
Tampak akar-akar hitam sudah berhasil di hancurkan oleh jurus hujan petir milik Pendekar Setengah Naga tersebut, asap hitam dan hujan pun mulai memenuhi langit-langit goa yang telah runtuh tersebut.
Sementara itu hujan pun terus mengguyur dengan deras nya di sekitaran oasis tersebut.
"Byurrrrrr........... " Suara hujan deras.
Sang Dewi pun akhir nya sadar tujuan Arung melubangi goa itu adalah untuk mengerahkan jurus yang memanggil petir, begitu juga dengan bocah berekor kera yang menyaksikan peristiwa tersebut dari salah satu dahan pohon misterius di kejauhan.
"Ternyata ini tujuan Kakak Naga.... " Gumam Bocah Berekor dari kejauhan.
"Jurus Tapak Black Hole..... " Teriak Arung.
Dari telapak tangan sebelah kiri nya keluar seberkas sinar berelemen black hole yang super dahsyat lalu melesat ke arah Penyihir.
"Whusssss.......... " Suara hempasan angin saat sinar black hole tersebut melesat dari arah langit-langit goa menuju sang Penyihir yang sedang berdiri di atas sapu terbang nya.
Serangan tak terduga itu pun membuat sang Penyihir kalang kabut, Pria paruh baya itu tidak menyangka jika Pendekar di ranah alam naga itu bisa membuat nya kewalahan sampai seperti itu.
"Ternyata..... "
"Jurus tadi tidak hanya sebagai penahan sihir fire alakazam milik ku, tapi juga sebagai strategi pengalihan.... " Ucap Penyihir yang sedang berdiri dari atas sapu terbangnya tersebut.
Saat akan mengayunkan tongkat nya, sinar hitam itu pun berhasil menghanguskan tongkat beserta tangan sang Penyihir yang kemudian membuat nya jatuh dari atas sapu terbang milik nya.
"Akhhhhhhh......... " Teriak kesakitan sang Penyihir saat harus kehilangan tangan nya.
"Brukkkkk......... " Suara saat tubuh sang Penyihir jatuh ke atas permukaan padang rumput.
Sementara itu di pinggiran oasis tersebut sudah berkumpul bandit-bandit yang sebelumnya tersebar dan bersembunyi di padang pasir tersebut.
Namun mereka-mereka semuanya tidak ada yang berani mendekati lokasi pertarungan tersebut, para bandit-bandit pun memilih mengintai pertarungan tersebut dari kejauhan.
"Sepertinya sedang terjadi pertarungan tingkat tinggi di sini.... " Ucap Salah Satu Bandit dengan bekas luka sayatan di dahi nya.
"Kakak Naga..... "
"Kau sungguh tangguh..... "
"Baiklah akan kuberikan Pil Dewa Pohon ini pada nya, saat dia terdesak.... "
"Aku yakin dia dapat mengalahkan penjahat itu.." Gumam Bocah Berekor Kera.
Ternyata yang membuat bingung bocah berekor kera itu sejak tadi adalah mengenai Pil Dewa Pohon, konon legenda nya Pil Dewa Pohon itu dapat mengobati segala penyakit dan dapat mengembalikan kondisi bela diri pemakan nya kembali ke kondisi puncak nya.
"Bagusss...... "
"Aku berubah pikiran terhadap mu, kau pintar juga, Arung... " Gumam Dewi Seribu Kayu.
Bocah Berekor Kera itu pun mulai melesat ke arah sang Dewi berniat membebaskan nya.
"Kakak di dalam kepompong itu pasti orang yang berharga bagi Kakak Naga, aku harus membebaskan nya terlebih dahulu.... " Gumam Bocah tersebut sambil melesat menuruni pohon misterius tersebut.
__ADS_1
"Siapa bocah itu....??? "
"Apakah dia antek-antek nya Penyihir itu....??? " Gumam Dewi Seribu Kayu.
"Dup......... " Suara saat Bocah Berekor Kera berhenti di dekat kepompong yang menyegel tubuh Dewi Seribu Kayu.
"Mau apa kau....??? " Tanya Dewi Seribu Kayu.
"Kakak, aku temen nya Kakak Naga.... "
"Aku akan membebaskan Kakak, setelah itu aku akan menolong Kakak Naga.... " Ucap Bocah Berekor Kera tersebut lalu mulai membentuk segel dengan kedua belah tangan nya.
Seberkas sinar putih pun keluar dari telapak tangan bocah berekor tersebut kemudian mulai membelah kepompong yang menyekap Dewi Seribu Kayu.
Tak lama kemudian, Dewi Seribu Kayu pun berhasil lepas dari sekapan kepompong tersebut.
"Kakak..... "
"Bersihkan diri Kakak dulu, lalu berpakaian lah, aku akan bersiap menyelamatkan Kakak Naga..... " Ucap Bocah Berekor.
"Menyelamatkan Kakak Naga....??? "
"Aku akan menanyakan nya nanti, sebaik nya aku berpakaian terlebih dahulu.... " Gumam Dewi Seribu Kayu kemudian mulai mengeluarkan pakaian nya dari dalam cincin ruang milik nya.
Sementara itu Arung pun bersiap menghabisi Penyihir yang telah jatuh tersebut, ia pun melesat ke arah Padang Rumput berniat membelah tubuh sang Penyihir.
"Whusssss............ " Suara hempasan angin saat Arung melesat.
Penyihir pun bangun sambil memegang tangan kanan nya yang di penuhi oleh darah.
"Bangs*t aku akan mengunyah mu..... "
"Hidup-hidup...... " Ucap Penyihir tersebut kemudian mulai membentuk segel dengan tangan kiri nya.
Arung pun tiba di dekat Penyihir tersebut dan mulai mengayunkan Pedang Naga Khayangan nya dengan niat membunuh yang begitu besar.
"Matilahhhh....... " Teriak Arung sambil mengayunkan Pedang Naga Khayangan nya.
"Tringgggh........... " Suara saat Pedang Naga Khayangan beradu dengan sapu terbang.
"Sapu terbang...... " Ucap Arung.
Arung pun kembali mengayunkan Pedang Naga Khayangan nya, sapu terbang pun kembali menahan nya.
"Tring........... "
"Tring........... "
"Tring............ " Suara saat sapu terbang menahan tebasan-tebasan berat Pedang Naga Khayangan.
"Bagaimana bisa, gagang sapu ini dapat menahan tebasan Pedang Naga Khayangan ku....??? "
__ADS_1
"Merepotkan sekali..... " Ucap Arung sambil terus bertarung melawan sapu terbang.
"Bersiap lah, Naga..... "
"Sihir Macan Kayu..... " Ucap Penyihir lalu mulai menghentakkan telapak tangan nya ke tanah.
Beberapa akar pun muncul dari dalam tanah lalu mulai menarik tubuh sang Penyihir masuk kedalam tanah.
"Kemana dia......??"
"Kenapa dia menghilang.....??? " Gumam Arung.
Bersamaan dengan kejadian itu, sapu terbang pun melesat pergi.
Di tempat lain nya Dewi Seribu Kayu pun telah selesai berpakaian, tampak di sekitar tubuh nya masih menempel cairan hitam.
"Bocah...... "
"Apa maksud mu, ingin membantu Kakak Naga...??? "
"Dengan level bela diri mu saat ini, kau bukan malah membantu nya,"
"Tapi malah makin menyusahkan nya.... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
"Aku akan memberikan nya Pil Dewa Pohon, Kak.... "
"Dengan mengkultivasi pil itu Kakak Naga pasti akan dapat mengalahkan nya.... "Ucap Bocah Berekor Kera.
" Pil Dewa Pohon..... "
"Sungguh kebetulan sekali, jika aku bisa mengkultivasi pil itu, seni bela diri ku bisa kembali seperti sedia kala.... " Gumam Dewi Seribu Kayu.
"Bocah, berikan pil itu pada ku.... "
"Dengan pil itu aku bisa mengalahkan Penyihir dari klan Penyihir gelap itu.... " Ucap Dewi Seribu Kayu sambil menjulurkan tangan nya.
Bocah Berekor Kera pun tidak memberikan Pil Dewa Pohon semudah itu, bocah kecil itu pun mulai menganalisa kekuatan Wanita Cantik yang berdiri di hadapan nya tersebut.
"Kakak, sama sekali tidak memiliki kemampuan bela diri.... "
"Bagaimana Kakak, bisa mengalahkan nya....??? " Ucap Bocah Berekor Kera tersebut.
"Huftttt............. " Helaan nafas panjang Dewi Seribu Kayu kemudian mulai mengambil token giok kayu yang merupakan tanda pengenal nya.
"Lihat token anggota kepolisian dewa ini.... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
Tampak ada lima bintang di dalam token tersebut yang menandakan jika pangkat nya adalah Jendral bintang lima.
"Bintang lima.... "
"Dia pastilah seorang Jendral, tapi bagaimana mungkin dia bisa selemah itu....??? " Gumam Bocah Berekor Kera.
__ADS_1
"Aku adalah Dewi Seribu Kayu, cepat berikan pil itu.... "
"Pihak kepolisian dewa nanti nya akan memberikan imbalan yang besar atas kontribusi mu membantu aparatur Kekaisaran dewa.... " Ucap Dewi Seribu Kayu dengan tegas.