
-[Istana Kerajaan Darah Merah]-
Pagi Hari nya.
"Dup.......... "
"Dup.......... " Suara saat tapak kaki Arung dan juga Shayla mendarat di halaman belakang istana tersebut.
Mereka sebelumnya sudah berada berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu di masa lalu namun di tempat asal mereka waktu baru berlalu beberapa jam saja.
"Wah....... "
"Disini sudah pagi, Pa." Ucap Shayla.
Beberapa saat kemudian Vladmira pun tiba, tampak dia sudah mencari Tuan nya ke sana kemari sejak tadi di dalam kompleks istana tersebut.
"Vladmira..... " Gumam Arung.
"Huh...... "
"Penjahat.... " Gumam Shayla.
"Tuan Naga, Ratu Gilmore memerintahkan Tuan segera ke Aula Istana, ada rapat penting yang akan di adakan sebentar lagi,"
"Nyonya Dhieng dan yang lain nya sudah pergi terlebih dahulu Tuan." Ucap Vladmira yang sudah menjadi budak setia Pendekar Setengah Naga itu.
"Rapat penting, Shayla ayo kita ke aula." Ucap Arung.
"Ayo Pa..... " Ucap Shayla Tiger.
Mereka bertiga pun mulai beranjak menuju Aula Istana Kerajaan Darah Merah tersebut.
"Aku sudah mencari mereka kemari beberapa kali tapi aku tidak melihat satu batang hidung mereka pun,"
"Tiba-tiba saja mereka berdua muncul begitu saja di halaman belakang tersebut, sepertinya Pendekar Naga memiliki beberapa rahasia di dalam dirinya." Gumam Vladmira yang sedang menganalisa gerak-gerik majikan nya tersebut.
-[Aula Istana Kerajaan Darah Merah]-
Tampak Ratu Gilmore saat ini sedang duduk di singgasana nya, Dhieng dan yang lain nya duduk di kursi-kursi yang berada di kiri dan kanan aula tersebut.
Tampak ada 10 Komandan yang ikut duduk di aula tersebut, beberapa saat kemudian Arung dan yang lain nya pun tiba di ruangan tersebut dan mulai duduk di kursi nya masing-masing terkecuali Vladmira yang berdiri di sebelah majikan nya tersebut.
"Baiklah, seluruh anggota kerajaan sudah berkumpul,"
"Hari ini aku akan mengangkat Arung, Shayla, Rayla, Dhieng, dan juga Gadis Bertopeng sebagai Jendral di Kerajaan Darah Merah ini." Ucap Ratu Gilmore.
Para Komandan tampak saling menatap, begitu juga dengan Arung dan yang lain nya.
"Ugh..... "
__ADS_1
"Di Benua Es Api memerlukan beberapa tahap untuk menjadi seorang Jendral, namun di dalam kerajaan yang tengah berperang jabatan itu sungguh mudah di dapat kan." Gumam Arung.
"Baiklah, apakah ada diantara kalian yang memiliki usul untuk mengatasi situasi Kerajaan kita yang sedang terombang-ambing ini?" Tanya Ratu Gilmore.
Rayla pun mulai bangun dari tempat nya dan beranjak ke hadapan Ratu Gilmore.
"Menurutku kita sebaiknya merebut kembali koa-kota yang telah di kuasai oleh musuh Ratu." Ucap Jendral Rayla.
Komandan Gilbert pun mulai bangun dan beranjak ke tempat Rayla berada saat ini.
"Kita juga harus melepaskan ketiga Raja dan Ratu Kerajaan lain nya yang saat ini sedang di tawan oleh Kekaisaran Vampir,"
"Kita perlu beraliansi dengan ketiga Kerajaan lain nya agar dapat bertahan melawan gempuran Kekaisaran Vampir, Ratu." Ucap Komandan Gilbert.
"Coba kulihat bagaimana Gilmore mengambil kesimpulan setelah mendengarkan kedua usulan yang begitu bagus ini." Gumam Ratu Adrienne.
"Aku tidak begitu paham dengan strategi perang atau bertahan, sebaiknya aku mendengarkan saja." Gumam Arung.
"Wah....... "
"Mama Rayla keren banget." Gumam Shayla Tiger.
Ratu Gilmore pun mulai berpikir sejenak sekaligus menganalisa kedua usulan tersebut, tampak situasi di ruangan aula istana tersebut menjadi hening seketika.
"Baiklah..... "
"Kita akan bentuk beberapa pasukan untuk merebut kembali kota-kota yang di kuasai oleh pasukan musuh,"
"Begitu pun dengan Jendral Rayla, Dhieng, dan juga Jendral Bertopeng." Ucap Ratu Gilmore.
"Titah yang bijak Ratu Gilmore." Ucap Jendral Rayla.
"Dan untuk pembebasan para Tetua aku menugaskan Jendral Arung, Komandan Gilbert, dan juga Komandan Yuri." Ucap Ratu Gilmore.
"Baik Ratu.... " Sahut kompak Jendral Arung dan dua Komandan lain nya.
Mereka pun mulai melanjutkan membahas strategi-strategi perang lain nya, tanpa terasa hari pun sudah menjelang malam.
Ratu Gilmore dan yang lain nya pun kembali ke kamar nya masing-masing setelah nya.
-[Di Dalam Kamar Arung dan Dhieng]-
Seperti malam sebelum nya sepasang suami istri tersebut saat ini sedang duduk di kursi yang ada di tengah-tengah ruangan tersebut bersama pembantu setia nya Vladmira.
"Minumlah Suamiku, kau pasti haus kan." Ucap Dhieng Vampir sambil menuangkan arak ke cawan di hadapan Suami nya tersebut.
"Sepertinya Dhieng masih cemburu terhadap Vladmira." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Vladmira, pergilah makan di luar dan kembali kemari setelah nya." Perintah Arung.
__ADS_1
"Baik Tuan... " Ucap Vladmira kemudian mulai beranjak dan pergi dari kamar tersebut.
"Dhieng, apakah kau kurang enak badan." Ucap Arung sambil memeriksa suhu tubuh Dhieng dengan menempelkan telapak tangan nya di kening Wanita Cantik tersebut.
"Huh...... "
"Aku tidak sakit Suamiku, aku hanya tidak senang saja melihat P*lacur itu menjadi pembantu mu,"
"Kenapa tidak kau penggal saja kepala nya Suamiku." Ucap Dhieng Vampir sambil memperagakan dengan tangan nya saat akan memenggal kepala Vladmira.
"Ugh.......... "
"Ternyata di balik kelembutan nya Dhieng sebenarnya sangatlah kejam, aku saja tidak tega untuk membunuh Wanita yang begitu penurut tersebut." Gumam Arung kemudian mulai teringat dengan salah satu Kekasih nya yang penurut Jeni Galgadoth.
"Sayang...... "
"Vladmira sangat penting dalam misi pembebasan para Tetua, dia pasti memiliki informasi mengenai tempat di tahan nya para tetua tersebut,"
"Jika kita membunuh nya itu akan menjadi sebuah kerugian besar bagi Kerajaan Darah Merah ini, Vladmira merupakan salah satu Panglima Perang dari Kekaisaran Vampir,"
"Dia pasti mengetahui banyak informasi vital tentang Kekaisaran tersebut." Ucap Arung.
"Benar yang di katakan Suamiku, ternyata Suamiku hanya memanfaat kan Vladmira,"
"Kukira dia mulai menyukai Gadis Vampir itu, pikiran ku menjadi tidak rasional jika menyangkut hati." Gumam Dhieng Vampir.
"Suamiku, kau pasti lelah,"
"Berbaringlah di ranjang, aku akan memijit mu,"
"Kebetulan tadi pagi aku menemukan sebuah metode pijat Jujitsu di Perpustakaan Kerajaan Darah Merah ini." Ucap Arung.
"Kebetulan sekali pijitan Jujitsu itu begitu nikmat, aku sebaik nya berganti pakaian terlebih dahulu." Gumam Arung.
Arung pun mulai berganti pakaian ke pakaian tidur nya saja, yaitu hanya mengenakan celana boxer saja. Dhieng Vampir pun mulai berdiri di atas punggung Suaminya tersebut dan mulai memijit betis hingga pundak Arung menggunakan jari-jari kaki ramping nya tersebut.
"Akh......... " Ucap Arung.
"Pijatan Jujitsu memang benar-benar nikmat." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut sambil tersenyum keenakan.
"Ugh.......... "
"Mantap Dhieng..... " Ucap Arung.
Tanpa di sadari Arung dan juga Dhieng, Shayla saat ini sedang berdiri di depan pintu kamar Papa dan Mama nya tersebut.
"Hah...... "
"Dasar Papa..... " Gumam Shayla kemudian mulai mengurungkan niat nya memasuki kamar tersebut dan kembali ke dalam kamarnya.
__ADS_1
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.