Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Ratu Sanbon Part Ke Tiga


__ADS_3

Sementara mereka tertawa, sebuah paku besar pun muncul dari balik punggung mereka serta melayang, Paku-paku itu pun menusuk punggung seluruh prajurit-prajurit maupun tawanan-tawanan yang ada di sekitar menara Miring tersebut.


"Jlebbbb.......... "


"Jlebbbb.......... "


"Jlebbbb.......... " Suara saat paku-paku tersebut berhasil menembus punggung prajurit-prajurit dan tawanan-tawanan tersebut.


"Akhhhh.......... "


"Akhhhh.......... "


"Akhhhh........... " Teriak kesakitan prajurit-prajurit dan tawanan-tawanan tersebut lalu tewas.


Raut wajah ceria mereka sebelumnya pun mulai berubah drastis sembilan puluh derajat, darah pun tampak mengalir dari dalam mulut mereka masing-masing.


"Jurus a....a....apa ini........ " Ujar salah satu prajurit itu lalu roboh dan tersungkur jatuh ke atas tanah dengan sebuah paku raksasa menancap di punggung nya.


"Brukkkkk........... "


"Brukkkkk............ "


"Brukkkkk............ " Suara roboh nya para prajurit-prajurit dan tawanan-tawanan lain nya yang ada di tempat tersebut.


Ratu Sanbon pun hanya tersenyum tipis melihat para prajurit- prajurit dan tawanan-tawanan yang sedang tertelungkup di atas tanah tersebut dengan sebuah paku raksasa menancap di punggung nya.


"Hah....... "


"Hah....... " Suara nafas sekarat salah satu prajurit.


Ratu Sanbon pun mulai memasuki menara Miring, di lantai dasar tampak beberapa prajurit-prajurit kelihatan heran melihat kedatangan sang Ratu Ilmu Hitam tersebut.


"Siapa dia....???" Gumam Salah Satu Prajurit Wanita tersebut.


"Jika ada yang berani menghalangi jalan ku, kalian akan mati...... " Ujar Ratu Sanbon dengan wajah yang serius.


Salah seorang prajurit yang baru tiba dari luar pun tampak panik melihat puluhan tubuh-tubuh tak bernyawa dengan sebuah paku tertancap di punggung nya.


"Dia telah membunuh seluruh prajurit di luar.... " Teriak Prajurit tersebut lalu mengayunkan golok vampire nya ke arah Ratu Sanbon dengan penuh kebencian.


Sebuah asap hitam berelemen hantu berbentuk hantu berwarna hitam pun muncul dan melesat kemudian menembus tubuh prajurit yang mengarahkan serangan nya kepada Ratu Ilmu Hitam tersebut.


"Hussss........... " Suara hempasan angin saat Hantu Hitam itu menembus tubuh Prajurit tersebut kemudian menghilang.


"Akhhhh........... " Teriak prajurit tersebut lalu dari bola mata nya pun mulai mengeluarkan darah merah yang tiada henti-henti nya.


Tak lama berselang prajurit itu pun tewas seperti keracunan dengan mulut mengeluarkan bisa putih dan mata mengalirkan darah.


"Brukkkkkk....... " Suara saat tubuh Prajurit tersebut tersungkur jatuh ke lantai lobi.


Komandan Vei yang melihat kejadian itu pun bangun dari kursi nya, vampire itu pun marah lalu mengeluarkan Pedang Kegelapan milik nya.


"Kurang ajar....... "


"Berani sekali kau membunuh anak buah ku...." Teriak Komandan Vei lalu melesat ke arah Ratu Sanbon dengan jurus langkah petir nya.


"Dashhh....... "


"Dashhh....... "


"Dashhh........ " Suara lesatan tapak kaki Komandan Vei.


Dengan niat membunuh yang begitu besar nya, sang Komandan itu pun menyerang Ratu Sanbon yang kini ada di hadapan nya tersebut.


"Swinggg....... " Suara ayunan Pedang Kegelapan yang di balut oleh elemen kegelapan murni saat menebas tubuh Ratu Sanbon yang kemudian berubah jadi asap hitam.


"Whatssss......... " Ucap Komandan Vei dengan terkejut.

__ADS_1


Asap hitam pun terbang ke balik punggung Komandan Vei dan menjelma kembali ke wujud Ratu Sanbon.


"Ilmu Hitam........ "


"Itu pasti ilmu aliran sesat..... " Ucap Salah Seorang Prajurit.


Prajurit-prajurit lain nya pun tidak ada yang berani mendekat, Ratu Sanbon pun kembali menusukkan paku ke kepala boneka voodoo nya dari balik punggung Komandan Vei.


Bersamaan dengan itu, sebuah paku besar pun muncul dan menembus tempurung kepala Komandan Vei yang menewaskan nya seketika itu juga.


"Jlebbbb........... " Suara paku besar saat menembus tempurung kepala Komandan Vei.


"Brukkkk........... " Suara saat tubuh Komandan Vei jatuh tersungkur ke lantai dengan kepala tertusuk paku.


Darah pun mengalir dari kepala Komandan Vei dan membasahi lantai.


Prajurit-prajurit lain nya pun mulai ketakutan dengan kengerian jurus-jurus yang dimiliki oleh Ratu Sanbon, salah seorang prajurit pun berlari ke arah tangga berniat memberikan informasi kepada Tuan Fang mengenai peristiwa tersebut.


"Aku harus memberitahu Tuan Fang.... " Gumam Prajurit tersebut.


Di dalam menara miring tersebut tiap lantai memiliki sebuah lobi besar berbentuk lingkaran.


"Ada lagi...... " Ucap Ratu Sanbon sambil melirik ke sekitar nya.


Prajurit-prajurit yang ada di sekitar lobi itu pun tidak ada yang berani melawan nya, kecuali beberapa prajurit yang amat setia kepada Komandan Vei.


"B*jingan........ "


"Kau telah membunuh Komandan kami, kau harus menemaninya di alam baka...... " Teriak Prajurit tersebut lalu menerjang ke arah Ratu Sanbon di ikuti sepuluh prajurit lain nya.


"He...... "


"He...... " Tawa kecil Ratu Sanbon.


Sebelas asap hitam berelemen hantu berwujud hantu pun keluar dari tubuh Ratu Sanbon kemudian menerjang ke arah ke sebelas prajurit tersebut.


"Akhhhh........ "


"Akhhhh......... "


"Akhhhh......... " Teriak kesebelas prajurit tersebut lalu tewas seketika.


"Brukkkk......... "


"Brukkkk.......... "


"Brukkkk........... " Suara saat tubuh kesebelas prajurit tersebut jatuh tersungkur ke lantai.


Tampak prajurit-prajurit lain nya gemetaran setelah melihat peristiwa tersebut, Ratu Sanbon pun mulai berjalan menuju ke lantai berikut nya.


Beberapa Prajurit yang berjaga di depan tangga pun mulai menjauh dan memberikan jalan kepada sang Ratu Ilmu Hitam tersebut.


"Tap.......... "


"Tap........... "


"Tap............ " Suara langkah kaki Ratu Sanbon saat menaiki anak tangga.


-[Kembali Ke Jendral Naga dan Kelima Selirnya yang cantik]-


"Duk...... "


"Duk...... "


"Duk....... " Suara tapak kaki keenam kuda yang sedang menarik kereta kencana.


Tampak Komandan Yuri dan juga Kira sedang duduk di kursi kusir, sementara itu Jendral Naga berada di dalam kereta kencana sambil bersempit-sempitan dengan kelima Selir Cantik nya.

__ADS_1


"Gimana Jendral, apakah sempit.... " Tanya Selir Nora dengan genit.


Selir Keisha pun hanya mengerlingkan mata nya kepada Jendral Naga.


"Enggak apa-apa, Nora.... "


"Aku nyaman kok, walau sedikit sempit.... " Ujar Arung.


Saat ini Arung duduk di tengah-tengah dan di kelilingi oleh Selir Nora dan Selir Fika di kedua sisi nya.


Selir Helena, Selir Hana, dan juga Selir Keisha duduk di depan nya.


"Nora dan Keisha enak, mereka saat ini sudah menjadi istri sah Jendral,"


"Nah aku, masih aja jendess...... "


"Saat ini Jendral sudah lebih waspada, kapan aku bisa menjebak nya.... " Gumam Selir Fika.


Selir Keisha pun mengeluarkan sebotol jus pokat penambah energi dari dalam cincin ruang milik nya.


"Suami ku, kau gak haus.... "


"Minumlah.... " Ujar Wanita Cantik itu sambil menyodorkan sebotol jus pokat tersebut.


"Ia Suami ku, minumlah Jus ini.... "


"Biar nanti kau siap untuk berperang.... " Ujar Selir Nora dengan genit.


Sementara itu wajah ketiga Selir lain nya tampak cemburu.


"Enggak..... "


"Sebelum berangkat aku udah minum banyak tempat Jendral Dracule.... " Ucap Arung yang tidak berani meminum atau memakan pemberian para Selir tersebut.


Selir Nora pun mulai mendekatkan dirinya kepada sang Jendral, buah pepaya nya pun menekan bahu sang Jendral dari arah samping.


"Tenang aja Jendral, gak ada racun kok di dalam sini.... " Ujar Selir Nora.


Arung hanya tersenyum dan tetap menolak nya dengan halus, Selir Keisha pun kembali menyimpan sebotol jus itu kembali kedalam cincin ruang milik nya.


"Mereka kira kita mau piknik apa, apa mereka gak tau seberapa berbahayanya perang ini???"


"Memang mereka berpikir kita akan berperang di atas kasur, apa.... "


"Kenapa yang ada di otak mereka hanya kasur.....kasur.....dan kasur aja???" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


Helena pun berpura-pura menjatuhkan cincin nya ke bawah, ia pun kemudian menunduk untuk mengambil cincin tersebut.


Dua buah belahan gunung kembar pun tidak sengaja terlihat oleh Arung namun sengaja di tampilkan oleh Selir Cantik tersebut.


"Dasar helena...... " Gumam Arung lalu memalingkan wajah nya dan melihat ke arah jendela kereta.


Rombongan Aliansi yang baru terbentuk itu pun masih dalam perjalanan menuju menara miring, tampak para prajurit-prajurit berjalan di belakang dengan antusias dan penuh semangat.


Jendral Dracule pun masih duduk bersimpuh di atas atap Kereta Kencana sambil memegang Sabit Bulan Hitam nya.


"Huft............ " Suara helaan nafas panjang Jendral Dracule.


"Kira-kira Jendral Naga mampu gak ya ngalahin Ratu Santet itu, jurus-jurus nya sangat aneh..... "


"Aku pun belum pernah melihat langsung Ratu Santet itu bertarung, tapi melihat tubuh bawahan nya saja sudah ngeri.... " Gumam Jendral Dracule.


Yang dimaksud dengan bawahan oleh Jendral Dracule adalah Ksatria Sanbon yang kini tertangkap oleh mereka dan sedang di tawan di salah satu kereta tawanan di belakang barisan prajurit-prajurit tersebut.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2