
Putri Laura pun duduk bersimpuh diatas Pedang Biru tersebut, Arung pun mulai mengayunkan lengan nya dan beberapa akar pun mulai keluar dari pedang tersebut yang mulai melilit pinggang serta kaki Putri Laura.
"Apa ini, Arung???" Tanya Putri Laura.
"Tenanglah Laura, akar-akar ini ibarat safety bels." Jawab Arung.
"Safety Bels???"
"Apa itu, mungkinkah akar-akar ini adalah senjata pusaka juga,"
"Yang bernama Safety Bels???" Gumam Putri Laura.
Putri Laura tidak menyadari jika Safety Bels yang di maksudkan oleh Arung adalah Safety Bels pada mobil di dunia modern.
Di kejauhan tampak sebuah sekoci kecil sedang mendekat ke arah mereka. Di dalam sekoci kecil tersebut tampak seorang Pria Paruh Baya berjanggut merah yang wajah nya sudah tidak asing lagi.
"Itu Bajak Laut Janggut Merah, Arung.... "
"Bagaimana dia bisa berada di sini???" Ucap Putri Laura sambil menunjuk ke arah pria paruh baya tersebut.
Arung pun menatap kearah Pria Berjanggut Merah tersebut, dan bersiap bertarung.
"Ho........ "
"Ho........ "
"Ho........ " Tawa Bajak Laut Janggut Merah.
"Putri Salju dan Raja Sage???"
"Bagaimana kalian berdua bisa kabur dari dalam penjara ku???" Tanya Bajak Laut Janggut Merah sambil melayang terbang dari atas sekoci nya.
"Gawat..... "
"Aku harus seger kabur dari sini bersama Putri... " Gumam Arung lalu mulai menembakkan beberapa bola api sembilan warnanya.
"Masih belum jera juga melawan ku, dasar Naga tidak tau diri... " Ucap Bajak Laut Merah sambil menepis serangan-serangan bola api tersebut.
Bola-bola api sembilan warna itu pun menghantam permukaan laut setelah nya.
"Api nya terasa panas, sepertinya ada yang sedikit berubah dengan kekuatan Naga Sage itu... " Gumam Bajak Laut Janggut Merah.
"Arung, sebaik nya kita kabur.... " Ucap Putri Laura.
"Aku sependapat dengan mu Laura,... " Ucap Arung.
"Kalian mau kabur, enak saja.... " Ucap Bajak Laut Janggut Merah lalu terbang mendekat kearah Arung.
Dengan lincah Arung pun memutar balik pedang nya lalu terbang membelakangi Bajak Laut Janggut Merah diatas Samudra Naga Bagian Utara tersebut.
"Mau kabur.... "
"Makan ini..... " Teriak Bajak Laut Janggut Merah dengan jurus auman petir nya.
__ADS_1
Beberapa elemen angin berbentuk Naga melesat ke arah Arung.
"Elemen maks?"
"Aku akan mencoba menahan nya... " Gumam Arung lalu melesatkan beberapa elemen api berbentuk Naga.
"Pemuda ini sudah menaklukan Jiwa Naga Api nya, aku gak salah memberikan hidup ku kepada nya... " Gumam Putri Laura yang takjub dengan kekuatan Arung.
Kedua elemen pun saling berbenturan dan menghasilkan ledakan yang dahsyat di tengah-tengah lautan tersebut.
"Duarghhhhhhhhh.............. " Suara ledakan yang dahsyat.
"Bagaimana dia bisa menahan elemen maks angin ku, itu elemen maks api setengah langkah.... "
"Bagaimana mungkin dia bisa menguasai elemen maks hanya dalam satu malam???" Gumam Bajak Laut Janggut Merah.
Setelah menelan pil elemen maks Naga, Arung pun dapat bertarung melawan Senior pengguna elemen maks. Kemampuan nya dalam hal pengendalian elemen maks pun menjadi setengah langkah hanya saat bertarung dengan pengendali elemen maks.
"Bagaimana aku bisa menahan Serangan Naga Angin maks itu???" Ucap Arung yang keheranan sambil terus memacu pedang terbang nya.
"Itu berkat pil yang kau kultivasikan sebelum nya Arung, kekuatan pengendalian elemen mu pun bertambah setengah langkah hanya saat bertarung dengan pengendali elemen maks... " Ujar Putri Laura.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengeluarkan elemen black Hole, sebagai pengalihan.... "
"Walau pun kemampuan pengendalian elemen ku sudah meningkat, aku belum yakin bisa melawan orang tua itu.... " Ucap Arung lalu mulai menghentikan pedang terbang nya dan berbalik arah ke hadapan Bajak Laut Janggut Merah tersebut.
"Kakek tua rasakan ini..... " Ucap Arung lalu mengeluarkan jurus tapak black Hole nya yang dahsyat.
Seberkas sinar laser berelemen blackhole melesat ke arah Bajak Laut Janggut Merah tersebut.
"Setengah langkah.... " Gumam Bajak Laut Janggut Merah lalu mulai memasang perisai kultivasi angin di sekitar nya.
"Duarghhhhhhhh....... " Suara ledakan yang dahsyat.
Bajak Laut Janggut Merah pun terhempas kedalam lautan, sementara itu sang Pendekar Setengah Naga pun terbang melesat meninggalkan tempat tersebut.
"Blurrrp........... "
"Blurpp........... "
"Blurpp p.......... " Suara saat tubuh Bajak Laut Janggut Merah tersebut tercebur kedalam lautan.
"Bocah Naga itu membuat ku terhempas???"
"Ini sangat memalukan jika Dewa Bajak Laut lain nya mengetahui nya, aku harus membunuh nya untuk menutup aib.... " Gumam Bajak Laut Janggut Merah tersebut lalu berenang kembali ke permukaan laut.
Pria paruh baya berjanggut merah itu pun melesat terbang dari permukaan laut, ia pun melihat kesekitar nya.
"Naga itu begitu cepat, kemana ia pergi???
"Arah utara...?"
"Selatan, atau arah lain nya???" Ucap Bajak Laut Janggut Merah sambil menunjuk ke keempat arah mata angin.
__ADS_1
Dia pun memutuskan mengejar Arung ke arah selatan, sementara Arung sendiri telah melesat terbang ke arah Utara.
"Whussss............. " Suara hempasan angin saat Dewa Bajak Laut tersebut melesat terbang ke selatan.
-[Kembali Ke Tempat Arung Saat Ini]-
Tampak Pedang Terbang melesat dengan kencang nya, rambut mereka pun berterbangan akibat tertiup angin.
"Sepertinya kita berhasil kabur Laura, untung lah.... " Ucap Arung.
"Arung, jangan senang dulu.... "
"Ini laut Naga Utara, ada banyak beast buas di sini,"
"Sebaiknya kita segera pergi ke Pelabuhan Naga Utara, di sana aman... " Ujar Laura.
"Baiklah Laura tunjukkan arah nya.... " Ucap Arung.
Laura pun mulai mengeluarkan kompas dari dalam kantong ruang nya, ia pun mulai melihat kompas tersebut dan menunjukkan arah menuju Pelabuhan Naga Utara yang merupakan Pelabuhan terbesar di Kerajaan Benua Naga Utara.
"Kompas emas, latar belakang keluarga Laura pastilah dari keluarga kelas atas,"
"Bagaimana bisa ia sampai tertangkap oleh Bajak Laut Janggut Merah tersebut???"
"Ah............ "
"Aku akan menanyakan nya nanti, yang penting kami harus keluar dari lautan Naga ini terlebih dahulu.... " Gumam Arung sambil terus memacu Pedang Terbang nya.
"Naga ini sangat tampan dan aroma tubuh nya begitu harum???"
"Kenapa aku jadi Baper ya saat menatap punggung nya, punggung nya begitu besar???"
"Apa ayah akan setuju dengan keputusan ku ini???" Gumam Putri Laura.
"Kryukkkk.......... "
"Kryukkkk........... "
"Kryukkkk............ " Suara perut keroncongan Laura.
"Seperti nya dia belum makan dari semalam... " Gumam Arung lalu mengeluarkan beberapa potong roti selai coklat dari dalam cincin nya.
"Makanlah ini sementara, Laura.... "
"Sesampainya di Pelabuhan Naga kita akan cari restaurant untuk sarapan..." Ujar Arung sambil memberikan beberapa potong roti tersebut.
"Terima kasih Arung.... " Ucap Laura lalu mulai menerima pemberian tersebut.
"Dia sangat perhatian,..... " Gumam Putri Laura dengan wajah yang merona merah tersebut.
Laura pun mulai memakan roti pemberian Arung tersebut di atas Pedang Terbang.
"Whussss............ " Suara hempasan angin saat Pedang Terbang melaju dengan kencang nya di atas permukaan laut tersebut.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya