
Dalam satu kali kedipan mata Pendekar Setengah Naga itu pun mulai berpindah tempat ke tempat Pintu Hitam tersebut sebelum nya berada.
"Dup............. " Suara saat tapak kaki Arung mendarat dengan mulus di tempat Pintu berwarna hitam sebelum nya tersebut berada.
"Dasar Kaum Naga Borjuis.... " Gumam Ratu Ular saat mengetahui Naga Muda itu mencoba menipu nya.
"Lho......... "
"Kemana pintu nya?" Gumam Arung saat menyadari Pintu berwarna hitam tersebut sudah menghilang dari tempat nya.
Sebuah telapak tangan raksasa pun muncul secara mendadak dari langit dan mulai menghantam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Duakkk......... " Suara saat telapak tangan raksasa tersebut mengenai Naga tersebut.
"Akhhh............ " Teriak nya kesakitan.
Telapak tangan tersebut pun mulai berubah menjadi sebuah Gunung lima elemen yang terus mengurung nya, hanya kepala dan sebelah tangan kanan nya saja yang muncul dari dinding tebing Gunung tersebut.
"Ugh........ "
"Apa ini, kenapa seluruh tenaga dalam ku bisa menghilang?"
"Kenapa aku bisa terperangkap di dalam gunung ini?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Anak Muda, berani-beraninya kau hendak menipu ku,"
"Kau mencoba kabur sebelum menandatangani gulungan kontrak tersebut sesuai dengan kesepakatan kita sebelum nya tersebut,"
"Kau akan terus mendekam di dalam Gunung Lima Elemen tersebut jika bersikeras tidak mau menandatangani nya." Ucap sang Ratu Ular tersebut kemudian kembali menghisap tembakau nya.
"Whussss............ " Suara hembusan asap tembakau milik sang Ratu.
"Gawat..... "
"Aku ketahuan,"
"Tidak ada pilihan lain nya selain menandatangani gulungan kontrak tersebut." Gumam Arung.
"Maaf Ratu Ku, aku khilaf... "
"Tolong ampuni kesalahan ku, namanya juga manusia tempat nya salah... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut yang mencoba merayu Ratu Ular tersebut.
"Tapi kau kan Setengah Naga Setengah Ular, pastinya kau memiliki sifat borjuis seperti kaum Naga dan sifat licik seperti kaum Ular... " Ucap Ratu Ular.
"Ratu Ular yang begitu cantik, aku berjanji akan berusaha memenuhi ketiga permintaan mu nanti, tapi tolong lepaskan aku dari himpitan gunung ini." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.
__ADS_1
Ratu Ular pun tersenyum saat mendengar pujian kata cantik tersebut, ia pun kembali menghisap tembakau nya.
"Whussss............... " Suara hembusan asap tembakau sang Ratu.
"Baiklah karena kau telah jujur padaku." Ucap Ratu Ular yang sangat senang akan pujian tersebut.
"Jujur, apa maksudnya?" Gumam Arung.
"Rakyatku juga selalu memujiku cantik sejak 100 ribu tahun yang lalu, baiklah ini adalah kesempatan mu yang terakhir." Ucap Ratu Ular.
Gulungan Kontrak dan Pena pun terbang ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut, dengan berat hati Arung pun menandatangani gulungan tersebut.
Sebuah rantai spiritual pun mulai membelenggu lengan nya dan juga lengan Ratu Ular tersebut, tampak juga di pergelangan tangan Pendekar Setengah Naga tersebut rantai yang membelenggunya nya dengan Vladmira.
"Ternyata dia memiliki seorang Pembantu yang terikat kontrak karena Jurus Ilusi Iblis, Anak Muda ini ternyata berbahaya juga." Gumam sang Ratu Ular tersebut.
Setelah menandatangani gulungan tersebut, benda-benda itu pun kembali ke Ratu Ular.
"Ratu yang mempesona, aku sudah menandatangani kontrak tersebut, sekarang kumohon lepaskan aku." Ucap Arung.
Sang Ratu pun kembali mengayunkan lengan nya satu kali lagi, seketika itu Gunung Lima Elemen tersebut pun berubah menjadi serpihan-serpihan batu.
"Akh........ "
"Aku bebas, aku seperti Son Gokong saja tadi yang terkurung di Gunung Lima Jari karena melawan Budha Julai tersebut." Gumam Arung.
"Kita akan bertemu lagi nanti,"
"Jika kau memang Pemuda yang ada dalam ramalan tersebut." Ucap Ratu Ular.
Sebuah Pintu Hitam pun kembali muncul dan mulai terbuka dengan sendirinya di sebelah Arung.
"Apa yang dikatakan Ratu Ular, aku semakin bingung,"
"Sebaiknya aku segera pergi dari sini, sebelum Ratu Ular tersebut berubah pikiran." Gumam Arung kemudian mulai bergegas pergi memasuki Pintu Berwarna Hitam tersebut.
Ratu Ular pun kembali menghisap tembakau miliknya tersebut.
"Whussss........... " Suara hembusan asap tembakau milik nya tersebut.
Selembar kertas yang sangat usang pun muncul di hadapan sang Ratu, ternyata itu adalah sebuah sobekan Kitab Ramalan Milik Raja Kegelapan sebelum nya.
Raja Kegelapan tersebut menguasai seluruh Planet Kegelapan tersebut 400 ribu tahun yang lalu dan dia telah berhasil menundukkan 1000 benua yang ada di Planet Kegelapan tersebut dan konon Raja Kegelapan tersebut pula yang memasukkan Planet Kegelapan tersebut kedalam Labu Iblis.
"DALAM KURUN WAKTU 500 RIBU TAHUN LAGI, AKAN MUNCUL SEORANG PENDEKAR SETENGAH NAGA SETENGAH ULAR YANG AKAN MENGEMBALIKAN PLANET KEGELAPAN TERSEBUT PADA ORBIT NYA." Ucap Sang Ratu Ular ketika membaca sebuah paragraf yang ada pada sobekan kertas kuno tersebut.
__ADS_1
"Apakah Pemuda Tampan Berambut Putih itu Pemuda yang akan merubah Benua Kegelapan ini?" Gumam sang Ratu Ular.
-[Bilik Kemudi]-
Beberapa saat kemudian kesadaran Jendral Arung pun telah kembali ke tubuh nya.
"Ugh........ "
"Kepala ku, pusing banget.... " Gumam Arung.
"Jendral......... "
"Syukurlah kau selamat." Ucap Komandan Yuri kemudian mulai memeluk Jendral Arung dengan erat.
"Ia Komandan Yuri, aku berhasil keluar setelah kalian keluar terlebih dahulu." Ucap Arung.
Tampak air mata menetes di pipi Komandan Yuri sambil memeluk erat Jendral Arung. Ternyata hari sudah menjelang malam di dasar Samudra Hitam tersebut, Vladmira pun mulai masuk ke dalam Bilik Kemudi dan tanpa sengaja melihat kejadian tersebut.
"Apa yang dilakukan oleh Naga Buaya itu, kenapa Komandan Yuri memeluknya sambil menangis?"
"Mungkinkah Naga Buaya itu telah menghamili Komandan Yuri,"
"Dan saat ini Komandan Yuri meminta pertanggung jawaban dari sang Jendral Buaya?"
"Oh My God....... "
"Jendral kotor yang penuh skandal." Gumam Vladmira yang telah salah paham tersebut.
Melihat kedatangan Vladmira tersebut Komandan Yuri pun mulai melepaskan pelukan nya dan mulai menyeka air mata di pipi nya tersebut, sementara itu Komandan Gilbert kembali mengemudikan Kapal Selam Langit tersebut.
Beberapa saat kemudian, Ular Kegelapan Bertanduk Sembilan yang melilit Kapal Selam Langit pun pergi.
"Komandan Yuri, Komandan Gilbert,"
"Aku dan Vladmira akan beristirahat dulu di dalam kamar, syukurlah kita bisa selamat dari bencana ini." Ucap Arung kemudian beranjak pergi dari Bilik Kemudi tersebut.
"Siap Jendral..... " Sahut kompak kedua Komandan tersebut.
"Fiuh...... "
"Maafkan aku Isaka jika sampai Naga Borjuis ini malam ini benar-benar mencicipi ku, aku tidak bisa berbuat apa-apa." Gumam Vladmira sambil mengekor Majikan nya tersebut dengan putus asa tentunya.
"Vladmira pasti sudah menguasai Metode Pijatan Jujitsu tersebut, kebetulan sekali badan ku pegal-pegal saat ini setelah di himpit oleh Gunung tersebut." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.