Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Keruntuhan Aliansi Black Phonchong.


__ADS_3

Hujan Es sempurna pun melesat dan membunuhi ponchong-ponchong di sekitar menara miring di dalam wilayah kekuasaan Raja Black Ponchong tersebut.


"Tidak.............." Teriak Raja Black Ponchong lalu mulai mengerahkan seluruh tenaga dalam nya.


Aura tenaga dalam berelemen hantu pun mulai meluap-luap di sekujur tubuh nya yang terbalut kafan hitam tersebut.


"Jurus Keranda Iblis......" Teriak nya.


"Akhhhhhh..........."


"Akhhhhhh..........."


"Akhhhhhh..........." Teriak kesakitan ponchong-ponchong yang terkena tembakan es dari atas langit.


Ratusan keranda berelemen hantu pun muncul, kemudian melesat ke arah prajurit-prajurit aliansi x rate tersebut.


"Whussssss..........."


"Whussssss.........."


"Whussssss.........." Suara hempasan angin saat keranda-keranda iblis tersebut mulai melaju terbang.


Dua buah lengan iblis pun muncul dan menarik prajurit aliansi x rate masuk ke dalam kerenda iblis tersebut kemudian meledak.


"Duarghhhhhh......" Suara ledakan.


Keranda-keranda lain nya pun melakukan hal yang sama, setengah dari prajurit-prajurit aliansi x rate pun tewas seketika karena keranda iblis tersebut.


"Duarghhhhh........"


"Duarghhhhh......."


"Duarghhhhh......." Suara ledakan dahsyat keranda-keranda iblis tersebut.


Ratu Titan Medusa pun tidak dapat berbuat apa-apa, ia pun mulai mengeluarkan Pedang Medusa dari dalam cincin ruang milik nya.


"Dasar Ponchong sialan......." Teriak Ratu Medusa kemudian langsung melesat ke arah Raja Black Ponchong dan menebas nya.


"Slashhhh.........."


"Slasshhhh........"


"Slasshhhh........" Suara saat Pedang Medusa membelah-belah tubuh Raja Black Ponchong menjadi beberapa bagian.


Keadaan pun menjadi hening untuk sesaat, Ponchong-ponchong lain nya yang tersisa dan menyaksikan hal tersebut pun mulai goyah dan melompat-lompat untuk melarikan diri.


"Dup........."


"Dup........."


"Dup........." Suara lompatan ponchong-ponchong yang


"Bunuh seluruh prajurit-prajurit aliansi sesat ini, jangan biarkan ada satu pun yang berhasil lolos....." Ucap Ratu Titan Medusa.


Prajurit-prajurit aliansi x rate pun mengejar Ponchong-ponchong yang melarikan diri tersebut, sang Ratu pun mulai duduk di atas mayat salah satu Ponchong untuk menghela nafas panjang nya.


"Hah..............." Suara helaan nafas panjang Ratu Titan Medusa.


"Akhirnya dendam ku terbalas kan....."


"Bagaimana kondisi di aliansi Sanbon saat ini, apakah aliansi pemberontak itu berhasil menghabisi aliansi sesat itu???" Gumam Ratu Titan Medusa lalu mengeluarkan sebatang rokok dari dalam cincin ruang nya kemudian mulai membakar dan menghisap nya.


"Whussss........." Suara hempasan asap rokok dari mulut Ratu Titan Medusa.

__ADS_1


"Akhhhhh.........."


"Akhhhhh.........."


"Akhhhhh........." Teriak beast ponchong-ponchong yang tengah di bantai oleh prajurit-prajurit aliansi x rate.


Setelah berhasil menghabisi seluruh prajurit-prajurit aliansi black ponchong tersebut, Ratu Medusa dan prajurit-prajurit nya pun kembali ke aliansi nya.


Tampak mayat-mayat beast Ponchong berserakan di sekitar menara miring tersebut, tiba-tiba saja tubuh Raja Black Ponchong yang terpotong-potong pun menyatu kembali.


"Hah........." Helaan nafas panjang Raja Black Ponchong.


"Ratu Medusa....."


"Awas kalian, akan kulaporkan kejadian ini kepada Jendral Voldemort..." Ucap Raja Black Ponchong lalu bangun dan melompat-lompat pergi dari tempat tersebut.


"Dup......."


"Dup......."


"Dup......." Suara lompatan Raja Black Ponchong.


Ternyata Raja Black Ponchong menguasai jurus rawarontek yang membuat nya tidak bisa di bunuh kecuali bagian-bagian tubuh nya di pisahkan ke tempat berbeda dan di gantung agar tidak menyentuh tanah.


Ratu Titan Medusa pun tidak mengetahui nya sehingga Raja Black Pochong berhasil kabur.


Kembali ke gerbang masuk aliansi sanbon, tampak bentrokan belum juga terjadi namun kedua belah pihak sudah saling bersiap untuk bertempur.


"Jendral Naga, hari sudah hampir gelap...."


"Kekuatan para beast Ponchong akan meningkat dua kali lipat nya di saat malam, sebaik nya kita menghabisi mereka saat ini juga...." Bisik Komandan Chilia Black.


"Benarkah, kalau begitu kita harus menyerang sekarang juga...."


"Mereka sedang mengulur waktu..." Gumam Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Semuanya, bersiaplah......." Perintah Jendral Naga dengan jurus auman petirnya.


Seluruh prajurit-prajurit aliansi naga pun mulai bersiap untuk berperang kembali begitu juga dengan para beast ponchong-ponchong tersebut.


"Serang........." Teriak Pendekar Setengah Naga tersebut.


"Heattttt..........." Teriak prajurit-prajurit aliansi naga lalu mulai berlari menerjang ke arah musuh.


"Tap............"


"Tap..........."


"Tap..........." Suara tapak kaki para prajurit-prajurit aliansi naga.


"Jangan beri ampun para bedeb*h tersebut....." Teriak Rubah Ponchong.


Para Ponchong pun mulai berubah menjadi asap santet dan mulai bertarung dengan para prajurit-prajurit aliansi naga.


Prajurit-prajurit aliansi sanbon yang tersisa pun ikut menyerang ke arah prajurit-prajurit aliansi naga, bentrokan pun kembali terjadi di dekat gerbang masuk aliansi sanbon tersebut.


"Tring.........."


"Tring.........."


"Tring........." Suara saat golok Vampire saling beradu.


"Gunakan pedang es untuk melawan mereka, Jendral...." Ucap Komandan Chilia Black kemudian mulai menyerang ke arah Pengantin Berdarah.

__ADS_1


Arung pun mulai mengeluarkan pedang es milik nya, tiba-tiba saja sebuah asap santet mendekatinya.


Asap santet pun menjelma kembali ke wujud beast nya, sebuah bola hantu pun di tembakkan dari dalam mulut Ponchong tersebut.


"Whussssss.........." Suara hempasan angin saat bola berelemen hantu tersebut melesat.


Dengan mudah Arung membelah bola berelemen hantu tersebut menjadi dua bagian, tiba-tiba saja Rubah Ponchong menjelma menjadi asap santet dan beranjak ke balik punggung Arung.


Kali ini makhluk horror tersebut menembakkan paku-paku berelemen kegelapan murni ke arah punggung Arung.


"Dia cepat sekali......." Gumam Arung kemudian mulai berteleport ke atas Rubah Ponchong.


"Blitzzzzz............." Suara jurus teleportasi Arung.


Dalam satu kedipan mata, Pendekar Setengah Naga itu pun muncul di atas kepala Rubah Ponchong dan mulai mengarahkan pedang es nya.


Dengan jurus langkah setan Rubah Ponchong pun berhasil menghindari serangan mendadak Arung.


"Dia cepat sekali????" Gumam Rubah Ponchong.


"Jlebbbb..........." Suara saat pedang es menusuk tanah.


"Kali ini meleset, sekali lagi pasti kena...." Ucap Pendekar Setengah Naga tersebut dengan penuh percaya diri.


Arung pun kembali melesat ke arah Rubah Ponchong dengan jurus langkah petir sempurna nya.


"Dash............."


"Dash............."


"Dash............" Suara tapak kaki milik Pendekar Setengah Naga tersebut.


Arung pun kembali mengarahkan ayunan pedang es nya ke area vital di tubuh Rubah Ponchong, namun dengan gesit beast horror itu pun berhasil menghindari nya.


Kembali ke kamar Jendral Es, setelah kembali ke dunia asal nya Jendral Es pun terbangun.


"Hah.........."


"Hah.........."


"Hah.........." Suara terengah-engah nafas Mitha.


"Aku kembali....."


"Ternyata Arung masih hidup, dan pada saat ini dia telah terkurung di dalam Labu Iblis....."


"Aku harus segera pergi ke istana dan mengambil labu iblis milik Ratu Racun itu...." Ucap Mitha lalu mulai bangun dari ranjang nya dan mulai berpakaian.


Setelah berpakaian Jendral Es pun keluar dari dalam kamar nya, terlihat kedua pengawal setia nya terkejut.


"Nando....."


"Mutia......."


"Bersiap lah, kita pergi sekarang..." Ucap Jendral Es lalu mulai beranjak keluar ke arah gerbang mansion.


"Lho......."


"Mau kemana jendral malam-malam begini, bukankah lima menit sebelum nya dia bilang mengantuk dan ingin tidur????" Gumam Nando.


Ternyata beberapa hari yang di lewati oleh Jendral Es di Dunia Ilusi di Dunia Asal nya waktu berlalu baru beberapa menit.


Kedua Pengawal pun berjalan mengikuti jendral mereka dari belakang tanpa berani bertanya apa-apa.

__ADS_1


Mohon dukungan dan Vote nya.......


__ADS_2