
-[Di Dasar Samudra Hitam]-
Saat ini mereka berempat sedang menyelam di dasar samudra yang gelap dan sangat beracun tersebut.
"Wah..... "
"Ternyata Benua sebelum nya itu berada di dasar lautan ya, rahasia-rahasia apa lagi sih yang ada di dalam dunia ini?" Gumam Shayla Tiger sambil berenang dengan mode mata kegelapan milik nya tersebut.
"Ugh...... "
"Sudah 1000 tahun berlalu namun mode mata api ku belum hilang juga, aku sebaiknya mengalahkan Naga Api saat aku memiliki kesempatan nanti nya." Gumam Arung sambil berenang mengikuti hawa keberadaan yang lain nya.
Mereka berlima pun mulai berenang dengan cepat di dalam samudra hitam yang di penuhi dengan racun tersebut.
"Gilmore, tunggulah,"
"Aku akan segera datang.... " Gumam Ratu Adrienne.
"Ugh..... "
"Padahal aku berniat mencari bola-bola ber elemen tersebut agar segera bisa keluar dari dalam dunia ini, tapi seperti nya aku dan Naga Bodoh itu terjebak ke dalam pusaran kekacauan ini." Gumam Rayla Poison Snake.
"Setelah kekuatan ku cukup, aku akan membunuh mu Pengkhianat." Gumam Ratu Adrienne yang saat ini menggunakan mode mata kegelapan nya.
"Padahal aku ingin berlibur ke Danau Vampir setelah keluar dari sini bersama Suamiku dan yang lain nya, tidak kuduga Dunia Persilatan saat ini sedang kacau." Gumam Dhieng Vampir yang saat ini juga menggunakan mode mata kegelapan nya.
-[Kembali Ke Ibu Kota Kerajaan Darah Merah]-
Pagi hari nya.
Tampak Gilmore Vampir saat ini sedang bertarung dengan sengit, Pedang-Pedang Iblis Hitam beruntun menyerang nya dari berbagai sisi.
"Tring......... "
"Tring......... "
"Tring......... " Suara saat Pedang-Pedang tersebut saling beradu.
Tetua Gilmore pun menembakkan beberapa tembakan bola ber elemen kegelapan murni ke arah ketiga Jendral Musuh tersebut.
"Slasshhh.. .. "
"Slasshhh..... "
"Slasshhh...... " Suara saat Pedang-Pedang Iblis Hitam tersebut membelah serangan-serangan bola-bola berelemen kegelapan murni tersebut.
"Sekarang saat nya... " Teriak Vladmira.
Mereka bertiga pun mulai melesat terbang dengan cepat kemudian mulai menebas tubuh Tetua Gilmore secara bergantian dari berbagai penjuru.
"Akkkhhh....... "
"Akhhhh......... "
"Akhhhh......... " Teriak Gilmore Vampir kemudian mulai oleng dan terjatuh ke atas tanah.
"Brukkkk......... " Suara saat tubuh Tetua Gilmore oleng dan jatuh ke atas tanah.
__ADS_1
Vladmira dan kedua jendral lain nya pun mulai mendarat di dekat tubuh Tetua Gilmore yang telah terjatuh dan cedera parah akibat pertarungan sebelum nya tersebut.
"Menyerah lah Tetua." Ucap Vladmira sambil menghunuskan Pedang Iblis Hitam milik nya ke arah leher Ratu Kerajaan Darah Merah tersebut.
"Cuih........ " Suara saat Tetua Gilmore mulai meludah ke wajah Vladmira.
Vladmira pun mulai terpancing emosi nya dan mulai mengayunkan Pedang Iblis Hitam nya ke arah leher Tetua Gilmore, berniat memenggal leher Ratu Kerajaan tersebut.
"Aku sudah siap." Gumam Ratu Gilmore.
"Slasshhh....... " Suara saat Pedang Iblis Hitam menebas angin kosong.
Tiba-tiba saja Tetua Gilmore sudah tidak ada di tempat nya lagi, ia menghilang begitu saja dalam sekejap.
"Kemana dia?" Gumam kompak ketiga Jendral Musuh tersebut sambil mengamati ke sekeliling nya.
Ternyata Arung dan yang lain nya telah tiba di tempat tersebut, dengan cepat Arung langsung berteleport sebanyak dua kali dan menyelamatkan Tetua Gilmore di saat-saat yang paling kritis tersebut.
"Arung, Rayla.... "
"Syukurlah kalian masih hidup." Ucap Tetua Gilmore.
"Kau bisa terbang sendiri Gilmore?" Tanya Arung.
"Bisa Arung." Jawab Gilmore.
Jendral Cantik itu pun mulai melayang di sebelah Arung dan yang lain nya, alur peperangan tersebut pun mulai berubah drastis sejak kedatangan Pendekar-Pendekar tersebut.
"B*jingan mereka sampai membuat salah satu kerabatku sampai seperti ini." Gumam Ratu Adrienne.
Vladmira dan yang lain nya mulai menengadahkan kepala nya ke atas, raut wajah mereka pun menjadi pucat saat mengetahui ranah ke empat Gadis Cantik tersebut.
"Dhieng?" Ucap Catur.
"Siapa ke tiga Gadis lain nya." Ucap Meysi.
"Gawat, kita bertiga bukan lah lawan nya, sebaik nya kita pergi dari sini." Ucap Vladmira.
Mereka bertiga pun mulai melarikan diri dari medan peperangan tersebut.
"Whusss........... " Suara hempasan angin saat ketiga Jendral Musuh tersebut mulai terbang meninggalkan medan peperangan tersebut.
"B*ngsat aku tidak akan membiarkan kalian lari dari sini, Arung ayo." Perintah Ratu Adrienne.
"Baik Ratu... " Ucap Arung.
"Sebaiknya aku juga ikut membantu Ratu." Gumam Dhieng.
Dhieng, Ratu Adrienne dan juga Arung mulai mengejar ketiga Jendral Musuh tersebut, sementara itu Rayla, Shayla, dan juga Tetua Gilmore mulai turun ke medan tempur untuk menghabisi Prajurit-Prajurit Kekaisaran Vampir tersebut.
"Ayo Shayla, kita bantu Gilmore menghabisi Prajurit-Prajurit Vampir tersebut." Perintah Rayla.
"Baik Mama Rayla." Ucap Shayla.
"Terima Kasih Rayla." Ucap Tetua Gilmore.
Mereka bertiga pun mulai melesat terbang ke medan tempur yang ada di bawah nya dan mulai menghabisi satu persatu Prajurit-Prajurit Vampir tersebut.
__ADS_1
"HYATTTTT......... " Teriak Shayla sambil mengeluarkan Pedang Iblis Hitam milik nya.
"Gadis Vampir ini begitu bersemangat nya di medan tempur pertama nya ini." Gumam Rayla sambil mengeluarkan Pedang Racun milik nya.
"Dengan bantuan mereka berlima aku yakin kita bisa memenangkan Peperangan ini." Gumam Tetua Gilmore sambil tersenyum kecil.
"Gawat...... "
"Para Jendral sudah kabur." Gumam salah satu Komandan Kekaisaran Vampir tersebut.
Mental Prajurit-Prajurit Kekaisaran Vampir pun mulai merosot karena kaburnya Pemimpin-Pemimpin mereka tersebut, para Prajurit-Prajurit Kerajaan Darah Merah pun mulai mengamuk dan turun dari benteng perbatasan tersebut.
"HYATTTTT............ " Teriak Prajurit-Prajurit Kerajaan Darah Merah tersebut.
Bentrokan yang dahsyat pun kembali terjadi di depan Benteng Pertahanan Ibu Kota Kerajaan Darah Merah tersebut.
"Akkhhh........... "
"Akhhhh............ " Teriakan pilu Prajurit-Prajurit yang tersabet Pedang Iblis Hitam milik Shayla.
"Siapa wanita ini, kultivasi nya sangat mengerikan." Ucap Salah Satu Prajurit Musuh tersebut.
"Mereka terlalu lemah untuk menjadi lawan ku." Gumam Shayla sambil kembali menerjang ke arah musuh-musuh nya tersebut.
"Slasshh....... "
"Slasshh........ "
"Slasshh........ " Suara saat Pedang Iblis Hitam memotong-motong tubuh Prajurit-Prajurit Vampir tersebut.
Rayla yang melihat dari kejauhan pun terkejut dengan kesadisan anak asuh nya tersebut.
"Slasshhh........ "
"Slasshhh........ "
"Slasshhh........ " Suara saat Pedang Racun memenggal kepala-kepala Vampir tersebut.
"Shayla, sepertinya begitu menikmati nya." Gumam Rayla Poison Snake dari kejauhan.
Di tempat lain nya tampak Tetua Gilmore sedang menghadapi beberapa Komandan Musuh.
"Tring........... "
"Tring........... "
"Tring........... " Suara saat Pedang Darah Merah beradu dengan senjata-senjata suci milik para Komandan tersebut.
Tetua Gilmore pun mulai menembakkan beberapa Bola-Bola Berelemen Kegelapan Murni ke arah Komandan-komandan tersebut.
"Duargh........ "
"Duargh........ "
"Duargh........ " Beberapa suara ledakan saat Bola-Bola Berelemen Kegelapan Murni tersebut mulai menghanguskan tubuh para KomandanKomandan-Komandan tersebut.
"Syukur lah, kukira hari ini adalah hari berakhirnya sejarah panjang Kerajaan Darah Merah ini." Gumam Tetua Gilmore kemudian mulai kembali menerjang ke arah musuh-musuh nya tersebut.
__ADS_1
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.