Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kraken Api.


__ADS_3

-[Kembali ke Benua Naga]-


Pada saat itu di tengah-tengah lautan terlihat sebuah kapal yang sedang terombang-ambing di hempas oleh hantaman ombak, di sekitar nya terlihat ada ratusan Kepiting-Kepiting Cahaya.


Cuaca pada malam hujan deras mengguyur seluruh lautan dibarengi oleh hujan kepiting-kepiting kecil, terlihat juga sebuah perisai kultivasi magnet melindungi seluruh bagian Kapal tersebut dari terpaan serangan-serangan kepiting-kepiting cahaya tersebut.


"Duarggghhhhhh......."


"Duarggghhhhhh......"


"Duarggghhhhhh......" Suara ledakan dahsyat di sekitar perisai.


Beberapa panah-panah cahaya pun melesat dan membunuh beberapa kepiting-kepiting cahaya.


Tiba-tiba saja kepiting-kepiting itu perlahan namun pasti mulai menjauhi kapal tersebut, Delayla dan yang lain nya pun mulai merasakan firasat yang buruk.


"Kenapa, makhluk-makhluk itu pada mundur???"


"Apa mereka lelah???" Ucap Sonia dengan perasaan kebingungan.


"Sepertinya ada yang membuat mereka takut...."


"Tetap waspada...." Ucap Delayla.


Dari kejauhan seekor cumi-cumi raksasa seukuran Black hole Dragon pun muncul, kulit nya berwarna merah menyala.


"Itu....."


"Mungkinkah itu adalah Raja Lautan...."


"Kita sial banget sampai-sampai makhluk itu kemari...." Ucap Sonia.


Saat ini hanya ada Sonia dan Delayla di dek atas kapal, sementara Vladmira dan yang lain nya sedang beristirahat di dalam kabin kamar nya masing-masing.


"Aurghhhhhhhh.............." Raungan Kraken Api yang membuat kepiting-kepiting cahaya itu makin takut lalu melarikan diri.


Tentakel-tentakel raksasanya pun mulai menerjang ke arah Kapal yang membuat kapal terombang-ambing.


"Sonia, aku akan melawan nya dengan wujud Naga ku...."


"Kau cover aku..." Ucap Delayla kemudian mulai terbang ke arah Kraken Api sembari menjelma menjadi Naga Magnet Kuno.


"Whussssssss............." Suara hembusan asap hitam dari dalam mulut Naga Magnet Kuno tersebut.


Seketika di sekitar Kraken Api pun di penuhi asap hitam.


"Aurghhhhhhhh..........." Raungan Kraken Api yang marah.


Sebuah bola api hitam raksasa pun di tembakkan ke arah Naga Magnet Kuno, bola api pun terbang dengan lintasan yang lurus.


"Whusssssss.............." Suara hembusan angin saat bola api hitam yang sangat panas melesat.


Naga Magnet Kuno pun menembakkan bola berelemen magnet seukuran bola api hitam yang sedang melesat tersebut.


Dari arah kapal layar langit ratusan panah cahaya pun ikut melesat mengiringi bola berelemen magnet tersebut.


Benturan pun terjadi, sebuah ledakan pun menghempaskan air di permukaan laut yang bergelombang tersebut.

__ADS_1


Kapal Layar Naga pun kembali terombang-ambing akibat peristiwa benturan tersebut.


Akibat goyangan Kapal Layar Naga, Vladmira dan awak kru lain nya pun keluar dari dalam kabin nya masing-masing dan pergi menuju dek Kapal.


"Ada apa ini, kok goyang....???" Gumam Putri Widuri sambil berjalan di dalam koridor kapal.


Sesampainya di luar Kapal, tampak makhluk raksasa sedang bertarung di kejauhan dengan seekor Naga.


Tampak pertarungan begitu ulet, Kraken itu berkali-kali menembakkan bola api hitam ke arah Naga Magnet Kuno.


Dengan lincah Naga itu pun mampu menghindari nya, sementara itu Sonia Golden Spider terus melesatkan ratusan panah cahaya dari busur Arjuna nya.


"Whusssss..........."


"Whusssss.........."


"Whusssss.........." Suara hempasan angin saat panah-panah cahaya itu melesat.


Ledakan-ledakan kecil pun terjadi di sekitar tubuh Raja Lautan tersebut.


"Sonia......."


"Bagaimana ini???" Tanya Vladmira.


"Delayla sedang bertarung dengan Kraken itu, kita harus membantu nya..."


"Tembakkan serangan terbaik mu......." Ucap Sonia.


Vladmira pun mulai menembakkan bola-bola berelemen kegelapan murni nya ke arah Kraken Api tersebut.


Kraken Api pun menembakkan bola api hitam ke arah Naga Magnet Kuno hingga Naga Magnet Kuno terpental.


"Bosssss......." Teriak Delphi Chen.


Naga Magnet Kuno pun kembali bangkit lalu mulai menembakkan beberapa bola magnet raksasa.


Sama seperti Naga Magnet Kuno, Raja Lautan pun menembakkan beberapa bola api hitam.


Kedua serangan saling beradu lalu terjadilah ledakan yang dahsyat.


"Duarggghhhhhh.............." Suara ledakan dahsyat.


Vladmira pun mengeluarkan Pedang Kegelapan nya kemudian terbang ke arah Kraken Api.


"Jika seperti ini, kami bisa kalah...."


"Aku akan membantu Delayla..." Gumam Vladmira.


Gadis Vampire itu pun melesat ke arah tentakel Kraken Api tersebut dan menebas nya.


"Slasshhhhh..........." Suara tebasan Pedang Kegelapan.


Satu tentakel makhluk itu pun terpotong.


"Aurghhhhhhhh...................." Suara raungan kesakitan makhluk super besar itu lalu mulai menembakkan petir api dari sekujur tubuh nya.


Petir Api pun menyambar kesegala arah.

__ADS_1


"Jderrrrrrrr..............."


"Jderrrrrrrr..............."


"Jderrrrrrrr................" Suara Sambaran Petir Api saat menyambar.


Sementara itu Vladmira dengan bersusah payah menahan petir api tersebut, Gadis Vampire itu membelokkan setiap lintasan petir api yang mengarah kepada nya.


Naga Magnet Kuno pun memasang perisai kultivasi magnet di sekitar nya, sambaran-sambaran petir api itu pun mengenai perisai tersebut.


Ledakan-ledakan kecil pun terjadi di sekitar perisai kultivasi berelemen magnet tersebut.


Durasi Sambaran petir api tersebut lumayan lama, terlihat keringat yang banyak mengucur dari dahi Vladmira yang sedang membelokkan lintasan-lintasan petir api tersebut.


"Tangan ku rasa nya kesemutan....." Gumam Vladmira.


Tampak Sonia sedang memasang perisai kultivasi berelemen jaring laba-laba emas di sekitar Kapal Layar Naga sehingga Kapal dengan Kepala Naga tersebut masih aman.


"Arung...,."


"Segera kembali lah....." Gumam Putri Widuri sambil menyaksikan ratusan Sambaran petir tersebut.


-[Kembali Ke Pantai Darah di Asteroid Kuno]-


Dua Minggu setelah serbuan Kingkong-Kingkong Laut, tampak tubuh-tubuh makhluk raksasa itu sudah di simpan oleh Arun di dalam cincin ruang nya.


Saat ini di punggung Selir Nora sebuah Gunting Emas tergantung, dia juga mengenakan sepatu terbang.


Sedangkan Selir Keysha menggantung sebuah perisai dengan wajah Garuda di punggung nya, Gadis itu juga mengenakan sepatu terbang.


Kira pun mengenakan sebuah topi bundar berwarna hitam dengan ukiran dua naga yang saling memakan ekor nya, topi tersebut terbuat dari emas hitam sama seperti Palu Dewa milik Arung.


Semua senjata suci tersebut berada di ranah senjata dewa level satu.


"Kita masih memiliki waktu selama 13 hari lagi, ayo kita cari rombongan aliansi Ratu Medusa...."


"Kita harus segera memberikan Kunci Giok ini....."


"Setelah menemukan Raja Geitetsu, misi ku pun selesai..."


"Aku pun harus kembali ke Istana Kerajaan Darah Merah...." Ucap Arung.


"Bagaimana dengan kami, Sayang ???" Tanya Selir Nora.


"Tentu saja, kalian akan ikut bersama ku ke kerajaan darah merah..."


"Beberapa bulan lagi, Kaisar Vampir akan menyerang Kerajaan Darah Merah...."


"Makin banyak yang membantu akan lebih baik...." Ucap Jendral Naga.


"Benar, isunya dalam beberapa bulan lagi,"


"Pihak Kekaisaran Vampire berniat melenyapkan satu-satu nya Kerajaan yang masih bertahan di antara kesembilan benua....." Gumam Kira.


"Kalau begitu , ayo......" Ucap Arung kemudian mulai melesat terbang di ikuti yang lain nya.


Perwakilan Aliansi Naga pun mulai terbang di atas hutan di pinggiran pantai darah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2