jawaban dari sang Istri pun semakin membuat degupan jantung Arung makin cepat.
"Wadowwww......... "
"Pasti berat ni........ "
"Aku pasrah aja..... " Gumam Arung yang jantung nya sudah mau copot.
"Bilang aja, Ma..... "
"Apa mama jadi pengen maen bola sekarang..... ?? " Tanya Arung.
"Kok maen bola sich Pa.... "
"Bukan.... " Jawab Dewi Seribu Kayu.
"Habis....... "
"The End, kayak nya.... " Gumam Arung.
"Huftttt.......... " Helaan nafas panjang Pendekar Don Juan tersebut.
"Jadi apa Ma.....??? " Tanya Arung sekali lagi.
"Pa..... "
"Mama, boleh minta sesuatu ke Papa....??? " Tanya Dewi Seribu Kayu.
"Copot...... "
"Bakalan copot ni jantung ku.... "
"Wadowwww........ "
"Mampus aku, dia pasti mau minta ATM gaji ku, tapi gaji ku kan kecil,"
"Malahan gaji dia lebih besar dari aku,.... "
"Ah...... "
"Ya sudah lah, aku harus gentleman..... "
"Aku harus siap jika gaji aku di ambil alih oleh nya semua nya..... "
"Selamat tinggal panti pijat Pendekar..... "
"Kayak nya aku gak bisa kusuk lagi di situ..... "
"Kalau pegal-pegal aku terpaksa minta pijit sama binik aku ini, walaupun kuping ini harus tebal..... "
__ADS_1
"Karena tiap mijit pasti ngerepet aja kayak mamak lampir.... "
"Selamat tinggal juga Gadis-Gadis Mi-Chat yang slogan nya tidak memandang wajah." Gumam Arung sambil membayangkan hal tersebut.
"Buat Mama, apa aja Papa kasih atau Papa lakuin.... "
"Kalau Mama suruh nunggu telur bertanduk pun pasti Papa tungguin..... " Ucap Arung yang gantian merayu.
"Heleh....... "
"Heleh........ "
"Rayuan gombal, tempo hari aja waktu aku nyuruh nyuri mangga pak Wali aja ngeluh..... "
"Tapi aku harus minta..... " Gumam Dewi Seribu Kayu yang kini sudah membulatkan tekad nya.
Keadaan pun mulai menjadi senyap untuk sesaat, tidak ada yang peduli dengan siaran televisi pada saat itu.
Adegan di televisi saat ini kedua Pendekar sedang melakukan adegan ci*man.
"Papa...... "
"Boleh gak.... "
"Aku minta pasword hape, Papa....??? " Tanya Dewi Seribu Kayu yang seketika itu juga memukul mental suami nya tersebut.
"Gelegarrrr.............. " Suara sambaran petir di dalam bathin Arung.
Bak di sambar petir di siang bolong, tangan Arung pun mulai gemeteran dengan permintaan sang istri.
Keringat pun mulai mengucur keluar dari dahi nya, padahal suhu udara di ruangan tersebut pada saat ini dingin karena memakai pendingin ruangan.
"Mampus...... "
"Kali ini, mampus..... "
"Mana aku belum ngehapus pesan-pesan aku di Mi-Chat lagi... "
"Mana ada 30 cewek yang kutanyain berapa BO nya.... "
"Habis sudah.... "
"Pernikahan ini bisa hancur kalau sampai, Binik aku ngeliatin isi Hape,... "
"Aku iyain aja dulu.... "
"Aku harus berpikir.... " Gumam Arung.
Notes ; Mi-Chat sebuah aplikasi perpesanan.
Notes : BO kepanjangan nya boking order.
"Bisa, baby..... ?" Tanya Dewi Seribu Kayu dengan mesra untuk yang kesekian kali nya.
"Deg....... "
"Deg....... "
"Deg....... " Suara degupan jantung Arung yang sangat cepat.
Ia pun mulai menarik nafas kemudian menghembuskan nya perlahan.
"Buat, ayank.... "
"Bisa, bentar ya aku ambil dulu di atas... " Ucap Arung kemudian mulai beranjak dari sofa yang mereka duduki sebelum nya.
Tangan sang Don Juan masih gemetaran.
Don Juan yang hobinya Mi-Chat itu pun mulai menaiki tangga sambil berpikir keras bagaimana cara nya untuk menyelesaikan persoalan pasword HP tersebut.
"Tap........ "
"Tap....... "
"Tap........ " Suara langkah kaki Arung saat mulai menaiki tangga satu demi satu anak tangga.
"Fiuh........ " Ucap Arung sambil menyeka keringat di dahi nya.
"Habis sudah.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Langkah Arung pun cukup lambat, Sang Istri pun mulai sedikit curiga dengan gerak-geriknya yang seperti siput itu.
"Kok lambat amat jalan nya..... "
"Hem....... ??? "
__ADS_1
"Apa ada sesuatu yang super rahasia di dalam HP nya, atau efek kecapekan maen bola semalam,"
"Positif thingking aja dulu. . . . . " Gumam Dewi Seribu Kayu.