
"Heatttttt.......... " Teriak Dewi Seribu Kayu kemudian mulai melesat ke arah Anita Cat.
"Heattttt........... " Teriak Anita Cat kemudian langsung melesat ke arah Dewi Remaja.
Di tengah-tengah kerumunan murid-murid sekte api itu pertarungan untuk menjadi seorang istri pun di mulai, kedua Golok pun saling bersinggungan dan saling menekan.
Ayunan-ayunan golok yang berat dari Dewi Remaja pun berhasil di tangkis oleh Anita Cat.
"Tring....... "
"Tring....... "
"Tring....... " Suara saat kedua golok saling beradu.
"Anita, dia kuat.... " Gumam Dewi Remaja lalu mulai menembakkan beberapa bola berelemen api ke arah Anita Cat.
Bola - bola api pun melesat dalam lintasan yang acak dengan target Anita Cat.
"Sepertinya dia sudah mulai serius.... " Gumam Anita Cat yang kemudian juga mulai menembakkan beberapa bola api guna menahan serangan milik Dewi remaja.
"Duarghhhh....... "
"Duarghhhh........ "
"Duarghhhh........ " Suara ledakan saat bola-bola api saling beradu.
Mereka berdua pun kembali saling menerjang satu sama lain dan kedua Golok itu pun saling beradu.
Tampak wajah Leon sangat merah padam karena malu oleh perbuatan Anita Cat dan juga Dewi remaja.
"Mereka berdua psiko, apa mereka berdua menganggap ku hanya sebagai sebuah barang...??? " Gumam Leon yang muka nya makin memerah karena malu.
Gelagat wajah Leon yang memerah pun di lihat oleh Dewi Remaja sehingga membuat nya tidak dapat berkonsentrasi dalam pertarungan.
"Kasian Leon, dia pasti malu banget..... " Gumam Dewi remaja.
Karena lengah, Anita Cat remaja pun berhasil melontarkan golok pembunuh iblis milik Dewi Seribu Kayu remaja.
"Jleeebbb...... " Suara saat golok pembunuh iblis tertancap di depan tiang bendera.
Sambil senyum, Anita Cat pun mengarahkan golok pembunuh dewa nya ke leher sahabat nya tersebut.
"Kau kalah..... "
"Aku yang akan menjadi istri nya, Dewi.... " Ucap Anita Cat yang di sambut tepuk tangan yang meriah dari para murid-murid sekte.
"Plok......... "
"Plok......... "
"Plok......... " Suara tepuk tangan murid-murid sekte yang sedang mengerumuni mereka.
"Cepat turunkan aku..... " Teriak Leon dari atas tiang bendera.
Tak lama berselang seorang wanita cantik pun muncul menggunakan jurus teleportasi, lalu langsung menjewer telinga Dewi dan juga Anita Cat remaja.
"Kalian..... "
"Lagi-lagi membully, anak ku ya.... " Ucap Wanita yang ternyata adalah ibu nya Leon.
Wajah wanita itu tampak kesal di sebabkan perbuatan duo iblis tersebut.
Ternyata ibu Leon adalah salah satu guru yang mengajar pada Sekte Api tersebut.
"Waduh...... "
"Guru killer.... "
"Kita sebaik nya kabur..... " Ucap salah satu murid sekte lalu mulai kabur.
"Maaf mama mertua..... "
__ADS_1
"Ampun..... " Ucap Anita Cat.
Sementara itu Dewi Seribu Kayu remaja hanya diam saat di jewer oleh mama nya Leon.
"Mama mertua..... "
"Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan sebutan itu.... "
"Siapa yang sudi jika anak nya harus dinikahkan dengan kalian berdua, duo iblis..... " Ucap Mamanya Leon.
Kembali ke masa sekarang di bilik panti pijat, senyuman pun tersungging dari wajah wanita cantik dengan warna rambut merah berkilauan tersebut.
"Dasar Pertu, tapi syukurlah dia akhir nya mengakhiri masa lajang nya.... " Gumam Anita Cat.
Melihat senyuman di wajah Anita Cat, terapis yang memijit Anita pun mulai salah paham dan mengira jika Anita tersenyum karena pijatan-pijatan nya yang lembut.
"Bagus...... "
"Bu wali, Anita tersenyum.... "
"Pasti karena pijatan lembut ku.... " Gumam terapis tampan tersebut.
Handphone milik Anita Cat pun kembali berbunyi dan wanita cantik itu pun langsung membuka pesan nya.
"Hah......... "
"Yang bener aja, masa kau nyuruh aku ngundang Leon dan mama nya.... " Ucap Anita Cat setelah membaca isi pesan nya tersebut.
Ia pun terkejut sehingga langsung berdiri dari tempat nya, oleh karenanya tubuh polos Anita Cat pun dapat terlihat jelas oleh terapis tampan tersebut.
"Ughhhh........ "
"Tidak dapat di lukiskan dengan kata-kata.... "
"Lekuk yang indaaahhhh.........." Ucap Terapis tampan tersebut kemudian jatuh tidak sadarkan diri dengan darah yang keluar dari dalam hidung nya.
"Waduhhh...... "
"Apa lagi kalau diajak WAR.... " Ucap Anita Cat kemudian mulai mengambil handuk dan menutupi tubuh nya dengan handuk tersebut.
"Tap......... "
"Tap........ "
"Tap....... " Suara tapak kaki Anita Cat saat meninggalkan bilik pijat tersebut.
Di kediaman Mama nya Leon di Sekte Api, tampak Mama nya Leon sedang merajut.
"Hatsyimmmmm........ " Suara bersin Mama nya Leon.
"Aku kok jadi keinget, Duo iblis itu yach.... "
"Firasat ku gak enak.... " Gumam Mama nya Leon lalu kembali merajut.
Sementara itu Dewi Seribu Kayu dan juga Arung masih terbang menuju kota dewa kucing.
"Whussss........... " Suara hempasan angin saat Dewi Seribu Kayu terbang.
Sebuah white hole pun muncul secara mendadak di atas Arung, lalu beberapa rantai putih pun muncul dan menarik Arung masuk ke dalam nya.
"Apa itu..... "
"Tunangan ku.... " Ucap Dewi Seribu Kayu lalu berusaha memasuki lubang putih tersebut.
Namun tidak beruntung bagi Dewi Seribu Kayu dan white hole pun sudah menutup sehingga dia pun harus kehilangan tunangan nya.
"Hiks...... "
"Hikss..... "
"Hiksss...... " Tangis kecil Dewi Seribu Kayu.
__ADS_1
"Padahal aku baru aja dapatin cowok yang sesuai dengan tipe ku, "
"Tapi aku harus kehilangan nya.... "
"Sungguh tidak adil..... " Teriak Dewi Seribu Kayu yang hatinya pada saat ini sedang remuk redam karena kejadian tersebut.
Pulau Penjara Kuno, Wilayah Kekuasaan Kerajaan Naga Benua Timur.
Tampak sebuah pulau yang hampir seluruh wilayah nya di selimuti oleh hutan hujan tropis, White Hole pun muncul di atas langit di tengah-tengah Pulau tersebut.
Dari dalam lubang cacing berwarna putih itu pun jatuh tubuh seorang Pemuda yang sedang tidak sadarkan diri.
Tubuh nya jatuh dan menghantam beberapa dahan hingga akhirnya jatuh ke tanah.
Tampak Pendekar Setengah Naga itu masih tidak sadarkan diri di tengah-tengah hutan hujan tropis tersebut.
Di perairan dekat Pulau Penjara Kuno tampak sebuah kapal layar yang sedang berlayar pelan, ada banyak Muda-Mudi sedang berdansa di atas dek kapal tersebut dengan wajah yang gembira
Ternyata sedang ada perayaan di Kapal Layar tersebut, di saat Muda-Mudi lain nya sedang berdansa tampak dua orang gadis cantik sedang duduk di pinggiran dek kapal.
Kedua gadis cantik itu adalah Putri Akasia Naga dan Putri Laura.
"Selamat ulang tahun ya Putri Akasia.... "
"Semoga kau cepet dapet jodoh, Kakak.... " Ucap Putri Laura.
"Husss...... "
"Dasar centil, kau kan masih kecil.... "
"Kok ngomong masalah orang dewasa.... " Ucap Putri Akasia Naga.
"Maaf Kak.... "
"Gitu aja kok marah..... " Ucap Putri Laura.
"Siapa yang marah... "
"Jangan-jangan nanti kamu ya yang pingin cepet-cepet dapet jodoh.... "
"Hayooo..... "
"Nanti, kakak bilangin Raja Naga, yach.... " Goda Putri Akasia Naga.
"Kakak..... "
"Bisa aja...... " Ucap Putri Laura.
Tiba-tiba saja langit pun mulai mendung, Muda-Mudi yang tadinya sedang berdansa pun menghentikan aktifitas nya sejenak.
"Seperti nya sudah mau hujan... "
"Ayo kita kembali ke dalam kapal.... " Ujar Pendekar tersebut.
"Grudukkkk....... "
"Grudukkkkk....... "
"Grudukkkk........ " Suara reduk yang menandakan jika sesaat lagi hujan akan turun.
Rintik-rintik hujan pun mulai menetes jatuh ke atas kapal dan sekeliling nya.
"Byurrrrrr............ " Suara hujan deras yang mulai mengguyur.
Hujan pun jatuh, Putri Akasia dan yang lain nya pun bergegas beranjak masuk kedalam kapal.
"Hujan...... " Gumam Putri Akasia Naga.
Yang mereka tidak ketahui saat ini penyebab terjadinya hujan di karenakan ada nya seorang Pendekar yang sedang menyempurnakan ilmu beladiri nya di atas langit.
Tampak Pendekar tersebut sedang bermeditasi dan aura elemen petir yang pekat keluar dari dalam tubuh nya yang mengakibatkan terjadinya perubahan cuaca yang ekstrim di sekitar perairan di dekat pulau penjara Kuno.
__ADS_1