
Naga Air pun mulai menatap kembali ke arah Arung setelah terbebas dari dalam Kerangkeng Emas tersebut kemudian mulai menjelma ke wujud Manusia Beast nya.
Seorang Pemuda yang serupa wajah nya dengan Arung namun memiliki dua buah tanduk Emas di kepala nya sama seperti Naga Emas dan juga Naga Api sebelumnya pun muncul dari balik aura kebiruan di atas permukaan laut yang berkilauan tersebut.
"WALAUPUN RANAH KITA SEIMBANG, TAPI AKU ADALAH SEEKOR NAGA SEJATI... "
"DAN KAU HANYALAH SETENGAH NAGA...." Ucap Naga Air tersebut dengan sombong nya dan rasis lalu mulai menerjang berniat menyerang Arung.
"HYATTTTT.......... " Teriak Naga Air.
"Dasar Naga Bar-Bar.... " Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut lalu mulai melesat ke arah Naga Air tersebut.
"Bak......... "
"Buk......... "
"Bak.......... "
"Buk.......... " Suara saat serangan kaki dan tangan mereka mulai saling beradu dan saling menekan satu dengan yang lain nya.
"NAGA MUDA INI LINCAH JUGA..... " Gumam Naga Air sambil terus menekan Arung dengan serangan-serangan tangan kosong nya tersebut.
"Bak............ "
"Buk............ "
"Bak............. "
"Buk.............. " Suara saat serangan kaki dan tangan mereka kembali saling beradu dan saling menekan satu dengan yang lain nya.
Naga Air pun mulai melesatkan telapak tangan berelemen air nya, Arung pun tidak mau kalah dan melesatkan telapak tangan berelemen api nya.
"Duakkk........ " Suara saat kedua belah telapak tangan tersebut saling beradu dan seimbang, mereka pun saling terpental sejauh beberapa meter setelah nya.
"Tenaga dalam milik nya dan milik ku seimbang, aku harus memiliki sebuah siasat untuk memenangkan pertarungan ini." Gumam Arung.
Arung dan Naga Air pun kembali saling menerjang dan menyerang, tampak percikan elemen air keluar dari tubuh Naga Air dan percikan elemen api keluar dari tubuh Naga Muda tersebut.
"Bak............. "
"Buk............. "
"Bak.............. "
"Buk............... " Suara saat serangan kaki dan tangan mereka kembali sekali lagi saling beradu dan saling menekan satu dengan yang lain nya.
"Mereka seimbang... " Gumam Naga Emas yang menyaksikan pertarungan tersebut dari kejauhan.
"BAGAIMANA DENGAN JURUS INI, MAMPUKAH KAU MENAHAN AMUKAN DARI LAUTAN." Gumam Naga Air.
Naga Air pun mulai mengangkat tangan nya ke atas, seketika ombak setinggi 100 meter pun muncul di lautan tersebut.
"TSUNAMI NAGA AIR.... " Teriak Naga Air tersebut.
Ombak setinggi 100 meter pun mulai menerjang ke arah Arung.
"Tenaga dalam yang begitu mengerikan." Gumam Arung kemudian mulai meniup elemen es keluar dari dalam mulut nya tersebut.
"Whussss....... " Suara tiupan elemen es.
Seketika ombak dan sekitar lautan tersebut mulai berubah menjadi es.
"B*NGSAT..... " Gumam Naga Air kemudian kembali menerjang ke arah Arung dengan mengarahkan telapak tangan nya yang di penuhi oleh tenaga dalam berelemen air tersebut.
"Marah lah terus..... " Gumam Arung yang sedang menanti saat-saat yang tepat untuk berteleport ke balik punggung Manusia Beast itu.
Beberapa inchi sebelum terkena serangan telapak tangan tersebut Arung pun berteleport ke balik punggung Naga Air kemudian mulai mengeluarkan Jaring-Jaring Laba-laba Emas dari dalam mulut nya.
"Hussss............ " Suara tiupan Jaring Laba-Laba Emas.
Jaring-Jaring itu pun mulai melilit tubuh Naga Air yang sedang lengah tersebut dari belakang.
"Ugh............. "
"NAGA ITU SANGAT CULAS..... " Gumam Naga Air yang mencoba melepaskan diri dari lilitan Jaring Laba-Laba tersebut.
Seketika itu juga kultivasi Naga Air menghilang dan terjatuh di atas lautan yang telah menjadi es tersebut.
"Brukkkk.............. " Suara saat tubuh Naga Air yang tersegel Jaring Laba-laba Emas tersebut terjatuh ke atas es yang dingin tersebut.
__ADS_1
Arung dan juga Naga Emas pun terbang perlahan ke tempat jatuh nya Naga Air tersebut.
"Whusss............... "
"Whusss................ " Suara hempasan angin saat Naga Emas dan Naga Muda tersebut terbang dengan perlahan ke arah Arung.
"Naga Air, kau sudah kalah,"
"Sebaiknya kau segera mengikrarkan kesetiaan mu kepada Naga Muda mulai sekarang." Perintah Naga Emas.
"Ugh....... "
"B*jingan ini memiliki banyak elemen aneh, aku lengah tadi." Gumam Naga Air sambil berusaha kembali untuk melepaskan diri dari lilitan Jaring Emas tersebut.
Beberapa saat kemudian,
"Aku Sea Water Dragon, mengaku kalah dan akan setia kepada Naga Muda." Ucap Sea Water Dragon dengan terpaksa.
"Bagus....... "
"Naga Muda, kau sudah bisa melepaskan nya sekarang." Ucap Naga Emas.
"Baik Naga Emas.... " Ucap Arung.
"Nasibku sungguh hina, aku harus kalah dengan Manusia Setengah Naga Setengah Ular ini." Gumam Sea Water Dragon yang tertelungkup tidak berdaya di atas lautan es tersebut.
Arung pun mulai mengayunkan lengan nya seketika itu pula Jaring Laba-Laba Emas yang melilit tubuh Sea Water Dragon pun menghilang.
"Kau curang, jika tidak aku pasti menang tadi." Ucap Sea Water Dragon lalu bangun dari tempat nya tertelungkup tersebut.
"Di dalam pertarungan tidak ada yang namanya curang maupun jujur yang ada hanyalah kemenangan ataupun kekalahan mutlak." Ucap Arung.
"Sudah..... "
"Sudah......"
"Ayo kita ke Kawah Api Sembilan Warna, aku penasaran siapa yang menang dalam permainan bulu tangkis tersebut." Ucap Naga Emas lalu mulai mengayunkan lengan nya.
Sebuah Gerbang Emas pun mulai muncul di hadapan mereka bertiga seketika itu juga.
"Sea,......Arung.... "
"Aku sudah kalah, sebaik nya aku ikut saja kemanapun Naga Emas pergi untuk menghilangkan stress ku pasca kalah." Gumam Sea Water Dragon yang sedikit frustasi dengan kekalahan nya tersebut dan mulai beranjak masuk ke dalam Gerbang Emas tersebut.
"Aku sudah lama tidak melihat mereka, sebaiknya aku menonton nya sebentar,"
"Lagian pun aku sangat suntuk terus bertarung dan bertarung." Gumam Arung kemudian ikut masuk ke dalam Gerbang Emas tersebut.
-[Kolam Air Panas, Pemandian Campur Penginapan]-
Sore harinya.
Setelah selesai berjalan-jalan Sonia pun berniat berendam di Kolam Air Panas Pemandian Penginapan tersebut, saat ini Laba-Laba Cantik tersebut sedang mengenakan handuk dan berjalan keluar dari dalam kamar ganti wanita dan hendak pergi ke Kolam Air Panas yang berada di belakang Penginapan tersebut.
"Kota ini benar-benar kuno, sepertinya ini adalah masa dimana teknologi belum berkembang dengan pesat,"
"Tapi ada banyak artifak dan senjata suci di sini, bahkan ada yang menjual Bola Ruang seperti milik nya Arung." Gumam Sonia yang mencuri sebuah Boa Ruang milik salah satu Pedagang di Ibu Kota Kerajaan tersebut siang tadi.
Ia pun tiba di Kolam Air Panas tersebut tampak Delayla Jangbaek saat itu sedang berendam di tempat tersebut.
"Huh......... "
"Ada Naga Betina, dasar Pelakor.... " Gumam Sonia lalu mulai melepaskan handuknya dan masuk ke dalam Kolam tersebut sambil memamerkan kedua mountain kembarnya yang sintal tersebut.
Delayla Jangbaek pun mulai menyadari kehadiran Laba-laba Emas tersebut dan menatap mountain kembar tersebut.
"Lumayan gede juga, tapi masih gedean punya ku lagi,"
"Laba-Laba Betina,"
"Kemana Naga Tampan itu,"
"Kenapa dia tidak mengajak nya berendam di Kolam campuran ini." Gumam Naga Magnet Kuno tersebut yang berharap berjumpa dengan Arung dan berendam bersama di Kolam tersebut.
Delayla Jangbaek saat ini tidak mengetahui jika Laba-Laba Emas sangat cemburu terhadap kedekatan nya dengan Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Sebaiknya aku mengajak mereka ikut dengan ku mengantar Putri Raja Aliansi Pedagang ke Kota Es Utara." Gumam Delayla Jangbaek kemudian mulai berenang-renang kecil ke arah Laba-laba Emas tersebut.
"Mau apa Pelakor itu berenang kemari?"
__ADS_1
"Apa dia mau negosiasi dengan ku untuk membagi cinta?"
"Huh........ "
"Aku gak sudi.... " Gumam Sonia dengan raut wajah yang cemberut.
Beberapa saat kemudian,
"Aneh kenapa wajah nya cemberut ya?"
"Apa mungkin dia lagi datang bulan, kalau ia kebangetan nih cewek bisa-bisa satu kolam ini terinfeksi." Gumam Delayla Jangbaek yang merasa jijik.
"Selamat sore Nona Laba-Laba, mana Pendekar Naga?" Tanya Delayla Jangbaek dengan tutur kata yang sopan.
"Seperti yang aku pikirkan, di otaknya sekarang ini hanya ada Naga Laki-Laki itu saja,"
"Dasar Pelakor..... "
"Huh...... " Gumam Sonia yang cemburu buta dengan Naga Betina tersebut.
"Dia sedang tidur saat ini, tadi pagi dia kelelahan setelah berlatih dengan ku di atas ranjang,"
"Pinggang nya keseleo jadi dia butuh istirahat." Ucap Sonia dengan ketus sambil mengarang sebuah cerita dan berniat membuat Delayla Jangbaek cemburu dan berhenti mengejar Arung.
"Wah.......... "
"Wow.......... "
"Menakjubkan...... "
"Setelah semalaman bertarung dengan Kera Besi dan mendapatkan luka yang cukup parah, Naga itu masih sanggup berhubungan intim dengan kekasih nya ini,"
"Dia benar-benar Naga Sejati, Naga itu adalah tipe ku banget." Gumam Delayla Jangbaek yang malah takjub saat membayangkan kegagahan Arung dengan si ucok nya tersebut.
"Lho....... "
"Kok dia senyam-senyum sendiri bukan nya jadi cemberut, ada yang salah dengan otak para Kaum Naga ini." Gumam Sonia yang bingung kenapa provokasi nya sebelumnya tidak membuat Naga Betina tersebut emosi.
Delayla Jangbaek pun mulai mengamati Sonia dari ujung rambut hingga ke bagian dada nya yang besar dan terendam air panas tersebut.
"Kalau di lihat dari bentuk fisik nya aku dan Laba-Laba ini memiliki kecantikan yang setara, apa mungkin Naga itu mau mengambil ku juga sebagai istri nya?"
"Kya.......... "
"Malunya, kenapa aku jadi berpikiran seperti seorang Janda yang gak laku-laku yach padahal aku kan masih Gadis Perawan Ting Ting,"
"Aku kan hanya ingin mengajak mereka berdua untuk bergabung bersamaku, kenapa pula aku bisa berpikir yang tidak-tidak dan ngarep di jadiin istri." Gumam Naga Magnet Kuno tersebut dengan pipi yang merona merah tersebut.
"Lho......... "
"Kok muka nya memerah, seharus nya wajah ku yang memerah setelah kau memelototiku seperti seorang Pendekar C*bul itu" Gumam Sonia dengan ketus.
"Begini Nona Laba-Laba, bagaimana jika kalian membantu ku mengantarkan Putri Raja Aliansi Pedagang ke Kota Es Utara?"
"Aku pasti akan memberi upah yang sesuai dengan jerih payah kalian nanti nya?" Tanya Delayla Jangbaek dengan sopan.
"Huh........ "
"Itu kan akal-akalan mu saja untuk mendekati Calon Imam ku, jika aku mau,"
"Itu sama saja dengan aku menyerahkan Kekasih ku ke dalam mulut Naga jelmaan Buaya Betina seperti mu ini." Gumam Sonia dengan raut wajah yang cemburu buta tersebut.
"Maaf, kami sibuk Nona Naga,"
"Kami tidak bisa membantu mu." Ucap Sonia dengan tegas dan ketus.
"Hah............ " Suara nafas panjang Delayla Jangbaek yang kecewa mendengar jawaban yang keluar dari dalam mulut Sonia tersebut.
"Ya pastilah Naga sekuat itu sibuk, tidak seperti aku yang hanya seorang Ketua Pengawalan Delayla ini,"
"Ya sudah lah mau gimana lagi, kedepan nya pasti akan ada banyak Assassin-Assasin yang berniat menculik Putri dari Raja Aliansi Pedagang tersebut." Gumam Delayla Jangbaek dengan wajah yang lesu tersebut.
"Hahay....... "
"Rasain loe.... " Gumam Sonia yang senang saat melihat Naga Betina tersebut lesu.
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.
__ADS_1