Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Jendral Api.


__ADS_3

-[Di Depan Gerbang Masuk Kantor Urusan Agama Pusat Jangbaek]-


Laki-laki paruh baya itu pun mulai berjalan ke balik pintu dengan jeruji besi tersebut, berniat mengusir muda-mudi itu dari tempat tersebut.


"Mengganggu saja....... " Gumam Kultivator Security tersebut.


"Selamat malam Om... " Sapa Ashiang sambil membungkuk kemudian mulai memberi hormat, begitu pula dengan Ashiong melakukan hal yang sama.


"Ini udah tengah malam, Non,"


"Kantor udah tutup, besok aja kalian nikah nya." Ucap Kultivator Security tersebut dari balik pintu jeruji besi tersebut.


"Loh..... "


"Kok kami yang di kira nya mau nikah, edan ni Bapak-Bapak." Gumam Ashiong.


"Muda-mudi ini pasti udah kebelet kali pengen kawin, ini lah akibat didikan orang tua yang gak bener dan salah kaprah tersebut,"


"Hingga muncul generasi-generasi muda gila kawen seperti mereka ini,"


"Apa mereka gak tau kalau kawen itu enak nya cuman di malam pertama aja, selanjutnya enak-enak banget sampai-sampai harus meneteskan air mata kepedihan." Ucap Laki-Laki paruh baya dengan sepuluh orang anak tersebut.


Kultivator Security tersebut telah sangat berpengalaman dalam mengarungi bahtera kehidupan dan telah sering kali mengalami pahit dan getir nya kehidupan dalam membesarkan sepuluh orang anak tersebut.


"Bapak tua ini malah termenung." Gumam Ashiong.


"Begini pak, bukan kami yang mau nikah, kami kemari bermaksud menikahkan Kakak kami besok pagi,"


"Gimana caranya supaya kami bisa mengundang Juru Nikah dan juga menyewa Pelukis Pernikahan serta perlengkapan lain nya, Pak?" Tanya Ashiang dengan sopan.


"Ngibul aja, pakek bawak nama Kakak nya segala." Gumam Kultivator Security tersebut yang masih tidak percaya dengan ucapan Ashiang.


"Maaf Nona, kantor tutup... " Ucap Kultivator Security tersebut dengan tegas lalu mulai beranjak pergi.


"Tunggu Tuan, Kakak angkat saya adalah Komandan Delayla Jangbaek dia adalah anak angkatnya Almarhum Jendral Abraham Jangbaek,"


"Jendral Api...... "


"Dia menyuruhku untuk menyampaikan amanah ini kepada Petugas di KUA ini." Ucap Ashiang yang baru saja mengarang cerita tersebut.


"Jendral Api... " Gumam Kultivator Security tersebut kemudian mulai menghentikan langkah kaki nya dan kembali sambil mengingat masa lalu nya ketika ia di tolong oleh Jendral Api 150 tahun yang lalu.


"Yes..... "


"Dia berhenti, dia pasti salah satu fans berat nya Jendral Api... " Gumam Ashiang.


"Sepertinya membawa nama Jendral Api manjur juga, Kultivator Security yang sebelumnya sombong itu pun kembali kemari,"


"Dia pasti memiliki hutang budi kepada Jendral Api." Gumam Ashiong.


Sudah menjadi sebuah pengetahuan umum, banyak Penduduk di Kerajaan Jangbaek tersebut yang berhutang budi dengan Jendral Api, Pendekar tersebut layaknya Superman yang muncul secara tiba-tiba dan membantu penduduk di tiga benua tersebut saat dalam kesulitan.


-[150 tahun yang lalu]-


Saat itu Kultivator Security tersebut masih berusia 25 tahun dan sedang berjalan seorang diri menuju Ibu Kota Kerajaan Jangbaek berniat mengubah nasib nya di Ibu Kota tersebut.


"Aku akan menjadi Pendekar Hebat di Ibu Kota nanti nya dengan memasuki Sekte-Sekte Elit di sana,"


"Orang-orang di kampungku bilang Ibu Kota itu lebih kejam dari Ibu tiri, siapa yang peduli,"


"Jika tidak mencoba nya mana tau kejam atau lembut nya, yang penting semangat jangan kendor." Ucap Pemuda yang memiliki kultivasi di ranah alam kesatria puncak tersebut.


Beberapa saat kemudian seekor Rubah Petir Berekor Satu pun mulai muncul dari balik pepohonan di Hutan Jangbaek tersebut.


"Aurghhhhhh................. " Raungan Rubah Petir tersebut.

__ADS_1


Tampak Beast-Beaat Burung yang berada di sekitar tempat tersebut berterbangan setelah mendengar suara raungan yang begitu keras serta melengking tersebut.


"Kwak...... "


"Kwak....... "


"Kwak........ " Suara Beast-Beast Burung tersebut saat terbang meninggalkan tempat tersebut bersama-sama.


"Apa....... "


"Seekor Beast di ranah alam harimau, mati aku... " Ucap Pemuda tersebut kemudian mulai terduduk lemas.


Makhluk setinggi lima meter dengan bulu berwarna biru itu pun mulai melesat ke arah nya dengan begitu cepat nya.


"Dash........ "


"Dash........ "


"Dash......... " Suara saat Rubah Petir Berekor Satu tersebut melesat dengan lincah nya.


"Mati aku.... " Ucap Pemuda tersebut lalu menutup kedua mata nya dan mulai pasrah dengan keadaan tersebut.


Beberapa saat kemudian,


"Blitzzzz.............. " Suara Jurus Teleportasi milik Jendral Api.


Jendral Api pun melesatkan Jurus Tapak Api Ungu ke arah Makhluk itu, sebuah Telapak Tangan Raksasa berelemen api berwarna ungu pun mulai muncul dari telapak tangan Jendral Api dan berhasil mengenai Rubah Petir Berekor Satu tersebut.


"Akkkkhhh.......... " Teriak kesakitan Rubah Petir Berekor Satu tersebut.


"Duarghhh......... " Suara ledakan terdengar dari tempat jatuh nya Rubah Petir Berekor Satu tersebut.


Pemuda tersebut pun mulai membuka kedua belah mata nya dan menatap ke depan.


"Aku belum mati." Ucap Pemuda tersebut sambil meraba-raba tubuh dan wajah nya lalu mulai menoleh ke seberang sungai.


"Apakah Pendekar ini yang menyelamatkan ku tadi?" Gumam nya.


Sesosok Pemuda tinggi besar dan gagah dengan mengenakan jubah perang berwarna merah itu pun berdiri membelakangi Pemuda yang sedang terduduk lemas tersebut.


Tampak tiga buah Pedang Dewa Matahari menggantung di punggung nya, tiga buah Pedang Dewa Api tergantung di pinggang nya yang sebelah kanan, dan tiga buah Pedang Iblis Api tergantung di pinggangnya yang sebelah kiri.


"Jendral Abraham Jangbaek... " Ucap Pemuda tersebut yang ternyata mengenali sosok Jendral besar tersebut dari sembilan buah Pedang Tingkat Alam Mahayana Ke Sembilan tersebut.


"PERGILAH DARI SINI BOCAH.... "


"MASA DEPAN KERAJAAN JANGBAEK, ADA DI GENERASI KALIAN.... "


"BERLATIH LAH DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH, INI ADALAH TERAKHIR KALI NYA KAU BERLARI DARI MUSUH MU..... "


"DI HARI ESOK, LUSA, ATAU SERIBU TAHUN LAGI,"


"PEMUDA-PEMUDA KERAJAAN JANGBAEK TIDAK ADA YANG BOLEH KABUR DARI MUSUH NYA... "


"KERAJAAN JANGBAEK DI BANGUN OLEH TEKAD API YANG MENYALA-NYALA.... " Ucap Jendral Api dengan berapi-api.


Pemuda tersebut pun bangkit dari tempat nya terduduk lemas saat itu kemudian mulai membungkuk dan memberi hormat kepada Panglima Besar tersebut dan bergegas melarikan diri dari tempat tersebut setelah nya.


"Dash....... "


"Dash........ "


"Dash......... " Suara saat Pemuda tersebut melesat dengan Jurus Meringankan Tubuh milik nya.


"Terima Kasih Jendral Api, aku akan membayar hutang budi ini kelak." Gumam Pemuda tersebut sambil melesat meninggalkan tempat tersebut dengan ilmu meringankan tubuh milik nya tersebut.

__ADS_1


Air mata haru pun menetes di pipi Pemuda tersebut setelah mendengarkan nasihat Jendral Api yang berapi-api tersebut.


Beberapa saat kemudian Rubah Petir Berekor Satu itu pun mulai sadar, makhluk itu pun mulai bangkit dan mulai meraung dengan sangat keras.


"Aurghhhhhh............... " Suara raungan Rubah setinggi lima meteran tersebut.


Lima Bola Petir berdiameter dua meteran pun melesat terbang ke arah Jendral Api.


"JURUS SEMBILAN PEDANG... " Teriak Jendral Api.


Kesembilan Pedang milik nya pun mulai melesat keluar dari dalam sarung nya dan terbang berputar ke arah Bola-Bola Petir tersebut, tampak aura api menaungi tiap-tiap Pedang tersebut.


Kesembilan pedang pun mulai membentuk tornado-tornado api yang meruncing lalu mulai menghempaskan serangan-serangan milik Rubah Petir Berekor Satu tersebut.


"Matilah Rubah..... " Teriak Jendral Api sambil mengendalikan Pedang-Pedang Tingkat Alam Mahayana Ke Sembilan tersebut dari kejauhan.


"Jleeebbbb....... "


"Jleeebbbb....... "


"Jleeebbbb........ " Suara saat tornado-tornado api yang runcing tersebut berhasil menembus tubuh Rubah Petir Berekor Satu tersebut.


"Aurghhhhh.......... " Raungan pilu Rubah tersebut kemudian tewas seketika.


Pedang-Pedang tersebut pun kembali ke dalam sarung nya setelah itu.


"Brukkkk.......... " Suara saat tubuh Rubah Petir Berekor Satu tersebut jatuh tersungkur ke atas tanah.


"Rubah kecoak berani membuat kekacauan di dekat ku." Gumam Jendral Api kemudian kembali berteleport ke Istana nya.


"Blitzzzz.......... " Suara Jurus Teleportasi milik Jendral Api.


-[Beberapa menit Kemudian]-


Setelah mendengar kata Jendral Api, Kultivator Security yang nyawa nya dulu pernah di selamatkan oleh Jendral Api itu pun bersedia membantu dan mengurus pernikahan anak angkat Jendral Api esok hari.


"Fiuh....... "


"Walau sudah seratus tahun wafat, Orang-orang di Kerajaan Jangbaek ini masih saja menghormatinya,"


"Bahkan Bapak Laki-laki Paruh Baya itu bersedia menanggung semua biaya pernikahan Anak Angkat nya Jendral Api,"


"Kakak sungguh beruntung bisa di angkat anak oleh Jendral Api." Ucap Ashiong yang mengagumi ketenaran Jendral Api tersebut.


"Ayo cepat, jarang-jarang ada tontonan menarik,"


"Aku ingin mengetahui senakal apa Kakak.. " Ucap Ashiang kemudian mulai melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh milik nya.


"Dash.... "


"Dash..... "


"Dash..... " Suara hempasan angin saat Ashiang melewati orang-orang yang ada di jalanan tersebut.


"Tunggu aku Ashiang..... " Teriak Ashiong lalu mulai melesat dengan ilmu meringankan tubuh milik nya juga.


"Dash.... "


"Dash..... "


"Dash..... " Suara hempasan angin saat Ashiong melewati orang-orang yang ada di jalanan tersebut.


_________________________


To be Continued..............,

__ADS_1


Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2