Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Santet Part Ke Empat.


__ADS_3

-[Malam Hari nya, Di Dalam Bus]-


Jalanan lintas provinsi pun saat ini sedang di landa dengan hujan yang sangat lebat.


Angin di luar tampak berhembus dengan kencang.


"Byurrrrr............ " Suara hujan yang amat deras.


Mobil Bus berwarna putih itu pun melaju dengan stabil di jalanan yang pada sisi kiri dan kanan nya di penuhi dengan pepohonan sawit tersebut.


Beberapa kali sambaran-sambaran petir pun terdengar di tengah-tengah hutan sawit tersebut.


"Jderrrr............. " Suara sambaran petir.


-[Di Bilik Toilet]-


Tampak Ratu Santet mulai memasang segel dengan kedua belah tangan nya, sosok Pedagang Asongan itu pun muncul kembali di hadapan nya.


"Kali ini akan kubuat kau lebih menderita lagi dari pada sebelum nya.... " Gumam Ratu Ilmu Hitam tersebut.


"Jderrrr.......... "


"Jderrrr........... "


"Jderrrr.......... " Suara sambaran-sambaran petir di kejauhan.


Pedagang Asongan pun mulai keluar dari dalam bilik toilet tersebut, seketika suasana di dalam Bus pun mulai berubah menjadi sangat mencekam.


Beberapa Penumpang Bus yang sebelumnya pernah membeli peyek kacang dari Pedagang Asongan di siang hari pun mulai ketakutan.


"Ih....... "


"Serem..... "


"Hantu Pedagang itu muncul lagi.... "


"Sial kali aku, kali ini aku benar-benar apes naik Bus Hantu ini, sebaiknya aku pura-pura tidur saja... " Gumam Jodi seorang Penumpang yang berusia sekitar 20 tahunan tersebut.


Siang tadi Jodi ikut membeli peyek kacang dari Pedagang Asongan, saat dia hendak memakan nya peyek kacang itu pun berubah menjadi dedaunan.


Jodi pun pura-pura tidur, Pedagang Asongan pun melewati kursi yang di duduki nya tersebut.


"Peyek Kacang...... "


"Lima Ribu Rupiah..... " Ucap Pedagang Asongan.


"Peyek Kacang apa nya, peyek hantu iya... " Gumam Nagita seorang Remaja berusia delapan belas tahun yang ikut membeli peyek kacang pada siang hari sebelum nya.


Nagita pun pura-pura tidur sama seperti Jodi, Pedagang Asongan pun melewati kursi yang di duduki nya juga.


"Bang...... "


"Peyek nya..... " Ucap Pedagang Asongan tersebut sambil menepuk bahu Arung.


"Gak Bang, Terima kasih.... " Ucap Arung.


Mitha pun sempat menoleh ke arah Pedagang Asongan tersebut dengan sedikit perasaan curiga.


"Tadi siang, dia juga menawarkan jajanan peyek kacang???"


"Setelah itu Tunangan ku pun tertidur, apakah Pedagang Asongan ini memiliki hubungan dengan Ratu Santet???" Gumam Mitha dengan curiga.


"Mbak..... "


"Mau Peyek Kacang..... " Tanya Pedagang Asongan sambil menepuk bahu Mitha.


"Gak Bang.... " Ucap Mitha.


Dengan senyum yang menyeramkan Pedagang Asongan itu pun berbalik dan kembali ke Bilik Toilet.


Kikan salah seorang penumpang Bus yang juga pernah membeli peyek hantu itu pun mulai menutup seluruh tubuh nya dengan selimut tebal.


"Ih......... "

__ADS_1


"Hantu Bus..... "


"Kenapa nasib ku apes banget..... "


"Kenapa dia muncul lagi.... " Gumam Kikan, Pedagang Asongan pun melewati kursi yang diduduki oleh Kikan.


Pedagang Asongan pun mulai masuk ke dalam bilik toilet dan kemudian menghilang.


"Kutunggu kau dan kekasih mu di Dunia Mimpi, aku pastikan kau akan memohon kepada ku untuk membunuh mu, Bocah.... " Gumam Ratu Sanbon Utara tersebut.


Tak lama berselang, akibat tepukan di bahu oleh Pedagang Asongan Arung dan juga Jendral Es pun mulai mengantuk dan tertidur.


"Hoammmm....... " Suara menguap Mitha.


"Kenapa aku tiba-tiba mengantuk banget yach, padahal tadi aku sudah ngopi bergelas-gelas.... " Gumam Mitha lalu menoleh ke samping nya.


Ternyata Pendekar Setengah Naga itu telah tertidur lelap sejak tadi, beberapa menit kemudian Mitha pun ikut tertidur.


"Zzzttttttt........... "


"Zzzttttttt........... " Suara tidur lelap Mitha dan juga Arung.


Kesadaran mereka berdua pun mulai terhisap ke dalam Dunia Mimpi.


-[Dunia Mimpi]-


Sepasang kekasih itu pun terdampar di sebuah hamparan padang rumput di pinggiran jurang.


Pada saat itu bulan purnama bersinar terang, tampak langit dihiasi kumpulan bintang-bintang.


Padang Rumput tersebut berada di atas sebuah gunung, di kejauhan tampak puluhan pria berpakaian dukun dengan membawa sebuah golok di tangan nya.


"Dimana ini???" Ucap Arung yang kaget saat melihat puluhan dukun di kejauhan.


"Sepertinya kita tertidur Arung, ini pasti ada hubungan nya dengan Pedagang Peyek Kacang itu... " Ucap Mitha.


"Mitha...... "


"Kuat lah.... "


"Biar aku yang menghadapi dukun-dukun itu.... " Ujar Arung.


Dukun-dukun di kejauhan pun tampak mulai berlari ke arah mereka sambil menenteng golok-golok nya ke atas.


"Mitha, cepat panjat pohon itu bersembunyi lah...." Ucap Arung.


Di belakang mereka berdua terdapat sebuah pohon beringin yang besar.


"Tapi Arung...... " Ucap Mitha yang tidak tega meninggalkan Tunangan nya tersebut dan menjadi samsak para dukun-dukun tersebut.


"Jendral Es, lekas lah..... "


"Setidaknya salah satu dari kita harus menjadi korban nya, dan yang lain nya harus selamat.... "


"Aku gak mungkin membiarkan orang yang kucintai menjadi korban nya, biar aku saja.... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut.


Dengan berat hati Mitha pun mulai berlari ke arah pohon dan mulai memanjat nya.


"Bagaimana ini.... "


"Pakai apa aku melawan dukun-dukun itu... " Gumam Arung.


Para dukun-dukun pun tampak sudah mengelilingi nya.


"Serang......... " Teriak Ratu Sanbon dari kejauhan.


Para dukun-dukun pun mulai menyerang Arung, dengan beringas, para pria berjubah hitam itu pun mulai menyabet tubuh Pendekar Setengah Naga itu dari berbagai penjuru mata angin.


"Slasshhh........ "


"Slashhhh......... "


"Slashhhh.......... " Suara sabetan golok-golok berkepala macan tersebut.

__ADS_1


"Akhhhhh............ "


"Akhhhhh............. "


"Akhhhhhh........... " Teriak Arung kesakitan.


"Arung........ "


"B*jingan, Ratu Santet.... "


"Awas kau.... " Gumam Jendral Es dengan perasaan marah dan juga sedih.


Perasaan Wanita tersebut bercampur aduk saat ini, di satu sisi lain nya ia pun merasa tidak berdaya karena seluruh kultivasi nya tersegel.


Para dukun-dukun pun terus menyabet tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut tanpa ampun.


Raut wajah Ratu Sanbon Utara pun tampak begitu menikmatinya, ia begitu puas menyaksikan penderitaan dari wajah Pendekar Don Juan tersebut.


Beberapa menit kemudian, para dukun-dukun itu pun berhenti.


Tampak Arung sudah terbaring lemas di atas tanah dengan posisi tertelungkup dan penuh luka.


Punggung dan hampir di seluruh bagian tubuh nya di penuhi dengan luka sabetan golok-golok yang masih mengeluarkan ddarah dan menga-nga


"Tap.......... "


"Tap.......... "


"Tap..........." Suara tapak kaki Ratu Sanbon.


"Bocah...... "


"Memohonlah pada ku, agar aku mengakhiri penderitaan mu.... " Ucap Ratu Santet tersebut.


"Uhuk......... "


"Uhuk......... "


"Uhuk.......... " Suara batuk Arung lalu mulai mengeluarkan darah hitam yang kental dari dalam mulut nya.


"Cuih.......... "


"Berharap lah dalam mimpi mu aku akan memohon seperti itu..... " Ujar Arung dengan nada suara yang pelan namun tegas.


"Dasar Bocah keras kepala..... " Ucap Ratu Santet berang.


Tiba-tiba saja sebuah batu seukuran kepalan tangan pun melesat dan berhasil melukai dahi Wanita Pucat Berambut Hitam tersebut.


"Siapa yang berani melempar ku.... " Ucap Ratu Sanbon dengan penuh emosi.


Ternyata yang melemparkan batu itu adalah Jendral Es, namun batu tersebut hanya mampu melukai dahi Ratu Sanbon sedikit.


Para dukun-dukun itu pun tampak hendak menyerang Mitha, namun Ratu Sanbon mencegah nya.


"Sial........ "


"Lemparan batu itu tidak berefek apa-apa pada nya.... " Gumam Mitha.


"Jadi kau yang melempar nya.... " Ucap Ratu Sanbon lalu mulai menengadahkan telapak tangan nya ke arah Mitha.


"Dasar bodoh..... "


"Kenapa kau malah muncul..... " Gumam Arung yang sudah tidak dapat bergerak lagi tersebut.


"Semua nya sudah terjadi, setidak nya aku akan bertarung dengan nya sampai mati...... " Gumam Jendral Es.


"Heyattttt......... " Teriak wanita dengan baju kemeja dan celana jeans tersebut lalu mulai berlari ke arah Ratu Santet dengan niat membunuh yang besar.


"Wanita goblok..... " Gumam Ratu Sanbon Utara.


To be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2