
-[Toilet Pemakaman Kuno]-
Di sudut areal makam kuno terdapat sebuah toilet Kuno dari kayu, pada salah satu bilik nya di situlah Kamila berada saat ini.
Toilet Kuno itu tampak sangat menyeramkan, hanya hantu yang berani buang hajat di tempat tersebut.
"Byurrrr........... " Suara hujan deras.
"Ugh...... "
"Sudah dua jam aku boker, perutku masih juga mules.... " Gumam Kamila dari balik pintu toilet.
"Duarghhhh........ "
"Duarghhhh........ "
"Duarghhhh........ " Suara ledakan dari kejauhan.
"Sepertinya si Jamil sedang mempermainkan penyusup-penyusup itu, aku harus cepat selesai boker,"
"Dan ikut dalam permainan.... " Ucap Kamila dari balik pintu toilet kuno.
-[Goa Buah]-
Sang Red Kunti masih menyaksikan pertempuran tersebut menggunakan Jurus Vision nya sambil berayun.
Tampak Kunti-kunti lain nya masih terbang di sekitar tempat yang di penuhi dengan akar-akar yang berbuah tersebut.
"Hi........ "
"Hi....... "
"Hi....... " Tawa menyeramkan Kunti-kunti tersebut.
Red Kunti pun melihat Jamila yang membawa masuk Arung ke dalam Pagoda Hantu di lantai kedelapan.
-[Pagoda Hantu, Lantai Lapan]-
Tampak Arung di ikat oleh Jamila menggunakan rantai putih penghilang kultivasi di sebuah ranjang. Sementara itu Jamila berubah ke wujud Manusia Beast nya di hadapan Arung menjadi sosok wanita yang sangat cantik.
Rambut hitam yang berkilau dan juga kulit putih yang begitu mulus, tampak raut wajah Pendekar Don Juan itu terkejut.
"Cantik banget,... "
"Wujud manusia beast nya begitu cantik... "
"Sadar Arung, dia adalah setan...."
"Fokus.... " Gumam Arung.
"Bagaimana tamfan, ayo kita bersenang-senang... " Ucap Jamila.
"Jamila, kita ini kan bukan muhrim,"
"Lagian kita baru saja berkenalan, bersenang-senang itu jika kita sudah saling mengenal,"
"Jika kau ingin bersenang-senang dengan ku, kau bisa melepaskan ikatan rantai putih ini,"
"Setelah itu kita bicarakan semua." Ucap Arung mencoba mengecoh Jamila.
"Sebaiknya aku mengulur waktu, gak mungkin aku nikah sama hantu,"
"Ih serem..... " Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Tamfan, aku sudah kenal dengan kata-kata manis laki-laki... "
"Aku tidak akan terkecoh, sebaik nya kau memejamkan mata mu saja... "
"Dan Terima lah aku, mau gak mau... " Ucap Jamila.
"Sepertinya Jamila adalah hantu korban laki-laki, aku akan mencoba nya bercerita panjang lebar supaya aku dapat memikirkan cara melepaskan diri dari rantai ini... " Gumam Arung.
__ADS_1
"Jamila, gak semua laki-laki seperti mantan mu??" Kecoh Arung.
"Mantan, dia tahu mengenai mantan ku???"
"Apa kah dia seorang side kick, ini semua gara-gara Kamil.... " Gumam Jamila.
"Ceritakan kepada ku, apa yang mantan mu perbuat kepada mu Jamila.. " Ucap Arung mencoba mengulur waktu.
Untuk sesaat Jamila pun terdiam dan berpikir sejenak, ia pun jadi teringat mantan nya Sang Beast Hantu Bola Api.
Saat ini Jamila sedikit demi sedikit mulai terbius oleh kemampuan alami Arung yaitu kemampuan Dragon Love nya.
"Ugh....... "
"Aku sudah sering kali curhat dengan Kamil, namun si tukang makan rujak itu tidak memberikan solusi apa pun kepada ku,"
"Rasanya sesak juga, padahal aku masih mencintai hantu bodoh itu... "
"Apa aku curhat aja sama Naga Tamfan ini yach???"
"Setelah itu baru aku mendisiplinkan nya di atas ranjang???" Gumam Jamila lalu berjalan ke dekat ranjang dan duduk di samping Arung sambil mengeluarkan sebuah sisir emas.
"Ugh....... "
"Untuk apa sisir itu, dia pasti cewek psikopat... " Gumam Arung.
"Apa yang aku dapat jika aku menceritakan mantan ku pada mu Tamfan.... " Ucap Jamila.
Arung pun terdiam sesaat kemudian mulai berbohong.
"Aku akan mengikuti apa pun yang kau inginkan.... " Ucap Arung.
"Baiklah, setelah ini aku akan memanggil penjaga pagoda hantu ini, kau katakan ikrar setia padaku kepada Hantu Pagoda tersebut... " Ucap Jamila.
"Daripada aku di mangsa nya sekarang lebih baik aku mengulur waktu... "
"Sambil memikirkan cara keluar dari situasi buruk ini." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Laki-laki sejati itu adalah laki-laki yang memegang teguh janji." Ucap Jamila sambil mulai menyisir rambut nya.
"Fiuh..... "
"Untunglah dia cuman menyisir rambut... "
"Gadis Hantu ini benar-benar mudah di perdaya, pantas saja dia di tipu oleh mantan nya.... "
"Dasar hantu bodoh... " Gumam Arung.
"Begini kisah cinta ku, tamfan... " Ucap Jamila lalu mulai menceritakan cerita nya.
-[Pucuk Pohon Saripati Kehidupan]-
Di malam hari yang mendung dan mencekam Jamila pun duduk di salah satu daun raksasa dalam wujud manusia Beast nya.
Sesuai dengan perintah Sang Ratu guna mengikat aliansi kerajaan dengan Raja Beast Hantu Bola Api kedua belah pihak memutuskan menikahkan perwakilan nya.
Di pihak Hantu Bola Api di utus seorang Pangeran dan di pihak Kunti di utus Jamila, saat ini Jamila sedang duduk menunggu pangeran hantu tersebut.
"Huft........... " Helaan nafas panjang Jamila.
"Kenapa mesti aku yang harus nikah, kenapa gak si Kamil atau jendral Kunti lain nya???"
"Aku kan masih mau menjomblo, enak banget jadi Jojoba kayak sekarang ini,"
"Kemana-mana gak ada yang larang, lah kalau aku udah nikah pasti harus ngurusin suami sama rumah... " Gumam Gadis Polos itu.
"Kwak........... "
"Kwak........... "
"Kwak........... " Suara Beast Gagak di kejauhan.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian hujan pun mulai mengguyur deras Pemakaman Kuno tersebut.
"Byurrrr......... " Suara hujan deras.
"Mana sudah sejam lagi aku di sini,"
"Dia belum datang lagi, apa di kira nya perjodohan ini main-main???" Gerutu Jamila di dalam hati nya.
Beberapa saat kemudian Kamila yang sedang dalam wujud Manusia Beast nya pun tiba dan langsung duduk di sebelah sahabat nya tersebut.
"Jamil..... "
"Kau pasti bete kan sendirian nungguin utusan dari Kerajaan Hantu Bola Api???"
"Sabar ya Jamil... "
"Nama nya aja Bola, ni utusan pasti kerabat nya bola ping pong... "
"Di smash kesana kemari jadi lama nungguin nya... " Ucap Jamila mencoba menghibur sahabatnya.
"Hah..... "
"Kau bener Kamil, tu Bola Ping Pong gak dateng-dateng,"
"Mana ujan lagi.... " Ucap Jamila.
Saat ini mereka berdua tidak terkena hujan karena telah memasang perisai hujan di atas kepala nya.
"Nama nya juga ping pong, kita namain aja Utusan Bola Ping Pong, Jamil.... " Ucap Kamila.
"Yeee...... "
"Oke tuch... " Ucap Jamila..
Tak lama berselang sesosok Bola Api raksasa berdiameter tiga puluh meter terbang perlahan ke arah Pohon Saripati Kehidupan tersebut.
"Ngingggg.......... "
"Ngingggg.......... " Suara dengungan bola api yang memekak kan telinga tersebut.
Suhu udara pun menjadi hangat di sekitar Bola Api Raksasa tersebut, tampak bola api terus terbang perlahan.
"Jamil, tuch Bola Ping Pong udah nyampek.... "
"Apa dia gak takut padam kenak ujan... " Ucap Kamila.
"Kalau dia padam hanya karena hujan begini, untuk apa Ratu mau beraliansi dengan Kerajaan mereka,"
"Kamil kau yang enggak-enggak aja kalau ngomong... "
"Lihat nih, bagus juga kalau ada si ping pong bisa jadi penghangat ruangan di sarang kita yang dingin ini... " Ucap Jamila sambil menjulurkan tangan nya merasakan kehangatan yang terpancar dari Bola Api di kejauhan.
"Deg....... "
"Deg....... "
"Deg....... " Detak jantung Gadis Hantu tersebut.
"Kok aku sedikit nervous yach.." Gumam Jamila.
"Jamila, calon suami mu udah dateng,"
"Sesuai perintah Ratu, aku di suruh berangkat segera,"
"Agar pertemuan romantis kalian ini tidak terganggu... " Ucap Kamila lalu mulai menghilang dari tempat tersebut.
"Tunggu Kamil..... " Ucap Jamila namun Kamila keburu pergi meninggalkan Gadis yang tengah di jodoh kan tersebut.
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1