Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Cerutu Iblis ,Turtle Tank, Peti Vampire


__ADS_3

Arung pun mengeluarkan dua buah benda suci dari dalam cincin ruang milik nya, yaitu sebuah cerutu iblis dan pemantik mode pistol klasik.


Sonia dan yang lain nya kembali tercengang dengan senjata suci yang di keluarkan nya kali ini.


"Cerutu......???"


"Apa dia mau ngajak Ashiang ngerokok bareng, mencurigakan ???" Gumam Sonia Golden Spider.


"Sebuah Cerutu???"


"Apa Tuan Bos bermaksud mengajak ku ngerokok bareng dulu,"


"Apa dia pingin nostalgia zaman sekolah nya dulu???" Gumam Ashiang.


"Apa yang di pikirkan nya...???" Gumam Delyla Jangbaek.


"Kalian pasti bingung kan, ini namanya cerutu iblis,"


"Kalau kalian menghisap nya, tubuh kalian akan berubah seperti asap,"


"Serangan apa pun akan menembus tubuh pengguna nya kecuali serangan berelemen air..." Ucap Arung sambil menyerahkan benda tersebut kepada Ashiang.


"Benarkan, Tuan....??"


"Ada cerutu seperti itu???" Ucap Vladmira.


"Ya, tapi saat cerutu nya habis akan butuh waktu sepuluh menit untuk kembali???"


"Cobalah Ashiang...." Ucap Arung.


"Baik Tuan Bos...." Ucap Ashiang kemudian mulai membakar cerutu tersebut dan mulai menghisapnya.


"Whussss........" Suara hembusan asap cerutu Ashiang.


"Aku tidak merasakan apa-apa???" Ucap Ashiang.


Arung pun langsung menembakkan bola petir berukuran kecil kearah Ashiang, bola itu pun menembus tubuh Ashiang.


Tubuh nya yang bolong kemudian kembali tertutup oleh gumpalan asap setelah nya.


"Duarghhh......" Suara ledakan kecil.


"Wow......."


"Apa kau tidak merasakan sakit Ashiang???" Tanya Ashiong.


"Enggak...??" Jawab Ashiang dengan polos.


"Sepertinya aku gak perlu khawatir dengan Ashiang, Dia pasti bukanlah kandidat selanjutnya,"


"Kandidat istri Don Juan ini...." Gumam Sonia ketika melihat serangan Arung yang tanpa perasaan kepada Ashiang tadi.


"Wah......"


"Bos, ternyata berdarah dingin juga?"


"Gimana seandainya tadi Cerutu Iblis itu belum menyatu dengan Ashiang...."


"Dia pasti udah Modar...." Gumam Vladmira.


"Aahiang, kau bisa mencoba nya,"


"Baik Tuan Bos....." Jawab Ashiang.


"Sekarang aku akan memberikan Turtle Tank kepada Ashiong.." Ucap Arung sambil mengeluarkan sebuah permata hijau berbentuk cangkang kura-kura.


Ia pun melemparkan cangkang itu keatas tanah, permata hijau itu pun lalu mulai berubah menjadi sebuah Tank dengan model kura-kura dan berelemen tumbuhan.


Di atas Tank terlihat sebuah kabin untuk mengoperasikan kendaraan Tank tersebut.


"Naiklah Ashiong, dan pelajari penggunaannya, di dalam kabin itu ada buku manual nya...." Ucap Arung.

__ADS_1


Delayla dan yang lain nya pun menatap tajam kearah Tank berwarna hijau tersebut.


"Siap Tuan Bos...." Seru Ashiong lalu mulai melesat ke atas Tank.


Ia pun mulai memasuki Tank itu dan mulai membaca buku petunjuk nya.


Ashiong pun mulai mengoperasikan Turtle Tank tersebut, Roda Tank pun mulai berjalan.


"Wah......"


"Hebat, benda ini bergerak...." Ucap Ashiong.


"Coba, operasikan senjata nya,"


"Ashiong........." Ucap Arung.


Ashiong pun mulai memencet tombol, sebuah bola berenergi hijau pun melesat dari meriam Tank tersebut.


"Duarghhhh........." Suara ledakan akibat tembakan meriam tersebut.


Bumi pun bergetar untuk sementara waktu saat ledakan itu terjadi.


"Wah........"


"Serangan yang dahsyat, serangan itu bahkan setara dengan kekuatan serangan Pendekar di level alam Naga...." Ucap Delayla Jangbaek.


"Jika saja Kerajaan Jangbaek memiliki senjata suci seperti ini,"


"Kerajaan kami pasti tidak akan runtuh...." Gumam Putri Widuri.


"Waduh......"


"Ternyata serangan Tank ini begitu dahsyat...."


"Padahal aku hanya ingin membuat Tank ini sebagai penarik kereta kencana....???" Gumam Arung.


Akibat Suara ledakan itu Hologram Wanita itu pun kembali muncul.


"Bikin kaget saja....." Ucap Vladmira yang terkejut saat Hologram Wanita itu muncul di sebelah nya.


"Kenapa dia bisa memiliki banyak senjata suci yang begitu kuat???" Gumam Sonia Golden Spider.


"Baiklah, Sekarang giliran Delphi Chen...." Ucap Arung sambil mengambil sesuatu di dalam cincin ruang milik nya.


Sebuah peti mati cina pun di keluarkan nya, peti berwarna hitam itu pun melayang di atas tanah.


"Ini adalah Peti Vampire...." Ucap Arung.


Delphi Chen pun mulai mendekat kemudian mengamati segala sudut dari peti berwarna hitam tersebut.


"Apa kegunaan nya, Tuan Bos???" Tanya Delphi Chen.


"Aku ingin mempraktekkan nya, tapi kita butuh jasad Pendekar atau pun beast...."


"Di dalam nya ada buku manual nya, kau pelajari saja dulu...." Ucap Arung sambil mengayunkan lengan nya dan peti itu pun terbuka.


"Peti ???"


"Untuk apa ???" Gumam Vladmira.


Sosok Hologram wanita itu pun mulai mendekat ke arah Arung.


"Mengenai jasad beast, aku bisa membantu Tuan..."


"Kebetulan aku pernah menanam sesosok Bangkai Beast Kingkong Petir di sini..." Ucap Sosok Hologram Petir tersebut.


"Kebetulan sekali...."


"Dimana kau menanam nya???" Tanya Arung.


Sosok hologram itu pun menunjuk ke arah timur, Arung pun bergegas memasang segel.

__ADS_1


Aura berelemen tumbuhan pun mulai meluap-luap keluar dari dalam tubuh nya.


Pendekar Setengah Naga itu pun mulai menghentakkan kedua belah tangan nya.


Tiba-tiba bumi pun kembali bergoyang, sesosok Jasad Kingkong Petir setinggi tiga meteran keluar dari dalam bumi dengan dorongan Akar-akar tanaman.


"Benar, ternyata benar-benar ada jasad Kingkong Petir di dalam nya....??"


"Untuk apa Penjaga Pagoda menanam nya di sini, dan dari mana asal makhluk ini???" Gumam Arung.


Pikiran arung itu pun terdengar oleh Delayla Jangbaek.


"Sepertinya tempat ini menyimpan banyak misteri Arung...." Ucap Delayla dengan Jurus telepati nya.


Arung pun melesat ke arah Jasad Kingkong tersebut di ikuti yang lain nya.


"Kalian pasti bingung kan bagaimana cara mengoperasikan peti mati ini...."


"Aku akan mulai mendemonstrasikan nya....." Ucap Arung sambil mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya.


Peti mati di kejauhan pun mulai melesat terbang ke arah nya, setelah beberapa saat peti itu pun mulai membelah menjadi dua buah.


Satu buah peti mati lain nya pun mulai berubah ukuran menjadi seukuran kingkong petir tersebut.


"Wahhhhhh......."


"Petinya mulai membesar......." Ucap Delphi Chen.


"Peti Vampire, sepertinya aku pernah mendengarnya....."


"Tapi di mana ya.....???" Gumam Vladmira Vampire.


Tutup peti mati raksasa itu pun mulai terbuka, Arung pun kemudian mulai mengarahkan telapak tangan nya ke arah Kingkong Petir.


Seberkas energi hitam keluar dari telapak tangan nya dan merubah tubuh kingkong laut itu menjadi asap hitam dan masuk kedalam peti raksasa tersebut.


Peti mati pun kembali menutup.


"Nah kita tunggu saja....." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian peti mati itu pun berdiri, tutup peti pun kembali terbuka.


Kingkong Petir pun keluar dari dalam tempat tersebut.


"Dia hidup lagi....???" Ucap Sonia.


"Tidak, Sonia....."


"Itu adalah Zombie...."


"Kingkong Petir ini adalah anak buah ku sekarang ..." Ucap Arung.


"Zombie......" Ucap Sonia.


"Ya........"


"Dia tidak memiliki jiwa...."


"Aku akan mencontohkan nya...."


"Kingkong melompat lah...." Seru Arung.


Zombie Kingkong Petir itu pun mulai berjalan kemudian melompat.


"Sihir necromancer....."


"Peti itu sangat kuat....."


"Aku ingat sekarang....." Ucap Vladmira.


"Tidak kusangka ternyata benda ini sangat kuat...."

__ADS_1


"Terimakasih Tuan Bos......" Ucap Delphi Chen sambil menunduk menghormat ala Pendekar sebanyak beberapa kali.


"Iya Delphi, pelajari aja dulu cara penggunaan nya...." Ucap Arung.


__ADS_2