
Beberapa jam pun telah di lewati Arung dengan bersantai di atas atap salah satu mansion di Istana Kerajaan Darah Merah tersebut bersama dengan Putri Tiri tercinta nya tersebut Shayla Tiger.
"Ah........ "
"Jika duduk bersantai seperti ini aku jadi teringat dengan suasana di Benua Es Api, gimana kabar kekasih-kekasih ku saat ini yach?" Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.
Beberapa menit kemudian sebuah White Hole pun mulai muncul secara mendadak di atas kepala mereka berdua, seperti biasa nya dua buah rantai putih mulai keluar dari White Hole tersebut dan mulai melilit tubuh Arung dan juga Putri tirinya Shayla Tiger tersebut.
"Ugh...... "
"Kenapa White Hole ini bisa sampai muncul di Planet Kegelapan ini juga yach." Gumam Arung sambil kembali berusaha melepaskan diri dari lilitan rantai putih tersebut.
"Apa ini, Pa?" Tanya Shayla Tiger sambil mencoba untuk melepaskan diri nya dari lilitan rantai putih tersebut.
Kedua rantai putih itu pun mulai menyeret tubuh Arung dan juga Putri nya tersebut ke atas dan mulai masuk secara Perlahan-lahan ke dalam White Hole tersebut.
"Warppp......... "
"Warppp......... " Suara saat tubuh mereka berdua terhisap masuk ke dalam nya.
Beberapa saat kemudian mereka berdua pun mulai terjatuh ke atas tanah dari dalam White Hole yang berada di pinggiran Desa Tiger tersebut.
-[Desa Tiger 2 Tahun yang lalu setelah menghilang nya Yuki Tiger]-
"Dup........... "
"Dup........... " Suara saat tapak kaki Arung dan juga Shayla Tiger mendarat dengan mulus di tempat tersebut.
Arung dan juga Shayla mulai mengamati ke sekeliling nya, tampak di hadapan Pendekar Setengah Naga tersebut dan Putri nya sebuah Desa yang tidak asing lagi di mata nya tersebut.
"Desa Tiger." Ucap Arung.
Ia pun tak kuasa menahan air mata kerinduan dan rasa haru terhadap kampung halaman kedua nya tersebut.
"Desa Tiger?"
"Papa Arung kenapa bisa sampai menangis seperti itu?" Gumam Shayla Tiger.
"Shayla, ayo kita makan enak di Desa tersebut,"
"Itu adalah kampung halaman Papa." Ucap Arung lalu mulai melesat terbang ke arah Desa tersebut.
"Kampung halaman, Papa?" Gumam Shayla lalu ikut melesat terbang di sebelah Papa nya tersebut.
"Whusss............ "
"Whusss............. " Suara hempasan angin saat Arung dan juga Putrinya tersebut mulai melesat terbang.
Beberapa saat kemudian, Arung dan juga Putri nya tersebut pun mulai mendarat di depan sebuah pintu masuk salah satu Kedai Makan di Desa Tiger tersebut.
"Wah....... "
__ADS_1
"Banyak banget manusia di sini, kemana manusia-manusia beast lain nya?"
"Kenapa tidak ada satu manusia beast pun yang terlihat?" Gumam Vampir Cantik tersebut.
"Kraakk..... " Suara saat pintu Kedai Makan tersebut di buka oleh Arung.
Tampak para pengunjung di dalam kedai tersebut mulai menghentikan aktivitas nya saat dua orang Kultivator Senior mulai memasuki Kedai Makan tersebut.
Tampak beberapa Kultivator yang hendak meninggalkan Kedai Makan tersebut mulai memberi hormat kepada Arung dan juga Shayla ketika saling berpapasan.
"Wah...... "
"Manusia-manusia ini ternyata sangat sopan." Gumam Shayla sambil menebar senyum di Kedai Makan tersebut.
Mereka berdua pun mulai duduk di kursi di dekat jendela tersebut, beberapa Pelayan pun mulai beranjak menghampiri Arung dan juga Shayla.
"Selamat Sore Tuan Pendekar, Nona Pendekar,"
"Mau pesan apa?" Tanya Pelayan Laki-laki tersebut dengan sopan.
"Bawakan kami berdua minuman dan makanan terbaik di Kedai Makan ini Tuan." Ucap Arung.
"Baik Tuan Pendekar... " Ucap Pelayan laki-laki tersebut lalu kembali ke dapur untuk menyiapkan pesanan Pendekar Setengah Naga tersebut.
"Pa..... "
"Apa yang sebenarnya terjadi, dan di mana kita berdua berada saat ini?" Tanya Shayla.
Arung pun mulai menjelaskan perihal White Hole tersebut dan juga mengenai tempat mereka berada saat ini kepada Shayla Tiger.
Tampak para Pengunjung Kedai Makan lain nya tidak ada yang berani mengganggu makan sore mereka berdua.
"Ugh...... "
"Siapa mereka berdua, sepertinya mereka adalah orang penting di Kekaisaran Dewi Es ini." Gumam Salah Satu Pengunjung di kejauhan.
"Oh........ "
"Jadi begitu ya, Pa,"
"White Hole itu akan muncul lagi lalu membawa kita kembali ke tempat asal kita." Ucap Shayla sambil menyantap hidangan lezat tersebut.
"Biasa nya sih seperti itu Shayla, semoga saja seperti itu." Ucap Arung.
"Pa, apakah mereka sepasang suami istri?" Gumam Salah Satu Pengunjung lain nya yang telah gagal paham dengan hubungan yang dimiliki mereka berdua saat ini dari kejauhan.
"Wah... "
"Pemuda berambut putih itu benar-benar beruntung bisa mendapatkan istri sekuat itu, walaupun gigi-gigi dan kuku-kuku nya sedikit runcing,"
"Tapi Gadis itu begitu cantik." Gumam Pengunjung Laki-laki lain nya.
__ADS_1
Tak terasa waktu pun mulai menjelang malam di tempat tersebut, Arung pun mulai membayar tagihan makan dan minum mereka lalu mulai meninggalkan tempat tersebut bersama dengan Putri Tirinya Shayla Tiger.
-[Di Bahu Jalan Desa Tiger]-
Saat ini Arung bersama dengan Shayla Tiger sedang berjalan bersama di trotoar di pusat Desa Tiger tersebut, tampak lalu lalang kendaraan bermotor di sekitar nya dan beberapa pejalan kaki di trotoar tersebut.
"Pa........ "
"Kita mau kemana lagi?" Tanya Shayla.
"Shayla, mumpung kita sudah tiba di sini,"
"Sebaik nya kita berjalan-jalan dulu Shayla." Ucap Arung.
"Baik Pa." Ucap Shayla sambil mengamati ke sekeliling nya.
"Sepertinya Papa mau bernostalgia di sini." Gumam nya.
Mereka berdua pun mulai berjalan-jalan santai sambil menikmati keindahan Desa Tiger tersebut di malam hari yang cerah tersebut.
-[Di Salah Satu Karang di Tebing Danau Obat]-
Tampak seekor Manusia Beast Wanita dari Ras Duyung Api sedang bermeditasi untuk menerobos ke ranah berikut nya.
Aura api mulai menyelubungi tubuh nya, temperatur suhu di sekitar nya pun mulai memanas.
"Ugh...... "
"Aku harus segera menembus ranah Siluman kemudian aku akan mulai berburu daging manusia di Desa sekitar." Gumam nya.
Duyung Api tersebut adalah makhluk yang pernah hampir membunuh Jedi dan juga Vinic Tiger dua tahun yang lalu, ia tidak berani berburu di Mansion Keluarga Tiger karena takut akan kekuatan milik Yuki Tiger.
Duyung Api tersebut saat ini berada di ranah alam harimau puncak dan ingin menerobos ke ranah alam naga.
-[Taman Desa Tiger]-
Tampak saat ini Shayla dan juga Arung sedang duduk di sebuah bangku di taman di Desa Tiger tersebut sambil menikmati jagung bakar dan beberapa kaleng beer.
"Wah....... "
"Makanan ini begitu lezat nya." Gumam Shayla sambil memakan jagung bakar tersebut.
"Gadis Nakal ini sepertinya sangat menyukai makanan-makanan di Dunia Manusia ini." Gumam Arung kemudian mulai memandangi langit tinggi di angkasa.
Langit di malam itu begitu cerah nya, tampak banyak sekali bintang-bintang yang menghiasi langit tersebut. Perasaan Arung pun mulai bercampur aduk saat ini di antara rindu dan juga haru kepada teman dan juga kekasih-kekasih nya yang baru akan di temui nya 18 tahun kemudian.
Pendekar Setengah Naga itu pun mulai mengeluarkan tembakau ular milik nya.
"Papa lagi-lagi ngerokok, biasanya Papa ngerokok sehabis di omelin sama Mama Rayla." Gumam Putri Tirinya tersebut yang sudah hafal betul gelagat dan tabiat Papa nya tersebut.
"Whusss.......... " Suara hembusan asap tembakau ular milik Arung.
__ADS_1
___________________________________
"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.