
Di tengah gurun pasir tampak seekor unta sedang berjalan dengan dua orang penunggang di atas nya yang sedang menelusuri Gurun Pasir tersebut.
Pada saat ini sudah tiga hari berlalu sejak pertarungan dahsyat yang terjadi di antara Dewi Seribu Kayu versus Cleopatra.
"Whusssss.........."
"Whusssss........." Suara hembusan angin di tengah-tengah gurun pasir yang gersang dan tandus tersebut.
Tampak ada beberapa buah pohon kaktus dan juga beberapa kerangka beast yang beragam di sekitar nya.
Penunggang Unta yang duduk di depan adalah Dewi Seribu Kayu, tampak bibir Gadis Berambut Putih itu begitu pucat.
Gadis berambut putih itu saat ini sudah kehilangan seluruh kesaktian nya akibat racun yang ada di Gurun Pasir tersebut.
"Uhuk..........."
"Uhuk..........."
"Uhuk..........." Suara batuk Dewi Seribu Kayu.
"Sial........"
"Aku tidak pernah setidak berdaya ini......" Gumam nya.
Di belakang nya duduk sang Pendekar Don Juan dengan pipi yang memerah akibat pesona sang Dewi Kayu tersebut.
"Ugh..........."
"Bagaimana ini, aku memang sudah lepas dari cengkraman gadis psikopat itu,"
"Tapi untuk dapat kembali ke Pulau itu, aku harus menuju Kota Dewa Ra..." Gumam Arung.
Arung telah menceritakan asal muasal dirinya sampai bisa terjebak di gurun pasir tersebut bersama dengan Cleopatra kepada Dewi Seribu Kayu, sang Dewi pun telah memberitahu nya cara untuk kembali ke Pulau tersebut.
Namun sang Dewi juga memberitahu cara untuk kembali kesana adalah dengan cara menelusuri Gurun pasir ini dan pergi ke Kota Dewa Ra, namun di dalam gurun ini terdapat banyak buronan-buronan kepolisian yang lumayan kuat sementara itu dia sendiri pada saat ini sudah kehilangan seluruh kesaktian nya.
"Arung......."
"Tetap waspada, seperti yang kukatakan sebelumnya ada banyak sekali penjahat yang bersembunyi di sini....." Ujar Dewi Seribu Kayu.
"Baik ....."
"Dewi....." Jawab Arung.
Unta pun terus menelusuri Gurun pasir tersebut, cuaca yang terik pun kembali menyengat kulit mereka berdua.
"Tap........."
"Tap........"
"Tap........." Suara tapak kaki unta tersebut.
Tak jauh dari tempat mereka, terlihatlah sebuah oasis, sebuah danau dengan pepohonan kurma di sekitarnya.
Air di danau itu begitu tenang dan juga begitu jernih nya.
__ADS_1
"Arung, lihat di sana ada Danau...."
"Sebaik nya kita beristirahat dulu di sina, danau ini menandakan kita tinggal tiga hari perjalanan lagi menuju Kota Dewa Ra...." Ujar Dewi Seribu Kayu yang sudah pernah singgah di Danau tersebut.
"Ya Dewi....."
"Kenapa kita gak terbang aja, kita kan bisa sampai lebih cepat...."
"Lagian tidak ada apa pun di gurun ini????" Ucap Arung.
"Kan sudah kubilang, gurun ini sangat lah berbahaya...."
"Dengan kultivasi mu yang setingkat itu, kita pasti di habisi oleh buronan-buronan atau penjahat-penjahat yang ada di sekitar sini...." Ujar Dewi Seribu Kayu sambil mengarahkan unta tersebut menuju Oasis.
"Hah.........." Helaan nafas panjang Arung.
Selang beberapa menit Unta pun tiba di dekat Danau Oasis, Gadis Cantik Berambut Putih dan Arung pun mulai menuruni unta tersebut.
Sang Dewi pun mulai memasukkan unta tersebut kembali kedalam bola ruang nya, ia pun langsung berlari ke arah Danau tersebut.
"Hemmmmm................" Suara tarikan nafas panjang Sang Dewi saat berdiri di pinggiran danau.
"Sepertinya dia stress kali karena telah kehilangan seluruh kesaktian nya...."
"Dewi yang sekuat itu bisa hilang kesaktian nya, Racun buatan Gadis Psikopat itu bukan main-main..." Gumam Arung.
"Huftttttttt............" Suara hembusan nafas panjang Dewi Seribu Kayu.
"Arung, sepertinya tempat ini aman,..."
"Gak mungkin kan dia bakalan buka baju nya di depan ku???" Gumam Arung sambil mengangguk beberapa kali.
Sang Dewi pun langsung nyebur ke dalam Danau tersebut.
"Fiuh............." Gumam Pendekar Setengah Naga itu.
Sang Dewi pun mulai berenang di permukaan danau tersebut, sedangkan Arung hanya berdiri di pinggiran danau itu sambil menyaksikan sang gadis cantik tersebut berenang.
Rambut putih nya terlihat begitu berkilau saat Gadis itu berenang di permukaan Danau tersebut.
Sang Don Juan pun kembali terpesona oleh paras ayu sang Dewi yang sedang berenang tersebut, pipi nya pun mulai memerah.
"Cantik nya......"
"Dia secantik Mitha....." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Arung pun mulai mengeluarkan elemen perak dari telapak tangan nya dan mulai membentuk sebuah tenda bulat dengan satu tiang penyangga di tengah nya, ia pun kemudian membuat dua buah kursi perak dan sebuah meja perak dengan elemen tersebut.
Sang Jendral pun duduk di salah satu kursi tersebut kemudian mulai mengeluarkan beberapa minuman kaleng dan juga beberapa Snack kemudian mulai meletakkan nya di atas meja perak tersebut.
"Huftttttttt.............." Suara helaan nafas panjang sang Jendral Naga.
Pandangan nya pun lurus kedepan, Pendekar Don Juan itu tampak sedang menikmati pemandangan di depan nya.
"Dia benar-benar cantik......" Gumam Arung.
__ADS_1
Arung pun mulai mengeluarkan pipa hisap giok nya lalu mulai menaruh tembakau di atas nya.
"Whusssss............." Suara hembusan asap rokok nya.
Arung pun mulai termenung ia pun mulai membayang kan sesuatu yang aneh, di bayangan nya pada saat ini, Pendekar Don Juan itu sedang berada di pinggiran pantai sambil mengoleskan sun block ke punggung seorang wanita cantik berbikini.
Tampak di sekitar nya ada banyak orang sedang beraktifitas di pinggiran pantai tersebut.
Gadis yang sedang berbaring tertelungkup itu adalah Dewi Seribu Kayu, tampak Kilauan rambut putih nya.
"Arung, tolong oleskan sun cream di leher ku juga, Yach......." Ucap Dewi Seribu Kayu.
"Siap Dewi....."
"Everything you want....." Ucap Arung lalu mulai mengambil botol shampo di sebelahnya.
Arung salah mengambil botol shampo di karenakan pandangan nya terus tertuju pada punggung mulus sang Dewi.
Ia pun mulai mengoleskan sampo ke leher Dewi Seribu Kayu, sementara itu pandangan sang Don Juan mulai liar.
"Kok dingin ya....????"
"Apa perasaan ku, aja.????" Gumam Dewi Seribu Kayu yang merasa dingin nya shampo pada lehernya.
"Dia benar-benar seorang Dewi...." Gumam Arung sambil terus memijit leher sang Dewi.
Shampo pun terus di oleskan di leher Dewi Seribu Kayu tersebut tanpa mereka berdua sadari jika yang sedang di oleskan itu bukan sun cream tetapi shampo.
Aroma wangi yang keluar dari shampo itu pun mulai tercium oleh Arung.
"Kok wangi ya.....???"
"Apa mungkin ini wangi keringat nya Dewi....."
"Wangi sekali....." Gumam Arung sambil kembali memijit pundak sang Dewi.
Beberapa saat kemudian Arung pun baru menyadari jika yang di oleskan nya pada saat ini adalah shampo, tampak leher sang Dewi di penuhi oleh shampo.
"Waduhhhhh........"
"Buseeetttt........."
"Aku salah oles...????" Gumam Arung dengan raut wajah kebingungan sambil melihat botol shampo di sebelahnya.
Beberapa saat kemudian ia pun tersadar dari lamunan nya.
"Arung......"
"Arung......" Ucap Dewi Seribu Kayu yang sudah berganti pakaian sebelum nya.
"Dewi......" Ucap nya.
"Buseeetttt......."
"Rupanya tadi hanya imajinasi ku saja...." Gumam Arung sambil menatap bola mata indah milik Dewi Seribu Kayu tersebut.
__ADS_1