
Tampak Putri Akasia Naga dan kedua beast peliharaan nya itu saat ini sedang sarapan pagi di ruang tengah Mansion nya, selesai makan nanti mereka bertiga pun berencana untuk keluar dari dalam bola ruang tersebut dan kembali berpesta.
Pada saat ini Putri Akasia Naga dan kedua Beast belum tahu jika Kapal Layar yang mereka naiki sudah hancur berkeping-keping di hantam badai.
"Yummmy..... "
"Yummmyy...... "
"Paha ayam geprek ini memang enak sekali, lezat.... "
"Kau memang pinter memasak, Putri... " Ungkap Udin si Ayam Cemani sambil terus melahap ayam geprek tersebut.
Sementara itu Putri Akasia Naga dan juga Biawak Emas sampai terpelongo melihat kelakuan Ayam Cemani yang makan dengan lahap nya tersebut.
"Padahal aku hanya ingin mengetes, Udin.... "
"Apa dia akan memakan bangsa nya sendiri....???"
"Ternyata bener-bener dimakan nya, apa dia gak tau kalau ayam geprek itu ku buat dari ayam cemani...???" Gumam Putri Akasia Naga yang heran dengan kelakuan si Udin.
"Udinn...... "
"Udinnn..... "
"Masak ayam makan ayam... " Ucap Doyok si Biawak Emas.
Udin tetap lahap memakan sebangsanya, tak lama kemudian Ayam dengan bulu hitam di seluruh tubuh nya itu pun mulai menjawab statemen miring yang di ucapkan oleh Doyok sebelum nya.
"Biasa itu Yok.... "
"Kamu aja juga makan ayam juga.... " Ucap Udin si Ayam Cemani.
"Aku jika membayangkan memakan daging Naga... "
"Bisa muntah aku, kenapa si Udin bisa nyantai gitu dia.... "
"Kayak gak ada perasaan bersalah gitu.... " Gumam Putri Akasia Naga.
"Aku kan Biawak, gak mungkin kan makan Biawak.... "
"Masak Biawak makan Biawak...." Ucap Doyok yang berusaha menganalogikan bahasa nya sebelum nya.
"Benar, din.... "
"Itu kan daging ayam geprek yang kubuat dari ayam cemani juga.... "
"Masak ayam makan ayam...." Ucap Putri Akasia Naga keceplosan.
Udin si Ayam Cemani pun berhenti makan setelah tahu kalau daging ayam yang sedang di makan nya itu adalah Ayam Cemani juga, bukan ayam dari ras beast lain nya.
"Sepertinya dia dari tadi tidak sadar jika yang di makan nya itu adalah daging Ayam Cemani, bukan daging ayam dari raa beast lain nya....... "
"Makanya dia makan dengan begitu lahap... " Gumam Putri Akasia Naga.
"Sebentar lagi dia pasti kesedek... " Gumam Biawak Emas lalu mulai senyam-senyum sendiri.
"Aha....... "
"Pantes aja enak..... "
__ADS_1
"Ternyata daging ayam cemani.... " Ungkap Udin si Ayam Cemani lalu kembali makan dengan lahap nya.
Mendengar perkataan dari si Udin, Putri Akasia dan juga Biawak Emas pun menjadi kesedek.
"Uhukkk...... "
"Uhukkk...... " Suara kesedek Biawak Emas dan Putri Akasia.
"Dasar binatang.... "
"Oh iya ya..... "
"Si Udin kan mang binatang.... " Gumam Putri Akasia lalu mulai mengambil segelas air putih dan meminum nya.
"Glekkkk...... "
"Glekkkkk..... "
"Glekkk........ " Suara saat Putri Akasia Naga meneguk air putih.
"Oh iya, Yok.... "
"Tadi ada taik cicak jatuh di ayam geprek ku, rasanya malah tambah enak.... "
"Cobain, Yok..... " Ucap Ayam Cemani.
Mendengar ucapan dari Ayam Cemani, Putri Akasia pun kembali memuncratkan air putih yang baru saja di minum nya kearah Udin.
"Uhukkkk...... "
"Uhukkkk...... " Suara kesedek Putri Akasia.
"Putri, kau jorok banget masak memuntahkan air ke wajah ku, "
"Liat nih ayam geprek ku basah semua nya, tapi tak apalah.. " Ucap Udin lalu mulai memakan kembali ayam geprek nya.
Biawak Emas dan juga Putri Akasia Naga hany bisa msnggeleng-gelengkan kepala nya saja melihat kelakuan Udin si Ayam Cemani.
Beberapa menit kemudian, di luar bola ruang.
Setelah selesai sarapan pagi Putri Akasia Naga dan juga kedua beast peliharaan nya pun keluar dari dalam bola ruang tersebut.
"Dup........ "
"Dup........ "
"Dup........ " Suara tapak kaki Putri Akasia Naga dan kedua beast peliharaan nya saat mendarat di sebelah bola ruang.
Cuaca pun sangat cerah di pinggiran pantai pulau penjara kuno tersebut. Ketiga nya pun bengong saat berada di luar tempat tersebut, mereka bingung kenapa mereka tidak berada di dalam bilik kapal layar.
"Putri...... "
"Dimana kita....??? " Tanya Biawak Emas.
Sang putri pun tidak langsung menjawab pertanyaan Biawak Emas, dia pun mulai mengamati ke sekelilingnya.
"Sepertinya kita ada di pinggiran pantai, Yok.... "
"Tapi kok kita bisa ada di pinggiran pantai ya.... "
__ADS_1
"Ini aneh sekali.... " Ucap Putri Akasia Naga.
"Bos...... "
"Coba aku liat kita ada di mana saat ini.... " Ucap Udin si Ayam Cemani lalu mulai mengepak-ngepakkan sayap nya dan terbang ke langit.
Ayam Cemani pun terbang semakin tinggi lalu ia menabrak seberkas perisai hitam yang muncul di langit lalu terjatuh kedalam laut.
"Udiiiinnnn........ " Ucap Putri Akasia Naga yang khawatir saat hewan peliharaan nya jatuh.
"Bos Put, sepertinya ada sebuah perisai yang tidak membiarkan Udin terbang di pulau ini.." Ucap Biawak Emas.
Sementara itu Udin si Ayam Cemani pun mulai keluar terbang dari dalam laut menuju ke pinggiran pantai.
"Aku akan mengecheck nya dulu, Yok.. " Ucap Putri Akasia Naga lalu mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya kemudian mulai menembakkan beberapa bola energi berelemen emas ke langit.
Bola-bola berelemen emas itu pun menabrak perisai dilangit sehingga terjadilah beberapa ledakan di langit.
"Ughhhh...... "
"Kepala ku sakit kali, kayak abis di tabrak sama gajah... "
"Masang perisai kok gak pakek rambu tanda bahaya... " Ujar Udin.
"Sepertinya seluruh pulau ini di selimuti oleh sebuah perisai, apakah ada Pendekar tingkat tinggi yang sedang ber kultivasi di sini...??? Ucap Putri Akasia Naga.
" Sebaiknya kita pergi mengecheck nya, Bos Put.... "
"Tapi kita kok bisa ada di sini yah....??? Ungkap Doyok si Biawak Emas.
" Nanti kita pikirkan, ayo kita cari tahu bagaimana cara nya keluar dari dalam pulau ini dulu... "
"Udinnn, mode kuda tunggangan.... " Ucap Putri Akasia Naga.
"Baik Bos Put..... " Ucap Udin kemudian mulai menjelma ke wujud kuda tunggangan.
Ayam Cemani merupakan beast tipe sihir, ia pun merubah tubuh nya menjadi besar sehingga bisa di tunggangi oleh Putri Akasia, sebuah pedal dudukan pun muncul di punggung nya.
Putri Akasia pun mulai naik keatas punggung Kuda tunggangan nya di ikuti oleh Biawak Emas sesudah nya.
"Din..... "
"Jalan.. " Perintah Putri Akasia kepada beast peliharaan nya itu.
"Siap bos que...... " Jawab Udin si Ayam Cemani.
"Budak, jangan kencang-kencang ya jalan nya... "
"Sakit ni perut.... " Ledek Biawak Emas.
Ayam Cemani pun mulai berjalan memasuki hutan tropis tersebut, tampak hutan nya begitu lebat.
"Pendekar seperti apa yang bisa memasang perisai kultivasi sekuat ini yach??? "
"Sebaik nya aku mencari tahu.... " Gumam Putri Akasia Naga.
"Tap....... "
"Tap....... "
__ADS_1
"Tap....... " Suara langkah kaki Ayam Cemani.