
Jingga Vampire dan rombongan nya pun melihat rombongan besar aliansi Jendral Naga yang hendak pergi menuju Menara Miring dari balik pepohonan.
"Tap......... "
"Tap.......... "
"Tap........... " Suara langkah kaki prajurit-prajurit aliansi Jendral Naga tersebut.
"Banyak sekali..... "
"Kekuatan pasukan nya setara dengan kekuatan aliansi, bagaimana mereka bisa mengumpulkan prajurit sebanyak ini,"
"Aku harus segera menghentikan nya, jika tidak aliansi Sanbon dalam masalah.... " Gumam Jingga Vampire salah satu murid dari Ratu Sanbon tersebut.
Para prajurit-prajurit pun terkejut melihat sejumlah besar pasukan yang hendak menyerang aliansi tersebut.
"Kalian semua berjaga di sekeliling ku, aku akan membinasakan rombongan pasukan itu dengan Jurus Ilusi Santet...." Perintah Jingga sambil memasang segel di tangan nya.
"Siap Komandan.... " Sahut prajurit-prajurit tersebut.
Para prajurit-prajurit pun mulai berjaga di sekitar Jingga Vampire. Murid Ratu Ilmu Hitam itu pun mulai mengeluarkan segel bintang segi enam lalu duduk di tengah-tengah segel tersebut.
Sebuah Segel bintang enam pun muncul di atas tanah, Jingga pun duduk di tengah-tengah nya dengan kedua tangan nya membentuk sebuah segel santet.
"Jurus Ilusi Santet....... " Gumam Jingga sambil memperkuat segel dengan kedua tangan nya.
Tiba-tiba saja seluruh rombongan aliansi jendral naga berhenti bergerak, beberapa prajurit di bawah komando Jingga pun terkejut saat melihat peristiwa tersebut.
Bersamaan dengan itu rombongan besar aliansi Jendral Naga pun berhenti, kemudian semua orang di dalam rombongan tersebut mulai mematung.
"Kenapa mereka tiba-tiba berhenti????"
"Jurus apa ini sebenarnya??? " Gumam Prajurit tersebut dari balik pepohonan tersebut.
Jiwa Jendral Naga dan yang lain nya pun terhisap ke dalam Dunia Ilusi Santet milik Jingga Vampire, mereka pun tiba di pinggiran sebuah pulau tropis di tengah-tengah samudra.
Cuaca sangat terik pada saat itu, ombak-ombak pun menerpa perlahan ke tepian pantai putih tersebut.
"Apa yang terjadi, dimana ini???" Ujar Jendral Dracule lalu melesat ke pinggiran pantai tersebut.
"Dash........ "
"Dash........ "
"Dash......... " Suara tapak kaki Jendral Dracule yang tengah melesat.
Kelima Komandan pun bergegas mendekati Jendral mereka.
"Apa yang terjadi???" Gumam Komandan Indah sambil melesat.
"Jendral, apa ini???" Tanya Komandan Zhafira dengan bingung.
"Kita sepertinya tidak sedang berada di Planet Kegelapan, ini dunia lain,"
"Laut di sini tidak beracun, tidak seperti laut di tempat kita.... "
"Heinz, Garo, cepat beritahu Jendral Naga dan Perdana Menteri.... " Perintah Jendral Dracule.
__ADS_1
"Siap Jendral..... " Jawab kedua Komandan sambil memberi hormat.
"Apa kami memasuki hutan angker di Pulau Black Skull ini???" Gumam Komandan Garo.
Beberapa menit kemudian Komandan Heinz pun tiba di depan kereta kencana yang di naiki oleh Jendral Naga saat ini.
"Jendral Naga..... "
"Jendral Naga..... "
"Sepertinya ada yang tidak normal di sini... " Ucap Komandan Heinz dengan panik.
"Tidak normal???"
"Kau itu yang tidak normal menganggu acara sempit-sempitan kami dengan Jendral Naga... " Gumam Selir Fika dari dalam Kereta Kencana.
"Benar, tadi kita berada di tengah-tengah hutan,"
"Kenapa sekarang kita bisa berada di tepian pantai???" Ujar Kira yang duduk di sebelah Komandan Yuri.
"Apa kita memasuki hutan angker???" Tanya Komandan Yuri.
"Hutan Angker???" Gumam Kira.
Mendengar kan perkataan Komandan Heinz, Jendral Naga pun keluar dari dalam kereta kencana tersebut.
"Krakkkk......... " Suara pintu kereta kencana yang terbuka.
"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Arung mendarat di atas tanah.
"Di mana kita, tempat ini bukan Planet Kegelapan,"
"Apa lagi penjara black skull.... " Ucap Jendral Naga dengan tenang.
Sambil membungkuk serta memberi hormat, Komandan Heinz pun menyampaikan amanah yang di berikan oleh Jendral Dracule kepadanya.
"Jendral Naga, Jendral Dracule menunggu kedatangan Jendral untuk membicarakan masalah ini.... "
"Silahkan ikuti saya.... " Ucap Komandan Heinz.
Jendral Naga hanya mengangguk lalu berbalik ke arah Komandan Yuri dan juga Kira, sementara itu kelima Selir di dalam kereta kencana tampak merengut.
"Padahal lagi mesra-mesra nya, aroma tubuh Jendral Naga pun sangat harum.... " Gumam Selir Fika dari dalam kereta kencana.
"Yuri, tolong jaga para selir selagi aku pergi... " Perintah Jendral Naga.
"Siap Jendral..... " Ujar Komandan Yuri.
Arung dan juga Komandan Heinz pun mulai beranjak ke tepian pantai setelah nya, tampak para prajurit-prajurit pun bingung dengan keadaan tersebut dan mengira saat ini mereka sedang berada di hutan angker.
"Kita kok bisa ada di sini ya???" Gumam Salah Satu Prajurit dengan bingung.
"Apa kita melewati hutan angker dan saat ini tersesat ke dalam dunia ghaib???" Ucap Prajurit lain nya yang mulai berasumsi yang tidak-tidak.
"Bisa jadi.... " Ucap Prajurit lain nya.
Beberapa saat kemudian Jendral Naga dan juga Perdana Menteri Max pun tiba di pinggiran pantai.
__ADS_1
Arung pun memandangi lautan luas di hadapan nya, ia pun jadi teringat dua istri nya yang saat ini masih terdampar di tengah-tengah Samudra Laut Naga Utara.
"Gimana kabar nya, Sonia dan Delayla yach???" Gumam Pendekar Don Juan tersebut.
"Ada yang aneh, Tiba-tiba saja kita semua berada di tempat ini???" Ujar Jendral Dracule sambil menunjuk ke arah lautan di hadapan nya.
Arung pun mulai curiga jika tempat tersebut adalah Dunia Jiwa.
"Tempat ini seperti Dunia Jiwa???" Gumam Arung.
"Aku seperti nya tau tempat apa ini, aku akan mengecek kebenaran nya... " Ujar Arung yang berniat memanggil Zephyr Nine Colour Snake.
"Jendral Naga mengetahui tempat apa ini???" Gumam Perdana Menteri Max.
"Tempat apa ini Jendral Naga???" Tanya Jendral Dracule dengan penasaran.
Arung pun memberikan bahasa isyarat dengan tubuh nya kepada Jendral Dracule agar bersabar untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaan tersebut.
"ZEPHYR NINE COLOUR SNAKE....... " Teriak Jendral Naga dengan jurus auman nya ke atas langit.
"Siapa yang di panggil oleh Jendral Naga.... " Gumam Ke Lima Komandan di belakang mereka.
Para prajurit-prajurit pun penasaran dengan tindakan sangat Jendral.
"Kenapa Jendral berteriak????" Gumam Salah Satu Prajurit.
Dari atas langit seekor Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan pun mulai muncul dan terbang melesat ke arah mereka, kemunculan Beast Dewa itu membuat semua orang di tempat tersebut terkejut kecuali Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Aurghhhhhh.......... " Suara raungan Ular Api Sembilan Warna Bertanduk Sembilan tersebut.
Jendral Dracule pun tampak panik dan hendak memerintahkan seluruh para prajurit-prajurit untuk segera bersiap melawan Ular Raksasa tersebut namun Arung mencegah nya.
"Tenang lah Jendral Dracule, dia adalah teman kita... " Sahut Jendral Naga dengan tenang.
"Teman.... " Gumam Jendral Naga dan juga Perdana Menteri Max.
Ular Api Sembilan Warna pun mulai menjelma ke wujud manusia beast nya lalu mendarat tepat di hadapan Jendral Naga.
"Dup.......... " Suara tapak kaki Zephyr saat mendarat di hadapan mereka bertiga.
Jendral Dracule dan yang lain nya pun semakin terkejut dengan kemiripan wajah mereka berdua.
"Apa....... "
"Bagaimana mungkin kembaran Jendral Naga bisa berada di tempat seperti ini???" Gumam Perdana Menteri Max.
Sementara itu Komandan Indah pun mulai salah paham dengan kemunculan Zephyr tersebut.
"Jendral Naga berasal dari Klan Naga,"
"Kembaran nya itu berasal dari Klan Ular, pantes saja Jendral Naga begitu play boy,"
"Pasti keturunan dari ayah nya..... " Gumam Komandan Indah yang mengira ayah nya Jendral Naga berselingkuh dengan Ular.
To be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1