
Setelah air memenuhi ruangan-ruangan di dalam Kapal Selam Langit tersebut barulah Jendral Voldemort beserta bawahan-bawahan nya mulai memasuki tempat tersebut.
-[Di Bilik Mesin]-
Tampak saat ini Komandan Gilbert sedang mengecek kondisi kabel-kabel di dekat mesin penggerak utama Kapal tersebut, ia pun mulai menyadari masuk nya air kedalam Kapal tersebut melalui tetesan-tetesan air dari langit-langit Bilik Mesin tersebut.
"Ugh......... "
"Sungguh sial, kenapa rencana ini selalu saja tidak berjalan sesuai dengan rencana,"
"Sepertinya ada beberapa penyusup yang masuk ke dalam Kapal ini." Gumam Komandan Gilbert sambil mengeluarkan Pedang Iblis Hitam nya.
Ia pun mulai mendengarkan suara beberapa langkah kaki di atas nya.
"Tap...... "
"Tap..... "
"Tap....." Suara langkah kaki di atas langit-langit.
"Apakah mereka perompak, aku tidak mungkin menang menghadapi mereka?"
"Aku harus memberikan sebuah serangan kejutan, setelah nya baru aku kabur." Gumam Komandan Gilbert kemudian menunggu untuk beberapa saat dan mulai melesat ke atas langit-langit Bilik Mesin tersebut hingga menembus nya.
"Duak...... " Suara saat langit-langit tersebut tertembus Pedang Iblis Hitam.
Komandan Vampir tersebut berniat menusuk penyusup yang ada di atas nya tersebut namun gagal.
"Oh....... "
"Ternyata kecoak ini mengetahui nya." Gumam Jendral Voldemort kemudian mulai Menghindari serangan mendadak dari bawah lantai tersebut dengan mudah nya.
Sang Jendral pun mulai melesat ke belakang punggung Komandan Gilbert dengan Jurus Langkah Iblis nya kemudian mulai mencengkram kepala Komandan Gilbert.
"Ugh........ "
"Kenapa ini?"
"Kenapa tubuh ku tidak bisa di gerakkan?" Ucap Komandan Gilbert sambil mencoba bergerak.
"Ternyata Kecoak penyusup dari Kerajaan Darah Merah, tenang saja Vampir,"
"Aku akan menjadikan mu salah satu sapi perah ku." Ucap Jendral Voldemort kemudian mulai menyerap darah dari kepala Komandan Gilbert dari kuku-kuku hitam nya tersebut.
"Akhhh............. " Teriak nya kesakitan saat darah di dalam tubuh nya mulai di hisap oleh kuku tersebut.
"Ugh....... "
"Berapa kali pun kulihat, ini begitu menjijikan,"
"Dasar Jendral Kanibal.... " Gumam salah satu Komandan tersebut.
Beberapa menit kemudian darah di dalam tubuh Komandan Gilbert pun hampir habis, Jendral Voldemort pun mulai melepaskan cengkraman nya dan berbalik.
"Kalian bertiga, cepat bawa Vampir ini ke dalam kapal, dia akan menjadi salah satu hewan ternak ku." Perintah Jendral Voldemort.
"Siap Jendral...... " Sahut Kompak ketiga Komandan tersebut.
Salah satu Komandan pun memapah tubuh Komandan Gilbert yang sudah tidak sadarkan diri tersebut keluar dari dalam Kapal tersebut.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian,
Setelah tiba di luar Jendral Voldemort pun mulai menghancurkan Kapal Selam Langit tersebut menggunakan tembakkan beberapa Bola-Bola Ber elemen Kegelapan Murni dan segera kembali ke dalam Kapal nya.
"Duargh......"
"Duargh...... "
"Duargh......." Suara ledakan Kapal Selam Langit setelah terkena serangan dahsyat milik Jendral Voldemort tersebut.
Kapal Selam milik Jendral Voldemort pun kembali melaju menuju Pulau Black Skull.
"Blurppp........ " Suara saat Kapal Selam Langit tersebut mulai melaju.
-[Pulau Putri Naga Kecil]-
"Dup..... "
"Dup......"
"Dup......" Suara saat ketiga tapak kaki mereka mendarat dengan mulus di atas tanah di dekat Gerbang Mansion.
Vladmira dan juga Komandan Yuri terkejut saat berada di dalam Bola Ruang tersebut, tampak mereka berdua mulai mengamati ke sekeliling nya.
"Dimana kita saat ini, Jendral?" Tanya Komandan Yuri.
Arung pun mulai menjelaskan tentang artifak bola ruang dan tempat tersebut kepada Komandan Yuri dan juga Vladmira sambil berjalan menuju Mansion.
-[Di Dalam Kamar Putri Naga Kecil]-
Beberapa saat kemudian,
"Komandan Yuri, jika kau ingin makan sesuatu,"
"Masak lah di dapur." Ucap Arung.
"Wah....... "
"Tempat ini benar-benar praktis." Gumam Vladmira.
"Baik Jendral... " Ucap Komandan Yuri.
Mereka pun mulai mandi dan membersihkan diri bergantian terlebih dahulu.
Beberapa menit kemudian,
"Ugh....... "
"Ini kali pertamanya aku seruangan dengan Jendral, ternyata Jendral Arung benar-benar tampan." Gumam Komandan Yuri sambil menyiapkan masakan di dapur.
"Vladmira, apa kau sudah lelah?" Tanya Arung.
"Ugh..... "
"Dia pasti mau menyuruhku memijat jujitsu lagi, memalukan sekali jika harus memijatnya di depan Yuri,"
"Harga diriku sudah habis...... " Gumam Vladmira.
"Tidak Tuan." Ucap Vladmira.
__ADS_1
"Bagus kalau begitu, tolong pijit pundak ku Vladmira." Ucap Arung yang sangat menggemari pijatan Vladmira tersebut.
Vladmira pun mulai memijit pundak majikan nya tersebut dengan pipi merona merah tersebut, Komandan Yuri yang melihat nya pun langsung memfoto momen memalukan tersebut.
"Wah...... "
"Bakal viral nih, jika foto ini ku posting di instagram ku,"
"Judulnya " JENDRAL MUSUH YANG MENJADI BABU JENDRAL KERAJAAN DARAH MERAH", "
"Pasti akan banyak yang komen dan like." Gumam Komandan Yuri yang ternyata sedikit jahil juga.
"Hi....... "
"Hi....... "
"Hi........ " Tawa kecil Komandan Yuri kemudian kembali melanjutkan menyiapkan makanan di dapur.
"Ugh....... "
"Nikmatnya...... " Gumam Arung yang kembali keenakan terkena pijatan jujitsu Vladmira.
Beberapa saat kemudian hidangan makanan yang beraneka ragam pun mulai di hidangkan di atas meja giok tersebut oleh Komandan Yuri.
"Silahkan makan Vladmira, Jendral." Ucap Komandan Yuri.
"Oh..... "
"Vladmira ayo kita makan dulu." Ucap Arung.
"Baik Tuan." Ucap Vladmira kemudian mulai menyudahi memijit pundak majikan nya tersebut dan mulai duduk di kursi giok di sebelah Arung.
"Wah...... "
"Jika mereka berdua duduk seperti ini mereka lebih terlihat seperti sepasang kekasih daripada sepasang majikan dan babu." Gumam Komandan Yuri sambil menaruh nasi dan lauk ke piring nya.
"Yuri pasti tertawa di dalam batin nya saat tadi melihat ku memijit Naga ini, harga diriku saat ini hanyalah seperti sebuah keset kaki saja." Gumam Vladmira sambil menaruh nasi dan juga lauk ke piring nya.
"Sepertinya masakan buatan Komandan Yuri benar-benar nikmat, dia memiliki bakat menjadi seorang Kultivator Koki." Gumam Arung sambil menaruh nasi dan juga lauk ke piring nya.
"Jendral, dua minggu lagi kita akan tiba di Pulau Black Skull,"
"Apa rencana kita setelah tiba di sana?" Tanya Komandan Yuri sambil menyantap makanan.
"Pertanyaan itu lagi, sepertinya Komandan Yuri sangat penasaran dengan rencana pembebasan Tetua Geitetsu nanti nya." Gumam Arung.
"Rencana nya adalah ketika kita sampai di tempat tersebut kita akan masuk ke dalam tengkorak kera itu dan membebaskan Tetua Geitetsu." Ucap Arung.
"Bagaimana dengan efek yang membuat ranah kita turun Jendral?" Tanya Komandan Yuri.
"Tidak hanya ranah kita yang turun Komandan Yuri, seluruh narapidana yang ada di dalam Tengkorak Kera Hitam itu juga ranah nya turun,"
"Jadi itu bukan lah masalah nya, yang penting saat berada di dalam penjara itu kita jangan terlalu menarik perhatian dan berbaur dengan yang lain nya." Ucap Arung.
"Aku masih ragu dengan keberhasilan rencana yang begitu sederhana ini." Gumam Komandan Yuri kemudian kembali menyantap makanan nya tersebut.
Sementara itu Vladmira tidak berkomentar apa pun dan terus melanjutkan menyantap makanan nya.
___________________________________
__ADS_1
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.