Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Jebakan Cinta Sonia Bagian Akhir.


__ADS_3

-[Di Dalam Kamar]-


"Kraakk............ " Suara saat pintu kamar Arung dan Sonia di buka oleh Delayla Jangbaek dari luar Kamar.


"Ugh......... "


"Dasar Naga dan Laba-Laba,"


"Mereka sudah siap untuk bertempur saja sebentar lagi, sungguh tipe laki-laki idaman ku.... " Gumam Delayla Jangbaek saat melihat Sonia yang mengenakan Daster super hot nya tersebut dan Arung yang sedang mematung.


Sonia pun mulai mematung saat melihat Delayla Jangbaek yang begitu sexi tersebut masuk ke dalam kamar mereka hanya dengan mengenakan Daster yang begitu Minim tersebut.


"Oh No....... " Gumam Sonia yang merasa jika rencana penancapan Jaring Laba-Laba Emas nya akan kacau malam ini karena kehadiran Naga Pelakor tersebut.


Tampak Arung pun ikut mematung sama seperti Sonia saat melihat keseksian Delayla Jangbaek saat ini, matanya pun sampai melotot sambil menahan sesuatu saat melihat Mountain Kembar Naga tersebut.


"Ucok kecil bertahan lah, kau harus kuat..... " Gumam Arung yang berusaha mengendalikan si ucok kecil milik nya tersebut.


"Mereka berdua mematung, aku harus segera mencairkan suasana yang tegang ini." Gumam Delayla Jangbaek lalu mulai berjalan ke arah meja dimana Arung dan Sonia duduk di kedua belah sisi nya tersebut dan mulai mengambil sekendi arak yang sudah di campur dengan Pil SIV tersebut.


"Eh...... "


"Eh...... "


"Apa yang mau kau lakukan Pelakor, tunggu dulu kau tidak boleh meminum nya itu untuk orang dewasa?" Ucap Sonia sambil berniat mencegah Delayla Jangbaek meminum arak di dalam kendi tersebut.


"Siapa maksudmu yang belum dewasa?"


"Aku sudah besar Sonia, dada kita saja size nya hampir sama." Ucap Delayla Jangbaek yang tidak mengindahkan perkataan Sonia tersebut.


"Ucok kecil kuatkan lah dirimu, anggap mereka berdua adalah sebuah fatamorgana air di tengah padang pasir yang tandus dengan udara terik yang menyengat,"


"Ughhh......... "


"Mountain kembar.... " Gumam Arung yang sudah mulai hampir kehilangan kendali terhadap si ucok kecil nya tersebut.


"Glek...... "


"Glek...... "


"Glek......." Suara saat Delayla Jangbaek meneguk habis arak di dalam kendi tersebut.


"Oh... No...?"


"Mampus aku, apa yang akan terjadi malam ini?" Ucap Sonia dengan raut wajah terkejut dan sedikit gelisah tersebut.


"Apa maksudmu Sonia?" Tanya Arung yang mulai mencium bau sebuah konspirasi.


"Ah........ "


"Arak ini benar-benar lezat." Ucap Delayla Jangbaek lalu kembali meletakkan kendi arak tersebut di atas meja.


"Kau harus kuat malam ini Sayang,"


"Semoga si ucok mu juga kuat." Jawab Sonia sambil menatap ke bawah perut Arung.


"Ucok.....?" Gumam kompak Delayla Jangbaek dan Arung.


Beberapa menit kemudian, tampak wajah mereka bertiga mulai memerah, sepertinya Pil SIV sudah mulai bereaksi.


"Ugh...... "


"Ini semua gara-gara kecerobohan ku, yang lupa mengunci pintu." Gumam Sonia lalu mulai bangun dan mengunci pintu kamar tersebut.


"Ctek........ " Suara saat pintu kamar tersebut terkunci.


"Kenapa rasanya darah di dalam pembuluh-pembuluh darah ku bergelora saat menatap Naga ini ya?"


"Apa aku sudah mabuk, aku kan baru minum sekendi arak?"


"Aku gak tahan lagi.... " Gumam Delayla Jangbaek kemudian mulai beranjak ke arah Arung dan mulai mencumbu* nya dengan hot nya.


"Maafkan aku Sayang.... " Gumam Sonia lalu juga pergi ke dekat Arung untuk melakukan hal yang sama.


"Hancur sudah tubuh ku malam ini, seekor Naga dan seekor Laba-laba." Gumam Pendekar Setengah Naga Setengah Ular tersebut.


"Tolong......... " Teriak Arung dari dalam kamar yang sedang di terkam oleh dua Beast Buas tersebut.


"Tenanglah Sayang.... " Ucap Sonia.


"Kami akan memperlakukan mu sebaik mungkin... " Ucap Delayla Jangbaek.

__ADS_1


*


*


*


*


*


-[Di Depan Pintu Kamar]-


Beberapa menit kemudian,


"Apa yang kalian berdua lakukan?" Tanya Arung dari balik pintu tersebut.


"Sudahlah Sayang, jangan melawan seperti ini pasrah saja." Ucap Sonia dari balik pintu tersebut.


"Kau begitu imut Naga Kecil.... " Ucap Delayla Jangbaek dari balik pintu tersebut.


"Tidakkkkk....... " Teriak Arung dari balik pintu tersebut.


Tampak ke sepuluh Anggota Pasukan Pengawal Delayla saat ini sedang berjaga di depan pintu tersebut dan sedang mencuri dengar pembicaraan Kakak nya di dalam kamar tersebut.


"Tidak.... Tidak jangan berhenti?"


"Dasar Naga Drama, malu tapi mau.... " Gumam Ashiang.


"Tidak kusangka Kakak sekotor itu, Naga Kecil apa jamur nya yang imut." Gumam Delphi Chen sambil menggeleng-gelengkan kepala nya dan mengurut-urut dada nya tersebut.


Delphi Chen pun mendapatkan sebuah ide untuk segera menikahkan sepasang kekasih-kekasih tersebut esok pagi, agar Kakak nya tidak menjomblo lagi dan dia bisa naik pangkat menjadi Ketua karena Kakaknya akan mulai mengarungi lautan kehidupan bersama keluarga kecil nya tersebut.


"Ashiang,..... "


"Ashiong....... "


"Kalian berdua segera cari Juru Nikah, kita akan segera menikahkan Kakak setelah mereka selesai bertarung malam ini." Perintah Wakil Ketua Kelompok Pengawalan Delayla tersebut.


"Delphi Chen yang enggak-enggak aja, mana ada KUA yang buka malam-malam begini, usul nya sih udah bagus namun timing nya tidak tepat,"


"Ini akibat dia belum bermain-main ke Rumah Bordil yang membuat pola pikir nya menjadi melambat... " Gumam Salah Satu Anggota Pengawalan tersebut.


Sejak tiba di Ibu Kota Kerajaan tersebut Delphi Chen belum sempat sama sekali pergi ke Rumah Bordil untuk melakukan proses cuci baut dan onderdil lain nya.


"Kakak...... "


"Bagus, kau memang harus agresif untuk mendapatkan laki-laki." Gumam Salah Satu Pengawal yang mencuri dengar pembicaraan Arung dan yang lain nya di balik kamar tersebut.


"Kalian jangan bersuara, jangan sampai malam yang begitu berharga buat Kakak ini terganggu karena keributan kita." Ucap Delphi Chen dengan nada suara yang pelan.


"Oke Delphi Chen..... " Sahut Kompak mereka lalu kembali menguping pergulatan yang sedang berlangsung di dalam kamar tersebut saat ini.


Beberapa saat kemudian,


"Kakak semangat jangan mau kalah dengan Kekasihnya itu... " Ucap Salah Satu Pengawal tersebut dengan nada suara yang pelan.


"Husss....... "


"Jangan ribut, mengganggu saja." Ucap Pengawal lain nya.


"Dia kira ini adalah pertandingan sepak bola apa?"


"Dasar...... " Gumam Delphi Chen lalu kembali menguping bersama dengan yang lain nya.


-[Di Dalam Kamar Putri Raja Aliansi Dagang]-


Sementara itu Putri Raja Aliansi Dagang juga ikut menguping peristiwa yang sedang terjadi di malam tersebut dari dinding kamar nya yang kebetulan letak nya juga bersebelahan dengan kamar nya Sonia dan Arung.


"Kraakk....... "


"Krukkk........ "


"Kraakk........ "


"Krukkk........ " Suara ranjang kayu yang bergoyang dengan keras.


"Sonia gantian.... " Ucap Delayla Jangbaek dari balik dinding tersebut.


"Ugh....... "


"Kasian Pemuda Tampan itu, mereka berdua sepertinya kasar sekali,"

__ADS_1


"Coba saja Pemuda itu jadian dengan ku, aku pasti akan melakukan nya seperti saat aku melakukan Yoga,"


"Tidak bersuara namun tetap dapat menyatu dengan alam dan menyatukan kita berdua, Babe." Gumam Putri Raja Aliansi Dagang tersebut yang juga sudah terbius dengan kemampuan Dragon Love milik nya Arung dengan pipi yang merona merah.


"Kyaaa.......... "


"Aku tidak boleh berpikiran kotor seperti itu, aku kan seorang Putri." Ucap Putri Raja Aliansi Dagang sambil memegang kedua pipi nya karena malu akan pikiran mengeras nya tadi.


-[Di Trotoar Jalanan]-


Tampak Ashiang dan Ashiong saat ini sedang berjalan menuju Kantor Urusan Agama terdekat berniat memanggil dan menyewa Juru Nikah dan pelukis lukisan pernikahan serta perlengkapan lain nya.


"Gunghh........ "


"Gunghh........ "


"Gunghh........ " Suara Beast Burung Hantu terdengar sayup-sayup di kejauhan.


"Ih Serem....... "


"Padahal malam minggu, gara-gara suara Burung Hantu tersebut serasa seperti malam jumat kliwon saja, bulu kuduk ku jadi merinding." Gumam Ashiang.


"Siapa juga yang mau pergi menikahkan Kakak malam-malam begini." Ucap Ashiong sambil berjalan.


Tampak suasana di jalanan Ibu Kota tersebut masih saja ramai dengan aktifitas nya masing-masing.


"Ashiong tenang saja, Juru Nikah tersebut pasti mau untuk menikahkan Kakak,"


"Kita tinggal mengarang cerita saja dan membawa nama besar ayah angkat nya Kakak, Jendral Api,"


"Seluruh penduduk di Kerajaan Jangbaek ini pasti akan menolong anak dari Jendral Api." Ucap Ashiang sambil berjalan.


Jendral Api terkenal sering membantu penduduk-penduduk di Kerajaan Jangbaek sejak masih muda dulu hingga hari kematian nya, sehingga seluruh penduduk di Kerajaan Jangbaek begitu menghormati sosok Panglima Besar tersebut.


"Ide yang brilian.... "


"Benar juga yang di katakan Ashiang." Gumam Ashiong.


"Baiklah Ashiang, aku akan mengarang cerita jika Pemuda tersebut adalah Pemuda pilihan Jendral Api,"


"Dan dia baru saja selesai bertapa di Gunung selama 100 tahun lamanya dan khusus turun gunung hanya untuk menikahi Komandan Api pagi ini juga,"


"Gimana cerita ku realistik kan, Ashiang?" Tanya Ashiong dengan senyum tipis di bibir nya.


"Siapa orang bodoh yang akan percaya dengan cerita mu itu, yang namanya pertapa itu kan tidak menikah,"


"Dasar tukang bertapa ke Rumah Bordil... " Gumam Ashiang.


"Ya...... "


"Ya....... "


"Cerita karangan yang bagus, Ashiong." Ucap Ashiang sambil berjalan.


Mereka pun terus berjalan menuju KUA terdekat demi Ketua yang sudah mereka anggap seperti Kakak nya sendiri itu.


Kereta Kencana atau Kereta lain nya pun terlihat sesekali melintas di jalanan berbatu tersebut.


-[Satu Jam Kemudian]-


Mereka berdua pun tiba di depan Kantor Urusan Agama tersebut, tampak tidak ada orang lagi di dalam tempat tersebut.


Hanya ada seorang security yang berjaga di depan nya dengan sebuah Golok Jangbaek menggantung di pinggang nya.


"Kosong...... " Gumam Ashiong.


"Gimana mau membawa-bawa nama besar Jendral Api, Ashiang."


"Orang saja tidak ada lagi di dalam Kantor ini." Ucap Ashiong.


Karena mereka tiba kemalaman Para Petugas Kantor pun telah pulang dan kantor pun sudah di tutup sejak tadi.


"Siapa bilang tidak ada orang lagi, tuh lihat ada Kultivator Security yang sedang berjaga,"


"Kau harus banyak belajar dari ku Ashiong, lihat ini aku akan mulai mengolah Kultivator Security itu." Ucap Ashiang kemudian mulai melambai-lambaikan tangan nya ke arah Pria Paruh Baya tersebut.


"Lho...... "


"Apa muda-mudi itu mau nikah malam ini?"


"Kayak nya mereka kebelet, tapi sayang Kantor sudah tutup." Gumam Kultivator Security tersebut lalu beranjak menghampiri Ashiang yang berada di Gerbang Pintu Pagar.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2