
-[Sore Hari Di Kediaman Tuan Naga]-
Tampak di sore hari tersebut Putri Nakal itu saat ini sedang berlatih Pedang di halaman depan Mansion Tamu tersebut, ayunan Pedang Iblis Hitam tersebut terlihat begitu indah nya.
"Slashhh........ "
"Slasshh........ "
"Slashhh........ " Suara tebasan Pedang Iblis Hitam saat mencincang-cincang daun-daun yang berguguran tersebut.
Tak lama berselang Tetua Lindsay pun tiba bersama kedua murid nya di halaman tersebut sambil membawakan beberapa Sup Ular porsi jumbo.
"Salam Pendekar Racun, ini ada sedikit Sup Ular buat mu dan Papa mu." Ucap Tetua Lindsay sambil tersenyum kecil ke arah Shayla.
"Wah......... "
"Terima kasih Tetua Lindsay." Ucap Shayla yang begitu menyukai Sup Ular Bertanduk Sembilan tersebut.
Salah satu murid Tetua Lindsay pun mulai memberikan hidangan beberapa mangkuk Sup Ular tersebut kepada Shayla.
"Tetua Lindsay masuklah Papa ada di dalam." Ucap Shayla.
"Wah........ "
"Bagus, aku akan mulai merayu nya di saat dia sedang sendirian." Gumam Tetua Lindsay kemudian mulai mengambil nampan yang sedang di pegang oleh salah satu muridnya tersebut dia pun berniat berduaan bersama Tuan Naga di dalam Ruang Tamu tersebut.
"Guru curang....... " Gumam kedua murid nya tersebut yang juga ingin melihat ketampanan dari Pendekar Naga tersebut.
Kedua murid wanita berambut merah itu pun mulai berjaga di luar sementara guru nya tersebut masuk ke dalam Mansion Tamu tersebut dengan raut wajah berseri-seri.
-[Di Dalam Mansion]-
"Selamat Sore Tuan Naga.... " Ucap Tetua Lindsay sambil meletakkan hidangan-hidangan tersebut di atas meja di sebelah Tuan Naga tersebut.
"Ugh....... "
"Tetua Lindsay, dia pasti memiliki sebuah agenda tersembunyi." Gumam Arung.
"Sore juga Tetua Lindsay." Ucap Arung.
"Aku tadi pagi spesial memasakkan Sup Ular ini buat Tuan Naga, mohon Tuan Naga cicipi lah." Ucap Tetua Lindsay sambil membungkuk dengan anggun dan feminim.
"Ugh...... "
"Aku khawatir jika Sup ini telah di beri racun obat kuat, sebaik nya aku mengajak nya makan bersama." Gumam Tuan Naga kemudian mentelekinesiskan semangkuk Sup Ular porsi jumbo tersebut ke hadapan Tetua Lindsay.
"Aku jadi tidak enak jika menyantap makanan selezat ini sendirian saja, ayo kita makan bareng Tetua Lindsay." Ucap Pemuda Tampan Berambut Putih tersebut.
"Tidak akan ada wanita yang akan menolak di ajak tidur.... "
"Eh... Eh maksudku dai ajak makan oleh Pria Se Tampan Tuan Naga." Ucap Tetua Lindsay kemudian mulai menyantap Sup Ular tersebut.
"Sepertinya Sup ini tidak beracun." Gumam nya kemudian mulai menyantap Sup Ular tersebut.
Mereka pun mulai menyantap Sup Ular tersebut bersama sambil berbincang dan bersenda gurau di Ruang Tamu tersebut.
__ADS_1
-[Di Halaman Mansion]-
"Hei, kalian berdua ayo makan bersama ku." Ucap Shayla.
"Ternyata Putri dari Tuan Naga begitu ramah." Gumam kedua murid Tetua Lindsay tersebut.
"Baik Pendekar Racun." Sahut kompak kedua murid tersebut.
Shayla pun mulai menyantap hidangan Sup Ular tersebut bersama dengan kedua murid Tetua Lindsay di halaman luar Mansion Tamu tersebut.
-[Di Dalam Kamar Vinic Muda, Mansion Utama]-
Tampak Vinic Muda saat ini sedang duduk di sebelah jendela sambil memandangi langit di sore hari tersebut dari balik jendela tersebut, pikiran nya masih berada di dalam kesedihan karena kehilangan suaminya sebelum nya.
Air mata pun kembali menetes di pipi nya, hanya janin di dalam kandungan nya lah yang membuat nya masih terlihat tegar dari luar nya saja.
"Jedi........ "
"Apa yang harus kulakukan terhadap Keluarga ini, aku bingung." Gumam Vinic Muda.
-[Kembali Ke Mansion Tamu]-
Arung dan Tetua Lindsay pun telah selesai mencicipi Sup Ular tersebut, mereka pun mulai berbincang setelah nya.
"Ini adalah kesempatan sekali dalam seumur hidup, aku harus melakukan nya saat ini juga." Gumam Tetua Lindsay kemudian mulai mengeluarkan sapu tangan sutra dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.
"Tuan Naga, bibir mu sedikit belepotan sini biar ku bersihkan." Ucap Tetua Lindsay kemudian mulai beranjak ke hadapan Tuan Naga dan mulai mengelap sisa-sisa makanan di bibir Tuan Naga tersebut.
"Firasat ku gak enak banget nih, celanaku pun sudah sedikit menyempit karena berada sedekat ini dengan Tetua Cantik ini." Gumam Arung yang saat ini dapat melihat tembus pandang.
"Hi...... "
"Hi...... "
"Hi...... " Tawa kecil Tetua Lindsay.
"Ugh...... "
"Sepertinya Tetua Lindsay menyadari nya,"
"Ugh...... "
"Malunya aku." Gumam Arung.
"Dasar Tuan Naga nakal.... " Gumam Tetua Lindsay kemudian mulai merangkul leher Pemuda Tampan Berambut Putih tersebut dengan mesranya dan mulai melu*at habis bibir nya.
Tuan Naga pun saat ini sedang khilaf dan membalas ci*man panas Tetua Lindsay tersebut, hingga saat pintu Mansion Tamu terbuka dan Shayla mulai memasuki ruangan tersebut.
"Ugh...... "
"Shayla... " Gumam Arung kemudian mulai menyudahi ciu*an panas tersebut.
"Wah...... "
"Papa benar-benar, jika Mama Rayla sampai tahu kasian Tetua Lindsay." Gumam Shayla sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
__ADS_1
"Oh...... "
"Shayla, aku baru ingat ada rapat yang harus kuhadiri,"
"Tuan Naga aku permisi dulu." Ucap Tetua Lindsay kemudian mulai kembali ke kediaman nya bersama kedua murid nya tersebut.
"Pa..... " Ucap Shayla bermaksud menanyakan kejadian tersebut.
"Oh iya, Papa baru ingat,"
"Papa mau mencari obat masuk angin dulu di Desa." Ucap Arung kemudian langsung berteleport dari tempat tersebut.
"Blitzzz.............. " Suara jurus teleportasi milik Arung.
"Yailah kabur..... " Gumam Shayla.
-[Kamar Tetua Dara]-
Tetua Cantik itu pun saat ini sedang mondar-mandir di hadapan ranjang nya tersebut, Tetua Ayana saat ini sedang memikirkan suatu cara untuk mengambil hati laki-laki yang diidolakan nya yaitu Tuan Naga.
"Apakah aku harus merantai nya dengan rantai hitam penghilang kultivasi kemudian mulai memijat nya dengan pijatan jujitsu ku,"
"Ya hanya itu caranya, kalau tidak dia pasti akan menghilang lagi seperti biasanya,"
"Aku akan menyelinap ke kamarnya dan merantai nya diam-diam." Gumam Tetua Dara.
-[Beberapa Hari Kemudian, Malam Hari]-
Tampak Arung saat ini sedang berganti pakaian ke pakaian tidur nya yang hanya mengenakan celana boxer tersebut saja. Tanpa di sadari oleh Arung saat ini Tetua Dara sedang bersembunyi di balik gorden dengan rantai hitam di tangan nya.
Saat ini Tetua Cantik itu sedang mengenakan celana shot merah dan sebuah baju kain merah yang super hot dan minim tentunya.
"Ugh....... "
"Gagahnya, tato emas di punggung dan dada nya membuat nya terlihat begitu macho,"
"Saranghae..... " Gumam Tetua Dara yang diam-diam mengintip Arung berganti pakaian tersebut.
Arung pun mulai beranjak ke arah ranjang tidur nya, dengan lincah dan cekatan nya Tetua Dara mulai melilit tangan dan kaki Arung dengan rantai hitam penghilang kultivasi tersebut.
"Brukkk............. " Suara saat tubuh Arung tersungkur dan oleng ke atas ranjang tersebut.
"Tetua Dara, apa yang kau lakukan?"
"Kenapa kau mengikat ku seperti ini, lepaskan aku." Ucap Arung.
"Maaf Tuan Naga, jika tidak begini Tuan Naga pasti tidak mau menerima pijatan jujitsu ku." Ucap Tetua Dara dengan pipi yang merona merah.
"Hah....... "
"Aku lengah.... "
"Semoga saja dia benar-benar memijit ku dan tidak memperkosaku." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut yang sudah pasrah tersebut.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.