Pendekar Setengah Naga 2

Pendekar Setengah Naga 2
Santet Part Ke Dua.


__ADS_3

Hampir satu jam Arung bercerita mengenai kisah nya setelah terdampar di Planet Kegelapan setelah Perang Dahsyat di Gunung Obat tersebut.


Sambil memakan beberapa snack kentang, Mitha pun mendengarkan kisah yang di ceritakan oleh Tunangan nya tersebut dengan sungguh-sungguh.


"Apa kah, Pemuda itu seorang Penulis Novel???"


"Mengapa dia menceritakan kisah yang aneh seperti itu kepada Kekasih nya di sini, kenapa dia tidak menceritakan kisah-kisah romantisme saja???" Gumam Ibu Penjaga Warung yang ikut mendengarkan kisah tersebut.


"Kraakkkk........ "


"Kraaakkk........ "


"Kraakkkk........ " Suara saat Mitha menguyah snack kentang tersebut.


Beberapa saat kemudian handphone milik Pendekar Setengah Naga itu pun mulai berdering dan bergetar.


"Kring........ "


"Kring........ "


"Kring........ " Suara Handphone yang berdering.


Arung pun mulai menghentikan cerita nya lalu mulai merogoh-rogoh saku celana milik nya, ia pun mulai mengangkat panggilan dari nomer yang tidak di kenal tersebut.


"Nomor tidak di kenal???"


"Siapa ya???" Gumam Arung kemudian mulai mengangkat panggilan handphone tersebut.


"Selamat Pagi, Pak.... "


"Bapak sudah berada di depan Sekolah???"


"Ini Bus nya sedang menuju ke situ, Pak.... " Ucap Penelpon yang ternyata adalah seorang Supir Bus tersebut.


Arung pun melihat ke arah depan terlihat sebuah Sekolah Menengah Atas, ia pun merogoh kembali saku celananya dan mendapati dua buah tiket Bus dengan tujuan Pekanbaru.


"Tiket Bus???" Gumam Arung.


"Pak..... "


"Pak..... " Ucap Sopir Bus tersebut melalui Handphone nya.


"Oh iya..... "


"Kami sudah berada di depan sekolah... " Ucap Arung melalui handphone nya.


"Oh...... "


"Baiklah, kalau begitu saya akan menjemput bapak... "


"Bus nya warna putih ya Pak.... " Ujar Supir Bus tersebut kemudian mulai mematikan handphone milik nya.


"Siapa Arung???" Tanya Mitha dengan penasaran.


"Tadi supir bus yang menelpon, sebentar lagi dia akan menjemput kita, Mitha.... "


"Lihat ini.... " Ucap Arung sambil memperlihatkan dua buah tiket Bus menuju Pekanbaru kepada Mitha.


"Ini semakin aneh.... "


"Kenapa kau memiliki dua buah tiket itu, Arung???" Tanya Mitha dengan penasaran.


"Aku pun tidak tahu, Mitha???"


"Sebaiknya kita tetap waspada.... "


"Ratu Santet itu merupakan seorang Pendekar Penganut Aliran Sesat... "

__ADS_1


"Bahkan dia bisa menyegel kekuatan kita di dunia ilusi ini.... " Ucap Arung.


"Gak apa, Sayang...... "


"Jika bukan karena Ratu Santet, aku gak mungkin bisa ketemu dengan kamu... " Ucap Mitha kemudian mulai memeluk tubuh Tunangan nya tersebut.


"Hem......... "


"Dasar anak muda zaman sekarang.... "


"Apa dia gak tahu kalau ada ibu-ibu di sini???" Gumam Ibu Penjaga Warung kemudian mulai menggrehem beberapa kali.


"Ehm....... "


"Ehm...... "


"Ehm...... " Suara greheman ibu Penjaga Warung tersebut.


"Ups....... "


"Ternyata ada orang di sini.... " Gumam Mitha dengan raut wajah yang tersapu-sapu tersebut lalu mulai melepaskan pelukan nya.


Tanpa di sadari oleh mereka berdua, saat ini Ratu Santet sedang duduk di atas salah satu dahan di pohon beringin tua besar yang ada di samping Warung tersebut.


Saat ini ia menggunakan jurus untuk menghilangkan wujud nya dan terus mengintai aktifitas kedua sejoli tersebut.


"Permainan akan segera kita mulai, bersiap lah Bocah Naga.... " Gumam Ratu Santet yang telah memiliki sebuah rencana untuk menyiksa kedua sejoli tersebut di dalam dunia ilusi milik nya tersebut.


Mobil Bus berwarna putih itu pun mulai menepi, seorang kernet pun mulai membuka pintu dan turun untuk membantu Arung memasukkan semua barang bawaan nya ke dalam garasi bus.


"Ayo Mitha.... "


"Anggap aja kita lagi berlibur.... " Ucap Arung.


Mitha pun hanya menganggukkan kepala nya beberapa kali, mereka berdua pun mulai memasuki bus berwarna putih tersebut.


-[Di dalam Bus]-


Tampak di bangku kiri dan kanan koridor tengah Bus telah di penuhi oleh penumpang, kernet Bus pun mengantar Arung dan Mitha menuju kursi nya yang bernomer 13 dan 14 sesuai dengan tiket yang telah mereka pesan sebelum nya.


"Nomer 13...."


"Perasaan ku kok gak enak melihat nomer ini ya???" Gumam Arung saat melihat nomer kursi tersebut.


Mitha pun duduk di sebelah jendela Bus, sementara Arung duduk di kursi di sebelah koridor.


Tanpa di sadari oleh mereka Ratu Ilmu Hitam pun ikut masuk kedalam Bus tersebut dan duduk di dekat toilet Bus dalam wujud yang tak kasat mata.


"Nikmati perjalanan mu, Bocah Naga.... "


"Akan kubuat kau tersiksa di dalam perjalanan ini... " Gumam Ratu Santet.


"Mitha, bagaimana keadaan di Kekaisaran Dewi Es pada saat ini???" Tanya Arung.


"Keadaan nya baik-baik saja, Arung... "


"Saat ini pihak Kekaisaran Dewi Es sedang menekan pihak Kerajaan milik Ratu Racun... " Ucap Mitha.


"Ini aneh....... "


"Kenapa keadaan begitu tenang???" Ujar Arung.


"Musuh kali ini sepertinya sangat cerdik, Sayang.."


"Keadaan tenang ini di ciptakan agar kita lengah, tetap lah waspada.... "


"Sewaktu-waktu keadaan yang tenang ini dapat berubah menjadi kacau.... " Ucap Mitha yang merupakan seorang Jendral Wanita yang sangat berpengalaman tersebut.

__ADS_1


Mitha pun mulai menikmati pemandangan jalan lintas provinsi dari balik jendela besar Bus tersebut.


"Benar yang di katakan nya.... "


"Keadaan tenang ini merupakan sebuah pengalihan agar aku dan Mitha menjadi lengah.... "


"Ratu itu sungguh licik.... " Gumam Arung kemudian mulai waspada.


-[Di Dekat Toilet Bus]-


Tampak Ratu Santet mulai memasang segel di kedua belah tangan nya.


"Akan kumulai penderitaan mu Bocah... " Gumam Pendekar Aliran Sesat tersebut.


Mulut Ratu Santet pun mulai komat-kamit membaca mantra, tak lama berselang sesosok Pria Pedagang Asongan pun mulai muncul di depan Ratu Santet tersebut.


Pria Pedagang Asongan itu pun mulai keluar dari dalam bilik belakang dan mulai berjalan di dalam koridor Bus untuk menjajakan makanan nya.


"Peyek Kacang...... "


"Lima ribu rupiah.... " Ujar Perdagangan Asongan tersebut sembari berjalan di dalam koridor Bus tersebut.


Beberapa saat kemudian Perdagangan Asongan itu pun tiba di dekat kursi bernomer 13 dan 14 tersebut.


"Pak, peyek kacang nya???" Tanya Pedagang Asongan tersebut sambil menepuk bahu Arung.


"Oh....... "


"Enggak.... "


"Pak, Terima kasih.... " Ucap Arung yang masih kenyang.


Pedagang Asongan itu pun berbalik dan kembali ke dalam bilik toilet.


"Ugh...... "


"Aku kok mengantuk sekali yach???" Gumam Arung.


Tak lama berselang Arung pun tertidur di kursi bernomer 13 tersebut.


Ternyata tepukan di bahu tersebut yang membuat Arung menjadi mengantuk secara mendadak, apa yang sebenarnya di rencanakan oleh Ratu Santet pada saat ini.


"Zzzttttt............. " Suara tertidur Arung.


"Dia pasti kelelahan.... " Gumam Mitha lalu mulai menyelimuti tubuh tunangan nya tersebut dengan selimut tebal yang ada di dekat nya.


Pedagang Asongan pun mulai masuk ke dalam bilik toilet dan menghilang menjadi asap hitam, salah satu penumpang yang membeli peyek kacang pun terkejut.


"Apa ini??? " Ucap Seorang Penumpang Pria yang terkejut saat melihat isi peyek kacang yang hendak di makan nya yang telah berubah menjadi dedaunan kering tersebut.


Beberapa penumpang di dalam Bus lain nya pun ikut mengalami hal yang serupa.


Keangkeran pun mulai terasa di dalam Bus yang sedang menuju Pekanbaru tersebut.


"Genjutsu..... "


"Apakah ada Madara Uchiha di sini...." Ujar Salah Seorang Penumpang yang merupakan seorang maniak anime tersebut.


"Ugh....... "


"Serem... "


"Pedagang asongan tadi pasti hantu.... " Gumam Salah Seorang Penumpang Wanita yang ketakutan saat peyek kacang nya berubah menjadi dedaunan kering tersebut.


To be Continued.......


Mohon Like dan Vote nya

__ADS_1


__ADS_2