Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Benua Naga Part Ke Dua.


__ADS_3

-(Kembali Ke Laut


Naga Timur yang tengah bergejolak)-


Sekoci kecil


dengan sebuah layar itu pun berlayar di tengah badai laut yang ganas, Sang


Ghost Dragon tampak tertidur di atas sekoci kecil tersebut. Sementara itu Dewa


Pencuri duduk di atas balok layar sambil mengamati kesekeliling nya.


Petir-petir yang


awalnya biru berubah menjadi halilintar merah yang menandakan era pahlawan akan


segera di mulai di keempat Benua Naga tersebut.


“Jderrr...........”


“Jderrr...........”


“Duarghhhh........”


Suara sambaran-sambaran halilintar merah dan ledakan dahsyat di permukaan laut


yang bergelombang besar tersebut.


“Tidak hanya satu


halilintar merah yang muncul tapi ada banyak, sepertinya era pahlawan akan


segera di mulai di keempat Benua Naga ini,”


“Keempat Raja


Naga pasti senang, dia pasti akan menyuruh para Pahlawan menangkap ku,”


“Sebaiknya aku


mengacau di Benua Naga Utara, katanya banyak benda pusaka yang di simpan oleh


Raja, aku sangat tertarik dengan Pusaka Kampak Sembilan Kepala Naga yang


merupakan senjata suci di tingkat alam mahayana,”


“Sudah kuputuskan


untuk mengacau di Benua Naga Bagian Utara....” Gumam Dewa Pencuri sambil


menahan sambaran-sambaran halilintar merah dari langit di tengah-tengah guyuran


hujan yang begitu deras tersebut.


“Duarghhhh......”


“Duarghhhh......”


“Duarghhhh......”


Suara ledakan-ledakan dahsyat di atas langit saat Halilintar-Halilintar Merah


di langit saling beradu dengan Halilintar-Halilintar Merah yang di lesatkan


dengan telapak tangan oleh Dewa Sage tersebut.


Sekoci kecil itu


pun mengarungi ganas nya laut yang tengah di landa badai tersebut, beberapa


tornado pun tercipta akibat peraduan angin yang sangat kencang di Lautan Naga


Timur tersebut. Tornado-tornado itu pun kembali mengarah ke arah Dewa Pencuri,


dengan tenang Sang Dewa Sage menerbangkan sekoci meninggalkan tornado-tornado


yang sedang mengamuk tersebut.


-(Kembali Ke Laut


Naga Utara)-


Kapal Layar Naga


tampak masih berlayar tak tentu arah di malam yang tenang tersebut, Arung pun


telah tertidur di kursi kayu tersebut.


“Bos, tidur.....”


“Syukurlah, malam


ini aku selamat,”


“Sebaiknya aku


segera mengganti pakaian selagi dia tidur....” Gumam Vladmira lalu mulai


mengeluarkan jubah berwarna hitam milik nya dari dalam cincin ruang milik nya.


Gadis Vampir itu


pun mulai melepas pakaian ketat dan shot nya di belakang Arung, tiba-tiba saja


sebuah meriam di letuskan dari kejauhan yang membuat Pendekar Setengah Naga itu


terjaga.


“Duarghhh...........”


Suara peluru meriam yang meledak di dekat Kapal Layar Naga.


Arung pun bangun


dan tanpa sengaja membalikkan badan nya dan melihat Vladmira yang hanya

__ADS_1


mengenakan pakaian dalam saja, ia pun terkejut untuk sementara.


“Bos......”


“Kacau, siapa


yang menembak meriam malam-malam begini...” Gumam Vladmira yang tiba-tiba saja


mematung.


“Apa yang di


lakukan Gadis Vampir ini, dasar mesum...”Gumam Arung.


Beberapa meriam


pun mengarah ke arah Arung, Pendekar Setengah Naga itu pun terbang ke arah


peluru-peluru meriam tersebut kemudian menepisnya.


“Kesempatan,


mumpung Bos lagi sibuk aku sebaik nya lekas berpakaian....” Gumam Vladmira lalu


langsung berpakaian.


Sebuah Kapal


berukuran tiga kali Kapal Layar Langit pun muncul dari balik kabut laut yang


menutupi nya sebelum nya, tampak Seorang Laki-laki Paruh Baya dengan dua tanduk


besar di jidat nya berdiri dengan gagah di ujung kapal.


Di belakang nya


banyak awak kapal dengan tampang yang menyeramkan sedang memegang Golok dan


terlihat begitu bersemangat saat melihat ke arah Kapal Layar Naga tersebut.


“Bajak Laut, itu


bajak laut Bos...”Teriak Vladmira.


Putri Widuri dan


yang lain nya pun keluar dari dalam ruangan nya dan bergabung dengan Vladmira


di atas dek kapal.


“Waduh........”


“Itu Bajak


Laut.....” Ucap Putri Widuri.


“Cepat bangunkan


Delayla dan Sonia, Ashiang...”Ujar Arung dari atas.


Bos....”Seru Ashiang lalu mulai kembali masuk kedalam dan berniat membangunkan


kedua Detektif Cantik.


“Ada tiga


Pendekar di ranah alam malaikat puncak, aku tidak akan sanggup menghadapinya


seorang diri,”


“Kenapa selalu


saja ada masalah yang muncul tiba-tiba...”


“Padahal aku lagi


enak-enak nya tidur setelah di pijat dengan lembut oleh Vladmira, dasar


pengganggu...” Gumam Arung.


Sosok pimpinan


Bajak Laut dengan janggut panjang berwarna merah itu pun mulai melayang ke


dekat Arung bersama dua orang Gadis Cantik bertanduk emas dan berambut merah


kembar tersebut.


Bajak Laut


berjanggut merah itu pun mengacungkan Golok Naga nya ke arah Arung, sedangkan


kedua Naga Betina itu hanya melihat ke arah Dek kapal bermaksud menganalisa


kekuatan musuh.


“Black Hole


Dragon, menyerahlah....”


“Serahkan Kapal mu


dan Gadis-Gadis Cantik di bawah sana kepada ku, kau akan kubiarkan pergi


menggunakan sekoci setelah nya...” Ucap Naga Berjanggut Merah tersebut.


“Mohon maaf tuan


janggut merah, aku tidak akan pernah menyerahkan anggota ku kepada musuh,


apalagi musuh mesum seperti mu....” Jawab Arung.


“Ayah, Pemuda ini


tidak menghargai niat baik mu,”

__ADS_1


“Izinkan aku


memenggal kepala nya...” Ucap Salah Satu Putri nya tersebut.


“Jangan Gegabah


Sena, walau ranah nya berada di ranah alam naga puncak tapi dia seorang Raja


Sage Naga,”


“Akulah lawan nya,


tapi dia bukan lah lawan yang sebanding dengan Kakek Tua ini....” Ujar Bajak


Laut Janggut Merah tersebut.


“Baik Ayah....”


Ucap Sena.


“Baiklah anak


muda, padahal suasana hati ku sedang baik malam ini,”


“Aku sudah


mendapat tangkapan besar, dan kalian hanya bonus....”


“Aku akan


menyudahi ini dengan cepat.” Ucap Bajak Laut Janggut Merah tersebut.


Beberapa saat


kemudian Sonia dan juga Delayla lalu Vladmira terbang ke sebelah Arung,


sedangkan Ashiang dan yang lain nya melindungi Putri Widuri.


“Dia kuat


Arung....”


“Sebaiknya kita


mencari cara untuk kabur dari sini, kedua Gadis berambut merah itu pun sangat


kuat...” Ucap Delayla.


“Kalian kaburlah,


aku akan mengalihkan perhatian mereka...”


“Aku akan kabur


setelah nya.....” Ucap Arung melalui telepati kepada Delayla.


“Baiklah Suami


ku, tapi berhati-hatilah.....” Ucap Delayla melalui telepati.


“Sonia, Vladmira,


kita kembali dan lindungi kapal...” Ucap Delayla lalu kembali ke Dek Kapal.


“Apa yang di


pikirkan Naga Betina ini, sudah jelas jika Arung tidak akan mampu bertahan


melawan ketiga Bajak Laut tersebut.” Gumam Sonia lalu terbang kembali ke arah


Dek Kapal.


“Bos...” Gumam


Vladmira.


Sebuah perisai


kultivasi magnet pun mulai melingkupi Kapal Layar Naga, Arung pun melirik ke


arah Kapal dan telah bersiap untuk bertarung.


“Mundurlah, Sena,


Shanaz...” Perintah Bajak Laut Janggut Merah.


“Baik Ayah.....”


Ucap Ke Dua Gadis Berambut Merah tersebut lalu terbang kembali ke kapal nya dan


memasang perisai Kultivasi Angin di sekitar Kapal mereka.


“Anak muda, kau


tidak akan bisa melukai ku.....” Ucap Bajak Laut Janggut Merah.


Arung pun mulai


memasang mode mata elemen petir nya, pupil matanya pun tampak berubah menjadi


kebiruan dan mengeluarkan percikan petir.


“Senjata suci


mata lima elemen, kau sungguh Naga yang unik....” Ucap Bajak Laut Janggut merah


lalu menjelma ke wujud Beast nya.


“Apa............”


“Aku yang hendak


mengamuk, malah dia yang berubah ke wujud Naga....” Gumam Arung.


Mohon Vote  dan Like nya Bro....

__ADS_1


__ADS_2