Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Terowongan Air Bagian Ke Empat.


__ADS_3

Setelah beristirahat seharian penuh di dalam bola ruang ke esokan harinya mereka pun kembali menyelam di dalam terowongan air tersebut. Setelah berenang selama beberapa hari mereka pun tiba di sebuah Hutan Laut tampak di depan mereka sebuah Goa seluas Gurun Api Es yang di penuhi oleh Pohon-Pohon Laut.


Pohon-Pohon tersebut begitu tingginya dengan daun-daun yang seperti terumbu karang dengan berbagai bentuk dan warna, tampak beberapa baru roh cahaya di langit-langit tempat tersebut yang berfungsi sebagai penerangan alami.


Air di dalam Hutan tersebut pun tidak beracun dan berwarna putih jernih seperti ada seberkas tabir yang memisahkan di antara air hitam dan air putih jernih tersebut.


"Tidak kusangka ada Oasis seperti ini di dalam terowongan hitam tersebut." Ucap Komandan Yuri sambil mengamati ke sekeliling nya.


Hutan ini sangat kaya akan elemen air tampak sebuah Pohon Dewa Air tumbuh di di tengah-tengah hutan tersebut, wilayah di sekitar pohon tersebut tidak di masuki air dari luar seperti ada seberkas tabir yang tak kasat mata yang memisahkan nya.


"Ugh........ "


"Kepala ku..... " Gumam Arung kemudian ia pun mulai jatuh pingsan setelah beberapa saat memasuki Goa tersebut.


"Bbluurppp...... "


"Bbluurppp...... " Suara saat tubuh Arung mulai tenggelam akibat tak sadarkan diri.


"Jendral..... " Teriak Komandan Yuri sedikit panik.


"Yuri, sebaik nya kita bawa Tuan ke dekat Pohon raksasa itu." Ucap Vladmira dengan tenang.


"Benar yang di katakan Vladmira." Gumam Komandan Yuri.


Mereka berdua pun mulai menyelam ke arah Pohon Dewa Air sambil memapah tubuh Arung yang sudah tidak sadarkan diri tersebut. Komandan Yuri pun mulai membaringkan tubuh Jendral Arung dan memeriksa denyut jantung nya dengan cara mendekatkan telinga nya ke dada Naga tersebut.


"Deg... "


"Deg..."


"Deg... " Suara detak jantung Arung yang masih normal.


"Jantung nya normal Vladmira, dia tidak terkena serangan jantung." Ucap Komandan Yuri yang mengira Sang Jendral terkena serangan jantung.


"Yuri, tenanglah Tuan memiliki banyak rahasia,"


"Dia mungkin hanya kelelahan saja, jangan panik sebaiknya kita tunggu saja dia siuman." Ucap Vladmira kemudian mulai mengganti pakaian nya yang basah kuyup tersebut.


"Hah..... " Suara nafas panjang Komandan Yuri.


"Seharusnya Ratu Gilmore juga mengirim seorang Kultivator Medis dalam misi ini, jadi pada saat-saat seperti ini kita bisa tahu gejala penyakit atau apapun yang sedang menimpa Jendral." Gumam Komandan Yuri berniat ingin mengganti pakaian nya juga karena basah kuyup.


-[Di Dalam Dunia Naga Air]-


Akibat di picu oleh elemen air yang begitu dahsyatnya di hutan tersebut, Naga Air di dalam dantian Pendekar Setengah Naga itu pun mulai bangkit. Ia pun jatuh pingsan di akibatkan oleh karena kesadaran nya terhisap masuk ke dalam Dunia Naga Air tersebut.


"Blurrrpppp........... " Suara saat Arung jatuh ke permukaan lautan biru tersebut.


Pendekar Setengah Naga itu pun mulai berenang dan melayang di atas permukaan laut yang biru tersebut.


Sepanjang mata memandang hanya ada lautan biru di dalam Dunia tersebut.


"Hah....... "


"Dimana lagi aku saat ini?" Gumam nya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian langit yang sebelum nya cerah pun menjadi gelap gulita, tak lama berselang hujan deras pun mulai mengguyur tempat tersebut.


"Byuuuurrrr........... " Suara hujan deras.


Angin kencang pun mulai bertiup menandakan ketidak stabilan cuaca pada saat tersebut.


Beberapa sambaran-sambaran petir dahsyat pun mulai terlihat dari kejauhan. Laut yang sebelumnya tenang tiba-tiba mulai bergejolak, ombak-ombak pun mulai tidak terkendali.


Arung pun mulai terbang sedikit agak tinggi, beberapa menit kemudian air-air tersebut pun mulai melesat ke atas langit beberapa kali kemudian mulai membentuk seekor Naga Air.


"Aurghhhh......... " Suara raungan Naga Air tersebut.


"Ugh...... "


"Telingaku, Naga-Naga ini selalu meraung saja." Ucap Arung sambil menutup telinganya.


"Naga Air?"


"Pasti pemicu kebangkitan Naga Air di ranah malaikat ini karena Hutan Laut yang kaya akan elemen air tersebut." Gumam Arung yang mulai memahami pola dan pemicu kebangkitan Jiwa Naga di dalam dantian nya tersebut.


Saat ini Naga Air tersebut tidak dapat melihat wujud dari Pendekar Setengah Naga tersebut. Beberapa saat kemudian sebuah kerangkeng emas pun mulai mengurungnya.


"Aurghhhh.......... "


"Aurghhhh.......... "


"Aurghhhh........... " Suara Ruangan Naga Air tersebut sambil berusaha untuk keluar dari dalam kerangkeng emas tersebut.


"Ugh........... "


Beberapa saat kemudian kesadaran nya pun kembali ke tubuh nya yang saat ini sedang terbaring di bawah Pohon Raksasa Dewa Air tersebut.


Ia pun mulai membuka kedua belah matanya dan mulai bangun.


"Ugh.......... "


"Kepalaku...... " Gumam Arung yang saat ini mode mata nya sedang berada di dalam mode mata air.


Tanpa sengaja Arung pun melihat Komandan Yuri yang sedang berganti pakaian tepat di depan mata nya, Komandan Yuri pun baru sadar setelah beberapa waktu bahwa saat ini dirinya sedang diliatin oleh Jendral nya tersebut.


Ia pun reflek dan berteriak dengan keras.


"Kyaaa................ " Teriak Komandan Yuri.


"Yuri, Maaf.... "


"Maaf............. " Ucap Arung kemudian mulai berbalik.


"Dasar Naga penuh skandal." Gumam Vladmira.


Komandan Yuri pun kembali berpakaian dengan pipi yang merona merah.


"Ugh...... "


"Tubuh ku, seharusnya hanya suamiku yang boleh melihat nya,"

__ADS_1


"Ini karena kecerobohan ku juga yang ikut-ikutan Vladmira, kalau Vladmira memang sudah tidak perduli lagi mau keliatan atau gak keliatan tubuh nya,"


"Karena dia sudah pernah menservis Jendral sebelum nya, mungkin pun sudah beberapa kali." Gumam Komandan Yuri sambil mengingat kejadian di Bilik Kamar sebelum nya.


Beberapa saat kemudian, Arung pun berganti pakaian di dalam Perisai Kultivasi Tumbuhan, mereka pun memutuskan beristirahat di dalam hutan tersebut.


Tampak beberapa Beast-Beast Air yang berenang di sekitar Pohon Dewa Air tersebut.


Saat ini mereka bertiga tengah memandangi Hutan di hadapan nya tersebut.


"Dasar........"


"Samudra ini sungguh aneh, bagaimana bisa air yang hitam di terowongan tersebut tidak bercampur dengan air jernih di dalam hutan ini?" Tanya Arung.


"Intelijen kita sebelum nya tidak memberitahukan mengenai keberadaan hutan ini Jendral, sepertinya dia luput tentang informasi ini." Jawab Komandan Yuri.


"Vladmira, apa kau tahu mengenai hutan ini?" Tanya Arung.


"Hutan ini adalah Hutan Black Skull, jika sudah sampai kemari jarak kita ke Pulau Black Skull tinggal setengah jalan lagi, Tuan,"


"Di hutan ini banyak sekali Beast-Beast Buas di Ranah Alam Siluman atau Malaikat sedang berhibernasi, jadi usahakan untuk tidak membuat keributan atau makhluk-makhluk itu akan bangun dan mengamuk." Ucap Vladmira.


"Wah...... "


"Vladmira udah seperti Google aja serba tahu." Gumam Arung.


"Kalau begitu hari ini kita beristirahat di sini saja dulu, Vladmira dirikan dua buah tenda di sini." Perintah Arung.


"Baik Tuan..... " Ucap Vladmira kemudian mulai mengeluarkan tenda dari dalam cincin ruang penyimpanan milik nya tersebut.


Komandan Yuri pun mulai membantu Vladmira mendirikan tenda tersebut, sementara Arung terus memandangi hutan di hadapan nya tersebut.


"Firasat ku kenapa tidak enak sekali yach." Gumam Arung.


Saat ini mode mata air Arung sudah mulai aktif dan baru bisa berhenti saat dia berhasil menundukkan Naga Air di dalam dantian nya tersebut.


-[Di Dalam Sebuah Kerang Raksasa]-


Tampak seorang Ratu Buaya Hitam sang penguasa Hutan Black Skull tersebut sedang bermeditasi, aura kegelapan murni yang pekat tampak di sekujur tubuh nya tersebut.


Ratu Buaya Hitam tersebut berada di ranah alam siluman puncak dan sedang bermeditasi untuk menembus Ranah berikutnya.


Tampak Di sekeliling Kerang Raksasa tersebut 100 ekor Buaya Hitam di Ranah Alam Naga Puncak sedang tertidur lelap sambil menjaga meditasi Sang Ratu.


"Zzzttt......... "


"Zzzttt.........."


"Zzzttt.......... " Suara tidur Buaya-Buaya Hitam tersebut.


Ternyata Hutan Black Skull tersebut adalah sarang dari makhluk-makhluk buas tersebut. Tampak Beast-Beast Laut lain nya tidak ada yang berani mendekati Kerang Raksasa dan Buaya-Buaya Hitam yang sedang tertidur tersebut.


___________________________________


"Mohon Like dan Vote nya agar Novel ini terus berjalan." TTD. NOVELIS JALANAN 2021.

__ADS_1


__ADS_2