
-[Malam Hari]-
Tampak Vinic Muda masih kelihatan lesu dan tidak begitu bersemangat saat menyantap Sup Ular tersebut, sangat berbeda dengan kedelapan Tetua-Tetua lain nya yang begitu bersemangat di malam tersebut.
"Wah...... "
"Gadis-gadis berambut merah ini seperti tidak pernah melihat seorang Pemuda Tampan saja,"
"Tapi memang iya juga sih, Papa Arung memang Tampan dan juga gagah,"
"Apa lagi saat mengenakan jubah perang berwarna putih tersebut." Gumam Shayla sambil kembali menyantap Sup Ular dengan porsi super jumbo tersebut.
"Sup Ular ini memang nikmat, tapi jika Tetua-Tetua ini terus menerus menggombali ku,"
"Aku bisa tersedak atau batuk-batuk saat mendengar gombalan-gombalan tersebut." Gumam Arung sambil kembali menyantap Sup Ular tersebut.
Beberapa saat kemudian.
"Ehem...... "
"Ehem...... "
"Tuan Naga, tahukah jika aku yang menghidangkan Sup Ular tersebut kepada Tuan Naga,"
"Aku yang memilih Sup Ular yang terbaik di antara yang terbaik, untuk Pendekar yang tentu saja yang terbaik." Ucap Tetua Kikan sambil tersenyum ke arah Arung.
"Wow..... " Gumam Tetua Ami.
"Terima kasih Tetua Kikan." Ucap Arung.
"Huh....... "
"Aku gak boleh kalah dengan ke empat wanita jablay ini, aku juga harus menggombali Pendekar Naga dengan segenap wawasan yang kumiliki,"
"Berpikir Shiyu, ini adalah sebuah Kompetisi Cinta." Gumam Tetua Shiyu.
Notes : JABLAY kepanjangan nya adalah Jarang Di Belai.
Beberapa menit kemudian,
"Pendekar Naga, walau pun aku hanya membantu seala kadarnya saja di Dapur,"
"Tapi aku begitu Tulus menyiapkan Sup Ular tersebut untuk Pemuda yang begitu aku cintai." Ucap Tetua Shiyu yang hampir membuat seluruh Tetua-Tetua yang ada di situ batuk-batuk karena tersedak.
"Uhuk........ "
"Uhuk......... "
"Uhuk......... " Suara batuk Arung karena tersedak makanan saat mendengar pernyataan cinta dari Tetua Shiyu tersebut.
"Ugh........... "
"Ini bukan lagi gombalan, ini merupakan sebuah pernyataan cinta,"
"Sebaik nya aku cabut dulu untuk sementara." Gumam Arung.
"Maaf Tetua-Tetua sekalian seperti nya aku harus ke Kamar Mandi sebentar." Ucap Arung kemudian mulai meninggalkan tempat tersebut.
"Ugh....... "
__ADS_1
"Apa yang telah kukatakan tadi?" Gumam Tetua Shiyu dengan pipi yang merah merona kemudian kembali menyantap Sup Ular tersebut.
"Hi...... "
"Hi...... "
"Hi...... " Tawa kecil Shayla.
"Papa Arung pasti tidak berani menjawab pernyataan cinta itu,"
"Papa Arung pasti takut dengan omelan Mama Rayla, saat ini dia pasti sedang galau dan kembali menghisap tembakau ular nya." Gumam Shayla yang kemudian mulai tamboh semangkok Sup Ular lagi dengan porsi jumbo lain nya.
-[Di Pinggiran Hutan Kematian]-
Tampak Pendekar Setengah Naga tersebut sedang duduk di atas sebongkah batu besar sambil menghisap tembakau ular milik nya.
"Whusss......... " Suara hembusan asap tembakau ular milik Arung.
"Kelima Tetua-Tetua itu memang sangat cantik, tapi kekasih-kekasih ku sudah terlalu banyak,"
"Untuk sementara waktu ini aku tidak ingin berurusan dengan Wanita, aku harus fokus mencari cara keluar dari dalam Planet Kegelapan tersebut." Gumam nya.
"Whusss........ " Suara hembusan asap tembakau ular milik nya.
Beberapa saat kemudian Pendekar Setengah Naga itu pun mulai kembali ke meja perjamuan.
-[Di Tengah Hutan Kematian]-
Di goa bawah tanah tersebut terlihat sesosok Wanita berjubah merah jambu sedang berkultivasi, Wanita cantik berambut merah jambu itu berada di ranah alam siluman tingkat awal.
Ia pun mulai membuka mata nya dan mencium bau Sup Ular dari kejauhan.
"Aku akan meratakan Puncak Gunung Obat malam ini." Gumam Wanita Ular tersebut sambil meneteskan air mata kesedihan.
Aura tenaga dalam berwarna merah jambu pun mulai berkumpul di sekujur tubuh nya, ia pun mulai menjelma ke wujud Beast nya yaitu Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan sepanjang 50 meter tersebut.
"Aurghhhh................. " Suara raungan makhluk berbisa tersebut sambil memanggil Ular-ular lain nya.
Ratusan Ular dengan beragam ukuran pun mulai berkumpul di sekitar nya, makhluk-makhluk buas itu pun mulai beranjak pergi ke Puncak Gunung Obat dengan niat membunuh yang begitu besar.
"Sethhh....... "
"Sethhh....... "
"Sethhh....... " Suara-suara desisan beberapa Ular-Ular tersebut.
-[Kembali ke Acara Perjamuan]-
"Aurghhhh.......... " Suara raungan dari kejauhan.
"Suara apa itu, kenapa firasat ku tidak enak ya." Gumam Arung kemudian mulai menghabiskan Sup Ular nya tersebut.
Beberapa menit kemudian salah seorang murid yang kena shift berjaga di pinggiran hutan tampak sangat ketakutan dan berlari ke arah para Tetua-Tetua tersebut.
"Hah..... "
"Hah..... "
"Hah..... " Suara nafas terengah-engah murid laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Tetua, Lapor ada ratusan Ular Bertanduk Sembilan di pinggiran hutan di sisi utara, sepertinya makhluk-makhluk itu mau mengamuk dan meratakan tempat ini." Ucap nya.
Suasana perjamuan yang sebelumnya ceria dan penuh canda tawa tersebut mulai berubah drastis menjadi mencekam akibat kedatangan makhluk-makhluk berbisa tersebut.
"Ayo kita harus mempertahankan Mansion ini apa pun yang terjadi." Ucap Vinic Muda dengan suara yang sedikit lesu.
"Ayo...... " Sahut kompak beberapa Tetua.
"Wah..... "
"Ular lagi, mantap.... " Gumam Shayla yang berniat membuat Sup Ular kembali.
Vinic Muda dan yang lain nya pun beranjak pergi ke sisi timur Kediaman Tiger tersebut, para Tetua-Tetua dan murid-murid berambut merah itu pun sudah bersiap untuk bertempur sampai mati.
Beberapa saat kemudian.
Tampak ada sekitar 300 ekor Ular Bertanduk Sembilan yang berkerumun di balik pepohonan tersebut, gerombolan itu di pimpin oleh seekor Ular Merah Jambu Bertanduk Sembilan di ranah alam siluman tingkat awal.
"Wah......... "
"Mantap, ada banyak bahan makanan berkumpul disini." Gumam Shayla sambil menggenggam Trisula Poseidon di tangan kanan nya.
"Sethhh........ "
"Sethhh........ "
"Sethhh........." Suara desisan beberapa Ular tersebut.
Arung pun maju ke depan dengan tenang sambil menggenggam sebuah Pedang Ular Hitam Bertanduk Sembilan di tangan kanan nya.
Arung dan Ular Merah Jambu pun mulai berkomunikasi dengan Bahasa yang hanya di pahami oleh bangsa Ular, Vinic Muda dan yang lain nya pun saling menatap heran sekaligus takjub dan tidak mengetahui apa isi dari pembicaraan tersebut.
"Ternyata seekor Naga yang juga seekor Ular, pasti kau yang telah membunuh Suamiku dan membuat nya menjadi hidangan makan malam?" Tanya Ular Merah Jambu tersebut.
"Hah....... "
"Ini pasti pekerjaan Gadis Nakal itu, tindakan nya terlalu sembrono,"
"Jadi Ular itu adalah Pejantan dari Ular Betina ini." Gumam Arung.
"Ya benar, aku yang membunuh nya." Ucap Arung kemudian mulai menyalurkan tenaga dalam milik nya ke tato ular emas yang ada di tubuh nya.
Seketika itu juga seekor Ular Emas Raksasa muncul di atas tubuh Arung dan mulai mengaum sangat keras.
"Aurghhhh...................... " Suara raungan Ular Emas tersebut.
Akibat raungan tersebut 190 ekor Ular Bertanduk Sembilan pun pingsan saat melihat dan mendengar raungan essensi bangsawan tersebut. Vinic Muda dan yang lain nya pun terkejut saat menyaksikan fenomena tersebut, begitu pun dengan Ular-Ular tersebut.
"Ugh....... "
"Tuan Naga, benar-benar Macho.... "
"Saranghae....... " Gumam Tetua Ayana.
"Tenaga dalam yang begitu dahsyat, Papa Arung tidak pernah memperlihatkan kekuatan ini saat berada di Goa Yin Yang Vampir Emas." Gumam Shayla Tiger.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1