
Setelah berjalan seharian akhirnya Jendral Naga dan yang lain nya pun tiba di depan Gerbang Aliansi Naga.
"Fiuh..........."
"Akhir nya tiba juga, siapa ya yang membuat gerbang ini???"
"Pasti Jendral Dracule yang menyuruh nya....." Gumam Arung saat melihat dua buah tiang besar dengan ukiran Naga tersebut.
Menara miring sanbon pun terlihat di kejauhan, mereka pun mulai memasuki gerbang dengan ukiran Naga tersebut.
"Tap.............."
"Tap.............."
"Tap.............." Suara tapak kaki Arung dan yang lain nya.
Tak jauh dari tempat mereka terlihat juga beberapa prajurit sedang menunggangi kuda, ternyata Prajurit berkuda itu adalah prajurit patroli yang di komandoi oleh Komandan Indah.
"Jendral Naga....."
"Akhir nya Jendral Naga kembali...." Ucap Komandan Indah yang dapat mengenali sosok Pendekar Setengah Naga tersebut.
Wanita Cantik itu pun memacu kuda nya dan menghentikan nya tepat di hadapan Jendral Naga.
"Erghaaahhhhhh........" Suara ringkikan kuda saat Komandan Indah menghentikan nya.
"Komandan Indah....." Gumam Arung.
Dengan cepat Komandan Indah pun turun kemudian langsung memberikan hormat kepada sang Jendral.
"Silahkan naik, Jendral....."
"Uus, Dono......"
"Kalian turun lah......" Perintah Komandan Indah kepada beberapa prajurit berkuda.
"Siap ndan...." Sahut kedua prajurit tersebut lalu turun dari kuda.
"Indah....."
"Bagaimana kondisi Aliansi???" Tanya Arung.
"Semuanya dalam kondisi baik, Jendral..."
"Jendral Dracule dan Perdana Menteri Max terus menunggu kembali nya Jendral..." Ucap Komandan Indah.
"Kalau begitu, ayo kita segera kembali...." Perintah Arung lalu mulai menaiki kuda itu di sertai kedua selir.
"Ugh......"
"Wanginya......" Gumam Selir Keysha saat memeluk tubuh suami nya.
Kira dan juga Komandan Indah pun menaiki kuda lain nya, rombongan Jendral Naga pun mulai beranjak meninggalkan tempat tersebut.
"Komandan Indah, ternyata hari ini dia yang berpatroli...." Gumam Kira.
Sementara itu kedua prajurit berkuda lain nya tinggal di tempat tersebut dan hanya bisa berjalan kaki untuk kembali ke Aliansi.
"Mereka pergi, Us...."
"Kenapa mereka gak ada yang inget dengan kita ya...." Ucap Dono.
"Mungkin mereka gugup, Don..."
"Jendral Naga sudah kembali..."
"Katanya dia sangat kuat, Don....." Ucap Us.
__ADS_1
"Ya udah lah, Us....."
"Kalau gitu ayo kita kembali, nanti keburu gelap...." Ucap Dono.
"Apa boleh buat....."
"Namanya juga bawahan....." Sahut Uus.
Uus dan Dono pun mulai berjalan menuju Aliansi Naga, wajah kedua prajurit tersebut terlihat kecewa karena tidak ada satu pasukan berkuda pun yang mengajak mereka malahan langsung pergi begitu saja.
Sementara itu kabar mengenai telah di temukan nya kunci segel pun mulai menyebar di seisi Penjara Black Skull tersebut.
Aliansi Amazone, lantai teratas.
Tampak Komandan Frizka Zonbie dan kedua prajurit yang sebelum nya mengemban tugas menjelajahi Pulau Asteroid Kuno sudah tiba di hadapan sang Ratu Amazone.
"Lapor, Ratu...."
"Kunci Segel sudah di temukan oleh Jendral Naga." Ucap Komandan Frizka.
Seisi ruangan pun mulai ricuh saat mendengar berita tersebut.
"Kunci nya sudah ketemu, Syukurlah....." Gumam Salah Seorang Petinggi Aliansi Amazone.
"Bagus, akhir nya kita bisa keluar dari tempat terkutuk ini..." Ucap Ratu Amazone.
"Lapor, Ratu....."
"Ratu Titan Medusa mengundang Ratu untuk menghadiri rapat persiapan perang dengan Markas Sipir dua hari lagi di kediaman nya...."
"Dan juga Kata Kakek penjaga portal segel baru bisa hilang dalam kurun waktu satu bulan...." Ucap Komandan Frizka.
"Bagus, Firza segera adakan pesta perayaan besok di alun-alun..."
"Kita akan merayakan datang nya berita baik ini..." Ucap Ratu Amazon sambil tersenyum.
"Pesta......"
Raut para petinggi-petinggi Aliansi amazone pun mulai terlihat gembira.
Kembali ke Pendekar Setengah Naga tersebut, pada akhir nya mereka pun tiba di benteng Aliansi Naga.
Tampak lima orang Komandan sedang berjaga diatas benteng tersebut.
Keliman Komandan itu adalah Komandan Afar, Komandan Heinz, Komandan Garo, Komandan, Zhafira, dan juga Komandan Yuri.
"Jendral Naga, cepat buka gerbang nya...." Perintah Komandan Yuri.
"Jendral....." Gumam komandan-komandan lain nya.
Mendengar Perintah dari sang Komandan, prajurit pun mulai memutar roda untuk membuka gerbang tersebut.
"Yuri....." Gumam Arung saat menengadahkan kepala nya ke atas.
Gerbang pun mulai di buka, Arung dan yang lain nya pun mulai memasuki benteng Aliansi Naga tersebut.
Tampak jejeran prajurit di kiri dan kanan nya yang menundukkan kepala nya yang merupakan pertanda penghormatan.
"Tidak kusangka, para kriminal-kriminal ini hormat pada ku???"
"Ternyata........."
"Jendral Dracule mendidik nya dengan baik...." Gumam Arung.
Rombongan Arung pun terus berkuda menuju menara miring.
"Tap............"
__ADS_1
"Tap............"
"Tap............" Suara langkah kaki kuda.
Sementara itu di Markas Sipir, tampak Raja Black Phoncong dan juga Ratu Santet sedang berada di ruangan Jendral Voldemort.
Mereka berdua baru saja menceritakan seluruh kejadian mengenai hancurnya Aliansi yang mereka pimpin di dalam Penjara Black Skull.
"Ratu Ular itu ternyata sudah mulai bergerak, pasti dia memiliki sebuah siasat....??"
"Kalian berdua tenanglah, aku akan membantu kalian membentuk kembali Aliansi kalian...."
"Aku akan mengirimkan mata-mata ke Aliansi X Rate dan juga ke Aliansi lain nya...."
"Baru setelah itu kita buat rencana untuk membentuk Aliansi kalian kembali...." Ucap Jendral Voldemort.
"Baik Jendral...." Seru kedua mantan pimpinan Aliansi tersebut.
"Kestabilan antar kriminal harus tetap terjaga di dalam Penjara......"
"Armenia...." Ucap Jendral Voldemort.
Seorang Pemuda pun membuka pintu ruangan tersebut.
"Siap Jendral, apa yang harus saya lakukan...." Ucap Armenia Vampire.
"Armenia, pimpin divisi mata-mata untuk menyelidiki keadaan politik aliansi-aliansi di dalam Penjara.. .." Perintah Jendral Voldemort.
"Memata-matai Aliansi...???" Gumam Armenia.
Armenia lalu melirik kesamping nya tampak dua orang pimpinan Aliansi sedang duduk menghadap Jendral Voldemort.
"Seperti nya sesuatu terjadi di dalam Penjara...." Gumam Armenia.
"Siap Jendral......" Ucap Armenia.
Armenia pun mulai keluar dari dalam ruangan tersebut, Komandan Sipir ini sedikit bingung melihat kedua pimpinan Aliansi aliran sesat sedang berdialog dengan kepala sipir.
"Kenapa Jendral tampak begitu akrab dengan kedua pimpinan Aliansi sesat itu???"
"Apakah mereka berkomplot....???" Gumam Armenia Vampire sambil berjalan di dalam lorong Markas Sipir.
Setelah itu Armenia dan Prajurit-Prajurit divisi mata-mata pun mulai memasuki Penjara Black skull guna Memata-matai aliansi-aliansi yang ada.
Tak lama kemudian Ratu Buaya pun memasuki ruangan Voldemort, dia mulai cemburu saat melihat Ratu Sanbon yang duduk di depan Suaminya itu.
"Voldemort, makan siang sudah siap...."
"Mari kita makan....." Ucap Ratu Aona dengan penuh kelembutan.
"Aona......"
"Baiklah, Ratu Sanbon, Raja Phoncong....."
"Istriku sudah selesai menyiapkan makan siang buat ku, kalian berdua anggap saja Markas ini seperti rumah kalian sendiri....." Ucap Jendral Voldemort lalu mulai bangun dan beranjak pergi dari ruangan tersebut.
"Sejak kapan dia menikah???"
"Lagian kok ada cewek cantik yang mau sama dia???"
"Dia pasti pakek Ajian Jaran Goyang...." Ucap Raja Black Phoncong.
"Tidak Raja Black Phoncong, dia menggunakan cincin pelet...."
"Selama Wanita itu mengenakan cincin itu, dia akan selama nya melihat sosok Jendral Voldemort seperti sosok laki-laki idaman nya...." Ucap Ratu Sanbon.
"Oooo......"
__ADS_1
"Aku kira dia sudah menguasai ajian jaran goyang, ngomong-ngomong di mana ada dukun yang jual cincin kayak gitu, Ratu???" Tanya Raja Black Phoncong.
"Cari aja sendiri.........." Seru Ratu tanpa ekspresi tersebut.