Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Keris Hantu Petir Part Akhir.


__ADS_3

Pada salah satu batuan yang melayang di atas langit tersebut tampak Jamila dan Pria Tua tersebut sedang duduk di kursi.


Pria tua itu pun mengeluarkan dua buah cawan emas dan sebuah kendi emas berisi arak.


"Minumlah dulu arak ini, ***..... "


"Yang pasti jika kau mau menjadi murid ku, pasti akan ada banyak fasilitas dan pusaka peninggalan ku yang akan kuberikan kepada mu.... " Ujar Pria Tua tersebut sambil menuangkan arak kedalam cawan emas.


"Huft............. " Suara helaan nafas panjang Jamila.


"Sebenarnya kenapa kau memaksa ku untuk menjadi murid mu???"


"Dengan kedigdayaan mu yang seperti ini kau kan bisa mencari murid lain nya....... " Ucap Jamila.


Pria Tua pun bangun dari kursi nya, lalu berdiri membelakangi kursi tersebut.


Pandangan Kakek itu jauh menatap ke ujung langit hitam di hadapan nya tersebut, angin sepoi-sepoi pun bertiup di atas langit tersebut.


"Kau mau tau alasan ku meminta mu menjadi murid ku???" Tanya Kakek Tua tersebut sambil menyilangkan kedua tangan nya ke belakang.


"Setidaknya sebelum aku menjadi murid mu, aku harus tau latar belakang alasan mu ingin menjadikan ku murid mu.... " Ucap Jamila.


"Namaku adalah Mpu Naga Halilintar, aku hidup 500.000 tahun yang lalu, pada saat itu aku bertarung dengan musuhku,"


"Naga Khayangan dan aku kalah, aku menyegel serpihan jiwa ku kedalam Keris Hantu Petir ini,"


"Selama hidupku aku belum pernah memiiki satu orang murid pun, makanya aku tidak bisa pergi dengan tenang..... "


"Oleh karena nya aku ingin mengangkat mu menjadi murid ku...... "


"***....... " Ujar Kakek Tua tersebut sambil menyeka air mata yang membasahi pipi nya itu.


Jamila pun terpesona melihat ketulusan dari perkataan Mpu Naga Halilintar tersebut, hati wanita itu pun luluh.


"Sepertinya Naga Tua ini berkata jujur, kasian dia sampai akhir hayat nya dia tidak memiliki seorang murid pun..... "


"Aku sempat mencurigai nya tadi..... " Gumam Jamila.


"Dasar wanita tolol, setelah serpihan jiwa ku utuh,"


"Aku akan mengambil alih tubuh mu dan membalaskan dendam ku kepada Naga Khayangan.... " Gumam Mpu Naga Halilintar lalu berbalik dan kembali duduk di kursi bersama Jamila.


"Baik lah Guru...... "


"Aku bersedia menjadi murid mu, tapi aku memiliki suatu masalah..... " Ucap Jamila.


"Masalah, masalah apa itu Jamila???" Tanya Mpu Naga Halilintar.


Jamila pun mulai curhat tentang masalah nya terkurung di dalam Pagoda Hantu oleh Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Jadi saat ini aku gak bisa kemana-mana, Guru... " Ujar Jamila.


"Tenang aja, itu masalah gampang.... " Ucap Mpu Naga Halilintar sambil menjulurkan tangan nya berniat berjabat tangan.

__ADS_1


"Jabat lah tangan ku, perjanjian kepemilikan tubuh pun akan segera terikrar." Gumam Mpu Naga Halilintar yang ternyata memiliki niat jahat terhadap murid nya itu.


Jamila pun melirik kearah tangan Mpu Naga Halilintar yang terjulur tersebut.


Dengan polos nya Gadis dari Klan Kunti itu pun menjabat tangan Guru nya.


"Jderrrr............. " Sekelebat cahaya menyilaukan menyambar tangan mereka yang sedang berjabat tangan tersebut.


"Ouchhhh........... "


"Panas sekali...... "


"Apa-apa petir itu, tangan ku jadi crispy nih... " Teriak Jamila sambil meniup-niup tangan nya.


Sebuah segel segi enam dengan sebuah simbol petir pun muncul di telapak tangan nya.


"Segel apa ini, Guru???" Tanya Jamila.


Rasa sakit akibat tersambar petir itu pun sudah menghilang, kini Gadis tersebut penasaran dengan segel yang muncul secara tiba-tiba pada telapak tangan nya tersebut.


"Gak apa-apa, itu hanyalah tanda dari Sekte Naga Halilintar ku,"


"Jangan terlalu khawatir, telapak tangan mu pun tampak lebih keren dari sebelumnya..... " Ujar Mpu Naga Halilintar.


"Benar,.... "


"Telapak tangan ku tampak jadi lebih sangar.... " Gumam Jamila.


"Seperti nya kau harus segera kembali, seorang gadis cantik sedang berniat mau menusuk mu.... " Ujar Mpu Halilintar lalu mulai mengarahkan telapak tangan nya ke dada Jamila.


"Aku sampai kelupaan dengan ****.... " Ujar Jamila.


Jamila pun terhempas oleh telapak tangan Mpu Halilintar dan kembali ke tubuh nya.


Sambil menyilangkan sebelah tangan nya kebelakang, Mpu Halilintar pun kembali menatap jauh ke hadapan nya.


"Dasar gadis bodoh..... "


"Mudah sekali dia tertipu, setelah serpihan-serpihan jiwaku terkumpul, aku akan membajak tubuh gadis tersebut,"


"Setelah itu aku akan terlahir kembali, Naga Khayangan..... "


"Tunggulah kedatangan ku..... " Gumam Mpu Halilintar sambil mengelus-elus janggut putih panjang nya.


-[Di Lorong Goa Hantu Penggoda]-


Tampak **** sedang memegang Keris Hantu Petir dengan kedua tangan nya dan bersiap menancapkan keris tersebut.


"Kau telah membunuh kedua saudari ku, akan aku persembahkan jiwamu kepada mereka berdua... " Ucap **** lalu mulai menancapkan Keris tersebut.


Di saat yang bersamaan Jamila pun membuka kedua belah matanya, ia pun menahan laju keris hantu Petir dengan telapak tangan nya.


"Dia sadar...... " Gumam ****.

__ADS_1


Telapak tangan milik Jamila yang sebelah kiri pun tertusuk oleh Keris tersebut, dengan gesit Jamila mengarahkan telapak tangan nya yang sebelah lagi ke arah perut ****.


"Duakkkkk......... " Suara telapak tangan yang menghempaskan **** kelangit-langit goa.


Jamila pun mengambil keris hantu Petir yang terjatuh tersebut lalu segera menghabisi ****.


"Akhhhh.......... " Teriak **** saat Jamila menghabisi nya.


"Ini untuk tanganku yang kau lubang tadi..... " Ucap Jamila.


"Ugh......... "


"Aku sebaiknya segera kembali ke Portal Kuno, aku pun sudah mendapatkan secercah harapan untuk bisa keluar dari dalam pagoda hantu ini,"


"Tapi bagaimana caranya aku bertemu lagi dengan Guru, yach????"


"Akh.......... "


"Nanti saja aku cari tahu, yang penting sekarang aku harus kembali ke Portal Kuno dulu..... " Gumam Jamila kemudian mulai melesat ke arah luar Goa Hantu Penggoda tersebut.


"Dashh......... "


"Dashh......... "


"Dashh.......... " Suara tapak kaki saat Jamila mulai melesat.


-[Lantai 99, Di Ruangan Ratu Ilmu Hitam]-


Suasana tampak gelap di dalam ruangan tersebut, sang Ratu masih duduk bermeditasi di tengah-tengah segel bintang enam.


Asih, Jingga, dan Fernanda tampak sedikit gugup begitu juga kedua murid laki-laki lain nya.


"Jingga, Ksatria Sanbon baru saja kalah,"


"Saat ini dia sedang di tawan oleh Raja Sage,"


"Aku ingin kau pergi membebaskan nya, bawalah beberapa prajurit-prajurit bersama mu..... " Ujar Ratu Santet.


"Ksatria Sanbon kalah, siapa raja Sage itu???" Gumam Asih Vampir.


"Pria sekuat Juday bisa kalah, sekuat apa emang nya Raja Sage itu???" Gumam Fernanda Vampir.


"Baik Ratu..... " Sahut Jingga.


"Ya sudah kalau begitu kalian berlima kembalilah ke tempat kalian masing-masing.... " Ujar Ratu Sanbon.


"Saya mohon maaf Ratu, ada informasi yang tidak mengenakkan yang baru-baru ini kami Terima.... " Ucap Jingga Vampir.


"Informasi seperti apa itu Jingga???" Tanya Ratu Sanbon.


"Kesepuluh Kelompok di bawah naungan aliansi Sanbon telah di hancurkan oleh kelompok pendatang baru, Ratu..... " Ucap Jingga.


"Apaaaa............ " Ucap Ratu Sanbon, ia terkejut saat mendengar hal tersebut.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2