Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Perundingan Meja Bundar Part Awal.


__ADS_3

"Sudahlah Ratu, ingat hari ini kita bukan nya mau ribut???"


"Tapi mau berunding......" Seru Jenifer Zonbie sambil memeluk pinggul ramping Ratu Amazone.


"Tapi si Tukang Selingkuh ini yang duluan, pakek angkat kaki segala ke atas meja....." Seru Ratu Amazone.


"Ha........"


"Ha........."


"Ha........." Tawa Raja Para Werewolf.


"Tak kusangka para Ratu ini kekanak-kanakan...." Gumam Komandan Yuri.


"Kalau di biarkan Begini bakalan baku hantam nih...." Gumam Arung.


Arung pun mulai bangun dan mencoba melerai mereka.


"Ratu Medusa...."


"Tahan emosi mu...."


"Hari ini kita semua di pihak yang sama, dan engkau Ratu Amazone hari ini ada hal yang lebih penting untuk dirundingkan....." Ucap Arung.


Keduanya pun terdiam setelah mendengarkan perkataan Arung.


"Baiklah......"


"Kita tunda dulu pertarungan ini nenek lampir....." Seru Ratu Amazone.


"Huh......"


"Baiklah Ratu Lesbong....." Seru Ratu Medusa, mereka berdua pun kembali duduk di kursi nya masing-masing.


"Kalian ini gak berubah juga...."


"Masih aja seperti anak-anak...." Ucap Raja dari para werewolf.


"Syukurlah akhir nya mereka berhenti...." Gumam Perdana Menteri Max.


Keadaan pun kembali menjadi hening kembali, raut wajah kedua Ratu pun kembali tenang walau di hati mereka masih menyisakan rasa kesal.


"Baiklah, aku mulai saja perundingan kita kali ini...."


"Seperti yang kita telah ketahui bersama jika dalam waktu satu bulan ini segel yang ada di dalam Penjara ini akan hilang..."


"Oleh karena nya aku berniat kita semua bersatu dan menghabisi Markas sipir yang di pimpin oleh Voldemort....." Ucap Ratu Medusa.


"Dasar Nenek Lampir, apa kau yakin kita bisa mengalahkan Markas Sipir dengan menyerang nya langsung???" Ucap Ratu Amazone.


"Aku setuju dengan usul Ratu Medusa, walaupun terdengar gegabah sich....." Ucap Alpha Werewolf.


"Bagaimana bisa kau langsung setuju usulan nekat seperti itu, kau macem gak tau aja kenekatan Nenek Lampir....."


"Akibat kenekatan nya dia sampai di jebloskan di dalam Penjara......." Ucap Ratu Amazone.


"Sabar......"


"Sabar Ratu....." Ucap Komandan Chilia.


"Kenekatan apa yang bisa membuat Ratu Medusa mendekam di dalam Penjara???" Gumam Arung.


"Begini Ratu Amazone, jika kita tidak menyerang nya satu bulan lagi, kita sudah bisa di pastikan kalah....." Ucap Raja Para Werewolf.


"Jangan ngawur, Alpachino...."


"Jangan membela Nenek lampir karena kau menaruh harti Pada nya ....." Seru Ratu Amazone.

__ADS_1


"Sabar......"


"Sabar Ratu....." Ucap Komandan Chilia saat melihat muka Ratu yang mulai memerah karena kesal.


"Ratu Amazone ini..."


"Perkataan nya setajam silet....." Gumam Arung yang sedang menyimak.


"Begini Ratu Amazone, saat segel ini hancur...."


"Otomatis Jendral Voldemort pasti langsung tahu..."


"Dan dia pasti akan langsung meminta bantuan kepada Kekaisaran Vampire....."


"Saat bala bantuan tiba....."


"Kita pasti habis di ganyang semuanya....." Ucap Raja dari para werewolf tersebut.


Seisi ruangan pun kembali menjadi hening.


"Benar yang di katakan Raja Alpha...."


"Setelah segel hilang, kita harus segera menyerang Markas sipir...."


"Dengan serangan kejutan itu kemungkinan kita menang adalah 50 persen, itu lebih baik...." Ucap Jendral Dracule.


"Bagaimana Ratu Lesbong...."


"Aku benar kan...." Ucap Ratu Medusa.


"Ya kau memang benar....."


"Benar-benar nekat selingkuh....." Ucap Ratu Amazone.


"Sebenarnya siapa yang di selingkuhin Ratu Medusa, Mungkinkah Ratu Medusa berselingkuh dengan Suaminya Ratu Amazone...."


"Sehingga Ratu Amazone menaruh dendam sampai mati???" Gumam Arung.


"Kita serang Markas sipir dengan kekuatan penuh...." Ucap Ratu Medusa.


"Ya aku setuju dengan mu Ratu...." Ucap Alpha.


"Baiklah Aliansi Amazone pun setuju...." Ucap Ratu Amazone.


"Bagaimana dengan Aliansi Naga???" Tanya Ratu Medusa.


"Perdana Menteri Max...."


"Jendral Dracule???" Ucap Arung sambil melihat kearah kedua nya.


Mereka berdua pun memberi isyarat dengan mengangguk yang menandakan jika mereka berdua setuju dengan usul dari Ratu Medusa.


"Aliansi Naga setuju....." Ucap Arung.


Tak lama kemudian Armenia Vampire yang sedang menyamar dan beberapa prajurit membawakan kopi pahit dan mulai membagikan nya.


Senyuman licik pun terlihat di wajah nya.


Kopi pun ikut di bagikan kepada komandan-komandan yang berjaga di belakang perwakilan perwakilan Aliansi.


"He........."


"He.........."


"He..........." Tawa licik Armenia Vampire yang sedang menyamar.


"Silahkan di minum kopi nya...." Ucap Ratu Medusa.

__ADS_1


Mereka pun mulai meniup-niup kopi panas tersebut lalu mulai meminum nya, setelah itu Armenia pun kembali ke barisan nya dan rapat pun kembali di mulai.


"Raja Alpha....."


"Kita tidak tahu kapan perang terhadap Markas sipir akan berakhir....."


"Bisa jadi satu hari, dua hari, atau bahkan sampai seminggu, jadi menurut ku kita perlu menyiapkan logistik dan juga medis untuk mensupport perang yang mungkin bisa memakan waktu berhari-hari itu, Raja Alpha....." Ucap Perdana Menteri Max.


"Benar yang di katakan nya, Bagaimana menurut kalian....???" Tanya Raja para werewolf kepada kedua Ratu.


"Masalah logistik serahkan saja pada ku, di Aliansi ku ada banyak wanita...."


"Jadi masalah logistik biar menjadi urusan Aliansi Amazone...." Ucap Ratu Amazone.


"Medis.....???"


"Biar urusan Aliansi X Rate, di sini ada banyak tabib dan alkemi...."


"Tabib yang berspesialisasi mengobati Lesbong pun ada...." Sindir Ratu Medusa.


"Huh......." Seru Ratu Amazone dengan kesal.


"Baiklah kalau begitu kita sebulan lagi berkumpul di depan Markas Sipir...." Ucap Raja Alpha.


"Setuju......" Ucap ketiga pemimpin Aliansi lain nya.


Tiba-tiba saja satu persatu Prajurit-Prajurit di tempat tersebut jatuh.


"Brukkk........"


"Brukkkk......"


"Brukkkk......" Suara saat satu persatu Prajurit-Prajurit di belakang mereka mulai berjatuhan.


"Ada apa ini...???" Ucap Ratu Amazone.


Kedua Komandan yang duduk di sebelah Ratu pun jatuh lemas ke atas meja bundar begitu pula Prajurit-Prajurit di belakang nya.


"Kenapa ini......" Ucap Arung lalu mulai jatuh keatas meja bundar.


Seluruh pimpinan yang ada pada saat itu pun jatuh pingsan begitu pula Prajurit-Prajurit nya.


"Bagus berhasil......"


"Cepat ikat mereka semua dengan rantai penghilang kultivasi...."


"Racun nya hanya akan membuat pingsan mereka dalam beberapa menit...." Perintah Komandan Sipir tersebut.


Para prajurit mata-mata pun mulai mengikat mereka satu persatu dan menjejerkan nya di dinding.


Setelah beberapa waktu para pemimpin Aliansi pun sudah di rantai begitupula dengan komandan-komandan yang menjaganya.


"Sekarang kalian pasang perisai kultivasi sehingga suara di dalam ruangan ini tidak akan terdengar...."


"Setelah itu baru kita bunuh satu persatu pemimpin-pemimpin kriminal ini..." Perintah Komandan Sipir Penjara Black Skull tersebut.


"Siap Komandan....." Ucap Salah satu Prajurit Mata-mata.


Beberapa prajurit mata-mata itu pun mulai memasang perisai kultivasi di dalam ruangan tersebut, tak lama kemudian keempat pimpinan Aliansi pun mulai terjaga.


"Ada apa ini???"


"Lhooo......"


"Kenapa aku sudah terantai Begini???" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Ha........"

__ADS_1


"Ha........"


"Ha........" Tawa licik Komandan Armenia Vampire.


__ADS_2