Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kemunculan Naga-Naga dan Ular.


__ADS_3

Arung pun mulai tersadar dan menyaksikan langsung momen menyedihkan tersebut di saat Naga Magnet Kuno terjatuh dan tak sadarkan diri ke Hutan Jangbaek akibat serangan-serangan ganas milik Assasin tersebut.


"Delayla....... " Gumam Arung dengan berlinang air mata.


Kondisi Pendekar Setengah Naga tersebut saat ini tidak bisa bergerak lagi dan hanya bisa melihat kejadian tersebut dari kejauhan dengan perasaan marah bercampur sedih dan meneteskan air mata.


"Ha....... "


"Ha....... "


"Ha........ " Tawa Assasin tersebut sambil melayang di atas kepala Naga Magnet Kuno tersebut kemudian mulai bersiap mengarahkan telapak tangan nya yang di penuhi oleh elemen petir hitam tersebut.


"Dzzzittt....... "


"Dzzzittt...,.... "


"Dzzzittt........." Suara percikan Petir-Petir Hitam dari sekujur tubuh Assasin Bertopeng tersebut.


Dari kejauhan tampak Arung tidak memiliki pilihan lain nya, ia pun mulai memutuskan untuk kembali mengorbankan diri nya kepada JABBERWOOK.


"Jika aku telat, Delayla bisa mati,"


"Aku tidak punya pilihan lain nya." Gumam Arung yang telah putus asa tersebut.


"JABBERWOOK...... " Teriak Pendekar Setengah Naga tersebut dengan sisa-sisa kekuatan nya.


Seberkas cahaya berwarna-warni pun mulai melesat ke atas langit yang sekaligus menghentikan niat Assasin bertopeng tersebut untuk membunuh Naga Magnet Kuno tersebut.


"Apa lagi itu?" Gumam nya saat menoleh ke arah cahaya berwarna-warni yang sedang melesat ke angkasa tersebut.


"Whussss......." Suara hempasan angin saat Cahaya Berwarna-warni tersebut melesat.


Beberapa saat kemudian,


Tampak langit pun mulai menghitam setelah nya, percikan-percikan petir pun mulai tampak di sekitar awan-awan hitam tersebut.


"Dzzzittt.......... "


"Dzzzittt........... "


"Dzzzittt............ " Suara-Suara Percikan Petir.


Beberapa raungan Naga-Naga dan Ular pun mulai terdengar dari atas langit tersebut yang kembali memecah keheningan suasana di hari itu sekali lagi.


"Aurghhhh........... "


"Aurghhhh........... "


"Aurghhhh........... " Raungan-Raungan yang begitu keras dan juga begitu melengking terdengar dari beberapa Naga-Naga dan Ular yang berada di atas langit tersebut.


"Naga-Naga?"


"Kenapa bisa ada banyak Beast di atas langit setelah cahaya berwarna-warni tersebut melesat ke langit?" Gumam Assasin tersebut dengan bingung sambil menoleh ke atas langit hitam dan berpetir tersebut.


Bangsa Naga dan Ular dapat menjelma ke wujud elemen nya saat Jiwa dari elemen Beast tersebut bangkit seperti kejadian yang menimpa Arung saat ini.


Sesosok Black Hole Dragon pun mulai muncul dari balik awan hitam tersebut di susul oleh Naga Api dan Naga Air.


"Whussss............ "


"Whussss............ "


"Whussss............. " Suara hempasan angin saat kemunculan ketiga Naga tersebut.


"Tiga ekor Naga di ranah alam Naga?"


"Gawat.... " Gumam Assasin tersebut yang mulai gentar melihat kemunculan ketiga Beast tersebut.


Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan, Naga Bintang Berekor, dan Red Storm Dragon pun mulai muncul dari balik awan hitam tersebut setelah nya.


"Whussss.......... "


"Whussss..........."


"Whussss..........." Suara hempasan angin saat ketiga Beast tersebut muncul dari balik awan hitam berpetir tersebut.


"Lima Naga dan seekor Ular di ranah alam Naga?"


"Gawat......... "


"Aku tidak akan mungkin dapat menghadapi mereka ber enam sekaligus?" Ucap nya lalu berniat untuk melarikan diri dari Hutan Jangbaek tersebut.


Tampak para Naga-Naga tersebut telah mengelilingi Assasin Bertopeng tersebut begitu pula dengan Ular Api Sembilan Warna dengan niat membunuh yang begitu besar terpancar dari dalam diri Beast-Beast tersebut.


"Erggghhhhhh.......... "


"Erghhhhhhhh.......... "


"Erghhhhhhhh........... " Suara-Suara Erangan Beast-Beast tersebut.

__ADS_1


Sorot mata para Beast-Beast Buas itu pun tampak begitu dingin ke arah Assasin level lima.


"Kenapa informasi di Guild tidak menyebutkan jika Naga-Naga ini berhubungan dengan misi?" Gumam nya sambil mewaspadai gerakan makhluk-makhluk tersebut.


-[Kembali Ke Saat Arung terhisap ke dalam Dunia Black Hole Dragon]-


Tampak Arung saat ini telah berada di hadapan Black Hole Dragon yang sedang terkurung di dalam kerangkeng emas tersebut.


"Ugh...... "


"Naga B*jingan ini pasti akan memakan ku hidup-hidup lagi, ini kali ketiga aku terpaksa melakukan nya,"


"Demi Wanita lagi... " Gumam Arung yang sedikit tertekan mengingat dua kejadian sebelum nya saat dia dia makan hidup-hidup oleh Black Hole Dragon tersebut.


"HA........ "


"HA......... "


"HA......... " Tawa Black Hole Dragon tersebut yang tampak senang dengan kehadiran Arung tersebut.


"PASTI GARA-GARA PEREMPUAN LAGI, DASAR NAGA BODOH." Ucap Black Hole Dragon tersebut.


"Kau harus membantu Naga Betina itu, JABBERWOOK" Ucap Arung.


Tak lama berselang Kerangkeng Emas pun perlahan menghilang, sang Naga Hitam itu pun mulai mendekatkan wajah nya ke arah Arung lalu mulai mengaum dengan begitu keras nya.


"Dasar Naga Bar-Bar....... " Gumam nya.


"Aurghhhh.................. " Suara Raungan Keras dan begitu melengking dari Black Hole Dragon tersebut.


"Naga B*jingan, telingaku jadi sakit." Gumam Arung sambil menutup kedua belah telinga nya.


"BAIKLAH NAGA, KAU SANGAT SUKA KUKUNYAH HIDUP-HIDUPKAN.... " Ucap Black Hole Dragon tersebut lalu mulai menerkam Arung dengan mulutnya kemudian mulai mengunyahnya hidup-hidup.


"Kretek........ "


"Kretek........ "


"Kretek........ " Suara saat tubuh Arung di kunyah hidup-hidup oleh Black Hole Dragon tersebut.


"Akhhhhhhh............ " Teriak nya kesakitan saat mulai di kunyah hidup-hidup oleh Makhluk tersebut.


-[Kembali Ke Sonia]-


Tampak di kejauhan enam ekor Beast Raksasa tersebut sedang mengerubungi sesuatu.


"Apa itu?"


"Suamiku, tunggu aku,"


"Naga Betina Jelmaan Buaya Darat itu memang tidak baik buat mu dia adalah seorang Naga Fuckgirl." Gumam Sonia sambil melesat ke tempat pertarungan tersebut dengan perasaan cemas dan khawatir tersebut.


"Dash.......... "


"Dash.......... "


"Dash.......... " Suara saat Sonia melesat di pinggiran Kota tersebut dari satu atap ke atap mansion lain nya.


-[Hutan Jangbaek]-


Tampak banyak luka sayatan di tubuh Naga Magnet Kuno tersebut, saat ini Delayla Jangbaek telah tidak sadarkan diri dan sedang memasuki masa-masa kritis nya.


"Gawat.... "


"Naga-Naga ini kenapa bisa muncul tiba-tiba?"


"Ada dendam apa mereka dengan ku?"


"Mungkinkah Naga-Naga ini adalah kekasih Naga Magnet Kuno itu?" Gumam Assasin Level Lima tersebut.


"Aurghhhhh.............. " Suara Raungan Red Storm Dragon.


Red Storm Dragon pun mulai melesatkan Halilintar Merah dari dalam mulut nya di ikuti oleh Naga Api yang juga menyemburkan Api Merah dari dalam mulut nya tersebut.


"Groaggghhhh........... " Suara gemuruh saat Halilintar Merah melesat.


"Whusssss................. " Suara hempasan angin saat Api Merah mulai menyembur dari mulu Naga Api.


"Walau ranah makhluk-makhluk ini di bawahku tapi mereka memgeroyokku." Gumam Assasin Level Lima tersebut sambil menebaskan Pedang Assasin nya beberapa kali untuk menghalau serangan-serangan dahsyat tersebut.


"Slasshhhh........ "


"Slashhhhh......... "


"Slashhhhh.......... " Suara saat Pedang-Pedang Raksasa Berelemen Petir Hitam melesat dengan bermanuver dengan ganas nya.


"Duarghhhh............ "


"Duarghhhh............." Suara saat serangan-serangan kedua Naga tersebut beradu dengan Petir Hitam.

__ADS_1


Para Naga-Naga dan Ular pun mulai berusaha menerkam Assasin tersebut secara bergantian dengan buas nya setelah nya.


"Whussss........... "


"Whussss........... "


"Whussss............ " Suara hempasan angin saat Beast-Beast tersebut melesat dan mencoba menerkam Pria Jahat Bertopeng tersebut.


Dengan bersusah payah sambil melesatkan beberapa serangan bola petir Pria Bertopeng itu pun berhasil menghindari semua serangan-serangan tersebut.


"Duarghhhh......... "


"Duarghhhh........."


"Duarghhhh......... " Suara-Suara Ledakan saat Bola Petir mengenai sekitar nya.


Black Hole Dragon pun mulai menembakkan beberapa bola berelemen Black Hole nya ke arah Assasin Bertopeng tersebut.


"Whussss......... "


"Whussss......... "


"Whussss.......... " Suara-Suara Bola Raksasa Berelemen Black Hole melesat ke arah Pria Bertopeng tersebut.


"Mereka begitu buas." Gumam Assasin tersebut kemudian kembali meledakkan tenaga dalam petir hitam nya.


"HYATTTTTTT........... " Teriak Pria Bertopeng tersebut.


Puluhan petir-petir hitam pun kembali melesat ke segala penjuru, Naga-Naga tersebut dan juga Ular Api Sembilan Warna pun mulai menembakkan serangan-serangan andalan mereka ke arah Assasin tersebut.


"Duarghhhh............. "


"Duarghhhh............. "


"Duarghhhh............. " Suara ledakan saat serangan-serangan para Beast-Beast tersebut berhasil menghempaskan serangan petir hitam dan menghantam Assasin tersebut.


"Akhhhhhhhh............ " Teriak nya lalu terpental ke Hutan di bawah nya.


Tampak sebuah kawah kecil tercipta di tempat terjatuh nya Pria Bertopeng tersebut.


"Ugh....... "


"Uhuk......"


"Uhuk...... "


"Uhuk....... " Suara batuk Assasin tersebut lalu mulai mengeluarkan darah hitam yang kental dari dalam mulut nya tersebut.


Black Hole Dragon pun mulai menerkam ke arah jatuh nya Pria tersebut sambil berniat memakan nya hidup-hidup.


"Duakkk....... " Suara saat Black Hole Dragon menghantam tanah.


Assasin tersebut melesat dan berhasil Menghindari terkaman Naga Buas tersebut beberapa detik sebelum terkena terkaman nya tersebut.


"Hampir Saja..... " Gumam nya lalu kembali melesatkan puluhan tembakan Bola-Bola Petir Hitam ke arah para Naga tersebut.


"Whussss......... "


"Whussss.......... "


"Whussss..........." Suara-Suara Bola-Bola Petir Hitam melesat.


Para Naga-Naga dan Ular Api sembilan Warna pun kembali melesatkan serangan andalan nya, sementara itu Black Hole Dragon menciptakan sebuah portal Black Hole dan mulai memasukinya.


"Aurghhhh.............. " Raungan Kompak Para Naga-Naga dan Ular tersebut sambil melesatkan serangan-serangan andalan nya.


"Warppp........ "


"Warppp......... " Suara saat Black Hole Dragon memasuki portal tersebut.


"Duarghhhh............ "


"Duarghhhh............. "


"Duarghhhh.............. " Suara ledakan saat serangan-serangan tersebut mulai kembali saling beradu.


Portal Black Hole pun muncul di belakang Assasin tersebut, sang Naga Licik pun mulai berusaha menerkam nya dengan diam-diam.


"Bagaimana Naga sebesar ini bisa ada di belakang ku?" Gumam nya lalu mulai berusaha menghindari terkaman tersebut.


Naga-Naga lain nya pun kembali mencoba menerkam Assasin tersebut dengan buas nya, sementara itu Ular Api Sembilan Warna pun mulai melesatkan tembakan-tembakan Bola Api Sembilan warnanya ke arah Assasin tersebut.


"Whussss............ "


"Whussss............ "


"Whussss............ " Suara hempasan angin saat Bola-Bola Api Sembilan Warna tersebut melesat ke arah Assasin bertopeng tersebut.


_________________________

__ADS_1


To be Continued..............,


Bro di Vote, Like, and Comment ya untuk support nya, Terima Kasih... TTD NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2