
Tatapan Arung pun terlihat sinis ke arah Naga Hitam tersebut, Pendekar Setengah Naga saat ini sedang teringat peristiwa-peristiwa yang menimpanya sebelum nya.
"Terakhir kali aku meminta tolong padanya, dia malah memakan ku.... "
"Makhluk ini tidak hanya sekali mengunyah ku hidup-hidup, "
"Mana mungkin aku tertipu lagi kali ini.... "
"Sebaik nya aku kembali ke Dunia Nyata, dan bertemu dengan Dewi Seribu Kayu.... " Gumam Arung lalu mulai memalingkan wajah nya dan bersiap melesat keluar dari dalam Dunia Jiwa tersebut.
"HEI...... "
"HEI...... "
"TUNGGU DULU.... " Ucap Black Hole Dragon dengan kesal.
Arung pun tidak menggubris seruan Black Hole Dragon tersebut kemudian malahan langsung melesat terbang meninggalkan tempat tersebut.
"Masa Bodoh...... " Ucap Arung dengan santai nya.
"MASA BODOH KATA MU... "
"BRENGS**K...... " Ujar Black Hole Dragon dengan penuh emosi.
Karena kesal sang Naga pun mulai meraung keras untuk meluapkan kekesalan nya, raungan tersebut pun mengiringi kepergian Arung dari tempat tersebut.
"Whussss........... " Suara hempasan angin saat Pendekar Setengah Naga tersebut terbang di antara bongkahan-bongkahan asteroid di sekelilingnya.
Sementara itu di padang rumput nan luas terlihat sang Penyihir sedang membubuhkan beberapa ramuan ke dalam kuali besar dengan raut wajah yang teramat riang.
"Pucuk di cinta, Bulan pun tiba..... " Ujar Penyihir dari Klan Penyihir Gelap tersebut.
Dewi Seribu Kayu pun menatap sinis ke arah sang Penyihir yang pada saat ini sedang mengaduk-ngaduk ramuan di dalam kuali besar tersebut.
"Bumbu apa saja yang di masukkan nya itu, yach....?
"Sial..... "
"Aku Sial Banget..... " Gumam Dewi Seribu Kayu.
Pemuda dengan kumis tebal bertopi hitam runcing itu pun mengarahkan pandangan nya ke arah sang Dewi.
"Cantik...... "
"Jangan berwajah musam begitu, seharus nya kau bergembira karena kau akan menjadi makanan ku... " Ujar Penyihir dengan nada suara meledek tersebut.
"Aku tak sudi jadi makanan mu..... " Ucap Dewi Seribu Kayu.
"Hua....... "
"Ha........ "
"Ha......... " Tawa sang Penyihir.
"Dasar sesat..... " Ujar Dewi Seribu Kayu.
Tampak di salah satu dahan, seorang pemuda mulai membuka kedua buah kelopak mata nya. Pemuda itu adalah Arung, ia pun mulai menatap ke sekitar nya dan mulai menganalisa keadaan nya pada saat ini.
"Di mana ini....???"
"Bukankah tadi aku sedang berada di oasis di tengah Gurun???" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut lalu mulai melirik ke arah Kuali Besar di permukaan padang rumput.
"Dewi...... "
"Lalu........ "
"Siapakah pria berpakaian hitam itu??? "
__ADS_1
"Apakah Dewi mau di jadikan makanan oleh nya...??? "
"Pria itu pasti sakit.... "
"Masakk.... "
"Wanita secantik itu tidak seharusnya di jadikan makanan, tapi di jadikan pendamping hidup..... " Gumam Pendekar Setengah Naga itu.
"Dup......... "
"Dup........ "
"Dup........ " Suara lompatan dari kejauhan.
Tiba-tiba saja seorang bocah melompat-lompat dari satu kepompong ke kepompong lain nya, hingga pada akhirnya bocah itu tiba di dekat Arung.
"Bocah....??? " Ucap Arung.
"Husss............. "
"Jangan ribut Kak, aku akan membebaskan mu.... " Ujar Sang Bocah dengan ekor kera berwarna putih tersebut.
Bocah itu pun mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya, lalu mulai mengarahkan telapak tangan nya ke arah kepompong akar yang sedang melilit Arung.
Seberkas sinar putih pun mulai membelah kepompong hitam tersebut, sehingga Arung pun terjatuh ke dahan di bawah nya dengan tubuh di penuhi lendir hitam.
"Kak...... "
"Berpakaian lah.... "
"Kita harus segera bersembunyi, sebelum Penyihir itu sadar dengan keberadaan kita Kak.... " Ucap Bocah berekor itu.
"Sial...... "
"Bocah ini melihat tubuh polos ku, tapi sepertinya tidak masalah dia kan laki-laki.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Elemen Perak..... "
"Siapa Kakak Naga ini...???? "
"Elemen ini sangat langka.... " Gumam Sang Bocah.
Beberapa saat kemudian Arung pun telah selesai berganti pakaian, jubah dewa yang di kenakan nya membuat nya terlihat gagah dengan sebuah Pedang Naga Khayangan tergantung di pingangnya.
"Bocah, aku tidak tahu siapa kau.... "
"Tapi Terima kasih.... "
"Telah membebaskan ku.... "
"Sepertinya teman ku ada dalam masalah, aku harus segera pergi menyelamatkan nya.... " Ucap Arung lalu mulai menggunakan mode mata lima elemen nya.
"Sami.... "
"Sami, Kak.... " Ujar Bocah Berekor Putih itu.
"Mata Petir..... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut, seketika itu juga pupil matanya berubah menjadi warna petir.
"Tunggu....."
"Tunggu...... "
"Tunggu dulu Kak..... "
"Sebaik nya kita bersembunyi.... " Seru Bocah tersebut.
Arung hanya tersenyum kecil kepada Bocah tersebut tanpa mengindahkan perkataan nya lalu mulai terbang melesat kearah Penyihir hitam yang sedang mengaduk ramuan nya.
__ADS_1
"Whussss........... " Suara hempasan angin saat Arung terbang.
"Niat membunuh yang begitu besar..... " Gumam Penyihir Hitam yang mulai menyadari serangan Arung.
Bocah kecil pun hanya menggeleng-gelengkan kepala nya melihat ke tergesa-gesaan Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Dasar Bodoh...... " Ujar Bocah Berekor itu.
"Rasakan ini........ " Teriak Arung kemudian mulai menebaskan Pedang Naga Khayangan nya.
"Swingggg.......... " Suara ayunan Pedang Naga Khayangan.
Sebuah Pedang Berelemen Es Raksasa pun mulai melesat ke arah Penyihir hitam tersebut.
"Bagaimana Pendekar itu bisa melepaskan diri dari pohon ku.... " Gumam Penyihir berpakaian hitam tersebut kemudian mulai mengayun-ayunkan tongkat kecil nya.
Seketika itu juga elemen es itu berubah menjadi dedaunan, raut wajah Arung pun tampak terkejut.
"Jurus apa itu...???? " Gumam Arung yang terkejut saat menyaksikan peristiwa tersebut.
Sapu terbang milik Penyihir tersebut pun melesat terbang ke hadapan tuan nya, dengan santai Sang Penyihir pun melompat dan berdiri anggun di atas sapu terbang milik nya tersebut.
"Ini adalah sihir perubahan... "
"Dimana - mana es itu berubah menjadi cair kan... "
"Tapi aku bisa merubah nya menjadi daun.... " Ucap Penyihir tersebut dengan enteng.
"Jangan banyak omong.... "
"Bagaimana dengan ini.... " Ujar Arung kemudian mulai menembakkan semburan api dari telapak tangan kiri nya.
Seekor Naga Api yang membuka lebar mulut nya pun mulai melesat ke arah Penyihir hitam tersebut.
"Aku akan merubah nya lagi.... " Ujar Penyihir tersebut sambil mengayun-ayunkan tongkat hitam kecilnya.
Seberkas sinar hitam pun melesat ke arah Naga api, sebagian tubuh Naga api itu pun mulai berubah menjadi daun dan sebagian lain nya pun mulai berubah menjadi bola-bola api yang melesat ke arah Penyihir Hitam tersebut.
"Oooo... "
"Setengah Elemen Maks..... "
"Pantas saja kau sombong..... " Gumam Penyihir Hitam lalu mulai mengayun-ayunkan tongkat hitam nya.
Beberapa segel petir pun mulai muncul lalu mulai menahan dan serta merta meredam laju bola-bola api tersebut.
"Duarghhhh......... "
"Duarghhhh......... "
"Duarghhhh.......... " Suara-suara ledakan saat elemen api beradu dengan segel petir.
"Tidak mempan juga.... "
"Sihir macam apa itu.... " Gumam Arung.
Sementara itu Dewi Seribu Kayu yang menyaksikan pertarungan itu hanya bisa mengeluh di dalam hati nya karena kebodohan Arung.
"Dasar Bodoh..... "
"Hanya kemampuan elemen maks yang mampu mematahkan sihir itu..... "
"Sepertinya aku akan menjadi santapan Penyihir itu..... " Gumam Sang Dewi.
Sementara itu Sang Bocah Berekor Putih pun tampak kebingungan, bocah kecil ini seperti berada di dalam situasi yang tidak menguntungkan.
"Kakak itu gak mungkin menang, dia bahkan gak tau prinsip dasar bertempur..... "
__ADS_1
"Apakah aku harus menolong nya.... " Gumam Bocah Berekor Putih sambil berjalan mondar-mandir di atas salah satu dahan pohon tersebut.