Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Senjata Teratai Kebijaksanaan.


__ADS_3

-[Di Depan Tenda Pengawal Delayla]-


Sama seperti di bilik bulan madu, kedua White Kunti lain nya mulai menjahili Ashianh dan yang lain nya.


"Hi...... "


"Hi...... "


"Hi......." Tawa kedua White Kunti tersebut.


Ashiang dan yang lain nya pun mulai gemetaran saat mendengarkan tawa menyeramkan tersebut, pandangan mereka pun tertuju ke arah Gerbang Hantu di kejauhan dan mengira asal suara menyeramkan tersebut berasal dari situ.


"Ugh..... "


"Suara apa itu, Ashiong???" Tanya Delphi Chen lalu mau mengambil kopi yang ada di atas meja panjang tersebut.


"Aku gak tahu, Del.. " Jawab Ashiong.


"Serem banget yach... " Ucap Ashiang.


Gelas kopi di atas meja pun mulai bergerak sendiri dengan jurus telekinesis milik para White Kunti tersebut.


"Srekkk....... " Suara gelas kopi milik Delphi Chen yang bergerak sendiri.


"Ashiang, Ashiong kalian lihat kan.. " Ucap Delphi Chen dengan sorot mata menuju gelas tersebut.


Kedua anggota pengawalan itu pun mengangguk dan menyaksikan bersama fenomenal poltergeist tersebut.


"Srekkk......."


"Srekkk......." Suara kedua gelas lain nya yang sedang bergerak.


Karena ketakutan mereka bertiga pun berpelukan dengan spontan.


"Ih..... "


"Hantu...... "


"Ini pasti ulah hantu.... " Ucap Delphi Chen dengan takut.


"Mana ujan gelap lagi.. " Ucap Ashiong.


Kali ini menjadi dan gelas-gelas tersebut pun mulai melayang, kedua White Kunti pun menunjukkan wujudnya kemudian tertawa dengan mengerikan.


"Hi........ "


"Hi........ "


"Hi........ " Tawa White Kunti tersebut.


Dua sosok White Kunti itu pun membuat Ashiong jatuh pingsan karena phobia hantu nya.


"Brukkk........ " Suara saat tubuh Ashiong jatuh tidak sadarkan diri.


Sementara itu Delphi Chen dan Ashiang pun berdiri kaku dengan kedua kaki gemetaran.


"Del.... "


"Gimana nich???"


"Cepat beri sinyal ke Bos... " Seru Ashiang.

__ADS_1


"Gimana mau beri sinyal Ashiang, lihat nih.... " Ucap Delphi Chen.


Ternyata tubuh Delphi Chen sudah tidak bisa di gerakkan lagi karena kuncian jurus telekinesis milik salah satu White Kunti tersebut.


"Kenapa????" Tanya Ashiang.


"Aku sudah tidak bisa bergerak lagi... " Ucap Delphi Chen.


Kedua White Kunti itu pun mulai mengunci pergerakan Ashiang dan Ashiong yang lagi pingsan kemudian membuat tubuh ketiga pengawal ini melayang.


"Apa yang mereka ingin perbuat???" Ucap Ashiang yang tengah melayang dengan tubuh telentang tersebut.


Kedua White Kunti pun melayang ke arah Delphi Chen dan Ashiang sambil berhadap-hadapan. Tampak rambut putih nya menerpa wajah mereka berdua.


White Kunti pun membuka mulutnya kemudian mulai menghisap saripati kehidupan milik mereka berdua.


"Akhhhhh........ " Teriak kesakitan mereka berdua saat cahaya putih keluar dari dalam mulut nya dan masuk terhisap kedalam mulut kedua White Kunti tersebut.


Sementara itu Ashiong mulai terjaga dan mengamati ke sebelah nya dan menyaksikan kejadian tersebut.


"Tidakkkkk........ "


"Ternyata para hantu ini LGBT.... " Teriak Ashiong yang salah paham dan mengira jika para white Kunti tengah menggrepe-grepe teman-teman nya.


Salah satu White Kunti pun mengayunkan lengan nya, angin dingin pun menerpa dan membuat Ashiong kembali tidak sadarkan diri.


"Hoaaammmmm...... " Suara menguap Ashiong lalu tidur tak sadarkan diri.


"Zzztttttt........ " Suara tidur Ashiong.


-[Di Bilik Putri Michele]-


Tampak kedua wanita cantik tersebut sedang tidur saling membelakangi, di dalam tidur nya Delayla Jangbaek sayup-sayup mendengarkan teriakan Ashiong.


"Zzzztttt.......... " Suara tidur Delayla Jangbaek.


Sementara itu sang Putri Aliansi Dagang tampak tidur dengan lelap nya.


"Zzzztttttt.......... " Suara tidur Putri Michele.


-[Kembali Ke Bilik Bulan Madu]-


Para White Kunti mulai menyerang Arung dan Zephyr dengan memanjangkan lengan nya, dengan jurus teleportasi Arung dengan mudah Menghindari nya.


Begitu pula dengan Zephyr, ia pun mulai melesatkan tinju api sembilan warna nya ke arah salah satu White Kunti tersebut.


"Dap......... "


"Dup.......... "


"Dap.......... " Suara saat tinju api Sembilan warna tersebut di tepis dengan telapak tangan White Kunti tersebut.


"Hi............. "


"Hi............... "


"Hi............... " Tawa White Kunti lain nya lalu mulai melesat ke arah Arung.


Arung pun menghembuskan elemen magnet dari mulut nya, asap hitam itu pun memenuhi ruangan tersebut.


Ada yang aneh, para White Kunti itu tidak terkena efek elemen magnet tersebut. Gerakan mereka masih saja lincah sama seperti sebelum nya.

__ADS_1


"Tuan Naga Muda, mereka tidak berpengaruh dengan serangan yang bukan bertipe jiwa,"


"Gunakan teratai kebijaksanaan Tuan Naga Muda... " Teriak Zephyr yang sedang melawan dia White Kunti lain nya.


"Oh..... "


"Teratai kebijaksanaan.... " Teriak Arung sambil menghindari tornado-tornado dingin yang keluar dari telapak tangan White Kunti tersebut.


Tornado-tornado kecil dan dingin itu pun membuat kawah-kawah atau retakan-retakan di lantai bilik tersebut.


Sebuah teratai emas pun muncul di bawah kaki Arung, dan ia pun mulai melayang. Tubuh nya pun di selimuti aura keemasan.


"Wah........ "


"Ternyata ini penampakan senjata tingkat Mahayana di dunia nyata... " Gumam Zephyr sambil melesatkan tinju api sembilan warna nya ke arah kedua perut White Kunti tersebut.


"Erghhhhh........... " Erangan kesakitan kedua White Kunti tersebut lalu terpental dan merobek dinding bilik bulan madu tersebut.


White kunti yang tersisa pun meniupkan tornado dingin tipe sihir dengan kekuatan penuh ke arah Arung karena merasa tertekan melihat kekuatan Teratai Kebijaksanaan tersebut.


"Whussss............ " Suara tornado dingin tersebut.


Arung pun meniupkan elemen angin yang di balut dengan aura keemasan ke arah tornado dingin tersebut.


"Whussss............. " Suara hembusan tornado emas milik Pendekar Setengah Naga tersebut.


Tornado emas pun melahap tornado dingin kemudian mencabik-cabik tubuh White Kunti tersebut hingga tak bersisa.


Tidak hanya White Kunti yang tercabik-cabik tenda tersebut pun terbang dan ikut hancur karena tornado emas tersebut.


Hujan pun mengguyur mereka, tubuh Sonia yang tadi nya melayang pun jatuh ke tanah.


"Brukkkkk........... " Suara saat tubuh Sonia terjatuh.


"Aduh..... "


"Kepala ku... " Ucap Sonia lalu memegang kepala nya.


"Elemen angin milik ku benar-benar dahsyat... " Gumam Arung.


Teratai Kebijaksanaan pun menghilang secara otomatis, Arung pun mendarat di sisi Sonia.


"Byurrrr r............... " Suara hujan deras.


"Akhirnya si monster tidur bangun juga..." Ucap Arung sambil menatap ke arah Sonia yang tengah bangun.


Beberapa saat kemudian Delayla Jangbaek yang masih mengenakan pakaian tidur pun tiba bersama Putri Michele.


"Ada apa Don Juan???" Tanya Delayla Jangbaek yang keceplosan.


"Kok Don Juan???" Gumam Arung.


Sementara itu White Kunti yang tengah menghisap saripati kehidupan Ashiang dan Delphi Chen pun melarikan diri begitu pun dengan White Kunti lain nya.


"Brukkk....... "


"Brukkk........ "


"Brukkk......... " Suara tubuh ketiga Pengawal Delayla yang jatuh ke tanah.


Perhatian Arung dan yang lain nya pun tertuju ke arah jatuh nya Ashiong dan yang lain nya itu.

__ADS_1


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya


__ADS_2