
Sementara itu di luar Gerbang Masuk yang telah dihancurkan oleh Jendral Naga sebelum nya tersebut terlihat Jendral Dracule tengah berhadapan satu lawan satu dengan Datuk Hitam.
"Swing........ "
"Swing........ "
"Swing........ " Suara ayunan berat Sabit Bulan Hitam.
Ayunan-ayunan yang berat yang sedang mengarah ke leher dan perut Datuk Hitam itu pun mulai di lancarkan oleh Jendral Dracule dengan niat membunuh yang teramat besar, dengan tenang Pria Pucat Berambut Hitam itu pun berhasil menahan serangan-serangan berat tersebut menggunakan Pedang Kegelapan yangdimilikik nya tersebut.
"Tring............. "
"Tring............. "
"Tring............. " Suara saat Sabit Bulan Hitam saling beradu dengan Pedang Kegelapan.
"Dzzziiittt......... "
"Dzziittttt.......... "
"Dzzziiittt.......... " Suara percikan elemen-elemen berelemen kegelapan di sekitar Pedang dan Sabit yang saling beradu tersebut.
Ke dua Pendekar pun saling melesatkan telapak tangan nya yang di penuhi dengan tenaga dalam berelemen kegelapan murni dan mulai saling beradu.
"Duakkkkkkk...... " Suara saat kedua telapak tangan tersebut saling beradu.
Jendral Dracule pun terhempas beberapa meter kebelakang karena adanya sedikit perbedaan tenaga dalam di antara mereka berdua.
"Dia sedikit lebih kuat dari ku.... " Gumam Jendral Dracule sambil menahan hempasan tenaga dalam Datuk Hitam tersebut.
Datuk Hitam pun mulai memasang segel di kedua tangan nya dan kemudian mulai menembakkan rentetan paku-paku berkarat dari dalam mulut nya.
"Whinggg...... "
"Whinggg....... "
"Whinggg....... " Suara rentetan tembakan paku-paku berkarat tersebut.
"Jlebbbb......... "
"Jlebbbbb........ "
"Jlebbbbb......... " Suara saat paku-paku berkarat itu berhasil menembus paha dan bahu sang Jendral.
Beberapa paku pun dapat di tahan oleh Jendral Dracule namun beberapa paku lain nya berhasil menembus pundak dan paha Jendral bertubuh kekar tersebut.
"Ugh........ "
"Bahu dan kaki ku terkena paku itu.... " Gumam Jendral Dracule kemudian mulai mengayunkan Sabit Bulan Hitam nya.
Beberapa bilah Sabit hitam berelemen kegelapan murni setinggi 2 meteran pun melesat dalam lintasan yang acak ke arah Datuk Hitam.
"Jurus mu gak akan berpengaruh pada ku.... " Ujar Datuk Hitam.
Sama seperti Ratu Santet tubuh Datuk Hitam pun mulai berubah menjadi asap hitam dan menghindari seluruh serangan-serangan milik Jendral Dracule tersebut.
"Jurus apa itu.... " Ucap Jendral Dracule.
__ADS_1
Di balik dedaunan di kejauhan, tampak Komandan Cilia Black masih mengintai peperangan tersebut.
"Gawat...... "
"Jurus Asap Santet, kita harus membantu Pria Vampire itu.... "
"Berikan ia Pedang Es, Jurus Asap Santet hanya bisa di hadapi oleh elemen es... "
"Roki, cepat berikan Pedang Es padanya.... "
"Hanya pria kekar itu yang dapat melawan Datuk Hitam.... " Perintah Komandan Cilia Black.
Selain mendapatkan tugas untuk mengintai jalan nya peperangan tersebut, Ratu Titan Medusa juga memberikan misi kepada Komandan Cilia Black untuk memastikan kemenangan aliansi pemberontakan tersebut.
"Siap Komandan Cilia.... " Sahut Prajurit di sebelah Komandan Cilia Black.
Prajurit itu pun mulai mengeluarkan sebuah Pedang Es dari dalam cincin ruang milik nya dan mulai melesat ke arena peperangan.
"Tap........ "
"Tap........ "
"Tap........ " Suara tapak kaki Prajurit Aliansi X Rate tersebut.
Di sekitar Jendral Dracule tampak prajurit-prajurit dari kedua aliansi saling bertempur, mayat-mayat pun tampak berserakan di sekitar benteng maupun di atas Benteng Sanbon tersebut.
Setiap kali Jendral Dracule menyerang Datuk Hitam, Pria Pucat itu selalu berubah menjadi asap hitam dan menjelma kembali di balik punggung Jendral Dracule kemudian menyabet nya.
"Slashhhh........... " Suara saat Pedang Kegelapan berhasil menebas punggung Jendral Dracule.
"Jurus itu sangat menyusahkan ku... " Ujar Jendral Bertubuh Kekar tersebut.
"Ha...... "
"Ha...... "
"Ha...... " Tawa kecil Datuk Hitam.
"Kau tidak akan mungkin bisa menang melawan ku.... " Ujar Datuk Hitam.
Tak lama berselang, Prajurit yang di utus oleh Komandan Cilia Black pun tiba di sebelah Jendral Dracule.
"Pendekar, gunakan Pedang Es ini untuk melawan Jurus Sesat nya.... " Ujar Prajurit tersebut.
Melihat Pedang Es tersebut, raut wajah dari pria pucat itu tampak sedikit tegang.
"Pedang Es, siapa Prajurit itu???"
"Bagaimana bisa dia mengetahui kelemahan dari Jurus Asap Santet ini.... " Gumam Datuk Hitam.
"Siapa dia,.... " Gumam Jendral Dracule.
"Sebaiknya aku membunuh nya selagi dia belum sempat menggunakan Pedang Es tersebut... " Gumam Datuk Hitam lalu berubah menjadi asap santet.
"Cepatlah Tuan Pendekar.... " Ucap Prajurit X Rate tersebut.
Tanpa pikir panjang Jendral Dracule pun mengambil Pedang Es yang di serahkan oleh Prajurit X Rate tersebut.
__ADS_1
"Slassss.......... " Suara ayunan berat pedang es yang menghasilkan sebilah pedang es raksasa yang berhasil menghantam tubuh Datuk Hitam hingga terpental.
"Akkkk......... " Teriak Datuk Hitam kesakitan.
"Ternyata jurus itu kelemahan nya adalah elemen es.... " Ucap Jendral Dracule lalu mencari Prajurit yang sebelum nya memberikan nya Pedang Es namun sosok Prajurit misterius itu telah menghilang dari pandangan nya.
"Uhuk....... "
"Uhuk....... "
"Uhuk....... " Suara batuk berdarah Datuk Hitam.
Pria Pucat itu pun bangun, tatapan nya semakin tajam ke arah Jendral Dracule.
Dengan tenang Datuk Hitam pun menyeka darah yang keluar dari dalam mulut nya tersebut.
"Sialan, siapa orang yang memberikan Jendral itu Pedang Es.... "
"Aku seharusnya dapat membunuh nya dengan mudah tadi.... " Gumam Datuk Hitam.
Di tempat lain nya, tampak Komandan Frizka melirik ke arah ke empat Avatar Jendral Naga yang sedang menjaga sebuah kereta kencana yang di penuhi para Selir.
"Bukankah itu pria yang telah menerobos masuk ke dalam Aliansi Sanbon dan menjebol gerbang masuk,"
"Kenapa dia bisa ada empat.... " Gumam Komandan Garda Amazon tersebut sambil memberikan isyarat kepada para prajurit-prajurit aliansi Sanbon untuk menyerahkan masalah avatar-avatar itu kepada nya.
"Komandan Garda Amazon.... "
"Kita serahkan masalah di sini kepada nya... " Ujar salah satu Prajurit Aliansi Sanbon tersebut, prajurit-prajurit aliansi Sanbon pun mulai menjauh dari kereta kencana tersebut.
Ke lima selir pun tampak sedikit tertekan melihat kehadiran Komandan Wanita Cantik setinggi dua meteran tersebut.
"Bagaimana ini, apakah avatar-avatar suami kita bisa menahan Wanita Amazon ini Nora.... " Ucap Selir Keisha.
"Aku tidak tahu, sebaiknya kita bersiap untuk berhadapan dengan nya.... " Ucap Selir Nora.
Komandan Garda Amazone itu pun mulai memasang kuda-kuda nya dan bersiap menghadapi keempat avatar-avatar kayu tersebut dengan sebuah cakram merah di genggaman tangan nya.
"Dash........... "
"Dash.......... "
"Dash.......... " Suara lesatan tapak kaki Komandan Garda Amazon tersebut yang berhasil memutus lengan salah satu avatar kayu Jendral Naga tersebut.
"Brukkkk........ " Suara saat salah satu bagian tubuh Avatar Kayu Arung terjatuh di atas tanah.
"Kalian lambat..... " Ucap Komandan Garda Amazon tersebut.
Beberapa saat kemudian lengan yang terputus itu pun kembali utuh setelah akar-akar kayu menjalar dan membentuk lengan avatar kayu yang telah putus sebelumnya tersebut.
Para Avatar Kayu pun mulai mengambil golok-golok vampire yang ada di sekitar mayat-mayat tersebut.
"Dia cepat sekali.... " Gumam Selir Fika yang takjub melihat kecepatan Komandan Garda Amazone tersebut.
To be Continued.......
Mohon Like dan Vote nya
__ADS_1