
Pengantin Berdarah pun saat ini tengah beradu pedang dengan Komandan Chilia Black, karena kelelahan oleh pertarungan sebelum nya tampak Pengantin Berdarah mulai tertekan.
"Tring..........."
"Tring..........."
"Tring..........." Suara saat Pedang Es beradu dengan Pedang Santet.
Komandan Chilia pun menggunakan jurus langkah petir nya, seketika Komandan dari aliansi x rate itu pun berada di hadapan Pengantin Berdarah.
"Hah......." Ucap Pengantin Berdarah.
Sebuah tusukan pun berhasil di sematkan di bahu salah satu murid Ratu Ilmu Hitam tersebut.
"Jlebbbbbb..........." Suara saat pedang es berhasil menusuk bahu nya.
"Sial......" Gumam Pengantin Berdarah kemudian mulai beradu pedang dengan Komandan Chilia.
"Sebaik nya kau menyerah, jika kau menyerah kami hanya akan menangkap mu...."
"Jika tidak aku akan membunuh mu..." Ucap Komandan Chilia.
Di kejauhan tampak Komandan Garda Amazone yang tengah terbaring di atas tanah dengan sekujur tubuh terikat sedang meneteskan air mata.
"Datuk......"
"B*jingan kau...."
"Apa yang kau perbuat kepada My Lovely Datuk...." Ucap Komandan Friska.
Kelima Selir yang sedang bertarung dengan para prajurit-prajurit aliansi sanbon pun sedikit kesal mendengar ocehan dari Komandan Garda Amazone tersebut.
"Nora, ocehan Komandan Jangkung itu membuat ku tidak bisa berkonsentrasi bertarung....."
"Coba kau urus dulu...." Ucap Selir Keysha.
"Benar, dasar wanita gila lakik...."
"Di saat perang seperti ini masih saja memikirkan lakik..." Ujar Selir Nora lalu menebas prajurit Sanbon yang sedang bertarung dengan nya kemudian pergi ke arah Komandan Garda Amazone tersebut.
"Dasar wanita banyak omong..."
"Nih makan....." Ucap Selir Nora sambil menyelotip mulut Komandan Garda Amazone tersebut.
"Tapi tadi Jendral Naga sangat ganteng ya waktu memegang kepala Ratu Sanbon, aku jadi makin gregetan...." Gumam Selir Nora yang ternyata Gila Lakik juga.
"Uhmmmm...."
"Uhmmmm...." Suara Komandan Garda Amazone.
Jenifer yang melihat kelakuan Komandan nya dari jauh hanya bisa geleng-geleng kepala saja.
"Dasar Komandan...."
"Buat malu aja...." Gumam Jenifer sambil bertarung melawan prajurit aliansi naga.
"Tring..........."
"Tring..........."
"Tring..........." Suara saat golok vampire saling beradu di medan perang tersebut.
Para prajurit-prajurit Ponchong pun menembakkan bola-bola berelemen hantu dari dalam mulut nya, para Prajurit-prajurit aliansi x rate pun membelah serangan-serangan beast horror tersebut dengan pedang es nya.
"Ponchong ini sangat lincah, aku harus mencari cara untuk mengalahkan nya...." Gumam Arung sambil menembakkan jurus tapak black hole.
__ADS_1
"Duarghhhh......." Suara ledakan akibat jurus tapak black hole tersebut.
Beberapa bola berelemen hantu pun menerjang ke arah Pendekar Setengah Naga tersebut, sebuah ledakan pun tercipta.
Asap pun mengepul di tempat Arung berdiri sebelumnya tersebut, Rubah Ponchong pun kegirangan dan merasa sudah menang.
"Kau lengah, kau terkena serangan mendadak ku......" Ucap Rubah Ponchong.
Tanpa di sadari oleh Rubah Ponchong, Arung saat ini berada di dalam tanah.
"Siapa yang lengah...." Ucap Arung dari arah bawah sambil menebas kepala Rubah Ponchong.
"Slashhhh......." Suara saat pedang es memenggal kepala Rubah Ponchong.
"Gawat......" Gumam Pengantin Berdarah yang melihat peristiwa tersebut.
"Brukkkk..........." Suara saat kepala Rubah Ponchong jatuh ke tanah.
"Bagus Jendral Naga...." Gumam Komandan Chilia sambil melesatkan telapak tangan nya ke dada Pengantin Berdarah.
"Akhhhhh........." Teriak Pengantin Berdarah lalu tersungkur ke atas tanah.
Ujung pedang es pun bertengger di leher Pengantin Berdarah.
"Menyerah atau mati...." Ucap Komandan Chilia.
Peperangan pun sekali lagi berhenti ketika Rubah Ponchong dan juga Pengantin Berdarah kalah.
"Sepertinya kita menang sebelum malam...." Gumam Arung.
"Aku menyerah......" Ucap Pengantin Berdarah.
Para prajurit-prajurit aliansi sanbon yang tersisa pun mulai melarikan diri begitu juga dengan prajurit-prajurit Ponchong.
"Jangan kejar mereka...."
Prajurit-prajurit aliansi naga yang sebelumnya hendak mengejar para prajurit musuh pun mengurungkan niat nya.
Para prajurit-prajurit aliansi naga pun mulai melaksanakan perintah sang Jendral.
"Huftttt............" Suara helaan nafas panjang Selir Hana.
"Akhrnya selesai juga...." Gumam Selir Hana.
Kelima Selir pun langsung berlari ke arah sang Jendral, mereka berlima sangat khawatir dengan keadaan Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Ternyata Jendral Naga memiliki banyak wanita di sekitar nya...." Gumam Komandan Chilia Black.
Saat ini beberapa prajurit sedang mengikat Pengantin Berdarah dengan rantai penghilang kultivasi nya.
Komandan Afar pun menghadap Jendral Naga kemudian memberi hormat ala pendekar.
"Apa yang harus kita lakukan saat ini Jendral???" Tanya Komandan Afar.
"Seperti yang kuperintahkan sebelum nya, rawat yang terluka..." Ucap Arung.
"Siap Jendral........." Sahut Komandan Afar.
Tiba-tiba sebuah portal white hole pun muncul di atas kepala Jendral Naga dan menariknya masuk ke dalam.
"Jendral....." Ucap Kelima Selir.
"Portal apa itu???" Ucap Komandan Chilia Black.
Portal White Hole pun menghilang, para prajurit dan yang lain nya pun terpaku menyaksikan adegan tersebut.
__ADS_1
"Tenang.........."
"Semua nya tenang, sebelum nya Jendral Naga pernah menghilang namun dia muncul kembali...."
"Kita hanya perlu menunggu nya kembali, sekarang cepat laksanakan perintah nya...." Ucap Jendral Dracule sambil berjalan agak sempoyongan.
"Siap Jendral....." Sahut Komandan Afar.
"Baru kali ini aku melihat peristiwa aneh seperti ini..." Gumam Komandan Chilia Black.
Para Prajurit pun mulai mendirikan tenda darurat di dalam gerbang dan mulai memapah atau menggendong prajurit yang terluka dan membawanya ke dalam tenda tersebut.
"Jendral Naga...."
"Semoga kau cepat kembali....." Gumam Selir Helena.
Portal White Hole pun muncul di Benua Naga tepat nya di atas atap Rumah Makan Cinta tempat Arung dan kedua istri nya menginap.
"Dup..............." Suara saat tapak kaki Pendekar Setengah Naga itu mendarat dengan mulus di atas atap.
Cuaca pada saat itu sedang hujan deras di sertai hujan kepiting, tampak ada banyak kepiting berjalan di atas atap dan turun dari langit.
Arung pun mengamati kesekitar nya, ia pun mulai menyadari jika dirinya kembali ke Benua Naga tepat nya di Kota Drake.
"Hah.........." Suara helaan nafas panjang Arung.
Pendekar Setengah Naga itu pun duduk di atas atap sembari menikmati guyuran hujan deras di sertai guyuran kepiting-kepiting kecil.
"Satu masalah baru selesai, kini timbul masalah lain nya...."
"Sebenarnya untuk apa portal itu menyeret ku????"
"Lelah nya ......" Ucap Pendekar Setengah Naga dengan pelan.
"Arung......."
"Arung......."
"Lagi dimana???" Suara telepati di dalam kepala Arung dari Putri Laura.
"Aku di atas atap???" Ucap Arung dengan telepati.
"Tunggu di situ Yach......"
"Aku dan Lila sudah capek mencari mu seharian, kau kemana aja???" Tanya Putri Laura.
"Apa......"
"Baru satu hari terlewati di sini, waktu di portal ini sungguh sangat aneh..." Gumam Arung.
"Portal???"
"Portal apa Arung???" Tanya Putri Laura saat membaca pikiran suami nya tersebut.
Sepasang suami istri di klan naga dapat membaca isi pikiran pasangan nya, Arung lupa akan keunikan dari bangsa naga tersebut.
"Laura......"
"Cerita nya panjang, aku ingin beristirahat sejenak di sini..."
"Nanti aku akan kembali ke kamar...." Ucap Arung dengan telepati.
"Hem........"
"Baiklah......"
__ADS_1
"Aku dan Lila akan menyiapkan makan malam....." Ucap Putri Laura dengan telepati.