Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Jendral Es Part Awal.


__ADS_3

Tubuh Ratu Sanbon pun mulai menggelepar diatas tanah, percikan-percikan petir merah tampak keluar dari dalam tubuh nya.


"Dzzittttt............."


"Dzzittttt............"


"Dzzittttt............" Suara percikan-percikan halilintar merah.


"Kau berhasil sayang......" Ucap Mitha dengan senang, seketika itu kekuatan Jendral Es yan tersegel pun telah kembali.


"Whussss.........." Suara hempasan angin berelemen es yang keluar dari dalam tubuh Jendral Es.


"Angin es....." Ucap Nagita yang takjub saat di terpa oleh angin elemen es tersebut.


Saat ini Arung tidak menyadari jika kekuatan Jendral Es yang telah tersegel telah pulih kembali, Pendekar Setengah Naga itu pun terlihat senang dan merasa sudah menang saat melihat tubuh Ratu Santet yang menggelepar tersetrum.


"Akhhhhhhh......." Teriak histeris Ratu Sanbon sambil menggelepar dan bersusah payah memasang segel dengan kedua belah tangan nya.


Di saat tubuh Ratu Santet menggelepar sesosok bayangan hitam pun melesat keluar dari dalam ubun-ubun Ratu Ilmu Hitam tersebut dan menerjang ke arah Arung.


Pendekar Setengah Naga pada waktu itu sedang lengah, ia pun tidak menyadari jika marabahaya sedang mendatangi nya.


Bayangan hitam itu pun melesatkan telapak tangan ke arah ubun-ubun kepala Arung.


"Akhhhhhh....." Teriak Arung kesakitan saat terkena serangan mendadak tersebut.


"Arunggggg......." Teriak Jendral Es yang kalut saat menyaksikan peristiwa itu.


"Bang Arung....." Teriak Nagita dengan cemas.


Tubuh Pendekar Setengah Naga itu pun ambruk ke atas tanah, bayangan hitam itu pun kembali masuk ke dalam ubun-ubun Ratu Santet setelah nya.


"Brukkkk......." Suara saat tubuh Arung ambruk ke atas tanah.


Pendekar Setengah Naga itu pun jatuh pingsan, Mitha pun berlari ke arah Tunangan nya tersebut dan memeluk tubuh kekasih nya yang tidak sadarkan diri tersebut sembari meneteskan air mata.


"Hiks.........."


"Hiks........."


"Hiks........." Tangis kecil Mitha.


Nagita dan juga keempat avatar-avatar pun berlari ke tempat Arung.


"Bang Arung....." Ucap Nagita.


Berapa saat kemudian Ratu Santet pun mulai membuka kedua belah mata nya, tampak sebagian baju nya telah hangus.

__ADS_1


"Uhuk........"


"Uhuk........"


"Uhuk........" Suara batuk Ratu Sanbon lalu mulai mengeluarkan darah hitam yang kental.


Gadis dengan wajah pucat itu pun mulai bangun, tampak tubuh nya sedikit sempoyongan saat itu.


"Dasar ceroboh......"


"Aku akan membunuh kalian sekarang....." Ujar Ratu Santet dengan tubuh yang penuh luka tersebut.


Ratu Santet pun mengeluarkan sebuah guci berisi kemenyan dari dalam cincin ruang nya lalu mulai menaburkan tanah kuburan di dalam nya.


"Bagus lah kau masih hidup....."


"Jadi aku bisa membalas perlakuan mu selama ini....." Ucap Mitha.


Mulut Ratu Sanbon tampak komat-kamit saat membaca mantra, tak lama berselang puluhan zombie mulai keluar dari dalam tanah di sekitar Ratu Santet.


"Kakak....."


"Bagaimana ini, zombie-zombie itu muncul lagi...." Ucap Nagita dengan raut wajah yang ketakutan.


"Makhluk ilusi, keempat Avatar ini akan menjagamu dan tunangan ku..."


"Aku akan menghabisi zombie-zombie itu dan juga Ratu Santet itu..." Ucap Mitha lalu seketika sebuah perisai es salju menutupi tubuh nya.


"Serang........" Perintah Ratu Santet.


Zombie-zombie pun mulai berlari ke arah mereka dengan haus, keempat avatar pun mulai melesatkan balok-balok kayu dari telapak tangan nya ke arah makhluk-makhluk pemakan otak manusia tersebut.


Balok-balok kayu itu pun berhasil menembus dada beberapa zombie-zombie tersebut, namun puluhan zombie lain nya pun berhasil lolos dan terus menerjang mendekati Jendral Es dan yang lain nya.


Sesaat sebelum para zombie berhasil mendekati mereka, keempat avatar pun memasang perisai kultivasi tumbuhan.


Ratusan akar pun mulai keluar dari dalam tanah dan membentuk perisai yang melindungi mereka, para Zombie-Zombie pun mengelilingi perisai tersebut dan mulai mencakar-cakar nya dan berniat masuk ke dalam nya.


"Perisai kultivasi tumbuhan, kita lihat sampai kapan perisai itu mampu menahan cakaran zombie-zombie peliharaan ku ini.... " Ucap Ratu Santet.


Nagita pun duduk di pojokan perisai kultivasi, raut wajah nya terlihat lesu dan tidak bersemangat.


Gadis Otaku itu berpikir jika Jendral Es telah bersembunyi di balik perisai kultivasi salju nya dan berniat mengorbankan nya serta keempat Avatar menjadi mangsa para Zombie-Zombie tersebut.


"Kakak......"


"Kenapa kau tega membiarkan ku menjadi korban Zombie-Zombie itu...." Ucap Nagita.

__ADS_1


Sementara itu keempat avatar terus mengalirkan tenaga dalam mereka untuk menjaga kestabilan perisai kultivasi nya.


Beberapa saat kemudian perisai kultivasi salju pun perlahan menghilang, sesosok Pendekar berpakaian serba putih dengan sebuah selendang panjang dan sebuah kipas di tangan nya muncul.


Wanita Cantik tersebut adalah Jendral Es, ia pun melirik ke arah Nagita.


"Makhluk Ilusi, jagalah kekasih ku...."


"Aku akan menghabisi Ratu Setan itu...." Ucap Jendral Es.


"Ternyata Kakak berganti pakaian ...."


"Aku udah salah sangka...." Gumam Nagita kemudian mengangguk beberapa kali.


"Kalian buka jalan untuk ku...." Perintah Jendral Es.


Keempat Avatar pun menoleh secara bersamaan ke arah Jendral Es dan beberapa saat kemudian perisai kultivasi di atas kepala Jendral Es pun mulai terbuka.


"Akan ku habisi kau......" Ucap Jendral Es dengan niat membunuh yang besar kemudian mulai terbang dan keluar dari dalam celah tersebut.


"Whussss.........." Suara hempasan angin saat Jendral Es terbang.


Wanita Cantik berambut biru itu pun melayang di atas perisai kultivasi tumbuhan, Ratu Sanbon dan zombie-zombie itu pun mengarahkan pandangan nya ke arah Jendral Es.


"Muncul juga satu lagi Pendekar yang kepengen mati...." Ucap Ratu Sanbon dengan penuh percaya diri.


Saat ini Jendral Es belum memperlihatkan kemampuan nya yang sesungguh nya sehingga membuat Ratu Sanbon menganggap remeh kemampuan Jendral Es.


"Ratu Setan, sebelum aku membunuh mu...."


"Jurus apa yang kau lancarkan kepada Tunangan ku sebelum nya...."


"Kenapa dia bisa langsung pingsan setelah terkena...." Ucap Jendral Es yang penasaran dengan jurus milik Ratu Santet.


"Karena kau sebentar lagi akan mati, aku akan memberitahu mu..."


"Itu adalah jurus tapak santet beracun, Pendekar Bodoh itu telah terkena racun dan akan mati dalam waktu beberapa menit lagi...." Ucap Ratu Santet.


"Racun......"


"Pantas saja, dia pasti memiliki penawar nya...."


"Pasti ada di dalam cincin hitam yang di pakai nya itu, aku harus segera menghabisi nya......"


"Dan mengambil cincin hitam itu....." Gumam Jendral Es sambil melirik ke arah jari manis Ratu Santet.


"Bersiap lah mati Ratu Setan...." Ujar Jendral Es kemudian mulai mengayunkan Kipas Dewi Es Surgawi milik nya.

__ADS_1


Puluhan pedang-pedang es pun muncul di sekitar Jendral Es, ayunan kedua pun di lakukan oleh Mitha.


Serentak puluhan pedang-pedang es tersebut melesat ke arah Ratu Sanbon dan juga para Zombie-Zombie di bawah nya.


__ADS_2