
Dengan santai Arung pun berenang hingga ke dasar Danau, hewan-hewan kecil tampak berlalu lalang di sekitar nya.
Air di Danau itu begitu jernih dan bersih juga sangat menyegarkan, Arung pun mulai bertapa di dasar Danau tersebut untuk merilekskan syaraf-syaraf otot nya.
"Ternyata bertapa di dasar Danau ini begitu menenangkan.... "
"Air nya pun sejuk... " Ujar Arung.
Aura kebiruan pun tampak keluar dari dalam tubuh nya tersebut, Arung pun terus bertapa di dasar Danau Putri Naga Kecil tersebut.
-[Mansion Putri Naga Kecil]-
Putri Widuri tampak tidur di atas ranjang dengan punggung nya menyandarkan di dinding, Vladmira pun mulai mengoleskan saleb pada luka sang Putri di lanjutkan dengan memperban nya.
"Aduh..... " Teriak Putri Widuri.
"Yang namanya Tuan Putri memang manja... " Gumam Vladmira sambil memperban luka Putri Widuri.
"Maaf ya, aku teriak tadi... " Seru Putri Widuri.
"Namanya juga sakit, harap maklum aja Putri.. " Sindir Vladmira.
"Vladmira, apakah kalian tidur berdua di dalam kamar ini???" Tanya Putri Widuri dengan pertanyaan yang sangat tajam ibarat silet.
"Silet..... " Gumam Vladmira.
"Ya Putri, tapi Pendekar Naga tidur di kasur,"
"Dan aku pelayan nya tidur di kasur ekstra... " Jawab Vladmira dengan ketus.
"Jadi, malam ini,"
"Mungkinkah aku akan tidur bersama majikan mu, Vladmira???" Tanya Putri Widuri dengan tajam.
"Dasar Silet.... " Gumam Vladmira.
"Mungkin saja, Putri,"
"Majikan ku terkenal Play Boy, istri nya saja lebih dari satu Putri,"
"Jika dia mengajak mu tidur bareng, dia pasti menargetkan mu untuk menjadi salah satu istri nya... " Ujar Vladmira berusaha menakuti Putri Widuri.
"Benarkah..... " Ujar Putri Widuri sambil memegang kedua pipi nya yang merona merah.
"Jika menikah dan menjadi istri ketiga nya, aku siap asalkan Kerajaan Jangbaek ini bangkit kembali,"
"Aku rela menikahi nya walau tanpa cinta... " Seru Putri Widuri dengan berapi-api.
"Entah apa yang ada di dalam pikiran nya... " Gumam Vladmira sambil menggeleng-geleng kan kepala nya.
"Istirahat lah, Putri.... "
"Aku akan membuatkan makan malam... " Ujar Vladmira lalu meninggalkan Putri Widuri di dalam kamar nya.
"Tunggu dulu, Vladmira... "
"Pembicaraan kita belum usai... " Ucap Putri Widuri namun Vladmira keburu menutup pintu kamar tersebut.
"Dup........... " Suara saat pintu kamar tersebut di tutup oleh Babu tersebut.
__ADS_1
"Dasar Putri tanpa Kerajaan... " Seru Vladmira dengan nada suara yang pelan saat berjalan ke dapur.
-[Di Dalam Danau]-
Seekor belut kecil listrik pun lewat di muka Arung yang sedang memejamkan mata nya tersebut.
"Dzzzziiittt......... " Suara percikan petir yang keluar dari tubuh belut kecil tersebut.
"Hatsyimmm...... " Suara bersin Arung yang menyebabkan belut tersebut lari begitu pula dengan hewan-hewan kecil lain nya.
"Pasti dua Gadis Cantik itu sedang membicarakan Pendekar Tampan ini, kenapa mereka selalu saja membicarakan ku di belakang,"
"Mereka kan bisa membicarakan ku langsung di depan.... " Gumam Arung lalu membuka kedua belah mata nya, ia pun bangun dan mulai berenang ke permukaan danau.
Arung pun naik ke tepian Danau dan mulai mengeringkan badan nya menggunakan elemen api ungu nya, ia pun mengenakan jubah dewa berwarna putih dan kembali ke mansion.
Tampak Pendekar Setengah Naga berambut putih dan berjubah dewa putih tersebut begitu tampan dan berwibawa dengan sebuah martil tersangkut di pinggang nya.
"Aku sudah berpakaian tempur, aku siap jika ada bahaya tiba-tiba... " Gumam Arung lalu terbang ke arah Mansion.
"Hussss......... " Suara saat Arung terbang ke arah Mansion dengan tenang nya.
-[Kota Es Utara]-
Sejak 50 tahun yang lalu Delayla tidak lagi membuka Biro Pengamanan Delayla maupun bergabung dengan tentara, saat ini Delayla dan juga Sonia membuka Kantor Detektif di pusat Kota Es Utara.
Mereka bermaksud membuka Kantor Detektif tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai Suami nya yang hilang di telan White Hole saat terjadi perang di Kota Es Utara 50 tahun yang lalu.
Tampak di depan pintu ruangan Delayla bertuliskan "Detektif Delayla dan Sonia". Seorang Pemuda tampan pun menggedor ruangan tersebut.
"Tok......... "
"Tok......... "
-[Di Dalam Ruangan]-
Seperti biasa tampak Ashiong, Ashiang, dan Delphi Chen serta Sonia sedang duduk di sofa sambil berbincang-bincang, sementara Detektif Delayla duduk di kursi nya.
"Tok.......... "
"Tok.......... "
"Tok.......... " Suara ketukan pintu.
"Del.... "
"Sepertinya ada tamu tuch.... " Ucap Detektif Sonia.
Delphi Chen pun bangun lalu bergegas menuju pintu ruangan, ia pun membuka pintu tersebut dengan perlahan.
"Kraaakkk...... " Suara saat pintu ruangan tersebut di buka oleh Delphi Chen.
Alangkah terkejut nya mereka saat mengetahui siapa yang mengetuk pintu ruangan tersebut.
"Ibu Ratu..... " Ucap Delayla saat mengetahui sosok Wanita Paruh Baya yang menggunakan selendang merah tersebut.
"Detektif, kumohon temukan Putri Ku,"
"Widuri.... " Ujar Ibu Ratu dengan nada suara yang sedih.
__ADS_1
"Hiks......... "
"Hiks......... "
"Hiks.......... " Tangis kecil Ibu Ratu.
"Duduk lah, Ibu Ratu... " Sapa Sonia sambil mempersilahkan Ibu Ratu untuk duduk.
"Terima Kasih Detektif Cantik... " Ujar Ibu Ratu lalu duduk di kursi di hadapan Detektif Delayla.
Dua orang Komandan Wanita di ranah alam malaikat pun menjaga Ibu Ratu dan berdiri di kedua belah sisi nya.
"Coba ceritakan kronologis kejadian nya, Ibu Ratu,"
"Kenapa bisa-bisa nya Putri Widuri menghilang???" Tanya Detektif Delayla.
-[Beberapa Malam Yang Lalu, Ibu Kota Kerajaan Jangbaek]-
Tampak para anggota kerajaan tengah menaiki kereta kencana dan hendak pergi meninggalkan Ibu Kota melalui terowongan rahasia.
"Widuri, ayo...... "
"Kita harus meninggalkan Ibu Kota, para pemberontak dari Benua Kegelapan sudah menyerang benteng kota... " Ujar Ibu Ratu di depan pintu kereta kencana.
"Tidak Ibu Ratu, aku akan bersama para Jendral dan Komandan untuk melindungi Ibu Kota Kerajaan ini,"
"Walaupun aku harus mati aku tidak akan meninggalkan Ibu Kota Jangbaek ini... " Seru Putri Widuri lalu berbalik dan meninggalkan rombongan kereta kencana tersebut.
"Widuri........ " Teriak Ibu Ratu.
Kedua komandan wanita pun memaksa Ibu Ratu menaiki kereta kencana tersebut dan rombongan kerajaan pun meninggalkan Ibu Kota Kerajaan Jangbaek tersebut melalui terowongan rahasia dan pergi menuju Kota Es Utara.
"Heyaaaa........ " Teriak Komandan Wanita saat memacu Kereta Kencana tersebut.
-[Kembali Ke Kantor Detektif]-
"Begitu ceritanya, Detektif,"
"Sejak saat itu, Putri kebanggaan Kerajaan Jangbaek ini menghilang... " Ujar Ibu Ratu lalu mulai menangis tersedu-sedu.
"Hiks....... "
"Hiks........ "
"Hiks........ " Tangis Ibunda Ratu.
"Terimalah uang muka ini, setelah berhasil menemukan putri ku aku akan menambah upah nya... " Seru Ibunda Ratu lalu mengeluarkan sepeti uang emas dari dalam cincin ruang milik nya dan meletakkan nya di atas meja.
"Ibu Ratu, kita harus segera pergi ke Pelabuhan,"
"Raja dan yang lain nya, sudah menunggu di sana... " Ucap Salah Seorang Komandan Wanita tersebut.
"Kumohon Detektif, setelah berhasil menemui Putri Widuri,"
"Temui aku di Pulau Naga Magnet... " Ucap Ibu Ratu sambil memegang tangan Detektif Delayla.
"Aku akan mengusahakan yang terbaik, Ibu Ratu.... " Ucap Detektif Delayla.
Ibu Ratu pun pergi meninggalkan ruangan Detektif tersebut dan kembali menaiki Kereta Kencana dan pergi menuju Pelabuhan Kota Es Utara setelah nya.
__ADS_1
To Be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya