
Ombak Tsunami raksasa itu pun mulai menerjang ke arah pantai, Ular Api Sembilan Warna pun mulai menembakkan api Sembilan warnanya ke arah ombak tersebut sehingga membentuk sebuah tembok api raksasa yang membentang di depan nya.
Serangan tsunami raksasa itu pun berhasil di tahan oleh Ular Api Sembilan Warna.
"Bhussshhhhh........... " Suara saat ombak tsunami raksasa menghantam tembok api Sembilan Warna.
"Ular Bed*bah.... " Teriak Sosok Hitam Bertanduk Hitam tersebut lalu kembali melesatkan halilintar hitam super kuat dari dua telunjuk nya ke arah Beast Dewa Raksasa tersebut.
Serangan cepat dan tepat sasaran itu berhasil mengenai Ular Api Sembilan Warna yang sedang melayang di atas tepian pantai tersebut.
"Halilintar Hitam....... " Gumam Perdana Menteri Max saat melihat serangan dahsyat tersebut.
"Jderrrrrr........... " Suara sambar petir hitam saat mengenai tubuh Ular Raksasa tersebut.
"Drttttttt........... " Suara saat Ular Api Sembilan Warna tersengat listrik bertegangan tinggi tersebut.
"Aurghhhhhhh...... " Raungan kesakitan Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan tersebut lalu jatuh pingsan dan menjelma ke wujud Manusia Beast nya.
"Zephyr....... " Teriak Arung.
"Kasihan Jendral Naga dia pasti bersedih di sebab kan saudara hasil selingkuhan papa nya terluka parah.... " Gumam Komandan Indah yang masih saja salah paham dengan hubungan Zephyr dan Jendral Naga.
"Brukkkk....... " Suara saat tubuh Zephyr Nine Colour Snake jatuh ke tepian pantai.
Arung yang melihat hal itu pun menjadi marah, aura tenaga dalam berelemen Black Hole pun berkumpul di sekujur tubuh nya.
"Bed*bah........ " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.
Dari tepian hutan Komandan Zhafira pun kembali memerintah kan kepada para prajurit-prajurit untuk menembakkan serangan-serangan berelemen kegelapan murni nya ke arah Sosok Hitam Bertanduk tersebut.
"Gawat........ "
"Ular Dewa saja dapat di kalah kan nya.... " Gumam Komandan Zhafira.
"Serangggg.......... " Perintah Komandan Zhafira dengan jurus auman petir nya.
Ratusan bola-bola berelemen kegelapan murni serta elemen-elemen alam lain nya pun melesat ke arah sosok hitam raksasa bertanduk tersebut.
"Whusssss........... "
"Whusssss........... "
"Whusssss..........." Suara hempasan angin saat Bola-Bola Berelemen Kegelapan Murni itu melesat.
Dengan tenang Sosok Hitam Bertanduk itu pun memasang segel di tangan nya, sesaat kemudian dari permukaan laut itu pun melesat ratusan tembakan-tembakan air yang berpilin serta berelemen halilintar hitam.
"Dzzzittt........ "
"Dzziitttt......... "
"Dzzzittt......... " Suara percikan-percikan halilintar di sekitar ratusan tembakan air tersebut.
Pemandangan yang sangat menakjubkan pun terlihat saat ratusan tembakan-tembakan air berpetir itu mulai mengenai dan menghancurkan serangan bola-bola berelemen kegelapan murni maupun serangan bola-bola berelemen alam lain nya.
__ADS_1
"Jdarrrrrr........ "
"Jderrrrrr........."
"Jdarrrrrr......... "
"Jderrrrrr.......... " Suara saat serangan air berpetir tersebut berhasil menghancurkan bola-bola berelemen kegelapan murni tersebut.
"SERANGAN SEPERTI INI, TIDAK AKAN BERPENGARUH PADA KU..... " Ujar Sosok Hitam Bertanduk tersebut kemudian kembali memasang segel yang sama.
Sekali lagi ratusan tembakan air berpetir pun kembali melesat ke arah tepian pantai dan tepian hutan tersebut.
"Semuanya..... "
"Serang ......... " Perintah Komandan Zhafira.
Beberapa prajurit-prajurit sempat menembakkan serangan-serangan bola-bola berelemen kegelapan murni atau serangan bola-bola berelemen alam lain nya namun sebagian prajurit tidak sempat menembakkan serangan-serangan andalan mereka.
"Akkkkk............ "
"Akhhhhhh........ "
"Akhhhh.......... " Teriak prajurit-prajurit yang tewas tersetrum serangan listrik bertegangan tinggi tersebut.
Prajurit-prajurit yang tidak sempat menembakkan serangan-serangan andalan nya pun tewas seketika terkena serangan air berpetir tersebut.
"Duarghhhh....... "
"Duarghhhh....... " Suara serangan air berpetir yang menyambar di sekitar Jendral Dracule.
Dengan lincah Jendral Dracule pun dapat menghindari serangan-serangan air berpetir yang menyerangnya tersebut.
"Aku harus bermusyawarah empat mata dengan Jendral Naga, sosok hitam ini sangat kuat???"
"Aku belum pernah berjumpa manusia Beast seperti nya.... " Gumam Jendral Dracule lalu melirik ke arah Jendral Naga di tepian pantai.
Di kejauhan tampak elemen black hole mulai berkumpul di sekitar Jendral Naga, beberapa saat kemudian tubuh sang Jendral pun perlahan mulai membesar.
"Elemen raksasa???"
"Dia memiliki banyak elemen,..... "
"Aku yakin Jendral Naga pasti dapat mengatasi Ratu Sanbon..... " Gumam Jendral Dracule.
Para Komandan serta para prajurit-prajurit pun mulai memusatkan perhatian nya ke arah Jendral Naga yang saat ini sudah memiliki ukuran yang sama dengan Sosok Hitam Bertanduk tersebut.
Raut muka monster itu pun mulai berubah melihat wujud Jendral Naga yang menjelma ke wujud raksasa seukuran nya tersebut.
"Elemen raksasa...... "
"Tapi dia gak mungkin mempertahankan wujud raksasa itu dalam waktu yang lama.... " Gumam Sosok Hitam Bertanduk tersebut.
Tinju berelemen kegelapan pun mulai di arahkan kepada Sosok Jendral Naga Raksasa.
__ADS_1
"Swing......... "
"Swing......... "
"Swing......... " Suara ayunan tinju oleh Sosok Hitam Raksasa tersebut.
Arung pun dapat Menghindari serangan-serangan tersebut dengan mudah karena mata lima elemen nya yaitu mata petir.
Sosok hitam itu pun kemudian menembakkan ribuan pedang kecil berelemen air petir dari dalam mulut nya ke arah Jendral Naga.
Ribuan pedang petir pun melesat dengan lintasan yang acak ke arah Jendral Naga.
"Blitzzzz.......... " Suara teleportasi Jendral Naga.
Beberapa detik sebelum terkena serangan, Jendral Naga pun berteleport ke atas kepala Sosok Hitam Bertanduk tersebut lalu mulai mengeluarkan Jurus Tapak Sembilan Api milik nya.
Sebuah tapak raksasa pun membuat sosok hitam tersebut hancur dan mencair menjadi air yang hitam pekat dan melebur ke lautan.
Kemenangan pun telah berada di depan mata Jendral Naga, sementara itu ribuan pedang air petir pun melesat ke arah tepian pantai dan membunuh beberapa prajurit-prajurit.
Sementara itu Jendral Dracule dan yang lain nya pun berhasil menahan serangan pedang berelemen air petir nya tersebut.
Dari dalam air yang mulai mencair itu sesosok wanita cantik pun muncul, wanita itu adalah Jingga Vampire.
"Ternyata kau hebat juga, kau mampu menghancurkan wujud Hantu Santet ku,.... "
"Bagaimana dengan jurus Paku Santet ini.... " Ucap Jingga Vampire lalu mulai memasang segel Jurus Paku Santet tersebut.
Ribuan Paku hitam berkarat pun muncul dari permukaan lautan, serangan paku-paku berkarat itu sangat cepat sehingga Sosok Raksasa Jendral Naga pun terkena ribuan Paku tersebut.
"Akhhhhhhh............ " Teriak Jendral Naga lalu kembali ke wujud asal nya dan jatuh ke atas permukaan lautan tersebut.
"Jendral Naga.......... " Teriak Jendral Dracule dari tepian pantai.
Tubuh Jendral Naga pun terapung-apung di atas permukaan lautan tersebut.
Ketegangan pun terjadi di sekitar tepian hutan, Komandan Yuri dan para prajurit-prajurit yang melihat nya pun mulai goyah.
Kelima Selir Yang melihat Jendral Naga yang jatuh ke lautan pun mulai meneteskan air mata kesedihan, bahkan Selir Nora sampai lemas dan jatuh pingsan melihat Suaminya yang di hantam ribuan Paku tersebut.
"Hiks........ "
"Hiks........ "
"Hiks....... " Tangis Kecil Selir Keysha.
"Jendral Naga...... " Teriak Selir Fika, Helena, dan Selir Hana.
Mereka pun terlihat sudah bersiap untuk menolong Jendral Naga, namun Komandan Yuri dan juga Kira mencegah mereka bertiga.
To be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1