Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Ras Dewa Kuno.


__ADS_3

Beberapa saat kemudian sesosok makhluk setinggi dua meteran berkulit hitam legam dengan dua tanduk hitam dan mata merah menyala keluar dari dalam mulut gua tersebut.


Sosok tersebut membawa sebuah gada emas dengan duri-duri di sekitar gada nya, rambut nya hitam gondrong dan gimbal.


"Ternyata kalian berdua di sini, dan ada satu lagi hewan ternak jantan..."


"Aku sungguh beruntung...." Ucap Makhluk Raksasa tersebut.


"B*jingan......"


"Pergi kau...." Ucap Salah Satu Wanita berambut putih tersebut.


Gadis Cantik yang lain nya pun bersembunyi di balik punggung Wanita yang menghardik makhluk setinggi dua meteran tersebut.


"Aku belum pernah berjumpa makhluk seperti ini sebelumnya, seenak nya saja dia mengatai ku Hewan Ternak...." Ucap Arung.


"Oh......"


"Ternyata kau juga berdarah dewa....."


"Patut kau begitu sombong....."


"Aku adalah leluhurmu, Ras Naga Hitam Kuno...."


"Kebetulan aku sudah lama tidak memakan daging dewa...."


"Rasa daging mu pasti gurih setelah di goreng nanti..." Ucap Beast Ras Naga Hitam Kuno tersebut.


"Dia sombong sekali, ranah kultivasi nya jauh di bawah ku..."


"Tapi dia begitu angkuh...." Gumam Arung.


Makhluk tersebut berada di ranah kultivasi tingkat langit sementara Arung berada di ranah kultivasi tingkat naga.


Naga Hitam Kuno itu pun mengayunkan gada kuno nya ke arah Arung, karena sombong Arung pun memasang perisai kultivasi es.


"Duakkkk............" Suara hantaman gada emas saat menghancurkan perisai kultivasi tersebut.


Arung pun terpental hingga beberapa meter.


"Kuat sekali....." Ucap Arung sambil menyeka sedikit darah di mulutnya.


"Pendekar........"


"Walau ranah nya rendah, namun dia sangat kuat,"


"Kekuatan nya setara dengan seorang Pendekar di ranah alam dewa..." Ucap Gadis yang bersembunyi di balik punggung tersebut.


"Kenapa tidak bilang dari tadi..." Ujar Arung lalu mulai berdiri kembali.


Tiba-tiba saja Naga Hitam Kuno melesat ke hadapan Arung, makhluk hitam legam itu pun mengayunkan Gada Emas nya.


"Busettttt......" Ucap Arung kemudian mulai berteleport.


Sedetik sebelum gada emas mengenai Arung, Pendekar Setengah Naga itu pun berpindah ke sebelah gadis tersebut.


"Kita sebaik nya pergi dari sini...." Ucap Arung kemudian memegang bahu kedua gadis tersebut.


Arung pun berteleport sambil membawa kedua gadis berambut putih tersebut.


"Blitzzzzz......" Suara jurus teleportasi.


Dalam sekejap mata Makhluk Hitam itu pun melesat ketempat Arung dan juga kedua gadis berada sebelum nya.


"Ho......"


"Ho......"


"Jurus terlarang rupanya...."

__ADS_1


"Naga Dewa itu menyusahkan juga...."


"Sepertinya aku harus menyisir tiga gunung Kratos ini untuk menemukan mereka...." Ucap Naga Hitam Kuno.


Naga Hitam Kuno pun kemudian melesat dan mulai menyisir gunung Kratos, sementara itu Arung dan kedua gadis cantik itu berpindah tempat di sebelah kereta kencana naga.


"Dup.........."


"Dup........."


"Dup........." Suara saat ketiga tapak kaki mereka mendarat di atas tanah dengan mulus.


"Lho........."


"Di mana kita???" Gumam Salah Satu Gadis Berambut Putih tersebut.


"Tuan Pendekar, kita harus segera bersembunyi,"


"Beast Kuno itu sangat cepat...." Ucap Gadis lain nya.


"Benar yang di katakan wanita itu, aku harus segera bersembunyi...." Gumam Arung.


Arung pun kembali memegang bahu kedua gadis tersebut.


"Laura...." Ucap Arung.


Seketika itu juga mereka bertiga masuk ke dalam Bola ruang.


"Dup........"


"Dup......."


"Dup......." Suara tapak kaki mereka bertiga saat tiba di depan gerbang masuk mansion milik Laura.


Mansion dan pulau tersebut sangat mirip dengan mansion dan pulau yang ada di dalam bola ruang milik Putri Naga Kecil.


"Ah......"


"Sudahlah, aku akan memikirkan nya nanti....." Gumam Arung.


Di lantai tiga, tampak makanan lezat telah terhidang di atas meja giok panjang.


"Kakak pertama, sepertinya Arung udah masuk..."


"Aku akan pergi menjemput nya..." Ucap Lila.


"Oh....."


"Iya Lila..."


"Dia pasti laper...." Ucap Putri Laura.


Dengan penuh semangat Lila Wind Dragon pun berlari kearah pintu masuk dan segera melesat ke luar mansion dengan jurus langkah dewa angin milik nya.


"Dash........."


"Dash........"


"Dash......." Suara lesatan tapak kaki Lila.


Sementara itu Putri Laura sedang mengangkat sekendi besar sup gingseng 1000 tahun yang berkhasiat sebagai penambah vitalitas pria.


"Malam ini kau pasti kuat, Suami ku..."


"Aku juga sudah menyiapkan arak naga..." Gumam Putri Laura yang masih terbayang dengan adegan semalam.


Kembali ke depan gerbang masuk mansion Putri Laura, tampak Arung sedang menghancurkan rantai hitam penghilang kultivasi dengan Pedang Angin nya.


"Akhir nya lepas, Kak...."

__ADS_1


"Terima kasih Tuan Pendekar..." Ucap Sang Adik berambut putih.


"Jihan..."


"Walau pun dia telah menolong kita, dia tetap bangsa naga...."


"Sebaik nya kita pergi sekarang juga..."


"Aku akan memberi nya beberapa pusaka sebagai tanda balas budi kita..." Ucap Sang Kakak.


"Bangsa Naga???"


"Kenapa dengan bangsa naga???"


"Kenapa kedua Beast Phoenix ini begitu rasis...." Gumam Arung yang lupa jika Bangsa Naga dan Bangsa Phoenix adalah musuh sejati.


Beberapa saat kemudian Lila Wind Dragon pun tiba di hadapan mereka, wajah gadis yang selalu ramah itu pun berubah jutek saat bertemu dengan dua Beast Phoenix tersebut.


"Kenapa kau membawa dua musuh kemari, Suamiku???" Tanya Lila dengan telepati.


"Musuh...." Gumam Arung.


"Ya musuh, bangsa naga dan bangsa Phoenix adalah musuh,"


"Apa kau lupa...." Ucap Lila dengan telepati.


"Aku sampai lupa, tadi aku bertemu Beast yang sangat kuat,"


"Dan tanpa sengaja bertemu dengan mereka berdua dan menolong nya.." Ucap Arung dengan telepati nya.


"Kak Jihye, makhluk Naga Hitam Kuno itu pasti sedang menyisir hutan di dalam Gunung Kratos ini,"


"Akan lebih aman jika kita pergi besok pagi..."


"Makhluk-makhluk itu tidak bisa keluar di siang hari...." Ucap Jihan.


"Benar juga...."


"Jika tertangkap oleh Naga Hitam Kuno itu, kami pasti di sate nya..." Gumam Jihye.


"Naga Hitam Kuno??"


"Benarkah kalian bertemu dengan leluhur naga kuno tersebut..." Ucap Lila.


"Benar, Kakak Naga..."


"Naga Hitam Kuno itu sangat buas dan kejam, dia telah memakan habis teman-teman kami...."


"Pokok nya serem Kakak Naga..." Ucap Jihan.


"Ternyata legenda yang mengatakan jika di pegunungan Kratos ini adalah rumah dari para Naga Hitam Kuno..."


"Media massa pasti gempar jika berita ini di terbitkan.." Gumam Lila.


"Legenda Naga Hitam Kuno???"


"Apa itu???" Tanya Arung dengan jurus telepati nya.


"Hah........"


"Suami ku, kau gak tahu tentang legenda itu???"


"Aku akan menceritakan nya nanti, aku harus mengorek informasi mengenai Naga Hitam Kuno tersebut dan menerbitkan berita nya di Koran Paviliun Dewa Angin..." Ucap Lila yang begitu bersemangat dengan telepati.


Jihye pun membungkuk kepada Arung dan juga Lila, dengan tulus wanita dari Klan Phoenix itu pun mulai berbicara.


"Ku mohon, Tuan Naga dan juga Nona Naga...."


"Izinkan kami bersembunyi di sini malam ini juga..." Ucap Jihye.

__ADS_1


__ADS_2