Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Dewa Pencuri Part Ke Tiga


__ADS_3

"Ugh........... "


"Sial, kepiting-kepiting ini terus berdatangan, aku lelah banget...... " Ucap Delayla sambil menembakkan beberapa bola berelemen magnet ke arah Kepiting-kepiting cahaya itu.


Kepiting-kepiting cahaya tampak mengepung Kapal Layar Naga dari segala sisi, Ashiong dan Ashiang pun tampak sangat kelelahan saat menembakkan bola-bola berelemen petir ke arah Beast-Beast tersebut.


"Aurghhhhhhh........ "


"Aurghhhhhhh......... "


"Aurghhhhhhh......... " Raungan Beast-Beast Kepiting Cahaya sambil menembakkan bola-bola berelemen cahaya tersebut.


Serangan-serangan milik Delayla dan Kru nya pun berhasil mengenai Kepiting-kepiting Cahaya tersebut dan beberapa serangan lain nya mampu di tepis oleh makhluk-makhluk yang sedang melayang tersebut.


"Ashiang,...... "


"Cepat panggil, Sonia.... "


"Sepertinya aku sudah tidak kuat lagi menahan makhluk-makhluk ini..... " Teriak Delayla sambil terus menembakkan bola-bola berelemen magnet ke arah makhluk-makhluk tersebut.


"Siap Komandan..... " Ucap Ashiang lalu bergegas masuk ke dalam Kapal.


"Hah........ "


"Hah......... "


"Hah.......... " Suara nafas terengah-engah Ashiong.


"Capek banget...... " Keluh Ashiong sambil membungkuk kan tubuhnya dengan kedua tangan menopang di tempurung kaki nya.


Hujan pun terus mengguyur dengan deras Lautan Naga Utara tersebut, Kapal Layar Naga tampak terombang-ambing di atas permukaan laut tersebut.


Di langit di atas Kapal Layar Naga dan di sekitar nya di penuhi oleh Kepiting-Kepiting Cahaya yang terus menembakkan bola berelemen cahaya ke arah Kapal dengan beringas nya.


Bahkan beberapa makhluk-makhluk bercangkang putih tersebutpun menabrakkan tubuh nya pada Perisai Kultivasi Berelemen Magnet.


"Duakkk........ "


"Duakkk........ "


"Duakkk........ " Suara saat tubuh kepiting-kepiting cahaya itu ketika menabrak perisai Kultivasi Magnet.


"Aku ngantuk banget...... " Gumam Delayla lalu menengadah kan telapak tangan nya ke atas.


Beberapa tenaga dalam berelemen magnet pun muncul di atas nya dan membentuk beberapa Pedang Raksasa.


Ia pun mengayunkan tangan yang di angkat nya ke atas tersebut, sehingga Pedang-Pedang Berelemen Magnet itu pun melesat ke arah Beast-Beast Bercangkang Putih tersebut.


Pedang Magnet yang berputar-putar itu pun berhasil memotong tubuh beberapa Kepiting-Kepiting Cahaya tersebut.


-[Kembali Ke Hutan Di Pinggiran Kota Drake]-


Di atas salah satu pucuk pohon raksasa, Tiba-tiba saja Dewa Pencuri dan Ghost Dragon pun muncul di atas nya.

__ADS_1


"Blitzzzz.............. " Suara jurus teleportasi.


"Dup......... "


"Dup......... " Suara saat tapak kaki Dewa Pencuri dan Reia mendarat di atas salah satu dahan raksasa di puncak pohon tersebut.


Mereka berdua pun muncul tepat di depan Pedang Magma yang tertancap di dahan kayu tersebut.


"Bagaikan mengambil permen dari anak kecil, lihat lah Kunti.... "


"Pedang Pusaka di ranah alam Dewa......." Ucap Dewa Pencuri sambil mencabut Pedang Berwarna Kemerahan tersebut.


"Pedang yang sangat indah bos... "


"Bos memang hebat.... " Puji Kunti.


Di kejauhan tampak bola api berwarna kehijauan melesat ke arah mereka berdua, di belakang bola panas tersebut terlihat kelima jendral sedang terbang di belakang nya.


"Bos......... "


"Apa itu..... " Ucap Kunti sambil menunjuk ke arah bola hijau tersebut.


Dewa Pencuri pun menolehkan kepalanya ke arah bola hijau tersebut.


"Bocah-bocah itu seperti nya pintar juga.... " Gumam Dewa Pencuri lalu menatap ke arah Pedang Magma.


Sang Maestro pun mulai menyadari jika Pedang Magma telah di tandai oleh Token Pelacak.


"Pintar juga.... " Ucap Dewa Pencuri lalu mengayunkan lengan nya ke arah Pedang Merah tersebut.


Aura hijau pun keluar dari ujung Pedang tersebut, keluarnya aura hijau itu pun beriringan dengan lenyapnya bola kehijauan tersebut.


"Kunti, aku sudah lama tidak merenggangkan otot-otot ku yang kaku, aku akan bermain-main dengan mereka dulu.... "


"Kau hadapi saja Beast dari Klan Mata Elang, dia lah yang terlemah.... "


"Biar aku yang menghadapi keempat Naga lain nya.... " Ujar Dewa Pencuri lalu mulai mengayunkan Pedang Magma tersebut sambil memutar tubuh nya 360 derajat selama beberapa kali.


Sabit-sabit raksasa Berelemen magma panas pun melesat ke arah kelima jendral tersebut dengan jalur lintasan yang tidak beraturan namun memiliki target tetap.


Ada sekitar sepuluh sabit-sabit magma yang melesat, kelima jendral pun mulai terbang berpencar namun tidak terlalu berjauhan.


Jendral Kalijaga pun mulai memutar rantai dengan bola berduri nya ke atas bermaksud menahan serangan sabit berkekuatan Dewa tersebut.


"Dia memang Dewa pencuri..... "


"Salam perkenalan yang dahsyat.... " Gumam Jendral Kalijaga yang sedang memutar Senjata Suci Rantai Nebula Emas milik nya.


Setelah beberapa kali berputar bola berduri itu pun di lesatkan ke arah sabit-sabit magma yang tengah melesat tersebut.


Aura keunguan pun keluar dari dalam tubuh Jendral Kalijaga dan senjata sucinya tersebut. Bayangan Naga Ungu pun muncul di sekitar Rantai Nebula Emas tersebut.


Naga Ungu itu pun berhasil menahan dua serangan sabit-sabit magma berkekuatan Dewa tersebut.

__ADS_1


"Duarghhhh.............. " Suara ledakan yang dahsyat akibat kedua serangan yang saling beradu tersebut.


Jendral Kalijaga pun terpental jatuh ke dalam hutan yang di penuhi oleh Pohon-Pohon Raksasa tersebut.


"Kalijaga...... " Gumam Jendral Buton di kejauhan.


Jendral Buton pun mengumpulkan segenap tenaga dalam nya di dalam mulut nya, aura merah pun menyelimuti tubuh nya.


Dari dalam mulutnya pun muncul seberkas sinar laser berwarna kemerahan yang membuat lintasan kedua sabit magma bergeser dan menghantam hutan di bawah nya.


Ledakan dahsyat kedua pun terjadi, ketiga Jendral lain nya pun berhasil menahan serangan sabit-sabit magma tersebut dengan jurus andalan nya masing-masing.


"Duarghhhh.......... "


"Duarghhhh.......... "


"Duarghhhh.......... " Suara ledakan-ledakan dahsyat baik di langit maupun di dalam hutan.


"Dia kuat....... " Ucap Jendral Jagal sambil memegang Golok Naga Nafsu nya.


"Kita harus bersatu.... "


"Walaupun kita berlima dan dia berada di dalam tingkatan kultivasi yang sama namun perbedaan kekuatan tenaga dalam milik kita dan dia sangat berbeda jauh.... " Ucap Jendral Gumoong.


"Aku setuju..... " Ucap Jendral Buton.


Sementara itu di kejauhan tampak Ghost Dragon sedang melesat ke arah Jendral Mata Elang dan bermaksud melawan nya sesuai dengan perintah sang Bos.


"Aku harus menuruti apa yang maniak maling itu katakan, dia sangat kuat,"


"Bahkan dia lebih kuat dari pemilik asli tubuh ini...." Gumam Kunti sambil melesat.


Gadis Naga yang sedang di rasuki ketujuh Tetua Kunti itu pun mulai melesatkan serangan telapak tangan nya ke arah Jendral Mata Elang.


"Whussss....... "


"Whussss....... "


"Whussss........ " Suara hempasan angin saat Jendral Mata Elang menghindari serangan telapak tangan Kunti yang berelemen hantu tersebut.


"Dia cepat...... "


"Apa nya yang terlemah..... " Gumam Kunti sambil menghentikan serangan nya dan menatap tajam ke arah Jendral Mata Elang.


Kunti tidak mengetahui jika Jendral Mata Elang adalah Jendral dengan kecepatan paling tinggi di antara kelima Jendral tersebut.


"Siapa Naga Betina ini, klan nya..... "


"Seharusnya Klan Ghost Dragon sudah musnah, kenapa masih ada yang tersisa???" Gumam Jendral Mata Elang.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2