
-[Ke Esokan Pagi nya]-
Arung pun saat ini sudah pulih dan bagun dari meditasi nya, luka-luka di sekujur tubuh nya pun telah menutup dengan sempurna Pendekar Setengah Naga itu pun mulai beranjak keluar dari dalam kamar tersebut.
-[Di Dapur]-
Melihat idolanya sudah pulih Lionel Kecil pun berbahagia dan langsung memeluk Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Kakak Naga.... " Ucap bocah laki-laki tersebut sambil memeluk nya.
"Wah........ "
"Sejak kapan Bocil ini seakrab ini dengan ku?" Gumam Arung.
Note : Bocil kepanjangan nya adalah Bocah Cilik.
"Tenanglah Lionel, Kakak sudah pulih kok." Ucap Arung.
"Iya Kakak Naga." Ucap Lionel Kecil kemudian mulai melepaskan pelukan nya tersebut.
"Jendral, syukurlah kau sudah pulih,"
"Kebetulan sekali aku baru saja selesai membuatkan sarapan pagi." Ucap Komandan Yuri yang sedang menghidangkan makanan ke atas meja giok tersebut.
Vladmira Vampir yang sebelum nya duduk pun langsung bangun dari tempat nya sejak kehadiran majikan nya tersebut.
"Silahkan duduk, Tuan." Ucap Vladmira sambil menarik kursi di meja dapur tersebut.
"Ayo..... "
"Kita makan dulu Lionel." Ucap Arung lalu duduk di kursi tersebut dan Vladmira pun kembali ke kursi nya.
Beberapa menit kemudian,
Mereka pun memulai sarapan pagi bersama dengan menu lontong dengan lauk daging rendang buaya hitam.
"Kakak Naga,... " Ucap Lionel.
"Iya Lionel, ada apa?" Tanya Arung sambil menyantap lontong lezat buatan Komandan Yuri tersebut.
"Kakak mau kemana setelah ini?" Tanya Lionel.
"Kami akan pergi ke Pulau Black Skull." Ucap Arung.
"Pulau Black Skill, bukankah itu Pulau tempat Kakek di tahan?" Gumam Lionel Kecil.
"Kakak Naga, aku boleh ikut Kakak ke sana kan?" Tanya Lionel Kecil.
"Tentu saja kau ikut kami Lionel,"
"Mana mungkin kami akan meninggalkan mu di sini sendirian." Ucap Komandan Yuri sambil menyantap lontong tersebut.
"Benar yang di katakan Yuri, Lionel,"
"Namun kau harus patuh dengan apa yang ku perintahkan mulai saat ini." Ucap Arung sambil menyantap lontong nya.
'Siap Kakak Jendral.... " Ucap Lionel kemudian kembali menyantap lontong nya.
"Tuan, bagaimana cara nya kita bisa meninggalkan wilayah Belut Listrik ini, makhluk-makhluk itu pasti sedang berjaga di sekitaran Terowongan Air ini kan?" Tanya Vladmira sambil menyantap lontong nya.
__ADS_1
"Sejak kemarin aku terus memikirkan sebuah siasat untuk bisa lepas dari kejaran Kakek Tua dan Belut-Belut Listrik nya tersebut." Ucap Arung.
"Jadi benar-benar ada cara untuk melarikan diri dari wilayah Belut Listrik ini, Jendral?" Tanya Komandan Yuri sambil menyantap lontong nya.
"Ya..... Yuri,"
"Kita akan menggunakan tekhnik pengalihan dengan mengorbankan ke empat Avatar ku, ku jamin Kakek Tua itu akan kesulitan dan lengah,"
"Saat itu kita berempat harus menyelam sekuat tenaga meninggalkan wilayah mereka ini." Ucap Arung kemudian kembali menyantap lontong nya tersebut.
"Avatar, apa itu?" Gumam kompak mereka bertiga.
"Baik Jendral." Ucap Komandan Yuri.
"Kita akan segera menjalankan rencana tersebut selesai kita sarapan pagi." Ucap Arung yang telah selesai menghabiskan lontong nya dan mulai meneguk segelas teh persik panas.
"Aku gak paham dengan rencana yang di maksud Kakak Naga, tapi aku yakin rencana Kakak Naga akan berhasil." Gumam Lionel Kecil kemudian kembali menyantap lontong nya tersebut.
Sementara itu Komandan Yuri dan Vladmira Vampir saling bertatap-tatapan.
"Menggantungkan keselamatan kita berempat kepada Avatar?"
"Apa maksudnya, aku tidak paham." Gumam Vladmira Vampir sambil menyantap lontong nya.
Arung pun mulai mengeluarkan tembakau ular milik nya, ia pun mulai menghisap nya untuk menenangkan pikiran nya.
"Whussss............... " Suara hembusan asap tembakau ular milik nya.
"Kenapa perbedaan daya tahan elemen perak milikku dan Kakek Tua itu begitu jauh ya?"
"Apa penyebabnya, ini sungguh aneh?" Gumam Arung.
"ITU ADALAH ELEMEN MAKS. KEMAMPUAN ELEMEN PERAK MILIK KAKEK TUA TERSEBUT TELAH MENCAPAI ELEMEN MAKS,"
"SEHINGGA SERANGAN DAN JUGA DAYA TAHAN NYA BEGITU DAHSYAT." Suara di kepala Arung.
"Elemen Maks. Aku akan menanyakan masalah ini kepada Rayla saat kembali nanti." Gumam Arung kemudian kembali menghisap tembakau ular milik nya tersebut.
"Whussss........... " Suara hembusan asap tembakau ular milik nya tersebut.
"Jendral Api memang mengetahui banyak hal." Gumam nya.
-[Satu Jam Kemudian, Gerbang Mansion]-
"Baiklah, doa kan agar Avatar-Avatar milik ku ini dapat mengecoh Kakek Tua itu dan juga Belut-Belut Listrik tersebut." Ucap Arung.
"Oke...... "
"Kakak Naga, kami pasti akan mendoakan nya." Sahut Lionel Kecil sambil mengacungkan jempol nya.
"Semoga berhasil, Jendral." Ucap Komandan Yuri.
"Jika ini tidak berhasil sudah bisa di pastikan kalau kita semua akan jadi makan siang Belut-Belut itu." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Pemuda berambut putih itu pun mulai memasang kuda-kuda Jurus Avatar Elemen Kayu miliknya, aura pekat berwarna kehijauan pun mulai berkumpul di sekujur tubuh nya.
"Elemen tumbuhan, sebenarnya berapa banyak elemen yang telah di bangkitkan oleh Naga ini." Gumam Vladmira yang sedikit terkejut melihat elemen tumbuhan tersebut.
Akar-akar tanaman pun mulai membentuk empat buah Avatar di sekeliling nya, tak lama berselang wujud ke empat Avatar tersebut pun telah sempurna dan menyerupai pengguna nya.
__ADS_1
"Wow...."
"Kakak Naga Keren........ "
"Jadi klon itu yang Kakak Naga maksudkan." Ucap Lionel Kecil yang takjub melihat Jurus Avatar Elemen Kayu tersebut.
"Ugh......... "
"Jurus milik Jendral Arung aneh-aneh, ini pertama kali nya aku melihat Jurus yang bisa membuat klon diri." Gumam Komandan Yuri.
"Hebat..... " Gumam Vladmira.
Ke empat Avatar tersebut pun mulai keluar dari dalam Bola Ruang tersebut.
"CLARA............ " Ucap Ke Empat Avatar tersebut bersamaan.
"Kita akan menunggu sekitar satu jam, baru kita keluar dari dalam sini,"
"Vladmira, Komandan Yuri, dan kau Vampir Kecil persiapkan dirimu." Perintah Jendral Arung.
"Siap Jendral.... " Sahut kompak mereka bertiga.
Mereka berempat pun mulai menunggu dengan perasaan cemas dan was-was serta berharap rencana pengalihan tersebut berhasil.
-[Terowongan Air]-
Saat muncul di dalam Terowongan Air ke empat Avatar tersebut telah di kerubungi oleh Belut-Belut Listrik tersebut.
"Dzzzittt....... "
"Dzzzittt........ "
"Dzzzittt......... " Suara percikan listrik di sekitar tubuh nya tersebut.
"Hah....... "
"Itu dia..... " Ucap Salah Satu Beast Belut Listrik tersebut.
"Lho......... "
"Kok jadi empat, apa radar ku salah?" Ucap Salah Satu Belut Listrik tersebut.
Ras Belut Listrik tidak dapat melihat di dalam terowongan yang gelap tersebut, mereka melihat menggunakan pancaran gelombang yang terus-menerus di keluarkan oleh tubuh nya tersebut, mekanisme nya serupa dengan radar.
"TANGKAP MEREKA....... " Teriak Belut Listrik lain nya.
Avatar-Avatar milik Arung itu pun tidak dapat melihat karena gelap, mereka pun bisa menghindari serangan-serangan dari Belut-Belut Listrik tersebut dengan berpedoman kepada hawa keberadaan makhluk-makhluk tersebut.
Avatar-Avatar tersebut pun mampu menerobos kepungan musuh dengan bersusah payah dan mulai menyelam menjauhi tempat tersebut berniat mengalihkan perhatian Belut-Belut Listrik tersebut. Tampak sesekali duri-duri bebatuan di dinding-dinding terowongan air tersebut menggores atau mengoyak tubuh mereka.
Sementara itu Belut-Belut Listrik sepanjang dua meteran tersebut dan puluhan Belut-Belut Listrik kecil lain nya sedang mengejar ke empat Avatar milik Arung tersebut dari arah belakang nya.
"Blurppp.......... "
"Blurppp........... " Suara saat ke empat Avatar tersebut menyelam.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1