Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Pengkhianatan Tiga Bersaudari.


__ADS_3

Bola-bola berelemen hantu pun meledak saat mengenai tubuh Babi Merah.


"Duargh......... "


"Duargh......... "


"Duargh........ " Suara ledakan.


Bola-bola berelemen hantu itu tidak berefek apa pun pada Beast Liar tersebut, makhluk bergading emas itu pun menerjang ke arah Jamila.


"Duargh........ " Suara ledakan saat Babi Merah menghantam pepohonan di belakang Jamila.


Jamila pun bersalto ke belakang Babi Merah tersebut kemudian memegang ekor nya.


"Ngikkkk........ "


"Ngikkkk........ " Suara Babi Merah yang merasa risih saat ekor nya di genggam oleh Jamila.


Jamila pun memutar tubuh Babi Merah beberapa putaran lalu melemparkan nya ke arah Goa.


"Duakkkkk...... " Suara saat Babi Merah menghantam goa.


"Dia benar-benar kuat, dengan tangan nya yang mungil dia mampu menerbangkan Makhluk berukuran tiga kali gajah itu???" Gumam Mori.


"Kita tidak boleh gegabah, kita harus menunggunya lemah dulu.... " Ujar Peni sembari terus mengintip Pertarungan Jamila dan Babi Merah dari balik pepohonan.


"Groagh........ "


"Groagh........ "


"Groagh........ " Suara Babi liar tersebut lalu menembakkan beberapa bola api berelemen api ungu ke arah Jamila.


Jamila pun melingkupi kedua belah telapak tangan nya dengan elemen hantu, kemudian memasang kuda-kuda silat dan bersiap menghadapi terjangan bola api berelemen ungu.


"Jangan bilang dia mau menahan serangan api panas itu???" Gumam ****.


Dengan tenang Jamila pun menepis serangan-serangan api ungu tersebut lalu melompat ke atas kepala Babi Merah.


Gadis dari Klan Kunti itu pun memusatkan setengah tenaga dalam nya yang berelemen hantu itu ke dalam tinju nya.


Bak sebuah hantaman godam raksasa yang jatuh dari langit, seketika itu pun tempurung kepala Babi Merah itu hancur.


"Duakkkkk............ " Suara saat tinju milik Jamila menembus tempurung kepala Babi Merah.


Peni dan kedua saudari nya pun terpaku melihat kekuatan Jamila.


"Dia sangat kuat, bagaimana Kak???" Tanya ****.


"Jika kita bertiga berhasil menghisap aura kehidupan nya, ranah kultivasi kita akan naik satu tingkatan,"


"Hasil dan resiko yang akan kita peroleh sepadan, kita tetap pada rencana awal..... " Seru Peni.


"Baik Kak..... " Sahut kedua Gadis Cantik dari Klan Hantu Penggoda tersebut.


Jamila pun melompat keluar dari dalam tempurung kepala Babi Merah, tubuh nya di penuhi oleh darah saat ini.


"Teman-teman, aku mau ganti pakaian dulu yach???" Ujar Jamila lalu berjalan kearah pepohonan di dekat nya.


"Ia Nona Jamila..... " Jawab ketiga saudari itu kompak.


Jamila pun membersihkan tubuh nya dengan elemen air milik nya, setelah itu ia pun berganti pakaian dan kembali bergegas ke depan Gua.

__ADS_1


"Nah......... "


"Sekarang udah beres, ayo kita masuk..... "


"Kita jarah semua pusaka yang ada di dalam goa ini..... " Ujar Jamila dengan penuh semangat.


"Ayo Nona Jamila...... " Ujar Peni lalu mulai berjalan masuk kedalam Goa tersebut.


Keempat Gadis Cantik itu pun mulai masuk dan berjalan menelusuri Goa tersebut, makin dalam mereka masuk Goa pun semakin gelap.


Jamila mencoba mengeluarkan elemen api dari telapak tangan nya, namun tidak berhasil.


"Lho........ "


"Kenapa aku gak bisa ngeluarin elemen api???" Ujar Jamila.


Sementara itu ketiga Gadis Cantik itu dapat melihat dalam kegelapan.


"Goa ini adalah Goa Hantu Es Penggoda, semua elemen api yang bersifat penerangan gak akan fungsi di dalam Goa ini.... " Terang Peni.


"Jadi bagaimana, Teman-teman???"


"Apa kita akan terus melanjutkan perjalanan, atau kembali saja???" Ucap Jamila.


Jamila tidak menyadari jika ketiga bersaudari itu dapat melihat di dalam kegelapan.


**** dan Mori pun mengeluarkan Belati Hantu nya, lalu menerjang ke arah Jamila kemudian menusuk perutnya.


"Jlebbbbb............. "


"Jlebbbbb.............. " Dua suara tusukan yang bersarang di perut Jamila.


"Akh......... " Teriak Jamila lalu melompat ke belakang.


"Sebaiknya kau menyerah, Jamila..... "


"Biarkan kami menghisap aura kehidupan mu, setidak nya kau mati tanpa siksaan.... " Ujar Peni.


"Dasar pengkhianat....... "


"Ternyata kalian bertiga, bukan lah teman.... " Ucap Jamila sambil memegang perut nya.


"****, Mori....... "


"Lumpuhkan dia.... " Seru Peni.


"Gak lakik..... "


"Ternyata aku juga di kibulin oleh wanita-wanita ini.... " Keluh Jamila.


"Baik Kakak...... " Sahut kedua bersaudari tersebut lalu menerjang ke arah Jamila.


Jamila pun memasang kuda-kuda jurus rasuk, seketika tubuh nya berubah menjadi asap hitam lalu merasuk kedalam tubuh ****.


"Dia menghilang Kak..... " Ujar Mori.


**** yang telah di rasuki oleh Jamila pun berhasil membunuh Mori.


"Akh.............. " Teriak Mori lalu jatuh tersungkur dengan darah yang menyuc*r deras dari leher nya tersebut.


"Apa yang kau lakukan ****...... " Teriak Peni lalu melesat ke arah ****.

__ADS_1


"Selanjutnya giliran mu, Peni.... " Ujar **** yang saat ini telah di rasuki oleh Jamila.


Suasana pun menjadi tegang seketika di dalam Goa yang gelap itu.


"Sepertinya itu bukan ****, apa mungkin ada jurus yang dapat merasuki lawan.... "


"Sial, kami lengah.... " Gumam Peni, namun semuanya sudah terlambat.


**** yang telah di rasuki oleh Jamila pun menerjang ke arah Peni dengan niat membunuh yang sangat besar.


Belati hantu pun di arahkan **** ke arah leher Peni beberapa kali.


Pertarungan jarak dekat pun terjadi untuk beberapa menit, hingga akhir nya **** berhasil membunuh Peni.


"Akhhh.......... " Teriak Peni lalu jatuh tersungkur ke atas tanah.


Darah pun menyucur deras dari leher Peni, **** pun bersandar pada kedua lutut nya setelah itu.


**** yang sedang di rasuki oleh Jamila tampak sangat kelelahan setelah nya.


"Hah.......... "


"Hah.......... "


"Hah.......... " Suara nafas terengah-engah ****.


"Untung saja ketiga pelac*r itu hanya pandai menjebak dan tidak pandai bertarung, jika tidak aku pasti kalah.... "


"Apa sebaik nya aku keluar sekarang, atau aku menelusuri Goa Hantu Penggoda ini lebih dalam lagi???"


"Mumpung aku dapat melihat dalam kegelapan???" Gumam Jamila.


Akhirnya Jamila pun memutuskan untuk menelusuri Goa Hantu Penggoda tersebut lebih dalam lagi, setelah mengambil segala harta yang ada di tubuh Peni maupun Mori, ia pun mulai menelusuri Goa tersebut lebih dalam lagi.


-[Tenda Para Selir, Ke Esokan Pagi nya]-


Tampak raut wajah Keisha dan juga Nora begitu cerah di pagi hari tersebut, sementara itu wajah Arung sedikit lesu karena baru menyadari nya jika arak yang di minum nya semalam telah di campur dengan Pil SIV.


"Karena kecerobohan ku semalam, aku akhirnya nambah dua istri lagi,.... "


"Kenapa para wanita-wanita ini sering sekali menjebak ku???" Gumam Arung lalu mulai memijit-mijit kepalanya.


Selir Nora yang melihat hal itu pun langsung bergegas ke tempat Arung.


"Sini biar aku pijitin, Suami ku.... " Ucap Selir Nora lalu mulai memijit kepala Arung.


Sementara itu Selir Keisha pun menghidangkan makanan di atas meja di sebelah nya.


Keadaan sedikit canggung pada saat itu, namun wajah kedua Selir tampak begitu cerah.


"Suami ku, silahkan makan..... " Ujar Selir Keisha lalu duduk di kursi di sebelah nya lagi.


"Ia, Keisha.... "


"Nora, ayo makan dulu... "


"Kau pasti lapar.... " Ujar Arung.


Selir Nora pun mengeluarkan sebuah bangku lagi dan duduk di depan meja tersebut.


To Be Continued.......

__ADS_1


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2