Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Jamuan Makan Malam Part Awal.


__ADS_3

Saat ini Kira sedang memotong wortel ukuran besar untuk di jadikan Sup, kemampuan Dragon Love milik Arung pun telah membuat Naga Wanita tersebut kepikiran Jendral Naga tersebut.


"Kenapa aku bisa keinget Jendral Naga terus Yach???"


"Padahal aku baru sekali berbicara dengan nya... " Gumam Kira.


"Aduh...... " Ucap nya saat tanpa sengaja mengiris jari nya dengan pisau.


"Kena deh... "


"Ini semua gara-gara Jendral Naga... " Gumam Kira.


Tampak ketiga Selir yaitu Selir Hana, Helena, dan Keysha sedang memasak rendang menggunakan api sembilan warna.


"Berapa kali pun aku melihat nya, membuat ku iri,"


"Mengapa Jendral Naga tidak melakukan kultivasi ganda dengan ku saja, sehingga aku bisa menjadi Ratu Sage.... " Gumam Komandan Zafira yang lagi memotong daging Rajawali Malam.


"Ternyata menjadi Ratu Sage itu praktis ya... " Ucap Selir Hana.


"Kita jadi memiliki banyak elemen alam yang memudahkan kita dalam membuat makanan-makanan lezat buat calon suami kita.. " Jawab Selir Keysha.


"Aku akan mempelajari lebih dalam lagi mengenai elemen-elemen apa saja yang sudah kita bangkitkan, jadi akan mempermudah kita dalam menciptakan masakan-masakan lezat,"


"Calon suami kita pasti akan senang, aku gak sabar lagi menunggu kapan aku akan di lamar nya,"


"Kyaaa........ "


"Aku jadi malu.... " Ucap Selir Helena tanpa sengaja memperbesar semburan api sembilan warna nya.


"Helena, api mu... " Ucap Selir Keysha.


"Maaf.... "


"Maaf, aku jadi ke bawak perasaan... " Ucap Selir Helena lalu menstabilkan kembali api sembilan warna nya.


-[Di Bawah Pohon]-


"Hatsyimmmm......... " Suara bersin Arung.


"Siapa yang sedang membicarakan ku yach???" Gumam Arung.


Jendral Dracule pun menghampiri Jendral Besar Arung bersama dengan Max Vampir.


"Jendral Besar Arung, sepertinya anda sedang bersantai... " Sapa Jendral Dracule.


"Ohhh..... "


"Jendral Dracule, Perdana Menteri,"


"Silahkan duduk... " Ucap Arung lalu mengeluarkan elemen perak nya tiga buah kursi dari perak pun muncul.


"Raja Sage memang beda... " Gumam Max Vampir.


Mereka bertiga pun duduk, Arung pun kembali menggunakan elemen perak nya sebuah meja dari perak pun muncul.


"Jendral, sejauh ini kita telah menghabisi tiga kelompok aliansi Sanbon, masih ada sisa tujuh kelompok lagi,"


"Dan kelompok lain nya pun sama kuat nya, apakah kita akan terus melakukan taktik penyergapan seperti ini terus???" Tanya Jendral Dracule.

__ADS_1


"Busettt...... "


"Aku tidak terlalu mengerti mengenai taktik perang, yang kutahu hanya bertarung,"


"Sebaik nya masalah strategi, kuserahkan saja kepada Jendral Dracule... " Gumam Arung.


"Jadi menurut Jendral Dracule, strategi apa yang harus kita lakukan ke depan nya,"


"Mohon petunjuk nya... " Ucap Jendral Arung.


"Jendral Arung, walaupun telah menjadi seorang Raja Sage namun dia tidak sombong, dan terang-terangan meminta nasehat Jendral Dracule mengenai taktik perang ke depan nya,"


"Sungguh Jendral yang berjiwa besar, aku sangat senang bisa berperang bersamanya... " Gumam Max Vampir.


"Menurut ku, dengan kemampuan Jendral dan jumlah pasukan kita saat ini,"


"Akan lebih baik jika kita menyerbu ke markas musuh langsung, asap kabut berwarna merah jambu itu sungguh berguna,"


"Dengan asap tersebut kita dapat membunuh pasukan-pasukan musuh dengan mudah." Ucap Jendral Dracule.


"Aku setuju dengan strategi perang itu, baiklah Jendral Dracule kita akan menyerbu markas musuh.. " Ucap Jendral Arung.


"Baiklah kalau begitu aku akan menugaskan Afar dan Heinz untuk mencari tahu lokasi Ketujuh markas musuh." Ucap Jendral Dracule.


"Silahkan Jendral... " Ucap Jendral Arung.


Jendral Dracule dan Max pun pergi setelah nya berniat menugaskan Afar dan Heinz untuk mencari ketujuh lokasi markas musuh lain nya.


Kira pun tiba sambil membawakan sekendi teh, gadis Naga itu pun meletakkan kendi teh itu di atas meja perak.


"Dia lagi.... "


"Jendral Naga, minumlah.... " Ucap Kira lalu berbalik dan hendak kembali ke belakang tenda.


"Kira, tunggu.... "


"Duduk lah di sini dan temani aku minum teh.... " Ucap Jendral Arung sambil menggunakan kemampuan elemen perak nya dua buah gelas perak pun muncul di atas meja perak tersebut.


Komandan Garo yang melihat peristiwa itu dari kejauhan pun salah paham.


"Sepertinya Jendral Naga akan menambah satu Selir baru lagi... "


"Di masa perang seperti ini dia memiliki banyak kesempatan menambah istri, sungguh Jendral yang multi talent... " Gumam Komandan Garo.


"Ugh....... "


"Dia mengajak ku minum teh bersama, apa dia mau menjadikanku Selir yang ke enam,"


"Ugh........ "


"Apakah aku akan di polygami... " Gumam Kira White Hole Dragon lalu duduk dengan gaya ataupun pose yang malu-malu kucing.


Dengan jurus telekinesi Arung pun menuangkan teh dari dalam kendi ke kedua cawan atau gelas perak tersebut.


"Nona Kira, apakah kau mengetahui tentang sebuah Portal White Hole???" Tanya Arung.


"Portal White Hole, portal seperti apa Jendral Naga???" Tanya Kira.


"Sebuah portal yang muncul secara tiba-tiba dan menyeret orang masuk ke dalam nya.. "

__ADS_1


"Portal itu membawa kita ke masa lalu... " Ucap Arung.


"Jurus White Hole..... "


"Itu adalah jurus langka Jendral, itu adalah jurus dari klan kuno milik kami,"


"Aku pun tidak tahu, tapi aku tahu jika Leluhur Buyut White Hole Dragon kami mengetahui secara detail mengenai jurus itu.... "


"Hanya saja dia berada di Pulau Langit.... " Ucap Kira.


Jendral Naga pun mulai meneguk teh di gelas tersebut.


"Pulau Langit ya.... " Gumam Arung.


"Ya sudah minum lah teh nya Kira... " Ucap Arung.


"Baik Jendral Naga.. " Ucap Kira lalu meneguk teh tersebut dengan pipi yang merona merah.


-[Di Dalam Hutan Tengkorak Hitam Bagian Utara]-


Tampak Komandan Heinz dan juga Komandan Afar sedang melesat dari satu pohon ke pohon lain nya.


"Jendral Dracule tega banget, dia menugaskan kita di saat akan di adakan nya jamuan makan malam nanti malam,"


"Kita kan jadi gak bisa ikut jamuan itu... " Ucap Komandan Afar.


"Ia Afar, padahal malam ini adalah malam spesial bagi para prajurit untuk menghilangkan kejenuhan dan kelelahan berperang,"


"Mau bagaimana lagi kita dalam kondisi perang..." Ucap Komandan Heinz.


Dari kejauhan tampak asap mengepul ke angkasa yang menandakan ada orang-orang yang berkumpul di tempat tersebut, Komandan Heinz dan juga Komandan Afar pun menyelinap ke tempat tersebut.


Tampak beberapa tenda bulat dan segerombolan orang yang sedang duduk sambil memanggang daging.


"Hemmm..... "


"Aroma daging nya mengingatkanku jamuan ntar malam... " Bisik Komandan Heinz di balik dedaunan di atas pohon besar.


"Heinz.... "


"Jangan berisik, saat ini kita sedang berada di kelompok mana???" Bisik Komandan Afar.


"Hei bro....... "


"Kenapa bos belum juga berangkat???" Tanya salah satu bandit tersebut.


"Semalam ku dengar bos Rudolf kedatangan tamu dari kelompok nya AUS, sejak itu bos pun menunda keberangkatan nya... "


"Aku jadi tidak tahu kapan kita akan bergerak ke aliansi sanbon." Ujar Bandit lain nya.


"Sepertinya ada yang tidak beres di sini." Ucap Bandit tersebut.


"Ternyata ini adalah kelompok nya Rudolf Vampir si pembunuh berantai, ayo lekas kita kembali dan mengabarkan lokasi mereka." Bisik Komandan Afar.


Komandan Heinz hanya mengangguk beberapa kali, mereka berdua pun pergi kembali menuju Markas Besar Jendral Arung.


To Be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2