
-[Keesokan Pagi nya]-
Tampak ada sekitar 500 pasukan sedang berbaris di belakang para komandan-komandan vampire, di barisan terdepan terdapat kereta kencana yang dinaiki oleh Jendral Dracule.
Sementara itu kereta kencana yang di naiki oleh Arung dan para Selir-Selir nya berada di barisan paling belakang, rombongan yang akan berperang itu pun mulai beranjak ke aliansi sanbon utara saat itu juga.
"Tap........... "
"Tap........... "
"Tap........... " Suara deru tapak kaki prajurit-prajurit yang banyak tersebut yang sedang berjalan dengan penuh semangat ke medan perang.
"Sepertinya penyusupan ku kedalam penjara di basement menara Miring kali ini pasti akan sukses.... " Gumam Babarot Vampire yang berbaris di tengah-tengah pasukan tersebut.
"He........ "
"He........ "
"He........ " Tawa Babarot Vampire tersebut.
Sementara itu Kira White Hole Dragon dan juga Komandan Yuri Vampire menjadi kusir dari kereta Kencana yang di naiki oleh Jendral Naga.
"Huft....... " Helaan nafas panjang Kira White Hole Dragon yang amat gugup dengan peperangan pertamanya tersebut.
"Yuri, apakah kita akan menang???" Tanya Kira dengan gugup.
Komandan Yuri pun menoleh ke arah rekan nya tersebut sambil tersenyum tipis.
"Dari sekian banyak peperangan yang telah kuikuti, tidak ada yang dapat memprediksi peperangan... "
"Menang dan kalah dapat berubah begitu saja di medan perang, seperti kita membalikkan telapak ttangan kita ini, Yuri.... "
"Kemungkinan menang dan kalah tetap fifty-fifty, itu menurut ku.... " Sahut Komandan Yuri Vampire dengan ekspresi yang tenang.
"Ini kali pertama ku ikut perang, aku jadi khawatir karena pemimpin kita tukang main perempuan,"
"Bisa-bisanya dia masih sempit-sempitan di dalam kereta kencana tersebut bersama vampire-vampire wanita itu.... "
"Apa dia gak puas, seharusnya dia kan berdiri di barisan terdepan dan menyemangati para prajurit.... " Keluh Kira.
Komandan Yuri yang mendengar keluhan Kira pun hanya bisa tersenyum tipis saja dan tertawa kecil.
"Sudah lah, Kira..... "
"Itu hak preogratif sang Jendral.... " Ujar Komandan Yuri yang sudah terbiasa dengan kelakukan Pendekar Don Juan tersebut.
Di dalam kereta kencana, terlihat Pendekar Don Juan dengan jubah dewa berwarna merah itu sedang duduk dan di himpit oleh dua selir cantik yaitu Selir Fika dan juga Selir Keisha.
Buah pepaya nya jelas menekan bahu sang Don Juan yang membuat pipi Arung merona merah di dalam Kereta Kencana tersebut.
"Jika dulu aku dalam kondisi begini pasti dari dalam hidungku akan muncrat darah segar... "
"Untung lah aku sudah terbiasa, apa yang di pikirkan para Selir-Selir ini???"
"Apa mereka gak tau jika kita akan berperang habis-habisan???" Gumam Arung.
Selir Nora pun mulai menatap cemas ke arah Suami nya tersebut.
"Jendral Naga, apakah kita akan menang????" Tanya Selir Nora dengan perasaan cemas.
"Huft......... " Helaan nafas panjang Jendral Naga.
__ADS_1
"Dalam peperangan apa pun dapat terjadi, yang pasti nya kita harus mengerahkan kemampuan terbaik yang kita punya saat ini.... "
"Aku yakin, kita pasti akan menang.... " Ujar Jendral Naga yang tidak ingin membuat khawatir perasaan Selir-Selir nya tersebut.
Walaupun Arung berkata seperti itu, namun perasaan para Selir-Selir tersebut tetap sangat cemas.
"Bilang saja jika kau membutuh kan sesuatu Suamiku, aku akan menyanggupi nya.... " Ujar Selir Keisha dengan lembut.
"Ya Keisha..... "
"Aku hanya butuh ketenangan sebelum perang ini di mulai.... " Jawab Arung.
Beberapa jam kemudian rombongan besar pasukan aliansi Naga pun tiba di hadapan gerbang besar milik Aliansi Sanbon Utara tersebut.
Suasana pun semakin tegang di tempat tersebut, para prajurit-prajurit aliansi Sanbon tampak telah bersiap untuk melepaskan serangan-serangan andalan nya dari atas benteng yang mengelilingi menara miring.
Di atas tembok berdiri dua orang murid sang Ratu Sanbon Utara yaitu Dukun Hitam dan juga Tabib Santet.
"Akhirnya, rombongan yang memenggal kepala Kakak Pertama ku telah tiba.... "
"Akan kubuat mereka merasakan siksa yang lebih pedih dari kematian.... " Gumam Tabib Santet dengan penuh dendam.
Dukun Hitam pun melihat ke arah Kereta Tahanan yang sedang menahan Juday Vampire di barisan belakang, hati Dukun Hitam pun semakin tidak stabil melihat teman nya di perlukan layak nya hewan di dalam kereta tahanan tersebut.
"Mereka benar-benar biad*b, mereka memperlakukan Juday seperti hewan..... "
"Awas.... "
"Kalian.... " Gumam Dukun Hitam.
Di sisi lain nya berdiri murid dari sang Ratu Santet lain nya yaitu Fernanda Vampire atau di kenal juga dengan julukan Pengantin Berdarah, dan pada sisi benteng lain nya berdiri juga murid Ratu Santet lain nya yaitu Karbala Vampire atau si Anak Setan.
Aura membunuh yang begitu besar pun terpancar dari dalam diri keempat Pendekar-PendekarAliran Sesat tersebut.
"Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba.... " Gumam Jendral Dracule.
Jendral Dracule yang sebelum nya duduk bersimpuh di atas atap Kereta Kencana pun mulai berdiri dengan memegang Sabit Bulan Hitam nya di genggaman tangan kanan nya.
Ke lima Komandan-komandan lain nya pun mulai menunggangi kuda nya dan mendekati Kereta Kencana milik Jendral Dracule tersebut.
"Ke empat murid Ratu Santet aja memiliki kekuatan segini besar nya..... "
"Bagaimana dengan kekuatan pemimpin nya???" Gumam Komandan Garo Vampire.
Perdana Menteri Max dan juga Jendral Naga pun mulai turun dari dalam kereta Kencana nya, Arung pun langsung mengeluarkan jurus avatar kayu berniat untuk melindungi para Selir-Selir nya.
"Dup............ " Suara saat tapak kaki Perdana Menteri Max mendarat di atas tanah.
Aura hijau yang pekat pun keluar dari dalam tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut, dari kedua sisi-sisi nya akar-akar-akar tumbuhan pun mulai menjalar dan mulai menjelma menjadi empat buah avatar berelemen kayu.
"Jadi ini markas milik Ratu Sanbon itu...... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Prajurit-prajurit yang ada di sekitar kereta Kencana pun takjub melihat jurus avatar kayu tersebut.
"Jendral Naga memang beda.... "
"Dia mempunyai jurus seperti itu.... " Ujar Salah Satu Prajurit.
"Jadi dia adalah Jendral Naga, pantas saja aku dan Juday kalah melawan nya.... " Gumam Babarot Vampire yang baru mengetahui identitas asli Jendral Naga tersebut.
Avatar-avatar tersebut pun di berikan tugas oleh Jendral Naga untuk menjaga para Selir-Selir nya tersebut.
__ADS_1
Kelima Selir-Selir itu pun turun dan melihat dengan perasaan cemas dan khawatir ke arah punggung besar milik Jendral Naga tersebut.
Arung pun mulai berteleport ke barisan terdepan tepat di depan kereta kencana.
"Blitzzzzz............. " Suara jurus teleportasi Arung.
Dalam sekejap mata, Pendekar Setengah Naga itu pun berada di barisan terdepan.
"Dup............... " Suara saat tapak kaki Jendral Naga mendarat di atas tanah.
Keempat murid Ratu Santet pun terkejut melihat kecepatan yang tidak biasa itu.
"Cepat sekali, siapa dia???" Gumam Anak Setan.
"Jendral Naga..... " Ucap Jendral Dracule.
Ke empat murid Ratu Santet pun kembali terkejut, karena sosok yang begitu cepat tersebut adalah dalang di balik pergolakan politik di dalam wilayah Aliansi Sanbon Utara tersebut.
"Jadi dia adalah dalang di balik pemberontakan ini.... "
"Pantas saja dia memamerkan kecepatan nya tadi, dia kira dengan dia cepat dia pikir bisa mengalahkan kami???" Gumam Datuk Hitam.
"Tampan juga, sayang nya dia adalah kepala pemberontak,"
"Jika tidak aku akan menjadikan nya sebagai salah satu Suami ku.... " Gumam Pengantin Berdarah.
"Oh....... "
"Jadi dia itu yang mengobarkan pemberontakan di aliansi Ratu santet ini, dia belum tahu betapa mengerikan nya Ratu..... " Gumam Anak Setan.
"Siapa dia antara kalian yang telah memenggal Kakak Pertama ku.... " Tanya Tabib Santet dengan jurus auman petir nya.
"Sepertinya tidak ada gunanya bernegosiasi dengan kumpulan Pendekar-Pendekar Aliran Sesat itu, mereka pasti lebih memilih berperang.... "
"Aku harus mencari jalan untuk menjebol gerbang besar itu..... " Gumam Jendral Dracule.
"Apakah mungkin, wanita yang kupenggal ketika berada di dalam dunia jiwa adalah Kakak Pertama nya???"
"Pasti begitu..... " Gumam Arung lalu mulai mengangkat tangan sebelah kiri nya.
Melihat hal itu Tabib Santet pun langsung emosi dan melesat ke arah Arung sambil mengarahkan telapak tangan nya yang di penuhi tenaga dalam berelemen hantu tersebut.
"Whusssss.............. " Suara saat Tabib Santet itu melesat terbang.
Dengan tenang Arung pun mengerahkan telapak tangan nya yang di penuhi dengan tenaga dalam berelemen Black Hole tersebut.
"Duakkkkk............. " Suara saat kedua telapak tangan tersebut saling beradu.
Tabib Santet pun terpental karena perbedaan kekuatan di antara mereka ke arah gerbang besar.
"Adik....... "
"Kau tidak apa-apa..... " Teriak Anak Setan lalu melesat terbang ke arah Tabib Santet dan mulai membantu nya bangun.
"Aku tidak apa-apa, Kakak..... " Jawab Tabib Santet sambil menyeka darah hitam yang keluar dari dalam mulut nya tersebut.
Dengan isyarat tangan dan tatapan Arung sudah memberikan isyarat kepada Jendral Dracule untuk dapat segera memulai perang.
"Baik Jendral..... " Gumam Jendral Dracule sambil mengangguk.
To be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya