Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Cincin Pelet.


__ADS_3

-[Beberapa Menit Kemudian]-


"Sonia, aku akan mulai bermeditasi tidur untuk beberapa jam ke depan,"


"Apa pun yang terjadi jangan bangunkan aku, Sonia." Perintah Arung.


"Hari masih pagi dan Naga ini hendak tidur lagi, mungkin saja dia sudah kelelahan karena selama seminggu ini dia terus-menerus melakukan Kultivasi Ganda dengan ku,"


"Bagaimana nanti jika kami menikah dan melakukan pergulatan, stamina nya sungguh lemah,"


"Aku akan mencari cara agar si ucok nya perkasa nantinya,"


"Sebaik nya sekarang aku tidak mengganggu istirahat Calon Suami ku ini... " Gumam Sonia dengan pipi yang merona merah tersebut.


Sonia saat ini telah jatuh cinta sepihak dengan Pendekar Setengah Naga tersebut setelah di selamatkan oleh nya beberapa kali.


"Baik, Calon Imam ku... "


"Ee..... "


"Maksudku.....Baik Arung." Ucap Sonia sambil tersipu-sipu malu karena keceplosan sebelumnya.


"Calon Imam, dia waras gak sih?" Gumam Arung kemudian mulai memejamkan mata nya dan berniat beristirahat sejenak.


Sementara itu Sonia terus berlatih dengan pedang nya sambil sesekali melesatkan Jaring Laba-Laba Emas dari dalam mulut nya.


Aura berwarna-warni pun mulai menyelimuti tubuh Pendekar Setengah Naga tersebut, ia pun mulai tertidur lelap dalam meditasi tidur nya tersebut beberapa saat kemudian.


"Zzzttttt............. " Suara tertidur Arung.


"Yaelah...... "


"Naga itu sudah tidur, sepi rasanya di tinggal tidur calon suami..... " Gumam Sonia Golden Spider sambil terus berlatih dengan Pedang Kembar Laba-Laba Emas milik nya tersebut.


"Slasshhhh....... "


"Slasshhhh....... "


"Slashhhhh....... " Suara saat Pedang Laba-Laba Emas menebas udara kosong.


-[Kembali Ke Kapal Selam Langit milik Jendral Voldemort]-


Kapal Selam Langit tersebut pun telah tiba di wilayah kekuasaan Ratu Buaya Hitam di Hutan Laut tersebut.


Tampak sang Ratu Buaya bersama ke seratus pasukan nya mulai mengerumuni Kapal Selam Langit tersebut.


-[Ruangan Jendral Voldemort]-


"Tok......... "


"Tok......... "


"Tok......... " Suara ketukan pintu.


Jendral Voldemort saat ini sedang duduk di atas ranjang nya sambil membaca sebuah Kitab Ilmu Hitam.


"Siapa yang berani mengganggu waktu baca buku ku,"


"Awas saja jika dia mengganggu ku hanya untuk melaporkan perkara yang tidak berarti,"


"Akan ku hisap habis darah nya." Gumam Kultivator Dukun tersebut.


"Masuklah..... " Ucap Jendral Voldemort dengan nada suara yang menakutkan.


Komandan Vampir tersebut pun mulai masuk dengan wajah yang tertekan dan sedikit pucat itu.


"Lapor Jendral.... "


"Ada seorang wanita yang menghadang Kapal Selam Langit kita,"


"100 ekor Buaya Hitam pun sedang mengepung kita saat ini, Jendral." Ucap Komandan Vampir tersebut dengan panik.


"Wanita.....?"

__ADS_1


"Buaya Hitam....?" Gumam Jendral Voldemort.


"Ayo kita lihat.... " Ucap Jendral Voldemort.


Mereka pun mulai beranjak keluar dari dalam kamar tersebut dan berniat keluar dari dalam Kapal Selam Langit tersebut bertujuan untuk menjumpai wanita tersebut.


-[Hutan Laut]-


Beberapa saat kemudian, dengan tenang Jendral Voldemort di dampingi oleh lima orang Komandan Vampir nya berenang ke hadapan Ratu Buaya Hitam tersebut.


"Ugh....... "


"Sial, aku sudah sering melewati Hutan Laut ini, tidak kusangka di dalam tempat ini bersemayam Kultivator sekuat ini." Gumam Jendral Voldemort saat mengetahui ranah kultivasi Ratu Buaya Hitam tersebut.


"Nona Buaya, kami hanya ingin lewat dan tidak berniat mengusik mu." Ucap Jendral Voldemort sambil mengamati ke sekeliling nya.


"Sebaik nya kalian menyerah dengan sukarela, aku sudah 1000 tahun tidak memakan daging Vampir, begitu juga dengan Prajurit-Prajurit ku,"


"Kami sangat lapar...... "


"Daging mu pasti enak... " Ucap Ratu Buaya Hitam tersebut.


"Ratu ini sepertinya baru bangun dari meditasi panjang nya, ia pasti sangat lapar begitu juga dengan Buaya-Buaya Hitam lain nya,"


"Tidak kusangka aku akan menggunakan Jurus Terlarang itu disini, jurus ini hanya bisa di lesatkan sekali dalam seumur hidup ku." Gumam Jendral Voldemort yang merasa kondisi nya dalam bahaya saat ini.


Ia pun mulai melesatkan JURUS PELET JIWA, dari dalam mata nya seberkas cahaya hitam mulai melesat keluar dan memasuki pupil mata milik Ratu Buaya tersebut yang membuat Sang Ratu tak dapat bergerak begitu pun dengan Jendral Voldemort.


Para Buaya-Buaya Hitam pun kebingungan menyaksikan hal tersebut begitu pun dengan Komandan-Komandan Vampir tersebut.


"Apa yang sedang terjadi dengan Jendral?" Gumam Salah Satu Komandan Vampir tersebut.


"Kenapa mereka berdua saling melotot?"


"Apa ini seni bela diri jiwa?" Gumam Salah Satu Buaya Hitam tersebut.


-[Dunia Ilusi Yang Di Ciptakan oleh Jendral Voldemort]-


Tampak saat ini Ratu Buaya Hitam sedang berada di sebuah Pesta Dansa di Kediaman Kaum Bangsawan Vampir, Gadis Cantik itu pun duduk di kursi dan sedang memandangi Vampir-Vampir lain nya yang sedang berdansa dengan riang nya di dalam ruangan tersebut.


"Bukan kah aku tadi berada di dalam Hutan Laut?" Gumam Ratu Buaya Hitam yang bingung dengan kejadian tersebut.


Beberapa saat kemudian seorang Pemuda Tampan dengan mengenakan pakaian bangsawan pun mulai menghampiri nya.


Pemuda tersebut adalah Kultivator Dukun yang membuat ilusi tersebut dialah Jendral Voldemort.


"Nona Buaya, maukah kau berdansa dengan ku?" Tanya Voldemort dengan sopan.


Di dunia ilusi tersebut Voldemort mampu menciptakan wajah pemuda yang di sukai oleh lawan jenis nya tersebut di saat pandangan pertama.


"Ugh........ "


"Pemuda ini benar-benar tampan, dia adalah tipe ku." Gumam Ratu Buaya tersebut yang jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Voldemort.


"Baik Tuan Pendekar... " Ucap Ratu Buaya tersebut.


Mereka berdua pun mulai ikut berdansa dan bergabung dengan Pendekar-Pendekar Vampir lain nya.


"Nona kalau boleh tahu siapa nama mu?" Tanya Voldemort.


"Ugh...... "


"Bahkan mendengar suara nya saja membuat seluruh tubuh ku ini bergetar." Gumam Ratu Buaya Hitam tersebut.


"Aku Aona Black Croco, Tuan Pendekar." Ucap Aona dengan pipi yang merona merah tersebut.


"Aku Voldemort Vampir..... " Ucap Voldemort.


Mereka pun terus berdansa hingga berakhir nya lagu tersebut, di saat para Pendekar-Pendekar Vampir lain nya mulai meninggal kan tempat berdansa tersebut Voldemort justru membungkuk sambil menyerahkan sebuah kotak kecil yang sudah terbuka yang berisi sebuah cincin berwarna keemasan.


Pandangan Pendekar-Pendekar Vampir tersebut pun mulai tertuju ke arah Voldemort dan juga Ratu Aona yang saat ini tinggal berdua saja di area dansa tersebut.


"Nona Aona, sejak pertama kali aku melihat mu,"

__ADS_1


"Aku jatuh cinta..... "


"Ku mohon menikahlah dengan ku." Ucap Voldemort dengan nada suara yang tulus.


"Ugh....... "


"Apa, Laki-laki tampan ini Ingin melamar ku, apa dia tidak tahu berapa usia ku saat ini?" Gumam Ratu Aona yang sudah terbius oleh ilusi milik Voldemort tersebut.


"Terima saja Nona, pemuda itu benar-benar tulus." Ucap Salah Satu Pendekar Vampir yang berada di tempat tersebut.


"Gagahnya, kau tidak akan rugi Nona dia begitu tampan." Ucap Salah Satu Pendekar Vampir Wanita di tempat tersebut.


"He........ "


"He........ "


"He........ " Tawa kecil Voldemort tersebut.


"Ratu Buaya ini mulai terbuai dengan ilusi ku, mau sekuat apa pun perempuan,"


"Jika berhubungan dengan permasalahan cinta logika nya pasti akan mati dan setiap keputusan nya pasti di ambil dengan pertimbangan hati." Gumam Voldemort sambil tersenyum.


Melihat senyuman Voldemort hati milik Ratu Buaya tersebut pun kembali bergetar dan mulai luluh sepenuh nya, ia pun mulai mengangguk-anggukan kepala nya.


"Baik Tuan, aku bersedia...... " Ucap Ratu Aona dengan nada suara yang begitu lembut.


"Plok.......... "


"Plok.......... "


"Plok.......... " Suara tepuk tangan dari Pendekar-Pendekar Vampir yang hadir di pesta dansa tersebut.


"Binggo...... "


"Ini kesempatan ku mengenakan cincin pelet ini di jari manis nya, setelah itu dia bakal nempel kayak perangko." Gumam Voldemort lalu mulai bangun dan mengenakan cincin pelet tersebut ke jari manis sang Ratu Buaya tersebut.


Untuk menyempurnakan ritual pelet tersebut Voldemort pun mulai menc*um Ratu Buaya Hitam, peristiwa c*uman panas tersebut juga terjadi di Hutan Laut tersebut dan di saksikan oleh pihak dari Kekaisaran Vampir dan juga di saksikan oleh ke 100 Prajurit Buaya-Buaya Hitam tersebut.


-[Hutan Laut]-


Wajah yang terlihat seperti orang-orang yang mau muntah pun terlihat di wajah Komandan-komandan yang mendampingi Jendral Voldemort saat itu.


"Ugh..... "


"Rasanya aku mau muntah melihat Ratu Cantik itu mencium seorang monster, apa dia tidak bisa mencium bau amis darah yang keluar dari tubuh Jendral." Gumam Salah Satu Komandan Vampir tersebut.


"Itu pasti pelet, dasar Kultivator Dukun.... " Gumam Komandan Vampir lain nya.


"Memang Raja nya ilmu sesat... " Gumam Komandan Vampir lain nya tersebut.


Tak lama berselang, Ratu Aona dan Jendral Voldemort pun menyudahi ci*man panas nya tersebut. Di mata Ratu Aona, Voldemort adalah sosok Pemuda Vampir yang begitu tampan yang telah membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama tersebut.


"Para Prajurit ku beri hormat kepada calon Raja Tampan Kalian." Perintah Ratu Aona.


"Gila...... "


"Ratu itu sudah gila, Vampir berwajah seperti Monster ini di katakan tampan." Gumam Salah Satu Komandan Vampir tersebut.


"Dasar Raja Ilmu Sesat, itu pasti pelet... " Gumam Komandan Vampir lain nya.


"Apa yang di pikirkan Ratu, bukankah kita akan berpesta dengan daging vampir kali ini,"


"Kenapa dia menjadikan mangsa itu sebagai Calon Raja?" Gumam Salah Satu Buaya Hitam tersebut.


Para Buaya-Buaya Hitam pun mulai menjelma ke wujud Manusia Beast nya lalu mulai memberikan salam penghormatan kepada Calon Raja nya tersebut.


"Salam Calon Raja.... " Sahut Kompak Prajurit-Prajurit Buaya Hitam tersebut.


Setelah itu Ratu Buaya Hitam pun ikut pergi bersama Jendral Voldemort menuju Pulau Black Skull sebagai Calon Istri nya.


Tampak Kapal Selam Langit tersebut saat ini di kawal oleh 100 Prajurit-Prajurit Buaya Hitam yang menyelam di sekeliling nya.


___________________________________

__ADS_1


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2