
Setelah berhasil kabur dari wilayah kekuasaan Belut Listrik tersebut, Arung dan yang lain nya pun mulai kembali menyusuri Terowongan Air tersebut.
Sudah beberapa hari terlewati, akhirnya mereka pun tiba di mulut Terowongan tersebut, tampak sebuah Goa Bawah Laut yang begitu besar di hadapan nya.
Di tengah-tengah Goa tersebut terdapat sebuah Pulau yang di tengah nya terdapat Tengkorak Raksasa seukuran sebuah Kota Besar, tempat tersebut di kelilingi semacam perisai yang mencegah masuk nya air ke Pulau tersebut dan sebagai pembeda waktu antara siang dan malam.
"Jadi ini adalah Pulau Black Skull tersebut?" Ucap Arung.
"Benar Tuan." Ucap Vladmira.
"Tempat ini masih saja sama sejak terakhir kali nya aku kemari." Gumam Vladmira.
Tampak di mulut Tengkorak tersebut beberapa bangunan tempat sipir dan Prajurit-Prajurit Kekaisaran Vampir berjaga.
"Persiapkan diri kalian kita akan segera masuk ke dalam tengkorak hitam tersebut." Ucap Arung kemudian mulai menggenggam pergelangan tangan Komandan Yuri dan juga Vladmira.
"Pasti Jurus aneh itu lagi." Gumam Komandan Yuri kemudian mulai menggenggam tangan Lionel Kecil.
Arung pun mulai melesatkan Jurus Teleportasi milik nya tersebut.
"Blitzzzz............. " Suara Jurus teleportasi milik Arung.
Dalam satu kali kedipan mata mereka berempat pun berhasil berpindah ke dalam Tengkorak Kera Hitam tersebut.
-[Hutan, Di Dalam Tengkorak Hitam tersebut]-
Tampak di dalam Tengkorak tersebut hutan yang sangat luas, di Hutan tersebut terdapat lima buah Menara yang sedikit miring di tengah dan setiap arah penjuru mata angin tersebut.
"Dup............ "
"Dup............ "
"Dup............. " Suara tapak kaki mereka bertiga saat mulai mendarat dengan mulus di tempat tersebut.
Seperti informasi yang di berikan oleh Vladmira sebelum nya ranah milik mereka berempat pun turun drastis ke ranah alam kesatria tingkat ke satu.
"Ternyata benar, kultivasi kita seakan tersegel,"
"Sebaik nya kita bersembunyi terlebih dahulu dan menyusun sebuah siasat." Ucap Arung kemudian kembali mengeluarkan artifak bola ruang milik nya.
Seperti biasa nya Pemuda berambut putih tersebut pun mulai menggali sebuah lubang kemudian mulai menanam benda tersebut di dalam nya.
"Ayo kita masuk... " Ucap Arung.
"Baik Tuan... " Ucap Vladmira.
"Baik Jendral.... " Ucap Komandan Yuri.
"CLARA..... " Ucap kompak mereka berempat.
-[Di Dalam Mansion, di Ruangan Santai]-
Setelah membersihkan diri nya masing-masing, mereka bertiga pun mulai mengadakan rapat. Sementara itu Lionel Kecil kembali bermain-main di sekitaran Pulau tersebut.
"Yuri, apa kau memiliki sebuah rencana untuk menemukan Tetua Geitetsu secepat nya?" Tanya Arung.
"Hem...... "
"Hutan di dalam Tengkorak ini begitu luas dan di huni oleh Narapidana kelas kakap yang bertebaran tanpa kita ketahui,"
"Jika kita mencari nya secara berkelompok, aku khawatir narapidana lain nya akan menargetkan kita,"
__ADS_1
"Pencarian pun akan memakan waktu yang sangat lama Jendral." Ucap Komandan Yuri.
"Bagaimana menurutmu Vladmira?" Tanya Arung.
"Menurutku kita harus berpencar Tuan, dan kita harus menjadikan tempat ini sebagai titik kembali setelah satu bulan masa pencaharian,"
"Berhasil atau tidak nya pencaharian tersebut, dalam satu bulan itu kita tetap harus kembali ke tempat ini." Ucap Vladmira.
Arung pun mulai mengeluarkan tembakau ular milik nya dan mulai menghisap nya.
"Whusss........... " Suara hembusan asap tembakau ular milik Arung.
"Aku setuju dengan rencana kalian berdua, hanya saja ini adalah sebuah penjara yang berbentuk hutan,"
"Akan ada banyak penjahat-penjahat kejam di dalam sini, aku ingin kalian berdua mengenakan topeng saat pencarian tersebut dan mengenakan pakaian laki-laki untuk menutupi identitas kalian." Ucap Arung.
"Baik Tuan.... " Ucap Vladmira.
"Siap Jendral.... " Ucap Komandan Yuri.
"Jadi sudah kuputuskan kita akan melakukan pencarian Tetua Geitetsu malam ini." Ucap Arung.
"Naga ini begitu gegabah." Gumam Vladmira.
"Vladmira, apa kau sedang lelah?" Tanya Arung.
"Tidak Tuan ku." Ucap Vladmira yang tidak bisa berbohong di depan majikan nya tersebut.
"Kalau begitu seperti biasa, ikut aku ke kamar." Perintah Arung kemudian mulai beranjak ke dalam kamar tersebut.
"Baik Tuan." Ucap Babu tersebut.
"Naga ini pasti meminta aku memijit nya lagi." Gumam Vladmira.
"Ugh...... "
"Jendral orang yang begitu berterus terang, ia pasti sedang kebelet dan ingin membersihkan saluran yang tersumbat milik Vladmira,"
"Ugh........ "
"Apa jadi nya jika Komandan menginginkan ku juga,"
"Oh..... "
"Iya, aku sampai kelupaan dengan Gilbert,"
"Aku akan mencoba menelpon nya lagi." Gumam Komandan Yuri kemudian mulai mengambil HP di dalam cincin ruang milik nya tersebut.
"Dup.......... " Suara saat pintu kamar tersebut tertutup.
"Ctek......... " Suara saat pintu kamar tersebut terkunci.
-[Di Dalam Kamar]-
"Vladmira, berbalik aku akan mulai mengganti pakaian ku dulu,"
"Jangan mengintip... " Perintah Arung.
"Baik Tuan.... " Ucap Vladmira kemudian mulai berbalik.
Arung pun mulai mengganti pakaian nya ke pakaian tidur nya yaitu hanya mengenakan celana boxer saja, kemudian mulai berbaring tertelungkup di atas ranjang tersebut.
__ADS_1
"Vladmira kau sudah bisa memulai nya." Ucap Arung.
Seperti biasanya Vladmira pun mulai beranjak ke dekat majikan nya tersebut dan mulai menginjak-injak tubuh Naga tersebut dari betis hingga ke pundak.
-[Di Ruang Santai]-
"Ada apa dengan Gilbert, aku sudah menelpon nya berkali-kali namun tidak di angkat nya juga?"
"Ugh...... "
"Apa mungkin kerusakan kapal nya begitu parah?" Gumam Komandan Yuri.
Beberapa saat kemudian mulai terdengar suara-suara yang membuat salah paham pendengar nya.
"Akh....... "
"Akh....... "
"Pelan-pelan Vladmira, jika seperti ini pinggangku bisa patah." Ucap Arung dari dalam kamar.
"Ugh....... "
"Wrestling Mania nya sepertinya sudah di mulai, Jendral benar-benar laki-laki yang berterus terang." Gumam Komandan Yuri sambil mencuri dengar dan membayangkan hal-hal yang negatif thingking tersebut.
"Baik Tuan, aku akan menurunkan ritme ku agar Tuan bisa ber relaksasi." Ucap Vladmira.
"Oh My God......... "
"Apa yang akan dikatakan Jendral Dhieng dan juga Jendral Rayla saat mengetahui ini, Vladmira pasti akan di eksekusi di depan umum." Gumam Komandan Yuri kemudian kembali mencuri dengar.
Beberapa saat kemudian, Vladmira mulai duduk di pinggul Arung dan mulai memijit bahu nya.
"Vladmira oleskan cairan ini ke tangan mu, lalu pijit dengan perlahan." Perintah Arung.
"Ugh........ "
"Tidak ku sangka setelah pinggul sekarang tangan, dia benar-benar bercocok tanam dengan segala teknik..... " Gumam Komandan Yuri sambil berpikir yang tidak-tidak.
"Baik Tuan, tapi ini sedikit licin." Ucap Vladmira.
"Tidak apa-apa Vladmira." Ucap Arung.
"Ugh......... "
"Salah satu Jendral terkejam di Kekaisaran Vampir berakhir menjadi seorang gundik, Jendral benar-benar menghancurkan martabat Jendral musuh tersebut." Gumam Komandan Yuri.
Beberapa saat kemudian Lionel Kecil pun tiba, Komandan Yuri langsung beranjak ke depan pintu dan mengajak bocah itu untuk menemaninya ke hutan untuk mencari beberapa ranting kayu.
"Ugh......... "
"Bisa rusak nih bocah jika mendengar kemesraan Jendral dan Pelayan nya tersebut, sebaik nya aku membawanya keluar dari sini sementara." Gumam Komandan Yuri.
"Lionel, ayo bantu Kakak cari kayu di hutan." Ucap Komandan Yuri sambil menarik Lionel pergi mengikutinya.
"Tapi aku mau minum dulu Kak Yuri." Ucap Lionel.
"Nanti Kakak kasih air mineral saat kita tiba di hutan." Ucap Komandan Yuri.
"Hah........... " Suara nafas panjang Lionel.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.