Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Vladmira Vampir Bagian Ke Dua.


__ADS_3

-[Dunia Naga Api]-


"Selamat Naga Muda, kau telah berhasil mengalahkan Naga Api." Ucap Ular Emas sambil memegang pundak Arung.


"Terima Kasih Ular Emas." Ucap Arung.


Beberapa saat kemudian Zephyr pun telah kembali dari dasar Danau Kobaran Api sambil memapah Naga Api yang saat ini sedang terluka parah tersebut.


"UHUK........ "


"UHUK........."


"UHUK........." Suara batuk darah Naga Api.


"UGH..... "


"B*NGSAT, AKU KALAH.. " Gumam Naga Api.


"Naga Api sebaik nya kau mengucapkan ikrar setia terhadap Naga Muda atau aku akan memenggal kepala mu." Ucap Naga Emas sambil menghunus kan Golok Emas Penghisap Jiwa di leher nya Naga Api.


"TIDAK KUSANGKA, NAGA SEPERTI KU HARUS TUNDUK PADA MANUSIA NAGA INI." Gumam nya.


"AKU RAIDIT FIRE DRAGON MENGAKU KALAH DAN AKAN SETIA KEPADA NAGA MUDA.... " Ucap Raidit dengan terpaksa.


"Bagus, mohon kerja sama nya ke depan Raidit." Ucap Zephyr.


"Huh...... " Ucap Raidit.


"Hag...... "


"Hag....... "


"Hag....... " Tawa Naga Emas.


"Ayo kita ke tempat ku, masih ada sisa beberapa daging hantu goa di tempat ku." Ucap Naga Emas.


"Wah....... "


"Kebetulan sekali aku belum makan apa-apa selama ini." Gumam Raidit yang kembali bersemangat saat mendengar kata makanan tersebut.


"Ayo..... " Ucap Arung.


Naga Emas pun mulai mengayunkan lengan nya, sebuah gerbang emas pun muncul di hadapan mereka.


"Ayo masuk.... " Ucap Naga Emas kemudian mulai terbang memasuki gerbang emas tersebut.


Mereka pun mulai memasuki gerbang Emas yang menuju Dunia Naga Emas tersebut.


-[Siang Hari nya]-


Arung pun mulai membuka kedua belah matanya, tampak pupil bola matanya sudah kembali normal dan berwarna ke emasan.


"Wah..... "


"Pupil mata Naga itu berubah menjadi emas,"


"Kok bisa ya?" Gumam Vladmira.


"Vladmira gimana, apa kau sudah menguasai teknik jujitsu tersebut?" Tanya Arung.


"Saya sudah memahami nya sekitar 50 persen Tuan, mungkin malam nanti saya sudah berhasil menguasai 50 persen lagi dari teknik pijat jujitsu ini." Ucap Vladmira.

__ADS_1


"Binggo...... "


"Bagus, sebaik nya aku keluar dan membiarkan nya mempelajari teknik jujitsu tersebut." Gumam nya.


"Vladmira, kau tetap di sini dan kuasai jurus tersebut,"


"Aku akan ke ruang kemudi." Perintah Arung.


"Baik Tuan.... " Jawab Vladmira.


Arung pun mulai meninggalkan Vladmira seorang diri di dalam kamar tersebut dan mulai pergi ke ruang kemudi kapal selam.


"Hah........ "


"Dia sungguh pemuda yang begitu kejam, dia tidak mencicipi ku dulu dan menunggu momen yang tepat,"


"Mau bagaimana lagi?" Gumam Vladmira yang sudah pasrah dengan keadaan tersebut.


-[Koridor Kapal Selam]-


"Mata ku sudah normal kembali, untunglah Naga Api itu tipe orang yang bertindak dulu baru berpikir,"


"Sehingga aku bisa menang dengan mudah." Gumam Arung.


-[Bilik Kemudi]-


Tampak saat ini Komandan Yuri tengah duduk dengan santai nya bersama Komandan Gilbert sambil menikmati kopi pancong.


Beberapa saat kemudian Jendral Arung pun tiba dan ikut duduk di sofa yang ada di pojokan bilik tersebut.


"Wah...... "


"Setelah menggoyang Vladmira pupil mata Jendral langsung berubah menjadi keemasan,"


"Komandan Gilbert kapan kira-kira kita akan tiba di Pulau Black Skull tersebut?" Tanya Jendral Arung.


"Lokasi Pulau itu lumayan jauh Jendral, kita harus menelusuri terowongan air yang panjang untuk bisa sampai ke tempat tersebut,"


"Kira-kira satu bulan lagi kita baru sampai Jendral." Ucap Komandan Gilbert.


"Apa, satu bulan?"


"Aku tidak bisa berteleport ke sana karena aku belum pernah berada di sana, untung saja Vladmira sudah mulai mempelajari teknik jujitsu,"


"Anggap saja selama sebulan ini aku berlibur." Gumam Arung.


Komandan Yuri pun bangun dari tempat nya dan berniat membuatkan secangkir kopi kepada atasan nya tersebut.


Beberapa saat kemudian.


"Silahkan di minum kopi nya Jendral." Ucap Komandan Yuri sambil meletakkan secangkir kopi pancong di atas meja tersebut.


"Wah...... "


"Yuri selain ramah juga pengertian." Gumam Arung.


"Terima Kasih Komandan Yuri." Ucap Arung.


Komandan Yuri pun hanya tersenyum kecil dan kembali ke sofa tempat dia sebelum nya duduk.


"Komandan Yuri saat kita berada di ruang makan Istana, aku merasakan niat membunuh yang besar terhadap Vladmira,"

__ADS_1


"Kenapa Komandan-komandan itu bisa sampai sebegitu bencinya terhadap Vladmira, Komandan Yuri?" Tanya Arung yang penasaran.


"Hah........ "


"Itu karena kejadian satu tahun yang lalu Jendral, begini ceritanya........ " Ucap Komandan Yuri.


-[Satu Tahun Yang Lalu]-


Setelah berhasil menguasai Kota Teratai Darah dan mengalahkan Panglima Perang Kerajaan Darah Merah yaitu Panglima Gerda Vampir. Jendral Kejam dari Kekaisaran Vampir itu pun melakukan eksekusi terbuka di alun-alun kota tersebut.


Tampak sebuah podium tinggi yang terbuat dari batu, di sekeliling podium itu tampak para Prajurit-Prajurit Kekaisaran Vampir sedang berjaga dengan senjata lengkap.


Penduduk kota yang tersisa di paksa untuk menonton eksekusi terbuka Jendral yang merupakan Pahlawan sekaligus Panglima yang memimpin Kemiliteran satu jenjang di bawah Menteri Perang di Kerajaan Darah Merah tersebut.


"Hiks....... "


"Hiks...... "


"Hiks....... " Suara tangis beberapa penduduk kota yang begitu mencintai Jendral nya tersebut.


Seorang laki-laki paruh baya dengan satu taring panjang utuh dan satu taring panjang patah di giginya sedang terduduk dengan lutut di atas podium batu tersebut.


Raut wajah nya tampak lesu luka dan memar terlihat hampir di seluruh tubuh dan wajah nya.


Tampak tangan dan kaki nya pun telah di rantai dengan rantai penghilang kultivasi, Jendral Vladmira dan kedua Jendral lain nya pun berdiri tepat di sekitar Panglima Perang tersebut.


"Lihatlah Penduduk Kerajaan Darah Merah, karena kalian memilih untuk melawan Kaisar Vampir,"


"Kalian akan bernasib sama seperti Jendral Gerda ini." Ucap Vladmira sambil menjambak rambut Jendral yang sudah tidak berdaya tersebut.


"Jendral........ " Teriak beberapa warga Kota Teratai Darah tersebut.


Sambil tersenyum Jendral Vladmira pun mulai memenggal kepala Panglima Gerda di hadapan warga Kota Teratai Darah tersebut, eksekusi terbuka tersebut juga di siarkan secara langsung ke seluruh Kekaisaran Vampir sehingga semua orang dapat melihat kekejaman dari salah satu murid langsung Kaisar Vladmir tersebut.


"Slasshhh......... " Suara saat Pedang Iblis Hitam memisahkan kepala dari tubuh Panglima Gerda tersebut.


"Brukkk.............. " Suara saat tubuh dan kepala Panglima Gerda yang jatuh ke lantai podium batu tersebut.


Tidak hanya itu saja Vladmira juga semakin memprovokasi Penduduk-Penduduk di seluruh Kerajaan Darah Merah dengan menendang kepala Panglima Gerda tersebut.


"B*jingan....... " Teriak beberapa warga yang mencoba melawan.


Warga yang melawan pun di habisi semuanya oleh Pasukan-Pasukan Jendral Vladmira, setelah itu Vladmira pun pergi meninggalkan tempat eksekusi terbuka tersebut bersama dengan Jendral Catur dan Jendral Meysi.


-[Kembali Ke Bilik Kemudi]-


Tampak raut wajah Arung sangat terkejut saat mengetahui kekejaman dari Pembantunya tersebut.


"Oleh sebab itulah dia begitu di benci oleh Komandan-komandan tersebut, dan juga di benci oleh seluruh penduduk di Kerajaan Darah Merah ini, Jendral." Ucap Komandan Yuri.


Arung pun mulai mengeluarkan tembakau ular milik nya dan mulai menghisap nya setelah sedikit syok mendengar tentang kekejaman dari Vladmira Vampir tersebut.


"Whussss............ " Suara hembusan asap tembakau ular milik Jendral Arung.


"Jadi begitu ya, ternyata Vampir Betina itu begitu kejam,"


"Pasti Dhieng sudah mengetahui tentang hal ini dan menginginkan agar Vladmira itu di penggal saja ketika itu,"


"Dia menjadi penurut pada ku pasti karena Jurus Terlarang itu saja." Gumam Arung.


"Sejak saat itu mental Prajurit-Prajurit mulai merosot di Kerajaan Darah Merah ini, Jendral." Ucap Komandan Gilbert kemudian kembali menyeruput kopi nya sedikit.

__ADS_1


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.


__ADS_2