Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Kematian Rudolph Vampir.


__ADS_3

-[Markas Jendral Besar Arung]-


Tampak para Selir kebingungan sejak pagi tadi, Tiba-tiba sebuah portal muncul di hadapan mereka.


"Apa itu???" Ucap Selir Nora.


"Semuanya bersiap, kita adalah garda terdepan penjagaan markas ini saat ini... " Ucap Selir Hana.


"Baik..... " Sahut ketiga Selir lain nya.


"Warp...... "


"Warp......."


"Warp....... " Suara saat Jendral Naga dan kedua gadis cantik itu keluar dari dalam portal black Hole.


"Jendral Naga..... " Teriak Selir Fika lalu memeluk erat tubuh sang Jendral.


"Selir Fika tenanglah, aku baik-baik aja kok.... " Ucap Arung.


Keempat Selir lain nya pun ikutan nyosor dan memeluk Arung.


"Wah...... "


"Jika Nyonya Dhieng, dan Rayla tahu mereka pasti di penggal di tempat... " Gumam Vladmira yang melihat sikap centil para Selir Vampir tersebut.


"Jendral Naga pasti capek, duduk lah... " Ucap Selir Keysha.


Jendral Naga pun duduk di tempat ia biasanya duduk, Selir Keysha dan Selir Nora pun mulai memijit pundak sang Jendral.


"Naga ini memang Play Boy... " Gumam Vladmira yang ikut duduk di dekat Arung.


"Jendral, berikan tubuh kelelawar itu, aku ingin memakan nya sebagai penawar.... " Ucap Kira.


Arung pun mengeluarkan tubuh kelelawar vampir tersebut, Kira pun langsung membawa tubuh beast tersebut ke belakang tenda.


Beberapa saat kemudian Selir Hana, Helena, dan Fikha mulai membawa minuman dan makanan serta snak dan mereka hidangkan di atas meja untuk menyambut kedatangan sang pujaan hati mereka tersebut.


"Aku sangat khawatir, kukira aku akan menjanda lagi..... " Ujar Selir Hana dengan mata berkaca-kaca.


"Kapan pula aku menikah dengan mereka???"


"Apa mereka gak tau jika istriku udah banyak... " Gumam Arung.


"Jendral minumlah teh gingseng ini... " Ucap Selir Helena.


"Tapi enak juga di manjain sama Selir-Selir Cantik ini... " Gumam Arung lalu mulai meneguk teh gingseng tersebut.


Sementara itu Selir Nora dan Keysha masih terus memijit bahu sang pujaan hati.


"Enak nya..... "


"Aku juga mau di pijit seperti itu.... " Gumam Vladmira.


Beberapa saat kemudian Kira pun kembali sambil membawa dia buah mangkuk berisi sop kelelawar dan memberikan semangkuk kepada Vladmira.


"Nama mu Vladmira kan, aku Kira.... "


"Makan lah Sup ini, kelima Selir itu memang sangat mencintai Jendral Naga... " Ucap Kira lalu mulai memakan sup kelelawar nya.

__ADS_1


"Terimakasih Kira... " Ucap Vladmira lalu mulai memakan sup kelelawar tersebut.


"Jendral, tentang kan kakimu,"


"Kakimu pasti pegal kan, kelelawar itu memang nakal.... " Ucap Selir Nora sang kultivator bidan tersebut.


Arung pun merentangkan kaki nya pada sebuah kursi, dengan lemah lembut Selir Nora pun memijit kaki Jendral Naga tersebut.


"Enak nya..... "


"Sesekali begini, gak apalah.... " Gumam Arung sambil di suapin sup oleh Selir Hana.


-[Markas Kelompok Rudolph Vampir]-


Kobaran api tampak di mana-mana di sekitar tempat tersebut, para pasukan Jendral Dracule dan juga anggota bandit rudolp tampak saling bertarung.


Darah menggenangi banyak tempat, banyak juga mayat-mayat berserakan di tempat tersebut.


"Rudolp, serahkan kepala mu baik-baik,"


"Hampir seluruh anggota mu sudah kami bantai, menyerah lah.... " Ucap Jendral Dracule sambil mengayunkan Sabit Bulan Hitam nya.


"Ugh....... "


"Pasukan pemberontak aliansi ini begitu kuat, keseimbangan ke sepuluh kelompok di aliansi sanbon ini pasti akan goyah... " Gumam Rudolp Vampir.


"Seranggg....... " Teriak Rudolp Vampir.


Beberapa pasukan-pasukan pun mulai menyerang Jendral Dracule, dengan santai Jendral Dracule pun memutar Sabit Bulan Hitam milik nya.


Beberapa tornado kecil pun mengoyak-ngoyak tubuh pasukan-pasukan vampir tersebut.


"Akhh........ "


"Akhh........ "


"Sebaik nya aku melapor ke Ratu Sanbon... " Gumam Rudolph Vampir lalu berusaha kabur dari medan pertempuran.


"Jangan lari pengecut...... " Ucap Jendral Dracule sambil menombak punggung Rudolph Vampir dengan Sabit Bulan Hitam nya.


"Whusss............ " Suara hembusan angin saat Sabit Bulan Hitam melesat.


"Jlebbbb............." Suara saat Sabit tersebut berhasil menembus punggung hingga ke dada Rudolph Vampir.


"Akhhhh....... "


"Sial..... " Ucap Rudolph Vampir lalu tersungkur jatuh ke tanah.


Dengan kematian Rudolph Vampir para anggota lain nya pun mulai melarikan diri dari medan peperangan yang membuat Pasukan Jendral Dracule menang telak.


Para pasukan pun mulai membebaskan tawanan-tawanan Rudolp vampir, tampak Jendral Dracule sedang berjalan ke arah mayat sang pimpinan bandit tersebut.


"Srekkkk........... " Suara saat Sabit Bulan Hitam di cabut dari punggung Rudolph vampir.


"Hidup Kerajaan Darah Biru..... " Teriak Jendral Dracule yang merayakan kemenangan nya.


"Hidup...... "


"Kerajaan Darah Biru.... " Teriak beberapa pasukan lain nya yang juga ikut merayakan kemenangan nya.

__ADS_1


Para pasukan Jendral Dracule pun mulai mengumpulkan harta rampasan perang dan sesudah itu mereka pun kembali ke Markas Besar.


-[Markas Kelompok Bonanza Vampir]-


Tampak Vampir berpakaian koboi sedang menunggangi kuda-kuda hitam sedang berjalan menelusuri hutan.


Di pinggang mereka tergantung senjata suci tipe pistol koboi yang langka yang berelemen besi mesiu.


Di depan gerombolan berkuda itu adalah pemimpin mereka Bonanza yang mengenakan pakaian koboi serba merah.


"Bos...... "


"Kudengar baru-baru ini muncul kelompok baru di aliansi sanbon yang kerjanya menghancurkan kelompok-kelompok lain nya di Hutan Tengkorak Kera Bagian Utara ini,"


"Sudah empat kelompok yang hancur, Bos... " Ujar Karl Vampir yang berkuda tepat di sebelah Bonanza.


"Bagus...... "


"Aku ingin sekali bertemu kelompok tersebut dan beradu tembak dengan mereka, sudah lama aku tidak menemukan lawan yang pas... " Ujar kultivator tingkat ke enam di ranah alam kesatria tersebut.


"Bos, semenjak naik tingkat bawaan nya pengen adu tembak aja... "


"Dia gak tahu jika pemimpin kelompok tersebut adalah seekor Naga yang sangat buas... " Gumam Karl Vampir.


Sama seperti kelompok aliansi sanbon lain nya, pihak Bonanza juga membawa serta 100 orang tahanan di dalam sepuluh kereta tahanan nya yang berjejer di belakang.


"Tap........ "


"Tap........ "


"Tap......... " Deru suara langkah kaki kuda-kuda yang di naiki para koboi tersebut.


-[Titik Pertemuan]-


Yuri Vampir pun akhirnya berhasil tiba di lokasi titik pertemuan.


"Hah........... "


"Hah........... "


"Hah........... " Suara nafas terengah-engah Yuri.


"Tempat ini sungguh tidak aman bagi wanita, gimana keadaan Jendral dan Vladmira yach???" Ucap Yuri Vampir.


Ia pun mulai mengucapkan pasword untuk memasuki bola ruang milik Putri Naga Kecil tersebut.


"Clara...... " Ucap Yuri Vampir.


Dalam sekejap mata Yuri pun terhisap masuk ke dalam bola ruang tersebut, dan muncul tepat di hadapan gerbang masuk ke pulau di dalam bola ruang tersebut.


"Dup........... " Suara saat tapak kaki Yuri mendarat.


"Aku harus segera melaporkan hal ini pada Jendral... " Ucap Yuri Vampir lalu berlari ke arah Mansion.


Yuri Vampir tidak tahu jika Vladmira dan juga Arung belum kembali ke dalam bola ruang, di dalam bola tersebut hanya ada Lionel si bocah yang mereka tolong saat berada di Desa Belut Air beberapa waktu silam.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2