
Keesokan paginya Jendral Dracule beserta Perdana Menteri Max pun berangkat ke markas nya Rudolf Vampir membawa serta para pasukan dan kelima komandan nya. Saat ini di Markas tersebut tinggal Arung, Kira, dan kelima selir, seperti biasanya kelima selir dan Kira sedang membuatkan sarapan pagi di belakang tenda.
Sementara itu sang Jendral Besar masih tertidur lelap di ranjang nya setelah perjamuan semalam.
"Zzzztttt........ " Suara dengkuran nafas Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Jendral masih tidur... " Ucap Selir Fika yang masuk ke tenda berniat mengajak sarapan bareng sang Jendral lalu keluar kembali.
Di luar tampak Selir-selir lain nya sedang menghidangkan berbagai hidangan lezat di atas meja, mereka pun lalu duduk dan menunggu bagun nya sang Jendral Naga.
"Kelima vampir ini kok gak makan-makan ya, aku jadi segan juga mau makan,"
"Apa mereka gak takut nanti bakalan kena asam lambung???" Gumam Kira White Hole Dragon tersebut.
"Nora, bagaimana nih???"
"Makanan, nanti bakalan dingin,"
"Apa kita tidak bangunin Jendral Naga aja???" Ucap Selir Keysha.
"Jangan Keysha, tadi aku lihat jendral tidur begitu pulas, kasian dia... " Ucap Selir Fika.
"Tapi jika dia gak makan nanti dia bisa kenak asam lambung Fika... " Ucap Kultivator Bidan tersebut.
"Oh...... "
"Bener juga, kalau begitu biar aku dan helena yang bangunin... " Ucap Selir Hana lalu beranjak dari kursi nya.
"Sekarang kalian baru panik kan, asam lambung.... " Gumam Kira White Hole Dragon.
-[Di Dalam Tenda]-
Kedua selir cantik itu pun mendekat ke arah ranjang Jendral Naga, mereka berdua tidak langsung membangunkan Jendral tampan tersebut namun mereka memperhatikan wajah Naga tersebut terlebih dahulu.
"Jendral..... "
"Jendral...... "
"Jendral...... " Ucap Helena sambil sedikit menggoyangkan bahu sang Don Juan.
Jendral Naga pun terbangun akibat goyangan dan panggilan dari Selir Helena.
"Ehmm... "
"Kalian, apa ada serangan???" Tanya Jendral Naga.
"Tidak ada Jendral, kami takut lambung mu di serang,"
"Kami sudah menyiapkan sarapan di luar... " Ucap Selir Hana.
"Ayo Jendralll..... " Ucap Selir Helena sambil menarik pergelangan tangan Naga tersebut.
__ADS_1
"Wah....... "
"Makin hari mereka makin berani aja semenjak gak ada Sonia... " Gumam Arung lalu bangun dan mengikuti kedua Selir Cantik tersebut.
-[Di Luar Tenda]-
"Akhirnya, Play Boy itu bangun juga,"
"Dasar Naga Play Boy, pakek acara pegangan tangan segala.... " Gumam Kira.
Arung pun mulai duduk di kursi nya begitu pula dengan kedua Selir cantik tersebut, mereka pun mulai sarapan pagi setelah nya.
"Ugh....... "
"Helena, benar-benar cekatan,"
"Ia langsung menggandeng tangan sang Jendral." Gumam Selir Keysha yang cemburu.
-[Di Lembah Nestapa]-
Di tebing-tebing lembah tampak ratusan Beast Kelalawar Vampir berukuran tiga meteran mulai terbang keluar. Makhluk ini memiliki dua sayap berwarna kehitaman dengan wajah seperti Kelalawar pada umum nya.
Kedua kaki nya memiliki cakar-cakar dari besi hitam yang sangat beracun, racun nya dapat membunuh kultivator di ranah alam bumi dalam beberapa hari.
Makhluk-makhluk ini tidak dapat melihat mereka menggunakan suara dalam frekuensi yang besar untuk melihat sekitar nya yang berfungsi seperti radar.
Kelelawar-kelelawar yang jumlah nya ratusan itu pun berpencar dan bergerombol-gerombol untuk mencari mangsa nya, beberapa gerombolan kelelawar pun terbang menuju Markas Besar Jendral Arung.
"Whusssss.......... "
"Whusssss.......... " Suara hembusan angin saat para Bat Vampir itu melesat terbang dengan cepat nya.
-[Markas Jendral Besar Arung]-
Tampak sang Jendral Naga dan kelima selir serta seekor Naga Betina sedang menikmati sarapan pagi, Tiba-tiba saja cuaca menjadi gelap.
"Lho...... "
"Kok gelap???" Ucap Arung lalu menengadahkan kepala nya ke atas, di langit ternyata telah di penuhi dengan Kelelawar-kelelawar Vampir yang sedang mengintai mangsa nya.
"Kelelawar Vampir..... " Ucap Selir Nora lalu memasang perisai kultivasi perak di sekitar nya begitu pula keempat selir lain nya.
Para Kelelawar-kelelawar itu pun mulai menyerang mereka dengan cara mengarahkan cakar nya yang beracun, karena lengah Arung dan juga Kira berhasil di tangkap oleh para Bat Vampir tersebut.
"Akh....... "
"Bahuku...... " Teriak Arung lalu pingsan karena terkena racun dari cakar tersebut, hal serupa juga terjadi kepada Kira.
"Jendral Naga........... " Teriak kelima Selir saat menyaksikan sang Jendral di culik oleh para bat vampir tersebut.
Kelelawar-kelelawar itu pun kembali terbang dan meninggalkan markas besar Arung guna mencari mangsa lain nya, kelelawar-kelelawar yang berhasil menangkap mangsa nya pun kembali ke goa-goa yang ada di tebing lembah nestapa untuk di jadikan santapan makhluk-makhluk tersebut nanti nya.
__ADS_1
Arung dan Kira pun di campakkan ke atas tumpukan mayat-mayat beast, lalu kedua bat vampir itu kembali mencari mangsa nya.
Kesadaran Arung pun kembali setelah tubuh nya secara otomatis memurnikan racun cakar kelelawar tersebut.
"Ugh......... "
"Dimana aku, gelap sekali tempat ini???" Gumam Arung lalu menggunakan mode mata kegelapan nya.
Ia pun terkejut saat mengetahui jika dirinya sedang berada di atas gunung yang terdiri dari tumpukan-tumpukan mayat beast-beast.
"Kira, seperti nya dia tidak memiliki imun untuk melawan racun kelelawar tadi, aku harus memberi nya pil naga,"
"Agar dia dapat bertahan..... " Ucap Arung lalu memberikan Kira Pil Naga, kemudian ia pun mulai memurnikan pil tersebut dengan cara mengalirkan tenaga dalam nya dari balik punggung Kira.
Darah hitam pun keluar dari dalam mulut Kira, kesadaran gadis bertanduk itu pun kembali.
"Uhuk........ "
"Uhuk........ "
"Uhuk........ " Suara batuk darah Kira.
"Ugh....... "
"Gelap sekali, aku tidak dapat melihat apa pun... " Ucap Kira.
Arung pun mengembalikan mode mata nya ke mode mata biasa nya kemudian mulai menyalakan sebuah bola berelemen cahaya yang menerangi tempat tersebut.
"Dimana kita saat ini Jendral???" Ucap Kira.
"Sepertinya kita berada di sarang kelelawar-kelelawar vampir, dan kita harus segera menemukan penawar racun buat mu,"
"Kau terkena racun cakar kelelawar... " Ucap Arung.
"Setahuku, racun itu dapat di tawarkan jika kita memakan kelelawar vampir itu Jendral." Ucap Kira yang mengetahui sedikit tentang ilmu racun.
"Kalau begitu, kita beruntung,"
"Ayo kita tangkap satu ekor kelelawar itu dan menjadikan nya sup.... " Ucap Arung.
"Baik Jendral..... " Ucap Kira White Dragon.
Mereka berdua pun mulai menuruni gunung tumpukan mayat tersebut dan mulai menelusuri lorong goa yang gelap tersebut dengan hanya di bantu penyinaran elemen cahaya milik Arung.
Tanpa mereka sadari mereka bukan nya berjalan menuju ke atas namun turun menuju ke bawah, tampak seluruh lorong goa tersebut kosong.
"Jendral, kenapa lorong ini begitu panjang namun tidak ada satu kelelawar pun di sini???" Tanya Kira.
"Sepertinya makhluk-makhluk itu semuanya sedang keluar dan mencari mangsa nya.... "
"Mangkanya lorong-lorong goa ini kosong, tapi aku yakin pasti ada beberapa dari makhluk-makhluk itu yang berjaga di sini... " Ucap Arung.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya