
"Ngunggggg........... " Suara saat Paku Berkarat Raksasa itu mulai melesat terbang dan mengejar Arung tepat di belakang nya dengan menempel sangat ketat.
"Paku Berkarat ini terus saja mengejarku, benda ini juga bisa mengetahui posisi di mana saja aku berteleportasi sesudah nya... "
"Aku harus mencari suatu cara untuk melepaskan diri ku dari kejaran Paku Berkarat yang sudah seperti rudal ini... " Gumam Arung sambil terus berteleport menghindari lesatan paku berkarat tersebut.
"Blitzzzzz......... "
"Blitzzzzz.......... " Suara jurus teleportasi Arung saat menghindari paku raksasa tersebut.
Beberapa saat kemudian suara yang sudah sangat lama sekali tidak terngiang-ngiang di dalam kepala Jendral Naga itu pun mulai terngiang-ngiang kembali.
"Jurus Paku Santet itu hanya dapat di netralisir oleh elemen es.... " Ucap Suara Jendral Api di dalam kepala Arung.
Mendengar perkataan Jendral Api tersebut Jendral Naga pun langsung mengambil sikap.
"Jendral Api.... "
"Syukur lah, ternyata kelemahan jurus santet ini adalah elemen es.... " Gumam Arung lalu mulai berbalik dan meniupkan hembusan es ke arah Paku Raksasa tersebut.
"Whusssss.......... " Suara hembusan elemen es dari dalam mulut nya.
Paku pun mulai membeku dan membatu lalu mulai jatuh ke atas lantai lobi tersebut.
"Brukkkkk............ " Suara saat paku yang telah menjadi sebongkah es tersebut jatuh ke atas lantai lobi.
"Dia bisa mematahkan jurus Paku Berkarat Santet ku????" Gumam Ratu Ilmu Hitam tersebut dengan ekspresi yang sedikit terkejut.
Ratu Santet pun sedikit terkejut dengan kejadian tersebut, ia pun mulai mengarahkan telapak tangan nya ke arah Arung setelah itu.
Aura berelemen hantu tampak meluap-luap dari tubuh Ratu Ilmu Hitam tersebut.
"Mau apa lagi dia????" Gumam Arung yang selalu waspada dengan setiap gerak-gerik dari Ratu Santet tersebut.
Beberapa hantu pun mulai melesat keluar dari dalam telapak tangan nya tersebut.
"Jurus Santet lain nya, tapi aku sudah mengetahui kelemahan dari jurus santet itu.... " Gumam Arung kemudian kembali meniupkan elemen es ke arah hantu-hantu tersebut.
"Whusssss............. " Suara hembusan elemen es dari dalam mulut Arung.
"Sepertinya dia sudah mengetahui kelemahan jurus santet milik ku.... " Gumam Ratu Sanbon Utara lalu mulai menyilangkan kedua tangan nya kebelakang.
"Brukkkkk.......... "
"Brukkkkk............ " Suara saat tubuh hantu yang menjadi sebongkah es tersebut jatuh ke atas lantai lobi.
"Kau pintar juga, bagaimana bisa kau tahu lawan jurus santet ku adalah elemen es???" Tanya Ratu Ilmu Hitam tersebut dengan penasaran.
"Rahasia Ratu???"
"Sebaiknya serahkan kepala mu, dan akan kuakhiri semua ini tanpa rasa sakit...... " Ucap Arung.
Mendengar perkataan Arung tersebut, Ratu Santet pun menjadi murka, niat membunuh yang teramat besar pun kembali menekan Arung.
"Ugh.......... "
"Ratu ini..... "
"Dia lagi-lagi mengeluarkan hawa membunuh yang begitu besar..... " Gumam Arung.
"Bocah kurang ajar..... " Ujar Ratu Santet.
__ADS_1
Ratu Santet pun mulai duduk di atas lantai, tak lama berselang tubuh nya pun mulai melayang di atas lantai lobi tersebut.
"Akan kubuat kau menderita Bocah... "
"Jurus Ilusi Santet Sempurna..... " Ucap Ratu Santet sambil memasang segel dengan kedua belah tangan nya.
Sebuah segel bintang segi enam pun muncul di lantai tepat dimana Ratu Sanbon melayang sekarang.
Tiba-tiba saja tubuh Arung pun ikut melayang di hadapan Ratu Ilmu Hitam tersebut dan tidak bisa di gerakkan, kesadaran Pendekar Setengah Naga itu pun buyar dan mulai menghilang.
"A... Pa.... I... Ni.... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Kini di dalam lobi di lantai 99 tersebut keadaan pun menjadi senyap, Ratu Ilmu Hitam itu kini sedang bermeditasi sambil melayang di atas sebuah segel bintang enam.
Di hadapan Ratu Ilmu Hitam tersebut tubuh Pendekar Setengah Naga Itu pun ikut melayang, di sekeliling mereka terlihat sebuah perisai berelemen api hitam beracun yang menaungi sekaligus melindungi mereka berdua.
-[Kembali Ke Dunia Kultivasi di Planet Bumi]-
Di saat yang sama, saat ini Jendral Es sedang tidur di atas ranjang empuk nya.
Ternyata jurus ilusi santet tersebut juga berpengaruh kepada orang yang paling di cintai oleh Jendral Naga yaitu Jendral Es yang berada di Planet Bumi yaitu di Benua Es Api.
Tampak di luar kamar Jendral Es dua pengawal kepercayaan nya sedang berjaga.
"Ugh.......... "
"Hatsyimmmmm..... " Suara bersin Nando.
"Makanya minum jahe, Nando.... "
"Biar gak masuk angin... " Ucap Mutia.
"Hah....... " Suara nafas panjang Nando.
Elemen hantu pun terlihat membungkus tubuh Wanita yang merupakan tunangan Jendral Naga tersebut.
Sama seperti Jendral Naga, kesadaran Mitha pun terhisap ke dalam Dunia Ilusi Santet Sempurna milik Ratu Sanbon Utara.
-[Dunia Ilusi Santet Milik Ratu Sanbon]-
Arung dan juga Mitha pun terhisap ke dalam dunia ilusi, saat ini mereka berdua tengah duduk di depan sebuah kedai dan menunggu bis menjemput nya.
Sebuah kantong kresek besar dan beberapa tas terlihat di dekat mereka.
"Lho....... "
"Bukan kah ini di dunia ku????" Gumam Arung yang merasa sangat familiar dengan Dunia tersebut.
"Arung....... " Ucap Mitha saat menoleh ke arah Pemuda yang sangat di rindukan nya tersebut.
"Mitha..... "
"Kenapa kau bisa ada di sini....?" Tanya Arung dengan bingung dan bertambah penasaran lagi.
Pendekar Don Juan itu sangat bingung, beberapa saat yang lalu ia sedang bertarung dengan Ratu Sanbon dan sekarang ia sedang bertemu dengan salah satu Kekasih nya dari Kekaisaran Dewi Es.
"Kau benar-benar Arung.... "
"Syukurlah..... " Ucap Mitha Dragon Ice lalu mulai memeluk erat tubuh tunangan nya tersebut.
Air mata kerinduan pun mulai menetes di pipi Gadis Es tersebut, wanita cantik itu tidak berkata-kata, ia hanya melampiaskan segala macam kerinduan nya yang terpendam selama ini dengan cara mendekap tubuh tunangan nya tersebut.
__ADS_1
Dengan penuh kerinduan Mitha pun terus memeluk tubuh tunangan nya tersebut.
"Dasar pengantin baru..... " Gumam Ibu Penjaga Warung yang melihat kemesraan mereka berdua.
"Dia pasti sangat merindukan ku.... " Gumam Pendekar Don Juan tersebut sambil memeluk Tunangan nya tersebut.
"Hiks....... "
"Hiks....... "
"Hiks....... " Tangis kecil Jendral Es.
"Kemana saja kau???"
"Sudah lama aku mencari mu, kenapa baru sekarang kau muncul???"
"Arung..... " Ucap Mitha.
"Cerita nya panjang Mitha..... "
"Sebelum nya, coba lihat sekeliling mu dulu... " Ujar Arung.
Mitha pun mulai mengamati ke sekeliling nya, ia pun baru sadar nya jika saat ini mereka berdua sedang berada di suatu tempat yang asing.
"Lho....... "
"Dimana kita, Arung???" Tanya Mitha dengan penasaran.
"Beberapa saat yang lalu aku sedang bertarung dengan Ratu Sanbon, Tiba-tiba saja setelah aku tersadar aku berada di sini bersama mu... "
"Hasil analisa sementara dari ku, kita saat ini sedang berada di dalam dunia ilusi milik Ratu Santet.... " Ujar Arung.
Mitha pun mulai melepaskan pelukan nya, ia pun mulai bangun dan menatap ke arah jalanan.
Tampak mobil-mobil besar berlalu lalang di hadapan nya.
"Tidak ada aura kultivasi sedikit pun di dunia ini, sepertinya semua kemampuan ku pun tersegel Arung.... "
"Tapi tidak apalah, jika tidak begini mungkin kita tidak akan pernah bertemu.... "
"Coba ceritakan pada ku apa yang sebenarnya terjadi pada mu setelah Perang Besar di Gunung Obat beberapa bulan yang lalu.... " Tanya Mitha.
Wanita cantik berambut biru itu pun menatap lembut ke arah tunangan nya tersebut dan menantikan jawaban dari pertanyaan yang selama ini tidak dapat di tanyakan nya tersebut.
"Huft............ " Suara helaan nafas panjang Arung.
"Baiklah...... "
"Aku akan mulai saat aku mulai terbangun di sebuah pulau kecil bersama dengan Ratu Racun... " Ucap Arung.
"Ratu Racun..... "
"B*ngsat itu ternyata masih hidup.... " Gumam Jendral Es dengan kesal.
Pendekar Setengah Naga itu pun mulai menceritakan kisah nya kepada Tunangan nya yang sudah lama tidak di jumpai nya tersebut, di depan sebuah warung di depan sebuah jalan lintas antar provinsi.
"Teeennnn......... "
"Teennnnn......... " Suara klakson mobil truk besar yang melintas di depan mereka.
To be Continued.......
__ADS_1
Mohon Like dan Vote nya