
-(Kembali Ke Laut
Naga Timur yang tengah bergejolak)-
Sekoci kecil
dengan sebuah layar itu pun berlayar di tengah badai laut yang ganas, Sang
Ghost Dragon tampak tertidur di atas sekoci kecil tersebut. Sementara itu Dewa
Pencuri duduk di atas balok layar sambil mengamati kesekeliling nya.
Petir-petir yang
awalnya biru berubah menjadi halilintar merah yang menandakan era pahlawan akan
segera di mulai di keempat Benua Naga tersebut.
“Jderrr...........”
“Jderrr...........”
“Duarghhhh........”
Suara sambaran-sambaran halilintar merah dan ledakan dahsyat di permukaan laut
yang bergelombang besar tersebut.
“Tidak hanya satu
halilintar merah yang muncul tapi ada banyak, sepertinya era pahlawan akan
segera di mulai di keempat Benua Naga ini,”
“Keempat Raja
Naga pasti senang, dia pasti akan menyuruh para Pahlawan menangkap ku,”
“Sebaiknya aku
mengacau di Benua Naga Utara, katanya banyak benda pusaka yang di simpan oleh
Raja, aku sangat tertarik dengan Pusaka Kampak Sembilan Kepala Naga yang
merupakan senjata suci di tingkat alam mahayana,”
“Sudah kuputuskan
untuk mengacau di Benua Naga Bagian Utara....” Gumam Dewa Pencuri sambil
menahan sambaran-sambaran halilintar merah dari langit di tengah-tengah guyuran
hujan yang begitu deras tersebut.
“Duarghhhh......”
“Duarghhhh......”
“Duarghhhh......”
Suara ledakan-ledakan dahsyat di atas langit saat Halilintar-Halilintar Merah
di langit saling beradu dengan Halilintar-Halilintar Merah yang di lesatkan
dengan telapak tangan oleh Dewa Sage tersebut.
Sekoci kecil itu
pun mengarungi ganas nya laut yang tengah di landa badai tersebut, beberapa
tornado pun tercipta akibat peraduan angin yang sangat kencang di Lautan Naga
Timur tersebut. Tornado-tornado itu pun kembali mengarah ke arah Dewa Pencuri,
dengan tenang Sang Dewa Sage menerbangkan sekoci meninggalkan tornado-tornado
yang sedang mengamuk tersebut.
-(Kembali Ke Laut
Naga Utara)-
Kapal Layar Naga
tampak masih berlayar tak tentu arah di malam yang tenang tersebut, Arung pun
telah tertidur di kursi kayu tersebut.
“Bos, tidur.....”
“Syukurlah, malam
ini aku selamat,”
“Sebaiknya aku
segera mengganti pakaian selagi dia tidur....” Gumam Vladmira lalu mulai
mengeluarkan jubah berwarna hitam milik nya dari dalam cincin ruang milik nya.
Gadis Vampir itu
pun mulai melepas pakaian ketat dan shot nya di belakang Arung, tiba-tiba saja
sebuah meriam di letuskan dari kejauhan yang membuat Pendekar Setengah Naga itu
terjaga.
“Duarghhh...........”
Suara peluru meriam yang meledak di dekat Kapal Layar Naga.
Arung pun bangun
dan tanpa sengaja membalikkan badan nya dan melihat Vladmira yang hanya
__ADS_1
mengenakan pakaian dalam saja, ia pun terkejut untuk sementara.
“Bos......”
“Kacau, siapa
yang menembak meriam malam-malam begini...” Gumam Vladmira yang tiba-tiba saja
mematung.
“Apa yang di
lakukan Gadis Vampir ini, dasar mesum...”Gumam Arung.
Beberapa meriam
pun mengarah ke arah Arung, Pendekar Setengah Naga itu pun terbang ke arah
peluru-peluru meriam tersebut kemudian menepisnya.
“Kesempatan,
mumpung Bos lagi sibuk aku sebaik nya lekas berpakaian....” Gumam Vladmira lalu
langsung berpakaian.
Sebuah Kapal
berukuran tiga kali Kapal Layar Langit pun muncul dari balik kabut laut yang
menutupi nya sebelum nya, tampak Seorang Laki-laki Paruh Baya dengan dua tanduk
besar di jidat nya berdiri dengan gagah di ujung kapal.
Di belakang nya
banyak awak kapal dengan tampang yang menyeramkan sedang memegang Golok dan
terlihat begitu bersemangat saat melihat ke arah Kapal Layar Naga tersebut.
“Bajak Laut, itu
bajak laut Bos...”Teriak Vladmira.
Putri Widuri dan
yang lain nya pun keluar dari dalam ruangan nya dan bergabung dengan Vladmira
di atas dek kapal.
“Waduh........”
“Itu Bajak
Laut.....” Ucap Putri Widuri.
“Cepat bangunkan
Delayla dan Sonia, Ashiang...”Ujar Arung dari atas.
Bos....”Seru Ashiang lalu mulai kembali masuk kedalam dan berniat membangunkan
kedua Detektif Cantik.
“Ada tiga
Pendekar di ranah alam malaikat puncak, aku tidak akan sanggup menghadapinya
seorang diri,”
“Kenapa selalu
saja ada masalah yang muncul tiba-tiba...”
“Padahal aku lagi
enak-enak nya tidur setelah di pijat dengan lembut oleh Vladmira, dasar
pengganggu...” Gumam Arung.
Sosok pimpinan
Bajak Laut dengan janggut panjang berwarna merah itu pun mulai melayang ke
dekat Arung bersama dua orang Gadis Cantik bertanduk emas dan berambut merah
kembar tersebut.
Bajak Laut
berjanggut merah itu pun mengacungkan Golok Naga nya ke arah Arung, sedangkan
kedua Naga Betina itu hanya melihat ke arah Dek kapal bermaksud menganalisa
kekuatan musuh.
“Black Hole
Dragon, menyerahlah....”
“Serahkan Kapal mu
dan Gadis-Gadis Cantik di bawah sana kepada ku, kau akan kubiarkan pergi
menggunakan sekoci setelah nya...” Ucap Naga Berjanggut Merah tersebut.
“Mohon maaf tuan
janggut merah, aku tidak akan pernah menyerahkan anggota ku kepada musuh,
apalagi musuh mesum seperti mu....” Jawab Arung.
“Ayah, Pemuda ini
tidak menghargai niat baik mu,”
__ADS_1
“Izinkan aku
memenggal kepala nya...” Ucap Salah Satu Putri nya tersebut.
“Jangan Gegabah
Sena, walau ranah nya berada di ranah alam naga puncak tapi dia seorang Raja
Sage Naga,”
“Akulah lawan nya,
tapi dia bukan lah lawan yang sebanding dengan Kakek Tua ini....” Ujar Bajak
Laut Janggut Merah tersebut.
“Baik Ayah....”
Ucap Sena.
“Baiklah anak
muda, padahal suasana hati ku sedang baik malam ini,”
“Aku sudah
mendapat tangkapan besar, dan kalian hanya bonus....”
“Aku akan
menyudahi ini dengan cepat.” Ucap Bajak Laut Janggut Merah tersebut.
Beberapa saat
kemudian Sonia dan juga Delayla lalu Vladmira terbang ke sebelah Arung,
sedangkan Ashiang dan yang lain nya melindungi Putri Widuri.
“Dia kuat
Arung....”
“Sebaiknya kita
mencari cara untuk kabur dari sini, kedua Gadis berambut merah itu pun sangat
kuat...” Ucap Delayla.
“Kalian kaburlah,
aku akan mengalihkan perhatian mereka...”
“Aku akan kabur
setelah nya.....” Ucap Arung melalui telepati kepada Delayla.
“Baiklah Suami
ku, tapi berhati-hatilah.....” Ucap Delayla melalui telepati.
“Sonia, Vladmira,
kita kembali dan lindungi kapal...” Ucap Delayla lalu kembali ke Dek Kapal.
“Apa yang di
pikirkan Naga Betina ini, sudah jelas jika Arung tidak akan mampu bertahan
melawan ketiga Bajak Laut tersebut.” Gumam Sonia lalu terbang kembali ke arah
Dek Kapal.
“Bos...” Gumam
Vladmira.
Sebuah perisai
kultivasi magnet pun mulai melingkupi Kapal Layar Naga, Arung pun melirik ke
arah Kapal dan telah bersiap untuk bertarung.
“Mundurlah, Sena,
Shanaz...” Perintah Bajak Laut Janggut Merah.
“Baik Ayah.....”
Ucap Ke Dua Gadis Berambut Merah tersebut lalu terbang kembali ke kapal nya dan
memasang perisai Kultivasi Angin di sekitar Kapal mereka.
“Anak muda, kau
tidak akan bisa melukai ku.....” Ucap Bajak Laut Janggut Merah.
Arung pun mulai
memasang mode mata elemen petir nya, pupil matanya pun tampak berubah menjadi
kebiruan dan mengeluarkan percikan petir.
“Senjata suci
mata lima elemen, kau sungguh Naga yang unik....” Ucap Bajak Laut Janggut merah
lalu menjelma ke wujud Beast nya.
“Apa............”
“Aku yang hendak
mengamuk, malah dia yang berubah ke wujud Naga....” Gumam Arung.
Mohon Vote dan Like nya Bro....
__ADS_1